Anda di halaman 1dari 3

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum Biofarmasetika dan Farmakokinetika II Uji Kualitatif Parasetamol
dalam Cuplikan Urin dilakukan pada hari Kamis, 1 Desember 2016 di Laboratorium
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
3.2. Alat dan Bahan
Alat
Tabung Reaksi
pH Universal
Hot Plate
Beaker Glass
Neraca Analitik
Pipet Tetes
Alat Sentrifugasi
Stopwatch

Bahan
Sampel Urin
Parasetamol
HCl Peakat
Naftoresorsinol
Etil Asetat
BaCl2 2%
FeCl3 2%
Aquades

3.3. Prosedur Kerja


3.3.1. Tujuan Penambahan HCl Pekat
Untuk membuat suasana menjadi asam dan menghidrolisis parasetamol menjadi
paraaminofenol dan asam asetat.
Reaksi : parasetamol + HCl Pekat Para Aminofenol + Asam Asetat
3.3.2. Pengecekan pH Urine
pH Universal + Sampel urine Bandingkan dengan rentang pH pada pH
universal pH urine 6
3.3.3. Uji Naftoresorsinol untuk Konjugat Glukoronida
0,5 mL urin + 2 mg naftoresorsinol padat + 1 mL HCl pekat Didihkan
selama 3 menit dalam lemari asam, kemudian dinginkan (+) 3 mL etil asetat
Kocok homogen Warna ungu dalam lapisan organik menunjukkan positif
adanya asam glukuronat.
3.3.4. Uji Barium Klorida untuk Konjugat Sulfat
0,5 mL urin (pH 4-6) + 2 mL BaCl 2% Endapan BaSO4 (terbentuk dari sulfat
anorganik) Disentrifugasi (50.000 rpm / 1 menit) Diambil cairan beningan
+ 2 tetes HCl pekat Didihkan dalam lemari asam selama 3 menit
Endapan/kekeruhan menunjukkan positif adanya konjugat sulfat.
3.3.5. Uji Besi (III) Klorida untuk Fenol

0,5 mL urin (pH 7) + 3 tetes FeCl3 2% 3 tetes pertama membentuk endapan


Besi (III) Fosfat + 3 tetes FeCl3 lagi Menghasilkan warna ungu/hijau
Menandakan adanya fenol dalam urin.
3.4. Lampiran Foto
3.4.1. Pengecekakan pH Urine

3.4.2. Uji Naftoresorsinol untuk Konjugat Glukoronida

3.4.3. Uji Barium Klorida untuk Konjugat Sulfat

3.4.4. Uji Besi (III) Klorida untuk Fenol