Anda di halaman 1dari 4

1

Sistem Pencernaan pada Hewan


Sistem pencernaan manusia dan hewan memiliki struktur yang cukup kompleks. Namun,
beberapa jenis hewan memiliki struktur khusus dengan system yang lebih sederhana. Organisme
bersel satu dapat langsung mengabsorbsi nutriens yang dibutuhkan dari lingkungannya dengan
cara difusi, contohnya pada Amoeba. Pencernaan makanan tersebut terjadi secara intraseluler.
Sebaliknya, hewan-hewan multiseluler mrmiliki organ struktur khusus yang dibutuhkan untuk
mengolah makannya, misalnya mulut yang dapat mensekresikan enzim-enzim pencernaan.
Pencernaan dimulai saat enzim memecah makanan di dalam rongga mulut. Proses tersebuut terjadi
di luar sel (ekstraseluler).

1. Sistem Pencernaan Mamalia


Sistem pencernaan pada hewan mamalia pada umumnya hamper sama dengan manusia.
Perbedaannya terletak pada susunan dan bentuk gigi, serta struktur lambung. Perhatikan
tabel perbedaan sistem pencernaan pada beberapa jenis mamalia.
Tabel 1. Sistem pencernaan pada beberapa jenis mamalia.
No. Jenis Hewan
Struktur dan susunan gigi
1.
Ruminansia
Gigi taring tidak berkembang,
gigi serinya hanya terdapat pada
rahang bawah. Terdapat
diastema, untuk membantu
mencerna makanan. Gigi graham
berkembang dengan baik

2.

Karnivora

3.

Rodentia

SISTEM PENCERNAAN HEWAN

Gigi taring berkembang baik,


untuk mengoyak mangsanya.
Gigi seri tidak berkembang.
Gigi serinya berkembang baik,
terutama gigi seri bagian atas.
Gigi taring tidak berkembang

Struktur lambung
Lambung terdapat 4 runag, yaitu
rumen, reticulum, omasum dan
abomasum.
Di rumen terjadi pencernaan
kimiawi dengan enzim selulase
(untuk memecah selulosa).
Enzim ini dihasilkan oleh
bakteri (genus Cytophaga dan
Bacterium) dan flagellate
(Cypomonas subtitis)
Lambung hanya terdiri dari satu
ruang.
Lambung terdiri dari satu ruang.
Di lambung terjadi pencernaan
mekanik, tidak terjadi
pencernaan kimiawi.
Sehingga tidak terjadi
penyerapan di usu. Fermentasi
terjadi di sekum/usus buntu,
maka pada malam hari fesesnya
dimakan kembali.

Gambar 1. Sistem pencernaan ruminantia


(mulut kerongkongan rumen reticulum (kembali ke mulut) omasum
abomasum usus anus)
2. Sistem pencernaan aves
Komponen utama dari penyususn sistem
pencernaan aves adalah saluran pencernaan
khusus dan beberapa struktur tambahan.
Saluran tersebut terdiri dari rongga mulut,
faring, esophagus, tembolok, lambung
kelenjar, lambung pengunyah, usus halus,
usus besar dan kloaka (gambar 2). Kloaka
merupakan muara tiga saluran, yaitu saluran
pencernaan, reproduksi dan ekskresi.
Struktur tambahan terdapat pada burung
adalah paruh, kelenjar ludah, hati dan
pancreas.
Gambar 2. Sistem pencernaan aves
3. Sistem pencernaan reptil

Gambar 3.
Sistem pencernaan reptil
SISTEM PENCERNAAN HEWAN

Saluran pencernaan reptile terdiri atas mulut, esophagus, lambung, usus dan kloaka
(Gambar 3). Pada rongga mulut terdapat kelenjar pencernaan. Beberapa jenis reptile, dapat
menangkap mangsa dengan menggunakan lidah atau giginya. Spesies reptile tertentu seperti
ular memiliki racun (bisa) yang berfungsi untuk melumpuhkan mangsanya. Hal ini terjadi
karena ular tidak memiliki geraham untuk mengunyah mangsahnya.
4. Sistem pencernaan amfibi
Saluran pencernaan amfibi terdiri atas mulut,
esophagus, lambung, usus dan kloaka (gambar
4). Jenis hewan amfibi seperti katak umumnya
menangkap makanannya (serangga) dengan
mulutnya. Makanan akan dicerna di dalam
lambung, kemudian menuju usus untuk diserap.
Sisa makanan selanjutnya dikeluarkan melalui
kloaka.

Gambar 4. Sistem pencernaan amfibi


5. Sistem pencernaan pisces

Gambar 5. Sistem pencernaan ikan


Sistem pencernaan pada ikan terdiri atas mulut, esophagus, lambung, usus dan anus. Ikan
memiliki kelenjar pencernaan yang berupa kantung hepatopankreas dan kantung empedu.
Kedua kelenjar tersebut bermuara pada bagian usus bagian depan.

SISTEM PENCERNAAN HEWAN

6. Sistem pencernaan cacing tanah


Sistem pencernaan cacing tanah terdiri atas mulut, kerongkongan, tembolok, empedal
(tembolok cerna), usus dan anus (gambar 6). Tembolok merupakan tempat penyimpanan
makanan sementara, sedangkan empedal (lambung pengunyah yang berotot) merupakan
tempat pencernaan mekanik.

Gambar 6. Sistem pencernaan cacing tanah

SISTEM PENCERNAAN HEWAN