Anda di halaman 1dari 8

Karsinoma Tiroid

Meidalena Anggresia Bahen


102010056
E1

10 November 2012

Karsinoma Tiroid
Meidalena Anggresia Bahen*

Pendahuluan
Kelenjar tiroid memiliki dua buah lobus yang dihubungkan oleh istmus yang tipid di
bawah kartilago krikoidea di leher. Secara embriologis kelenjar tiroid berasal dari evaginasi
epitel faring yang membawa pula sel-sel dari kantung faring lateral. Evaginasi ini berjalan ke
bawah dari pangkal lidah menuju leher hingga mencapai letak anatomiknya yang terakhir.
Sepanjang perjalanan ke bawah ini sebagian jaringan tiroid dapat tertinggal, membentuk kista
tiroglosus, nodula atau lobus piramidalis tiroid. Daalm keadaan normal kelenjar tiroid pada orang
dewasa beratnya antara 10 sampai 20 gram. Dipandang dari sudut histologis, kelenjar ini terdiri
dari nodula-nodula yang tersusun dari folikel-folikel kecil yang dipisahkan satu dengan yang
lainnya oleh suatu jaringan ikat. Folikel-folikel tiroid dibatasi oleh epitel kubus dan lumennya
terisi oleh koloid. Sel-sel epitel folikel merupakan tempat sintesis hormone tiroid dan
mengaktifkan pelepasannya ke dalam sirkulasi. Zat koloid tiroglobulin, merupakan tempat
hormon tiroid disintesis dan pada akhirnya disimpan. Dua hormon tiroid utama yang diproduksi
oleh folikel-folikel adalah tiroksin dan triyodotironin. Sel pensekresi hormon lain kelenjar tiroid
yaitu sel parafolikular atau sel C yang terdapat pada dasar folikel dan berhubungan dengan
membrane folikel. Sel-sel ini berasal dari badan ultimobrankial embriologis dan mensekresi
kalsitonin, suatu hormone yang dapat merendahkan kadar kalsium serum dan dengan demikian
ikut berperan dalam pengaturan homeostasis kalsium. Hormon-hormon folikel tiroid berasal dari
iodinasi residu tirosil dalam tiroglobulin.1

*Alamat korespondensi :
Meidalena Anggresia Bahen, Mahasiswa semester 5 Fakultas Kedokteran
Universitas Kristen Krida Wacana Jl.Arjuna Utara No 6, Jakarta Barat 11510
Email : meidalenaanggresia@yahoo.co.id

Anamnesis
Sebagian keganasan tiroid tidak memberikan gejala yang berat kecuali keganasan jenis
anaplastik yang sangat cepat membesar bahkan dalam hitungan minggu. Sebagian kecil pasien,
khususnya pasien dengan nodul tiroid yang besar, mengeluh adanya gejala penekanan pada
esophagus dan trakea. Biasanya nodul tiroid tidak disertai rasa nyeri kecuali timbul perdarahan
ke dalam nodul atau bila kelainannya tiroiditis akut/subakut. Keluhan lain pada keganasan yang
mungkin ada ialah suara serak.
Dalam hal riwayat kesehatan, banyak faktor yang perlu ditanyakan, apakah kea rah
ganasa atau tidak. Seperti misalnya usia pasien saat pertama kali nodul tiroid ditemukan,
riwayata radiasi pengion saat usia anak-anak, jenis kelamin pria, meskipun prevalensi nodul
tiroid lebih rendah , tetapi kecenderungannya menjadi ganas lebih tinggi dibandingkan pada
wanita. Respons terhadap pengobatan dengan hormone tiroid juga dapat digunakan sebagai
petunjuk dalam evaluasi nodul tiroid.
Riwayat karsinoma tiroid medulare dalam keluarga, penting untuk evaluasi nodul tiroid
ke arah ganas atau jinak. Sebagian pasien dengan karsinoma tiroid medulare herediter juga
memiliki penakit lain yang tergabung dalam MEN (multiple endocrine neoplasia) 2A atau
MEN2B.2

Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik diarahkan pada kemungkinan adanya keganasan tiroid. Pertumbuhan
nodul yang cepat merupakan salah satu tanda keganasan tiroid , terutama jenis karsinoma tiroid
yang tidak berdiferensiasi (anaplastik). Tanda lainnya ialah konsistensi nodul keras dan melekat
ke jaringan sekitar serta terdapat pembesaran kelenjar getah bening di daerah leher. Pada
tiroiditis, perabaan nodul nyeri dan kadang-kadang berfluktuasi. Untuk memudahkan pendekatan
diagnostik berikut ini adalah kumpulan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik yang mangarah
pada nodul tiroid jinak, tanpa menghilangkan kemungkinan adanya keganasan, yaitu :
-

Riwayat keluarga tiroidtis Hashimoto atau penyakit tiroid autoimun.


Riwayat keluarga dengan nodul tiroid jinak atau goiter
Gejala hipotiroiditisme atau hipertiroiditisme
Nyeri dan kencang pada nodul
Lunak, rata, dan tidak terfiksir

Struma multinodular tanpa nodul dominan dan konsistensi sama.

Sedangkan dibawah ini adalah kumpulan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik yang
meningkatkan kecurigaan ke arah keganasan tiroid, yaitu usia < 20 tahun atau > 60 tahun
mempunyai prevalensi tinggi keganasan pada nodul yang teraba. Nodul pada pria mempunyai
kemungkinan dua kali lebih tinggi menjadi ganas dari wanita.
-

Keluhan suara serak, susah nafas, batus, disfagia


Riwayat radiasi pengion pada saat kanak-kanak
Padat, keras, tidak rata atau terfiksir
Limfadenopati servikal
Riwayat keganasan tiroid sebelumnya.

Inspeksi:
-

Adanya benjolan di leher depan atau lateral


Bila terlihat sesak, waspada adanya penekanan pada trakea

Palpasi:
-

Benjolan di palpasi, kalau dari tiroid maka pada waktu menelan akan ikut ke atas.
Pada tumor primer dapat berupa suatu nodul soliter atau multipel dengan konsistensi
bervariasi dari kistik sampai dengan keras bergantung dari jenis patologi anatominya
tetapi biasanya massa yang merupakan suatu karsinoma berukuran > 4 cm dengan

konsistensi keras dan tidak bisa digerakkan dari dasarnya.


Bila kelenjar besar sekali tetapi belum terlihat gejala sesak napas, dicuriga ada tidaknya
penekanan pada trakhea, caranya dengan menekan lobus lateral kelenjar maka akan

timbul stridor akibat penekanan pada trakea.


Ada tidaknya pembesaran KGB regional secara lengkap.
Ada tidaknya benjolan pada tulang belakang, clavicula, sternum serta tempat metastase
jauh lainnya di paru, hati, ginjal dan otak.

Meskipun keganasan dapat saja terjadi pada nodul yang multiple, namun pada umumnya
pada keganasan nodulnya biasanya soliter dan konsistensinya keras sampai sangat keras. Yang
multiple biasanya tidak ganas kecuali apabila salah satu dari nodul tersebut lebih menonjol dan
lebih keras dari pada yang lainnya. Nodul soliter pada tiroid kemungkinan ganasnya 15-20%,
sedangkan nodul multipel mempunyai kemungkinan 5%. Apabila suatu nodul nyeri pada
penekanan dan mudah digerakkan, kemungkinannya ialah suatu perdarahan ke dalam kista, suatu

adenoma atau tiroditis. Tetapi kalau nyeri dan sukar digerakkan kemungkinan besar suatu
karsinoma.
Nodul yang tidak nyeri, apabila multiple dan bebas dan digerakan mungkin ini merupakan
komponen struma difus atau hyperplasia tiroid. Namun apabila nodul multiple tidak nyeri tetapi
tidak mudah digerakkan ada kemungkinan itu suatu keganasan. Adanya limfadenopati
mencurigakan suatu keganasan dengan anak sebar.

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan kadar tiroglobulin serum untuk keganasan tiroid cukup sensitif tapi tidak
spesifik. Serum Thyoid-Stimulating Hormone sangat sensitif untuk mendeteksi hipertiroid
ataupun hipotiroid. Namun pada penyakit keganasan, kadar TSH tidak bisa menentukan apakah
nodul tersebu ganas atau jinak.
Peningkatan serum kalsitonin biasanya menunjukkan karsinoma tiroid tipe medular.
Serum kalsitonin, yang biasanya menjadi tolak ukur diagnosis folikular-medular karsinoma
tiroid, sekarang digantikan dengan pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction) yang lebih
sensitif pada mutasi RET proto-oncogene. Bagaimanapun, kalsitonin dan pentagastrin digunakan
sebagai penanda tumor untuk memantau pasien yang menderita karsinoma tiroid medular.3
Pemeriksaan foto thoraks
Foto polos leher antero-posterior dan lateral dengan metode soft tissue teknik dengan
posisi leher hiperekstensi, bila tumornya besar untuk melihat ada tidaknya kalsifikasi ( tanda
kemungkinan keganasan )

Dilakukan pemeriksaan foto toraks postero-anterior, untuk menilai ada tidaknya metastasis dan
pendesakan trakea.

Esofagogram dilakukan bila secara klinis terdapat tanda-tanda adanya infiltrasi ke esophagus.

Pembuatan foto tulang dilakukan bila ada tanda-tanda metastasis ke tulang yang bersangkutan.

Ultrasonografi (USG)

USG pada evaluasi awal nodul dilakukan untuk menentukan ukuran dan jumlah nodul,
meski sebenarnya USG tidak dapat membedakan nodul jinak dari yang ganas. USG pada nodul
tiroid yang dingin sebagian besar akan menghasilakan gambaran solid, campuaran solid-kistik
dan sedikit kista simple. Dari suatu seri penelitian USG nodul tiroid didapatkan 69% solid, 12%
campuran dan 19% kista. Dari seluruh19% kista tersebut, hanya 7% yang ganas, sedangkan
kemungkinan ganas dari nodul solid atau campuran berkisar 20%. USG juga dikerjakan untuk
menentukan multinodularis yang tidak teraba dengan palpasi, khususnya pada individu dengan
riwayat radiasi pengion pada daerah kepala dan leher. Nodul soliter atau multiple yang lebih
kecil

dari 1 cm yang hanya terdeteksi dengan USG umumya jinak dan tidak diperlukan

pemeriksaan lanjutan lain kecuali evaluasi USG ulang secara periodic. Nodul yang terdeteksi
dengan USG pada pasien Graves umumnya jinak. Dari 315 pasien Graves ditemukan 106 nodul
ukuran 8 mm atau lebih, pada evaluasi sitologi hanya ditemukan 1 (satu) kasus karsinoma.
Fine Nodule Aspiration Biopsy (FNAB)
Merupakan tindakan yang mudah dan aman hanya harus diperiksa oleh seorang sitolog
yang berpengalaman. Di tangan seorang ahli, hasil ketepatan FNAB dapat mencapai 75-95%.4
Pemeriksaan sitologi dari BAJAH nodul tiroid ini merupakan langkah pertama yang
harus dilakuakan dalam proses diagnosis . BAJAH oleh operator yang terampil saat ini dianggap
sebagai sebagai metode yang efektif untuk membedakan jinak atau ganas pada nodul soliter atau
nodul dominan dalam struma multinodular . Hasil BAJAH dibagi menjadi 4 kategori, yaitu jinak,
mencurigakan (termasuk adenoma folikulare, Hurthle dan gambaran sugestif tapi tidak konklusif
karsinoma papilare tiroid ), ganas dan tidak adekuat.
Jenis karsinoma yang dapat segera ditentukan ialah karsinoma papilare, medulare, dan
anaplastik. Sedangkan untuk jenis karsinoma folikulare, harus dilakukan pemeriksaan
histopatologi yang dapat memperlihatkan adanya invasi kapsul tumor atau invasi
vaskular.Mengingat secara sitologi tak dapat membedakan adenoma folikulare dari karsinoma
folikulare, maka keduanya dikelompokkan mennjadi neoplasma folikulare intermediate atau
suspicious. Pada kelompok suspicious. Pada kelompok suspicious angka kejadian karsinoma
folikulare berkisar 20% dengan anagka tertinggi terjadi pada kelompok dengan ukuran nodul
besar, usia bertambah dan kelamin laki-laki.

Sekitar 15-20% pemeriksaan BAJAH memberikan hasil inadekuat dalam hal


materi/sampel. Pada keadaan seperti ini dianjurkan untuk mengulang BAJAH dengan bantuan
USG sehingga pengambilan sampel menjadi lebih akurat. Pemeriksaan potong beku (frozen
section) pada saat berlangsung. Tidak memberikan keterangan banyak untuk neoplasma
folikulare, tetapi dapat membantu mengkonfirmasi diagnosis dugaan karsinoma papilare.

Diagnosis kerja
Kebanyakan karsinoma tiroid

bermanisfestasi sebagai struma mononodular dan

multinodular, sekitar 25% nodul tunggal yang muncul merupakan karsinoma tiroid. Oleh karena
itu, jika menghadapi penderita dengan nodul tiroi tunggal perlu dipertimbangkan faktor risiko
dan ciri keganasan lain. Diagnosis pasti ditegakkan dengan biopsi aspirasi jarum halus (FNAB),
kecuali pada karsinoma folikular. Untuk menentukan stadium karsinoma tiroid biasanya
digunakan klasifikasi TNM yang menggambarkan tahap pertumbuhan dan penyebarannya.

Diagnosis banding
Etiologi

Epidemiologi

Patofisiologi
Penatalaksanaan

Komplikasi

Pencegahan

Prognosis

Kesimpulan

Daftar Pustaka
1. Schteingart DE. Gangguan kelenjar tiroid. Dalam: Price SA, Wilson LM. Patofisiologi
konsep klinis proses-proses penyakit Jilid II.Edisi 6. Jakarta : EGC; 2005. p. 1225-34
2. Subekti I. Karsinoma tiroid. Dalam: Sudoyo, Aru W. et al (eds). Buku Ajar Ilmu Penyakit
Dalam Jilid III. Edisi 5. Cetakan 1. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit
Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2009. p. 2031-7.
3. Gardner, David G, Dolores S. Lange: Basic and clinical endocrinology international
Ed.8th. The McGraw-Hill; 2007. p.270-8
4. Tjindarbumi D. Karsinoma tiroid. Dalam: Reksoprodjo S, Pusponegoro AD, Kartono D,
Hutagalung EU, Sumardi R, Ramli M, et al (eds). Kumpulan kuliah ilmu bedah. Jakarta :
Binarupa Aksara Publisher; 2002.p. 343-52
5.