Anda di halaman 1dari 14

2.

1 Pengertian Sub Sistem Pengolahan Produk Agribisnis


Subsistem agribisnis hilir yaitu usaha yang mengolah dan memperdagangkan hasil
ternak. Termasuk industri pemotongan, pengalengan daging, pengawetan kulit mentah,
penyamakan kulit, alas kaki, dan -barang kulit lainnya beserta perdagangannya baik domestik
maupun ekspor.
Subsistem ini mengolah bahan baku/produk primer (raw material) menjadi bahan jadi
(siap konsumsi) dan bahan setengah jadi.Subsistem ini membutuhkan supply bahan baku
pertanian/peternakan dan input dan sarana produksi (terutama Alsin berteknologi)Alsin
berteknologi diperlukan untuk efisiensi dan peningkatan produktivitas

2.1.1

Peranan
Subsistem
Pengolahan
1.

Memberikan nilai tambah terhadap


produk primer

2. Secara makro ekonomi, subsistem ini memberikan nilai tambah terhadap


perekonomian
3. Mengakselerasi pertumbuhan sektor-sektor perekonomian lainnya
4. Dapat mempercepat transpormasi struktur perekonomian dari pertanian ke
agroindustri
2.2 Hasil ternak domba dan ayam
2.2.1

Domba

Hasil Ternak Dari Domba


1. Daging
Daging domba memiliki nilai gizi yang tinggi terutama pada kandungan protein, kalori,
zat besi, fosfor, dan vitamin B1. Daging domba umumnya memiliki tekstur yang lebih empuk
dan halus. Daging domba juga tidak berbau amis seperti halnya daging kambing yang
menimbulkan bau prengus. Daging domba berwarna merah . Warna merah pada daging
dipengaruhi oleh kandungan mioglobin. 100 gram daging domba mengandung 206 kalori,
17,1 gr protein, 14,8 gr lemak, 10 mg kalsium, 191 mg fosfor, 2,6 mg besi, 0,15 vitamin B1,
dan air 66,3 gr.
Hasil penelitian di berbagai negara dunia menyatakan bila daging domba merupakan
salah satu jenis daging merah yang sarat akan nutrisi dan aman untuk dikonsumsi. Daging
domba muda atau sering disebut juga dengan Lamb yang berasal dari anak domba berusia 1
tahun ke bawah, kaya akan protein, zat besi, vitamin B12 dan nutrisi lainnya seperti zinc,
selenium serta niacin.
Daging domba biasanya dikonsumsi oleh manusia sebagai produk pangan
hewani, karena daging merupakan bahan makanan yang mengandung zat-zat
gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Daging dapat diolah menjadi
berbagai masakan, diantaranya baso, sate, sup daging, tongseng dan lain-lain

2. Susu

Susu domba yang lebih bisa diterima oleh sistem pencernaan manusia dibandingkan
dengan susu sapi dan kambing. Susu domba tidak memiliki seperti bau yang kuat atau rasa
seperti yang sering terjadi dengan susu kambing. Susu domba mengandung sekitar ganda dan
dalam beberapa kasus lebih dari dua kali lipat jumlah padatan ditemukan di salah
satukambing dan susu domba. Susu domba unggul dan termasuk dalam kelas tersendiri.
Orang yang mengembangkan intoleransi menemukan bahwa domba produk susu adalah
produk susu hanya mereka dengan aman bisa makan (pasien yang tidak mampu mencerna
baik domba atau susu kambing tidak punya masalah dengan susu domba).
Konsumsi besar susu domba diduga menyebabkan umur panjang. Gembala Bulgaria yang
terkenal karena kehidupan mereka sangat panjang, mungkin dari diet dari hasil domba
mereka. Karena kandungan kalsium yang tinggi, susu domba juga sangat baik untuk
pencegahan osteoporosis dan bagi orang-orang yang sudah menderita dari itu.Susu domba
adalah susu paling bergizi dijual di dunia saat ini. Satu-satunya susu lain yang dapat
dibandingkan dengan itu akan bahwa dari unta dan kerbau.
Susu domba sangat ideal untuk produksi keju karena mengandung dua kali lipat jumlah
padatan dibandingkan dengan domba atau susu kambing. Dimana sepuluh liter susu domba
digunakan untuk membuat 1 kg keju gouda, tetapi hanya lima liter susu domba digunakan
untuk digunakan membuat 1 kg keju gouda.
3. Bulu
Bulu domba merupakan isolator yang sangat baik untuk melindungi badan dari sinar
matahari. Karena itu, bulu domba banyak digunakan sebagai pakaian dan bahan penghangat,
terutama di daerah gurun dan kutub. Bulu domba juga relatif lebih tahan terhadap api.
Keunggulan lain dari bulu domba adalah kelenturannya. Serat pada bulu domba dapat
merenggang 30 % dari panjang aslinya dan dapat kembali ke panjang semula berulang-ulang

kali. Dalam hal ini, bulu domba lebih kuat dibandingkan dengan serat baja pada diameter
yang sama.
Di Indonesia, pemanfaatan bulu domba belum terlalu banyak berkembang. Namun, di
negara-negara maju produksi domba sebagai bahan baku wol sangat menguntungkan.
Bahkan 40 % pendapatan yang diperoleh dari beternak seekor domba, dapat diperoleh dari
hasil bulunya ini.
4. Kulit domba
Kulit adalah salah satu hasil ternak yang dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk
yang memiliki nilai guna dan daya jual yang tinggi. Pemanfaatan kulit hewan sebagai salah
satu peningkatan pendayagunaan hasil ternak merupakan salah satu upaya membangun
peternakan dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan kesempatan
kerja dan usaha serta peningkatan devisa negara. Dewasa ini sudah bukan hal umum orang
menggunakan kulit untuk berbagai keperluan sehari-hari, sehingga dapat dikatakan
penggunaan kulit sudah memasyarakat.
5. Feses
Kotoran domba mengandung bahan organik yang dapat menyediakan zat hara bagi
tanaman melalui proses penguraian (dekomposisi). Kotoran ternak dapat diolah menjadi
pupuk organik. Pupuk organik dari kotoran domba sangat bermanfaat bagi tanah maupun
tanaman dan juga memiliki nilai jual.
Tidak beda dengan Feses ayam atau feses ternak lainnya bahwa setiap feses yang
dikeluarkan oleh ternak bisa dimanfaatkan untuk bio gas namun yang membedakan adalah
kandungan yang ada dalam feses tersebut seperti Nitrogen, Fosfor, dan Kalium. Kadungan
Nitrogen domba sekitar 0,55%, Fosfor

6. Tulang atau tanduk


Tulang mengandung kalsium, yang merupakan mineral yang sangat dibutuhkan oleh
tubuh, khususnya bagi anak-anak dalam masa pertumbuhan, wanita hamil, dan orang tua,
oleh karena itu tulang ternak sebagai produk samping atau limbah dari pemotongan hewan
dan ternak dapat digunakan sebagai suplemen kalsium. Selain itu juga dapat diolah sebagai
produk seperti hiasan dinding dan sebagainya.
2.2.2

Ayam Lokal Pedaging

Hasil dari ternak ayam lokal


1. Daging
Ayam kampung disukai orang karena dagingnya yang kenyal dan berisi, tidak
lembek dan tidak berlemak sebagaimana ayam ras. Berbagai masakan Indonesia banyak
yang tetap menggunakan ayam kampung karena dagingnya tahan pengolahan (tidak
hancur dalam pengolahan). Selain itu daging ayam kampung memiliki keunggulan
dibandingkan daging ayam broiler, karena kandungan nutrisi yang lebih tinggi. Bagian
Daging dada ayam ini termasuk makanan utama atlet binaraga. Dagingnya mengandung
19 jenis protein dan asam amino yang tinggi. Kadar lemaknya juga relatif lebih rendah
bila dibandingkan daging pada bagian pahanya. Ayam kampung dipelihara oleh
masyarakat terutama sebagai sumber protein hewani baik berupa telur maupun daging, di
samping kotorannya juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman maupun pakan
ikan.Sebagai sumber protein hewani telur dan daging mengadung asam amino esensial
yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dan berperan dalam meningkatkan kesehatan
masyarakat. Oleh karena itu, agar ayam kampung dapat berproduksi dengan baik salah
satunya harus diberikan pakan yang cukup. Ayam kampung memerlukan komposisi
nutrisi yang tepat, termasuk jika menginginkan ayam kampung yang memiliki tingkat
produksi telur yang tinggi. Berat telur ayam kampung berkisar antara 26,27-55,4 gr
dengan rataan 45,46.

Biasanya daging ayam lokal ini dimanfaatkan untuk kebutuhan bahan pangan seperti
chiken, bakso, sosis, abon dan lain-lain.
2. Telur

Tidak hanya ceker, telur ayam kampung juga menjadi favorit banyak orang karena
berbagai manfaat dari kandungannya. Telur Ayam Kampung per 100 gramnya memiliki
kandungan gizi sebagai berikut kalori 196 kkal, Protein 13 gr, Lemak 15,3 gr,
Karbohidrat 0,8 gr, Kalsium 67 mg, Fosfor 334 mg, Zat Besi 3,3 mg, Vitamin A 213 IU,
Vitamin B1 0,31 mg
Telur ayam kampung ini diburu banyak pria yang bermasalah dengan vitalitas. untuk
meningkatkan kasiat, biasanya kuning telur ayam kampung dicampur dengan madu asli.
Dengan mengonsumsi ramuan tersebut, vitalitas para pria akan pulih kembali.
Bagi penderita paru-paru basah, khasiat telur ayam kampung juga layak untuk dicoba.
Beberapa orang telah membuktikan bahwa telur ayam kampung dapat digunakan untuk
mengobati penyakit paru-paru basah. Caranya dengan mencampur kuning telur dengan
madu asli plus susu domba segar (bukan susu kaleng). Pengolahannya dengan merebus
susu domba untuk ukuran satu gelas 200 ml, setelah dingin tuangkan satu sendok makan
madu asli lalu masukkan satu kuning telur ayam kampung. Berikutnya aduk sampai rata
dan minum.
Selain lewat pengobatan medis, ramuan kuning telur ayam kampung ini memang
layak dicoba. Tetapi berhati-hatilah dalam pengolahannya. Pengolahan yang salah yang

dapat menimbulkan kadar kolesterol (pada kuning telur) cukup tinggi. Kuning telor
mengandung satu zat yang disebut lecithin (sejenis vitamin suplemen) yang kalau
dimakan justru bisa menurunkan kolesterol. Telur kalau dimakan mentah, atau dimasak
setengah matang, atau direbus, tidak akan menimbulkan kolesterol. Tetapi jangan
dimasak dengan panas yang tinggi, semisal digoreng, karena lecithinnya akan hilang dan
berubah menjadi kolesterol. Karenanya bagi yang memiliki tekanan darah tinggi serta
kandungan kolesterol dalam darah yang tinggi hendaklah berhati-hati dalam pengolahan
dan pengkonsumsinya.
3. Bulu
Bulu ayam merupakan limbah peternakan yang dapat dijadikan sebagai bahan pakan
alternatif pengganti sumber protein hewani dalam formulasi ransum ayam (unggas). Hal
ini disebabkan karena bulu ayam memiliki kandungan protein cukup tinggi. Murtidjo
(1995), protein kasar tepung bulu ayam mencapai 86,5% dan energi metabolis 3.047
kcal/kg. Demikian juga menurut Rasyaf (1993), bulu ayam mengandung protein kasar
cukup tinggi, yakni 82 91 % , kadar protein jauh lebih tinggi dibanding tepung ikan.
Bila dlihat dari segi ketersediaannya, tepung bulu ayam sangat potensial dijadikan
sebagai bahan pakan alternatif dalam ransum unggas. Ini didukung oleh jumlah
pemotongan ayam yang terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga menyebabkan
ketersediaan limbah bulu ayam terus meningkat. Demikian juga, bila ditinjau dari
kandungan proteinnya maka bulu ayam cukup potensial dijadikan sebagai bahan pakan
alternatif sumber protein hewani penganti tepung ikan karena mengandung protein cukup
tinggi dan kaya akan asam amino esensial. Namun sebagai bahan pakan alternatif, tepung
bulu ayam tidak hanya dilihat dari segi ketersediaannya saja tetapi kandungan nutrisinya
apakah mendukung untuk digunakan dalam formulasi ransum unggas secara luas.

Sebagai bahan baku pakan ternak, bulu unggas jarang digunakan oleh pabrik pakan
ternak unggas. Walaupun mengandung protein cukup tinggi dan kaya asam amino
esensial, namun permasalahan sekarang tepung bulu ayam mempuyai faktor penghambat
seperti kandungan keratin yang digolongkan kepada protein serat. Kandungan protein
kasar yang tinggi dalam tepung bulu ayam tersebut tidak diikuti oleh nilai biologis yang
tinggi. Hal ini menyebabkan nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik pada tepung
bulu ayam rendah. Nilai kecernaan yang rendah pada tepung bulu ayam disebabkan oleh
kandungan keratin. Keratin merupakan protein yang kaya akan asam amino bersulfur,
sistin. Keratin sulit dicerna karena ikatan disulfida yang dibentuk diantara asam amino
sistin menyebabkan protein ini sulit dicerna oleh ternak unggas, baik oleh
mikroorganisme rumen maupun enzim proteolitik dalam saluran pencernaan pasca rumen
pada ternak ruminansia.
4. Feses
Sudah menjadi rahasia umum jika kotoran hewan bisa dijadikan pupuk yang bagus
untuk digunakan dalam bercocok tanam, tidak terkecuali kotoran ayam.Kotoran
ayam dianggap panas dan harus dikomposkan sebelum ditambahkan ke tanah kebun.
Sebelum membahas tentang manfaat kotoran ayam, saya jelaskan terlebih dahulu tentang
tanah dan kesuburan tanah ya, karena hal ini menyangkut tentang pemanfaatan kotoran
ayam.
Kesuburan tanah adalah kemampuan tanah untuk dapat menyediakan unsur hara
dalam jumlah yang cukup dan berimbang untuk pertumbuhan dan hasil tanaman.

Kesuburan tanah ditentukan oleh : Ketersediaan unsur hara yang cukup dan berimbang.
Kondisi tata air tanah yang optimal. Kondisi tata udara tanah yang optimal dan kondisi
mikrobia tanah yang baik.
Apabila dibandingkan antara berbagai macam pupuk kandang, kotoran ayam
mempunyai nilai hara yang tertinggi karena bagian cair tercampur dengan bagian
padat. Pupuk kandang kotoran ayam mengandung N tiga kali Iebih banyak dari pupuk
kandang lainnya (Hardjowigeno,1995).
Nitrogen (N):

Phospor (P2O5):

Kalium (K2O):

Kotoran ayam = 1,70

Kotoran ayam = 1,90

Kotoran ayam = 1,50

Kotoran Domba = 0,55

Kotoran Domba = 0,31

Kotoran Domba = 0,15

Dari Tabel diatas dapat terlihat bahwa pupuk kotoran ayam memiliki sumber
kalium terbesar dibandingkan dengan pupuk kandang yang lain yaitu sebesar 1,50 %.
Selain itu, dalam pupuk kandang kotoran ayam juga mengandung unsur mikro seperti
seng (Zn), tembaga (Cu), besi (Fe), molybdenum (Mo). Pupuk kandang kotoran ayam
lebih cepat matangnya dari pada pupuk kandang jenis lainnya.
Beberapa hasil penelitian aplikasi pupuk kotoran ayam selalu memberikan respon
tanaman yang terbaik pada musim pertama. Hal ini terjadi karena kotoran ayam relative
lebih cepat terdekomposisi serta mempunyai kadar hara yang cukup pula dibandingkan
dengan jumlah unit yang sama dengan kotoran hewan yang lainnya. (Hartatik, 2004).
2.3 Teknologi Pengolahan dan Faktor yang mempengaruhi hasil olahan (domba dan ayam)
2.3.1

Domba

Teknologi dalam peternakan domba sebagai berikut :


Pada proses pengolahan produk dari ternak domba terdapat banyak teknologi yang mendukung.
Mulai dari proses pemotongan sampai proses pengolahan banyak teknologi yang mendukung.

Misalnya alat penyembelih otomatis, alat cukur, dan juga dalam hal pengolahan dagingnya kita
bisa menggunakan mesin otomatis untuk membuat sosis misalnya.
2.3.2

Ayam Lokal Pedaging

Teknologi Pengolahan Produk ayam buras


1. Uji Malachite Green
Uji Malachite Green ini untuk mengetahui hewan disembelih dengan sempurna
atau tidak. Hasil pemeriksan yang kami dapat dari daging domba segar posif sedangkan
pada daging ayam negatif. Penyembelihan dan pengeluaran darah yang tidak sempurna
akan diketahui, karena H2O2 3% yang mereduksi Malachite Green dengan pengeluaran
darahnya akan dijumpai banyak Hb dalam daging. Dengan O2 dari H2O2 dalam reaksi,
maka yang terjadi Hb tidak akan mengoksidasi warna larutan. Sebaliknya jika tidak ada
Hb, maka O2 akan mengoksidasi Malachite Green menjadi warna biru. Pengeluaran darah
yang tidak sempurna mengakibatkan daging cepat membusuk serta mempengaruhi proses
selanjutnya. Pengeluaran darah yang efektif hanya dapat dikeluarkan 50% nya saja dari
jumlah total darah .
Malachite

Green

(MG)

berkompetisi

dengan

hemoglobin

(Hb)

untuk

meningkatkan oksigen, karena Hb mempunyai afinitas lebih tinggi dari MG maka Hb


akan mengikat oksigen lebih dulu. Pengeluaran darah positif (+) tidak sempurna jika
larutan campuran ekstrak daging, H2O2 (3%) dan MG (2%) berwarna hijau keruh,
sedangkan hasil negatif (-) sempurna jika larutan berwarna hijau-biru jernih (Anonim,
1996). Konsentrasi H2O2 dan MG juga perlu disesuaikan dengan konsentrasi ekstrak
daging. Perubahan warna dalam uji MG terhadap daging bangkai yang telah busuk
kemungkinan juga dipengaruhi adanya H2S yang membentuk mioglobin menjadi sulfmioglobin. Selanjutnya sulf-mioglobin berikatan dengan MG membentuk warna hijau
2. Deboning

Deboning adalah suatu proses untuk mendapatkan daging bebas tulang dengan
cara memisahkan tulang dari daging. Deboning dapat dibagi menjadi dua, yaitu deboning
dengan tangan (hand deboned meat/HMD) dan deboning dengan menggunakan mesin
(mechanically

deboned

meat/MDM). Mechanically

Deboned

Meat ini,

hasilnya

dipengaruhi oleh tipe peralatan debonedprosedur pengolahan yang digunakan, besar dari
ayam.

Metode deboning dengan

menggunakan

tangan

(hand

deboned

meat) keuntungannya yaitu lebih mudah dalam memotong bagian-bagian karkas ayam.
Metode ini umumnya menggunakan pisau stainles steel (Mountney dan Parkkhurst,
1995).
3. Mesin pencabut bulu ayam
Mesin Pencabut bulu ayam adalah mesin untuk mencabut bulu ayam dari
kulitnya. Mesin pencabut bulu ayam ini didesain mudah digunakan dan mudah dipindahpindah. Mesin Pencabut bulu ayam sangat cocok ini dapat digunakan untuk merontokkan
bulu ayam sayur ataupun untuk ayam jenis kampung.
Cara kerja mesin ini sangat sederhana. Tinggal memasukan ayam yang sudah
direndam dengan ayam hangat ke dalam mesin, lalu hidupkan mesin dan tunggu selama
15 menit. Maka hasilnya, bulu ayam tercabut dengan baik. Hal ini menjadikan kegiatan
mencabut bulu ayam menjadi lebih efisien dari segi waktu, biaya dan tenaga kerja. Untuk
perawatannya, cukup bersihkan mesin pencabut bulu ayam ini setiap selesai digunakan
4. Robot pemotong ayam
Gary McMurray, peneliti Georgia Institute of Technology, menghabiskan delapan tahun
untuk membuat robot yang bisa melakukannya.Pemotongan daging dada ayam dari satu
ayam utuh mungkin terkesan sederhana. Tapi aktivitas itu memerlukan koordinasi mata
dan tangan, serta kemampuan otak menaksir tebal irisan secara refleks, kata McMurray.
Kedua hal itu sulit ditiru pada robot.Sebuah robot yang bisa memotong daging ayam
dengan tepat bisa menghemat jutaan dolar, kata para pakar industri peternakan unggas.

Pengiritan itu datang dari biaya tenaga kerja serta peningkatan jumlah daging yang bisa
diolah.
2.4 Kendala
2.4.1

Domba
Hambatan dalam pengembangan produk domba yaitu keterbatasan modal, SDM
belum terampil mengolah hasil prouduk kambing menjadi produk olahan, alat pendukung
masih sedikit dan sederhana, ketersediaan bahan baku yang relatif sedikit sehingga
ketersediaan terbatas, serta teknlologi. Dengan menggunakan teknologi yang lebih
mutakhir, maka produktivitas perusahaan pun bisa lebih ditingkatkan. Selain itu, masih
sedikit atau belum ada pengusaha yang bergerak di bidang ini.

2.4.2

Ayam
Hambatan atau kendala yang terjadi pada pengolahan hasil ternak ayam lokal tidak jauh
berbeda dengan kendala yang ada di domba, yaitu keterbatasan modal, SDM belum
terampil mengolah hasil prouduk kambing menjadi produk olahan, alat pendukung masih
sedikit dan sederhana, ketersediaan bahan baku yang relatif sedikit sehingga ketersediaan
terbatas, serta teknlologi.

2.5 Cara menjaga Kualitas hasil olahan


2.5.1

Domba

Daging

Beberapa kriteria daging yang baik


1.

Secara umum untuk mendapatkan daging yang baik sebagai bahan baku adalah dengan
memperhatikan ciri-ciri antara lain : daging masih mengkilat, warna cerah tidak pucat,
berbau khas daging, tidak busuk, daging masih elastis tidak kaku dan bila dipegang daging
tidak lengket di tangan serta terasa kebasahannya..

2.

Daging sehat adalah daging yang berasal dari hewan yang sehat yang disembelih pada
tempat pemotongan resmi, diperiksa dan diangkut dengan kendaraan khusus dan dijual di
tempat yang bersih.

3.

Setiap 100 gram daging domba mengandung antara lain 207 kalori, 18,8 gram protein, 14
gram lemak, 11 miligram kalsium, 170 miligram fosfor dan 2,8 miligram zat besi.
Penanganan Daging Higienis
Penanganan daging higienis bertujuan mencegah terjadinya penurunan kualitas daging
sehingga dapat memperpanjang masa simpan, perubahan fisik seperti warna dan bau dan cita
rasa yang berakibat terjadinya gangguan kesehatan bagi konsumen. Usaha-usaha yang
dilakukan agar kualitas daging dapat bertahan lebih lama antara lain:

1.

Pilih bahan baku olahan daging yang bermutu, dengan cara memilih daging yang tidak
rusak, terutama oleh mikroba. Daging yang terkontaminasi mikroba dapat diamati dengan
ciri-ciri tengik dan berbau busuk, berlendir, berubah warna dan rasa asam atau pahit, tumbuh
jamur sekitar pinggiran daging. Bila daging tidak langsung diolah dapat dilakukan
pembersihan dan pencucian lalu simpan pada suhu rendah, yaitu sekitar 5 0C dengan masa
simpan yang berbeda tergantung jenis daging. Umumnya bertahan 3-7 hari.

2.

Menjaga sarana pengolahan daging agar tetap higienis.

3.

Menjaga kebersihan lingkungan pengolahan daging agar terhindar dari hama seperti
tikus, kecoa dan binatang penyebar penyakit lainnya.

4.

Tetap utamakan personality higienis petugas.

2.5.2

Ayam
Untuk memperpanjang daya tahan dan menjaga serta meningkatkan kualitas hasil
produksi ayam khususnya ayam buras/kampung supaya tiadak mudah rusak, perlu
penanganan panen dan pasca panen secara baik.
Dalam aturan gizi yang normal, yang ditetapkan oleh Widya Karya Pangan dan
Gizi, LIPI tahun 1988, manusia membutuhkan 4,5 gram protein hewani asal ternak per
kapita per hari. Nilai tersebut dapat diperoleh melalui konsumsi 6 kg daging, 6 kg telur,
dan 4 kg air susu per kapita per tahun. Guna memenuhi kebutuhan tersebut, berbagai
usaha telah dilakukan untuk meningkatkan produksi hasil ternak. Namun produksi ternak
yang tinggi harus diimbangi juga dengan penanganan pasca panen dan pengolahannya

sehingga bahan makanan tersebut dapat samapai konsumen dalam kondisi yang baik.
Dengan proses pengawetan dan pengolahan tersebut, diharapkan nilai gizi bahan pangan
hasil ternak dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan.
Pengawetan dan Pengolahan Hasi Produksi Ayam Buras, bahan pangan hasil dari
ayam buras terdiri dari dua golongan besar, yaitu telur dan daging. Misalnya pada telur
bisa dijadikan telur asin sehingga lebih awet dan tahan lama. Sedangkan pada daging bisa
dijadikan dendeng yang akan menjadikan daging tersebut bisa disimpan lebih lama.