Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Dewasa ini semakin banyak terjadi kasus-kasus keracunan yang berujung kematian akibat

kebocoran suatu tabung berisi gas beracun. Tabung gas bertekanan banyak digunakan untuk
pengelasan (oksigen dan asetilen), kebutuhan oksigen di rumah sakit, SCBA, bahan bakar pada
rumah tangga (elpiji) ataupun di industry (CNG). Sangat penting sekali untuk mengetahui
penggunaan yang aman pada tabung gas bertekanan untuk menghindari diri dari kecelakaan
ataupun kebakaran karena salah penanganannya.
Tabung gas bertekanan bisa berbahaya apabila penanganannya tidak sesuai. Beberapa
jenis tabung gas bertekanan antara lain mudah terbakar, tak mudah terbakar, oksidator, serta gas
beracun. Yang termasuk gas beracun adalah seperti ammonia, asam fluorida, sulfur oksida,
chlorin, dll. Jika gas-gas tersebut terhirup oleh manusia maka gas beracun tersebut akan masuk
ke seluruh tubuh tergantung pada kadar racun yang masuk.
Saat ini telah terdapat jumlah kebocoran gas beracun yang cukup melonjak dari tahun ke
tahun di seluruh dunia. Ironisnya hingga saat ini kejadian yang sama masih terjadi pada
lingkungan industri dan masih membuat masyarakat terutama yang berada di sekitar lingkungan
tersebut merasa terancam atas keamanan hidupnya.
B.

Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang didapat dari latar belakang tersebut adalah Sebagai berikut:
1. Bagaimana gambaran kasus kebocoran gas beracun yang terjadi di Kota Gumi,
Korea Selatan.
2. Apa saja yang menjadi masalah akibat kebocoran gas beracun di Kota Gumi,
Korea Selatan.

C.

Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang dikaji maka penelitian ini bertujuan untuk:
1. Untuk mengetahui dan memahami gambaran kasus kebocoran gas beracun yang
terjadi di Kota Gumi, Korea Selatan.
2. Untuk mengetahui dan memahami apa saja yang menjadi masalah akibat
kebocoran gas beracun di Kota Gumi, Korea Selatan.

D.

Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah lebih mengetahui gambaran kasus kebocoran gas
beracun serta akibatnya bagi kehidupan masyarakat di Kota Gumi, Korea Selatan.

BAB V
KESIMPULAN
Berdasarkan kasus yang diteliti yaitu mengenai kasus kebocoran gas beracun yang terjadi
di Kota Gumi, Korea Selatan, dapat disimpulkan bahwa kebocoran asam fluorida disebabkan
karena ledakan yang berawal dari kerusakan pada Hube global. Kebocoran gas beracun tersebut
berdampak pada tanaman, ternak dan semua warga desa yang tinggal di sekitar pabrik.
Masalah yang timbul akibat kasus tersebut adalah sejumlah hampir 3200 orang di daerah
tersebut telah mendapatkan perawatan di beberapa rumah sakit, juga mengakibatkan perusahaan
disekitarnya terpaksa menutup perusahaan mereka, sehingga kerugian yang dialami meningkat.
Kebocoran juga menyebabkan 202 hektar lahan pertanian rusak dan makhluk hidup yang tinggal
disekitarnya menunjukkan gejala keracunan. Selain itu juga belum ada penanganan serius dari
pemerintah setempat mengenai kasus ini sehingga masih ada warga yang menghirup udara yang
tercemar gas beracun.