Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN
I.I Psikologi Perkembangan
Psikologi perkembangan (Developmental Psychology) adalah satu bidang dari
psikologi yang fokus kepada perkembangan kehidupan sepanjang rentang
kehidupan. Perkembangan adalah perubahan di dalam perilaku berhubungan dengan
pertambahan usia, dan perubahan yang terjadi pada dasarnya dapat diprediksi
(Sumanto. 2014:10).
Perkembangan ditunjukkan dengan perubahan yang bersifat sistematis, progresif,
dan berkesinambungan.
1. Perubahan Bersifat Sistematis
Perubahan dalam perkembangan yang ditunjukkan dengan adanya saling
ketergantungan atau saling memengaruhi antara bagian-bagian (fisik dan psikis) dan
merupakan satu kesatuan yang harmonis.
2. Perubahan Bersifat Progresif
Perubahan yang terjadi bersifat maju, meningkat, dan mendalam baik secara
kualitatif (fisik) maupun kuantitatif (psikis)
3. Perubahan Bersifat Berkesinambungan
Berkesinambungan ditunjukkan dengan adanya perubaha yang berlangsung
secara beraturan atau berurutan yang salin melandasi, tidak meloncat-loncat atau
karna unsur kebetulan.

Perubahan (gejala) perkembangan pada individu dikelompokkan menjadi 4 jenis,


yaitu:
1. Terjadinya perubahan dalam aspek:
Fisik; seperti: berat dan tinggi badan.
Psikis; seperti: berbicara, berpikir, berkreasi.
2. Terjadinya perubahan dalam proporsi.
Fisik; seperti: bagian tubuh anak berubah secara proporsional sesuai fase
perkembangannya.
Psikis; seperti: perubahan imajinasi dan fantasi ke realistis.
3. Lenyapnya tanda-tanda yang lama.
Fisik; seperti hilangnya rambut-rambut halus dan gigi susu.
Psikis; seperti lenyapnya perilaku impulsif anak.
4. Diperolehnya tanda-tanda baru.
Fisik; seperti: karakteristik seks pada remaja, seperti jakun dan kumis pada
pria, tumbuhnya payudara dan menstruasi pada wanita, tumbuhnya uban pada lanjut
usia.
Psikis; seperti: berkembangnya rasa ingin tahu, terutama yang berkaitan
dengan seks, ilmu pendidikan, moral, nilai-nilai, dan keyakinan.

BAB II
PEMBAHASAN
II.I Rentang Kehidupan Manusia

1. Masa Sebelum Lahir (Prenatal period)

Menurut Elisabeth B. Hurlock, masa prenatal adalah masa konsepsi atau


pertumbuhan, masa pembuahan sampai dengan masa pertumbuhan, dan
perkembangan individu yaitu pada saat pembuahan telur pada ibu dan
spermatozoa pada ayah, bila spermatozoa pada laki-laki memasuki ovum
pada perempuan terjadilah konsepsi atau pembuahan, perkembangan pokok
pada masa ini ialah perkembangan fisiologis berupa pembentukan struktur

tubuh.
Usia: saat pembuahan 280 hari.
Ciri-ciri masa perkembangan:
o Pada periode ini ditentukan sifat-sifat bawaan dan jenis kelamin.
o Kondisi ibu yang baik dapat menunjang perkembangan sifat bawaan,
sebaliknya kondisi ibu yang tidak baik dapat menggangu pola
perkembangan.
o Merupakan periode yang mempunyai banyak bahaya fisik dan

psikologis.
o Orang-orang yang berkepentingan membentuk sifat si janin.
Masalah yang biasa terjadi pada masa perkembangan:
1. Kesehatan ibu
Penyakit yang diderita oleh ibu hamil dapat mempengaruhi
perkembangan masa pranatal. Apalagi penyakit tersebut bersifat
kronis seperti, kencing manis, TBC, penyakit kelamin, dan
sebagainya. Hal itu dapat mengakibatkan lahirnya bayi-bayi yang
cacat. Demikian pula bila terjadi benturan ketika janin berusia 3
bulan disertai dengan gangguan-gangguan kesehatan pada ibu yang
dapat merusak perkembangan janin, seperti influensa, gondok, dan
cacar.

2. Asupan gizi ibu


Faktor lain yang cukup berpengaruh terhadap perkembangan masa
pranatal adalah gizi ibu. Hal ini terjadi karena janin yang sedang
berkembang sangat tergantung pada gizi ibunya, yang diperoleh
melalui darah ibunya. Oleh sebab itu makanan ibu yang sedang hamil
harus mengandung cukup protein, lemak, vitamin, dan karbohidrat
untuk menjaga kesehatan bayi. Anak-anak yang dilahirkan oleh ibu
yang kekurangan gizi cenderung cacat.
3. Pemakaian bahan-bahan kimia oleh ibu (obat, rokok, alkohol)
Bahan-bahan kimia yang terdapat pada obat-obatan atau makanan
yang ada dalam peredaran darah ibu yang tengah hamil, dapat
mempengaruhi perkembangan janin. Bahan-bahan kimia tersebut
dapat menimbulkan efek samping, baik pada fisik maupun pada
sistem kimiawi dalam tubuh janin yang disebut metabolite. Bahanbahan kimia juga dapat mempengaruhi lingkungan di dalam rahim
ibu yang secara tidak langsung juga mempengaruhi janin.
4. Aktifitas fisik dan ketegangan emosi ibu
Keadaan emosinal ibu selam kehamilan juga mempunyai pengaruh
yang besar terhadap perkembangan masa pranatal. Hal ini terjadi
karena ketika seorang ibu hamil mengalami ketakutan, kecemasan,
stres dan emosi lain yang mendalam, maka terjadi perubahan
psikologis, antara lain meningkatnya pernapasan dan sekresi oleh
kelenjar. Adanya produksi hormon adrenalin sebagai tanggapan
terhadap ketakutan akan menghambat aliran darah ke daerah
kandungan dan membuat janin kekurangan udara.

Dan ini

mengakibatkan kelahiran bayi yang abnormal.

2. Masa Bayi Baru Lahir (Neonatal)

Menurut Elisabeth Hurlock dalam Psikologi Perkembangan, periode neonatal


merupakan permulaan atau periode awal keberadaan sebagai individu dan

bukan sebagai parasit didalam tubuh ibu atau disebut masa bayi baru lahir.
Usia: 0 2 minggu.
Ciri-ciri masa perkembangan:
o Masa perkembangan yang tersingkat dari seluruh masa
perkembangan
o Merupakan masa penyesuaian diri untuk kelangsungan hidup bayi
o Masa pendahuluan dari perkembangan selanjutnya
o Masa neonatal merupakan periode yang berbahaya baik secara fisik

maupun psikologis.
Tugas perkembangan:
1. Penyesuaian diri yang mencakup perubahan suhu
2. Mengisap dan menelan makanan (air susu)
3. Bernapas
4. Pembuangan kotoran
Masalah yang biasa terjadi pada masa perkembangan:
o Berkurangnya berat badan
Kesulitan untuk menghisap dan menelan, bayi yang baru lahir
biasanya mengalami penurunan berat badan dalam minggu pertama.
o Kematian bayi

3. Masa Bayi (Babyhood)

Masa bayi berlangsung dua tahun pertama setelah periode bayi yang baru
lahir dua minggu. Meskipun masa bayi sering di anggap sebagai masa bayi
baru lahir, tetapi label masa bayi akan di gunakan untuk membedakannya
dengan periode pascanatal yang di tandai dengan keadaan sangat tidak

berdaya.
Usia: 2 minggu 2 tahun.
Ciri-ciri masa perkembangan:
1. Masa dasar dimana pola perilaku, sikap dan pola ekspresi terbentuk
2. Masa berkurangnya ketergantungan
3. Masa meningkatnya individualitas
4. Permulaan berkembangnya penggolongan peran seks
Tugas perkembangan:
1. Belajar berjalan
2. Belajar memakan makanan padat

3. Belajar berbicara
4. Mulai mengendalikan alat-alat pembuangan kotoran
5. Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin
Masalah yang biasa terjadi pada masa perkembangan:
a. Bahaya fisik:
o Kematian
Selama tahun pertama kematian biasanya disebabkan oleh penyakit
yang parah, sedangkan dalam tahun kedua kematian lebih banyak
disebabkan oleh kecelakaan.
o Penyakit
Bayi rentan terkena penyakit seperti gastrointestinal atau komplikasi
pernafasan ataupun penyakit ringan seperti salesma dan gangguan
pencernaan.
o Kecelakaan
Selama tahun pertama kematian biasanya disebabkan oleh penyakit
yang parah, sedangkan dalam tahun kedua kematian lebih banyak
disebabkan oleh kecelakaan.
o Kurangnya gizi
Kekurangan gizi dapat disebabkan karena kurang makan atau diet
yang tidak seimbang, tidak saja dapat merusak pertumbuhan fisik
tetapi juga merusak perkembangan mental.
b. Bahaya emosi:
o Kurang kasih sayang orang tua
Kekurangan kasih sayang dalam masa bayi sering menyebabkan bayi
mundur dalam perkembangan motori dan berbicara dan bagaimana
mengungkapkan kasih sayang. Bayi biasanya menjadi lesu, murung,
acuh tak acuh dan sering mengembangkan gerakan-gerakan gelisah
seperti mengenyut ibu jari.
o Tekanan
Keadaan emosi kurang baik yang berlangsung lama seperti takut dan
marah, akan tercermin dalam kesulitan makan dan tidur, atau
terlampau banyak menangis. Tekanan disebabkan oleh hubungan
dengan ibu yang gelisah dan tegang, kesehatan yang buruk, diabaikan
oleh orang tua dan kondisi lingkungan yang buruk yang mengganggu
rutin makan dan tidur.
o Terlampau banyak kasih sayang

Bayi yang banyak kasih sayang cenderung lebih mementingkan diri


sendiri.
c. Bahaya yang umum dalam membentuk kebiasaan fisiologis:
o Kebiasaan makan
Bayi yang mempunyai kebiasaan menetek lebih lama akan terlibat
kebiasaan mengisap ibu jari, akan mengalami kesulitan tidur dan
lebih gelisah daripada bayi yang periode meneteknya lebih singkat.
Bayi juga akan menolak makanan yang agak padat kalau makanan
tersebut terlalu cepat diperkenalkan.
o Kebiasaan tidur
Menangis, permainan yang berat dengan orang dewasa atau
kegaduhan dapat membuat bayi menjadi tegang dan sulit tidur.
Jadwal tidur yang tidak memenuhi persyaratan juga membuat bayi
tegang dan menolak tidur.
o Kebiasaan pembuangan
Mencoba melatih pembuangan terlalu cepat membuat bayi tidak mau
bekerja sama dalam membentuk kebiasaan, sebaliknya jika pelatihan
pembuangan tertunda mengakibatkan kebiasaan yang tidak teratur
dan kurangnya motivasi. Mengompol merupakan hal yang umum bila
latihan tidak dilakukan sesuai dengan kesiapan perkembangan bayi.

4. Masa Kanak-Kanak Awal

Masa kanak-kanak merupakan masa terpanjang dalam rentang kehidupan


dimana individu relatif tidak berdaya dan tergantung pada orang lain. Masa
kanak-kanak dimulai setelah melewati masa bayi yakni usia dua tahun
sampai saat anak matang secara seksual, kira-kira tiga belas tahun untuk

wanita dan empat belas tahun untuk pria.


Usia: akhir usia 2 tahun 6 tahun
Ciri-ciri masa perkembangan:
Ciri-ciri tercermin dalam sebutan yang diberikan oleh :
a. Orang tua
Orang tua sering menyebutkan periode ini sebagai troublesome age.
b. Pendidik

Guru atau pendidik menyebutkan periode ini sebagai preschool


age / usia pra sekolah.
c. Ahli psikologi
Para psikolog memberi istilah kepada periode ini sebagai pregang age

dan periode eksplorasi.


Tugas perkembangan:
1. Dapat mengendalikan kotoran. Anak yang berumur 3-4 tahun
masih membutuhkan pelatihan dalam mengendalikan sistem ekskresi,
dalam hal ini yaitu buang air besar dan buang air kecil. Orang tua
mempunyai tanggung jawab untuk mendidik si anak untuk toilet
training. Dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan dalam tahap ini, dan
dibutuhkan kerjasama antara anak dengan orang tua.
2. Dapat menambah kosa kata. Peran orang tua di rumah dan guru di
TK sangat besar karena pada masa ini peningkatan jumlah kosakata
anak sangat signifikan dari saat masa bayi. Anak tersebut dapat
mengucapkan kata-kata bahkan merangkai sebuah kalimat.
3. Dapat memahami pengertian sederhana mengenai kenyataan
sosial dan fisik, terutama mengenai perbedaan seks, tetapi masih
belum mendalam. Hanya sedikit bayi yang memasuki masa awal
kanak-kanak mengerti perbedaan seksual ataupun penampilan seks
yang benar.
4. Dapat memahami pengertian salah dan benar. Orang tua harus
menanamkan sejak dini kepada anak tersebut mana yang benar dan
mana yang salah. Setelah itu, orang tua harus mendidik anak agar ia

selalu mengikuti yang benar dan menjauhi yang salah.


Masalah yang biasa terjadi pada masa perkembangan:
o Bahasa fisik
a. Kematian
b. Penyakit
c. Kecelakaan
d. Tidak menarik
e. Kejanggalan
f. Kegemukan
g. Tangan kidal
o Bahaya psikologis
a. Bahaya dalam berbicara

Ada empat bahaya umum dengan masalah kemampuan anak-anak


berkomunikasi, yang pertama yaitu anak-anak masih belum bisa
mengerti apa yang dikatakan orang lain apabila memakai kata-kata
yang tidak diketahui anak, atau bila berbicara terlalu cepat. Kedua,
kalau mutu pembicaraan anak-anak yang buruk sehingga sulit
dimengerti, mengancam komunikasi yang menyebabkan salah tata
bahasa. Yang ketiga, memiliki dua bahasa merupakan hambatan
karena anak akan sulit mengerti apa yang dikatakan teman
sebayanya. Keempat, bila

anak suka menyakiti orang lain maka

cenderung terbiasa berbicara dalam acara yang tidak sosial, yang


akan merusak penyesuaian sosialnya.
b. Bahasa emosional
Kalau anak mengalami terlalu banyak emosi yang kurang baik dan
hanya sedikit mengalami emosi yang menyenangkan, maka akan

mendorong perkembangan watak yang kurang baik.


o Bahaya bermain
o Bahaya dalam perkembangan konsep
o Bahaya dalam hubungan keluarga
o Bahaya moral
Penamaan yang ada pada masa perkembangan:
1. Orang tua sering menyebutkan anak period awal ini sebagai periode
troublesome age. Dengan datangnya masa kanak-kanak, sering terjadi
masalah perilaku yang lebih menyulitkan daripada masalah pada
masa bayi, dikarenakan anak sedang dalam proses pengembangan
kepribadian sehingga seringkali anak itu bandel, melawan, dan keras
kepala.
2. Orang tua juga menganggap tahap ini sebagai usia mainan, karena
sebagian besar waktu anak dihabiskan untuk bermain.
3. Guru atau pendidik menyebutkan periode ini sebagai usia preschool
age/usia prasekolah, dimana anak sedang dipersiapkan untuk
memasuki dunia pendidikan formal. Biasanya anak didaftarkan ke
dalam Taman Kanak-Kanak atau TK, PAUD, dan lain-lain.

4. Para ahli psikologi menggunakan sejumlah sebutan yang berbeda


untuk menguraikan ciri-ciri yang menonjol dari perkembangan
psikologis anak selama tahun-tahun awal masa kanak-kanak, yaitu
usia kreatif, usia bertanya, usia meniru dan usia berkelompok.

5. Masa Kanak-Kanak Akhir

Akhir masa kanak-kanak (late childhood) berlangsung dari usia enam tahun

sampai tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual.


Usia: 6 tahun 10 atau 12 tahun
Ciri-ciri masa perkembangan:
1. Label yang digunakan oleh banyak orang tua, akhir masa kanakkanak merupakan usia yang menyulitkan, suatu masa dimana anak
tidak mau lagi menuruti perintah dan anak lebih banyak dipengaruhi
oleh teman-teman sebaya disbanding orang tua atau keluarga.
2. Label yang digunakan untuk para pendidik para pendidik melabelkan
akhir masa kanak-kanak dengan usia sekolah dasar. Para pendidik
juga memandang periode ini sebagai periode kritis dalam dorongan
berprestasi.
3. Label yang digunakan ahli psikologi bagi ahli psikologi, masa akhir
kanak-kanak adalah usia berkelompok, usia penyesuaian diri, usia
kreatif, serta usia bermain.
4. Label perkembangan akhir masa kanak-kanak untuk memperoleh
tempat di dalam kelompok sosial, anak yang lebih besar harus
menyelesaikan berbagai tugas dalam perkembangan. Kegagalan
dalam pelaksanaannya mengakibatkan pola prilaku yang tidak
matang, sehingga sulit diterima oleh kelompok teman-temannya dan
tidak mampu menyamai teman-teman sebayanya yang sudah
menguasai tugas-tugas perkembangan tersebut. Penguasaan tugas
tugas perkembangan tidak lagi sepenuhnya menjadi tanggung jawab
orangtua seperti tahun-tahun prasekolah. Sekarang penguasaan ini
juga menjadi tanggung jawab guru-guru dan sebagian kecil menjadi
tanggung jawab kelompok teman-temannya.

10

Tugas perkembangan:
1. Belajar ketangkasan fisik untuk bermain
2. Belajar bergaul yang bersahabat dengan anak sebaya
3. Belajar memainkan peranan sesuai dengan jenis kelaminnya
4. Mengembangkan dasar-dasar kecakapan membaca, menulis, dan
menghitung
5. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan dalam hidup

sehari-hari
6. Belajar menggunakan kebebasan yang bersifat pribadi
7. Mengembangkan sikap positif terhadap kelompok sosial
Masalah yang biasa terjadi pada masa perkembangan:
o Bahaya Fisik
a. Penyakit
b. Kegemukan
c. Bentuk tubuh yang tidak sesuai
d. Kecelakaan
e. Kecanggungan
f. Kesederhanaan
o Bahaya psikologis
a. Bahaya dalam Berbicara
b. Bahaya Emosi
c. Bahaya Sosial
o Bahaya Bermain
Anak yang kurang memiliki dukungan sosial akan terasa kekurangan
kesempatan untuk mempelajari permainan dan olahraga yang penting
untuk menjadi anggota kelompok. Anak yang dilarang berkhayal
membuang waktu atau dilarang melakukan kegiatan kreatif dan bermain
akan mengembangkan kebiasaan penurut yang kaku.
o Bahaya Moral
Ada enam bahaya yang umumnya dikaitkan dengan perkembangan sikap
moral dan perilaku anak-anak :
1. Perkembangan kode moral berdasarkan konsep teman-teman atau
berdasarkan konsep media masa tentang benar dan salah yang tidak
serupa dengan kode orang dewasa.
2. Tidak berhasil mengembangkan suara hati sebagai pengawas dalam
terhadap perilaku.
3. Disiplin yang tidak konsisten membuat anak tidak yakin akan apa yang
sebaiknya dilakukan.
4. Hukuman fisik merupakan contoh agresivitas anak.

11

5. Menganggap dukungan teman-teman terhadap perilaku yang salah


begitu memuaskan sehingga perilaku itu menjadi kebiasaan.
6. Tidak sabar terhadap perbuatan orang lain yang salah.
o Bahaya dalam Perkembangan Kepribadian
1. Perkembangan konsep diri yang buruk yang mengakibatkan penolakan
diri
2. Egosentrisme yang merupakan lanjutan dari awal masa kanak-kanak,
egosentrisme merupakan hal yang serius karena memberikan rasa penting
diri yang palsu.

6. Masa Puber (Puberty)

Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik,


psikis, dan pematangan fungsi seksual.
Usia: 10 atau 12 tahun 13 atau 14 tahun
Ciri-ciri perkembangan:
o Masa puber adalah periode tumpang tindih
Masa ini disebut periode tumpang tindih karena mencakup tahuntahun akhir masa kanak-kanak dan tahun-tahun awal masa remaja.
Sebelum anak matang secara seksual ia dikenal sebagai anak puber.
o Masa puber adalah periode yang singkat
Anak yang mengalami masa puber selama dua tahun atau kurang
dianggap anak yang cepat matang, sedangkan anak yang
memerlukan tiga sampai empat tahun untuk menyelesaikan peralihan
menjadi dewasa dianggap sebagai anak yang lambat matang. Anak
perempuan cenderung lebih cepat matang daripada anak laki-laki.
o Masa puber dibagi dalam tahap-tahap
Ada tiga tahap masa puber, yakni masa pra-puber, masa puber, dan
masa pasca puber:
a) Tahap Pra Puber: Dalam tahap pra puber atau tahap
pematangan, ciri-ciri seks sekunder mulai tampak tetapi organorgan reproduksi belum sepenuhnya berkembang.
b) Tahap Puber: Kriteria kematangan seksual mulai muncul, terjadi
haid pada anak perempuan dan pengalaman mimpi basah pada

12

anak laki-laki. Ciri-ciri seks sekunder terus berkembang dan selsel diproduksi dalam organ-organ seks.
c) Tahap Pasca Puber: Ciri-ciri seks sekunder telah berkembang baik
dan organ-organ seks mulai berfungsi secara matang.
o Masa puber merupakan masa pertumbuhan dan perubahan yang pesat
Masa puber adalah salah satu periode dalam rentang kehidupan yang
ditandai oleh pertumbuhan yang pesat dan perubahan yang mencolok

dalam proporsi tubuh.


Tugas perkembangan:
1. Menstabilkan perubahan-perubahan fisik atau psikis
2. Mengarahkan atau mengendalikan emosi
3. Menerima perubahan yang terjadi pada fisisknya
4. Membentuk kepribadian, akhlak dan pendidikan
5. Meningkatan kesadaran beragama
6. Menerima, memahami peran seks
7. Mengembangkan konsep
Masalah yang biasa terjadi pada masa perkembangan:
o Bahaya Fisik
Bahaya fisik utama masa puber disebabkan kesalahan fungsi kelenjar
endoktrin yang mengendalikan pertumbuhan pesat dan perubahan
seksual yang terjadi pada periode ini.
o Bahaya Psikologi
Konsep diri yang kurang baik
Anak puber cenderung tidak sosial bahkan mungkin berperilaku
antisosial. Akibatnya, anak puber tidak menikmati dukungan sosial
yang pada waktu-waktu lalu di peroleh.
Prestasi rendah
Dengan cepatnya pertumbuhan fisik, maka tenaga menjadi melemah.
Ini mengakibatkan keseganan untuk bekerja dan bosan pada tiap
kegiatan yang melibatkan usaha individu.
Kurangnya persiapan untuk menghadapi masa puber
Hal ini di sebabkan perubahan-perubahan yang terjadi mendorong
anak yang berpikir bahawa ada sesuatu yang salah atau bahwa
perkembangannya sedemikian abnormal sehingga tidak mungkin
sama dengan teman-temannya.
Menerima tubuh yang berubah

13

Hanya sedikit anak puber yang menerima kenyataan ini, sehingga


mereka tidak puas dengan penampilannya.

7. Masa Remaja (Adolescence)

Kata remaja berasal dari bahasa latin yaitu adolescere (kata bendanya,
adolescentia yang berarti remaja) yang berarti tumbuh menjadi dewasa.
Istilah adolescence mempunyai arti yang cukup luas: mencakup kematangan

mental, emosional, sosial dan fisik.


Usia: 13 - 18 tahun
Ciri-ciri perkembangan:
o Masa remaja sebagai periode yang penting
Perkembangan fisik dan psikis yang cepat memerlukan remaja untuk
menyesuaikan diri didalam sikap dan mental remaja tersebut. Hal ini
dikarenakan adanya perubahan yang dari anak-anak ke remaja.
o Masa remaja adalah sebagai periode peralihan
Adanya peralihan dari masa kanak-kanak ke remaja hal ini berarti
bahwa

bekas-bekas

pada

masa

kanak-kanak

akan

sangat

mempengaruhi remaja nantinya.


o Masa remaja sebagai periode perubahan
Ada beberapa perubahan dan bersifat universal: meningginya emosi,
perubahan tubuh, perubahan minat dan peran, perubahan nilai-nilai
dan perubahan pada adanya keinginan kebebasan dan merasa takut
bertanggung jawab terhadap sikap-sikapnya.
o Masa remaja sebagai usia bermasalah
Karena sebagian masalah semasa kanak-kanak diselesaikan oleh
orang tua dan guru-guru, remaja merasa mandiri mereka ingin
mengatasi masalahnya sendiri.
o Masa remaja sebagai masa mencari identitas
Mereka lambat laun akan mendambakan identitas diri mereka sendiri
yang merasa berbeda dengan teman-temannya.
o Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan
Adanya stereotipe yang menganggap remaja sebagai masa yang tidak
rapi, tidak dapat dipercaya dan merusak.
o Masa remaja sebagain masa yang tidak realistik

14

Remaja

memiliki

pandangan

bahwa

dunia

sesuai

dengan

keinginannya dan tidak sebagai mana kenyataannya.


Tugas perkembangan:
o Menerima keadaan fisik yang baru dan diperlukan perbaikan pada
konsep ini sehingga temaja mampu berpenampilan diri dan mencapai
apa yang dicita-citakan.
o Menerima peran seks pada remaja.
o Mempelajari hubungan dengan para remaja baik dengan sejenis
o
o
o
o

ataupun lain jenis.


Mendambakan kemandirian secara emosional dan perilaku.
Pendidikan dan sekolah tinggi menekankan pentingnya intelektual
Mengembangkan perilaku sosial yang bertanggung jawab.
Kecenderungan kawin muda menyebabkan persiapan perkawinan

menjadi sangat penting dalam kehidupan remaja


Masalah yang biasa terjadi pada masa perkembangan:
o Tidak bertanggung jawab, dalam menyepelekan tugas-tugas sekolah
dengan lebih memilih bersenang-senang dan mendapat dukungan
sosial
o Sikap yang terlalu pede dan agresif.
o Perasaan tidak aman, sehingga remaja cenderung patuh terhadap
kelompoknya.
o Merasa ingin pulang bila berada jauh dari lingkungan yang tidak
o
o
o
o

dikenal.
Perasaan menyerah
Terlalu banyak berkhayal
Mundur ketingkat perilaku sebelumnya untuk menarik perhatian
Menggunakan mekanisme pertahanan seperti rasionalisasi, proyeksi,
berkhayal

8. Masa Dewasa Dini

15

Masa dewasa dini (early adulthood) yakni apabila individu menginjak usia
18 sampai batasan 40 tahun. Masa dewasa dini adalah masa pencaharian

kemantapan dan masa reproduktif.


Usia: 18 40 tahun
Ciri-ciri masa perkembangan:
Hurlock menguraikan secara ringkas ciri-ciri yang menonjol dalam masa
masa dewasa dini sebagi berikut :
1) Masa dewasa dini sebagai masa pengaturan.
Masa dewasa awal merupakan masa pengaturan. Pada masa
iniindividu menerima tanggung jawab sebagai orang dewasa. Yang
berarti seorang pria mulai membentuk bidang pekerjaan yang akan
ditangani sebagai kariernya, dan wanita diharapkan mulai menerima
tanggungjawab sebagai ibu dan pengurus rumah tangga.
2) Masa dewasa dini sebagai usia repoduktif.
Orang tua merupakan salah satu peran yang paling penting dalam
hidup orang dewasa. Orang yang kawin berperan sebagai orang tua
pada waktu saat ia berusia duapuluhan atau pada awal tiga puluhan.
3) Masa dewasa dini sebagai masa bermasalah.
Dalam tahun-tahun awal masa dewasa banyak masalah baru yang
harus dihadapi seseorang. Masalah-masalah baru ini dari segi
utamanya berbeda dengan dari masalah-masalah yang sudah dialami
sebelumnya.
4) Masa dewasa dini sebagai masa ketegangan emosional.
Masa dewasa dini adalah masa dimana individu banyak menentukan
pilihan-pilihan yang menyebabkan ketegangan emosional, seperti
memilih pasangan suami/istri.
5) Masa dewasa dini sebagai masa keterasingan sosial
Karena pada masa dewasa dini tingkat persaingan sangat tinggi,
menjadikan individu mengalami keterasingan sosial dari teman
maupun keluarga.
6) Masa dewasa dini sebagai masa komitmen
Setelah menjadi orang dewasa, individu akan mengalami perubahan,
dimana mereka akan memiliki tanggung jawab sendiri dan memiliki
komitmen-komitmen sendiri.
7) Masa dewasa dini sebagai masa perubahan nilai

16

Perubahan nilai ini disebabkan karena beberapa alasan yaitu individu


ingin diterima oleh anggota kelompok orang dewasa, individu
menyadari bahwa kebanyakan kelompok sosial berpedoman pada
nilai-nilai konvensional dalam hal keyakinan dan perilaku.
8) Masa dewasa dini masa penyesuaian diri dengan cara hidup baru
Masa ini individu banyak mengalami perubahan dimana gaya hidup
baru paling menonjol dibidang perkawinan dan peran orangtua.
9) Masa dewasa dini sebagai masa kreatif
Orang yang dewasa tidak terikat lagi oleh ketentuan dan aturan
orangtua maupun guru-gurunya sehingga terbebas dari belenggu ini
dan bebas untuk berbuat apa yang mereka inginkan. Bentuk
kreatifitas ini tergantung dengan minat dan kemampuan individual

Tugas Perkembangan
Menurut R.J Havighurt

(1953:31-32),

rumusan

tugas-tugas

perkembangan dalam masa dewasa dini sebagai berikut:


1. Memilih teman bergaul (sebagai calon suami/istri)
2. Belajar hidup bersama suami/istri
3. Mulai hidup dalam keluarga atau hidup berkeluarga
4. Mengelola rumah tangga
5. Mulai bekerja dalam suatu jabatan.
6. Mulai bertanggungjawab sebagai wargaa negara secara layak
7. Memperoleh kelompok sosial yang seirama dengan nilai-nilai

pahamnya.
Masalah yang biasa terjadi pada masa perkembangan:
1. Penentuan identitas diri ideal dengan kekaburan identitas.
2. Kemandiriaan dengan ketidak mandirian.
3. Sukses meniti jenjang pendidikan dan karier dengan kegagalan menempuh
jenjang pendidikan dan karier.
4. Menikah dengan tidak menikah (lambat menikah)
5. Hubungan sosial yang sehat dengan menarik diri.

9. Masa Dewasa Madya

Pada umumnya usia dewasa madya atau usia setengah baya (middle age)
dipandang sebagai masa usia antara 40 60 tahun. Masa tersebut pada
akhirnya akan ditandai oleh perubahan jasmani dan mental. Pada usia 60

17

tahun biasanya terjadi penurunan kekuatan fisik, sering pula diikuti oleh

penurunan daya ingat.


Usia: 40 60 tahun
Ciri-ciri masa perkembangan:
1.
Usia madya merupakan periode yang sangat ditakuti
Diakui bahwa semakin mendekati usia tua, periode usia madya
semakin lebih terasa menakutkan. Diantaranya adalah banyaknya
stereotip yang tidak menyenangkan tentang usia madya, yaitu
kepercayaan tradisional tentang kerusakan mental dan fisik yang
diduga disertai dengan berhentinya reproduksi.
2.
Usia madya merupakan masa transisi
Usia ini merupakan masa transisi seperti halnya masa puber, yang
merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa remaja.
3.
Usia madya adalah masa stress
Bahwa usia ini merupakan masa stress. Penyesuaian secara radikal
terhadap peran dan pola hidup yang berubah, khususnya bila disertai
dengan berbagai perubahan fisik, selalu cenderung merusak
nomeostatis fisik dan psikologis dan membawa ke masa stress.
Usia madya adalah usia yang berbahaya
Cara biasa menginterpretasi usia berbahaya ini berasal dari

4.

kalangan pria yang ingin melakukan pelampiasan untuk kekerasan


yang berakhir sebelum memasuki masa usia lanjut.
Usia madya adalah usia canggung
Sama seperti pada remaja, bukan anak-anak bukan juga dewasa.

5.

Demikian juga pada pria dan wanita berusia madya. Mereka bukan
muda lagi, tetapi juga bukan tua.
6.
Usia madya adalah masa berprestasi
Menurut Errikson pada masa usia madya orang akan menjadi lebih
sukses atau sebaliknya mereka berhenti (tetap) tidak mengerjakan
sesuatu apapun lagi. Menurutnya apabila orang pada masa usia
madya memiliki keinginan yang kuat maka ia akan berhasi,
sebaliknya dia memiliki keinginan yang lemah, dia akan stagnasi
(atau menetap) pada hidupnya.
Usia madya adalah masa evaluasi

7.

18

Pada usia ini umumnya manusia mencapai puncak prestasinya, maka


sangatlah logis jika pada masa ini juga merupakan saat yang pas
untuk mengevaluasi prestasi tersebut berdasarkan aspirasi mereka
semula dan harapan-harapan orang lain, khususnya teman dan
keluarga-keluarga dekat.
Usia madya merupakan masa jenuh
Banyak pria atau wanita yang memasuki masa ini mengalami

8.

kejenuhan yakni pada sekitar usia 40 akhir.


Tugas Perkembangan:
1. Tugas-tugas yang berkaitan dengan perubahan fisik
Tugas ini meliputi penerimaan dan penyesuaian dengan berbagai
perubahan fisik yang normal terjadi pada usia madya.
2. Tugas-tugas yang berkaitan dengan minat
Mengembangkan minat pada waktu luang yang berorientasi pada
kedewasaan pada tempat kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada
keluarga.
3. Tugas-tugas yang berkaitan dengan penyesuaian kejuruan
Tugas ini berkisar pada pemantapan dan pemeliharaan standar hidup
yang relatif mapan.
4. Tugas-tugas yang berkaitan dengan dengan Kehidupan Keluarga
Tugas yang penting dalam kategori ini meliputi hal-hal yang berkaitan
dengan seseorang sebagai pasangan, menyesuaikan diri dengan orang tua
yang lanjut usia, dan membantu anak remaja untuk menjadi orang

dewasa yang bertanggung jawab dan bahagia.


Masalah yang biasa terjadi pada masa perkembangan:
1. Kurang mempunyai keterampilan sosial
2. Lebih suka berhubungan dengan keluarga dari pada dengan orang luar
3. Mempunyai masalah keuangan
4. Tekanan keluarga dan kewajiban-kewajiban lain
5. Keinginan untuk mejadi populer
6. Mobilitas sosial

10. Usia Lanjut

Orang dalam usia enam puluh biasanya digolongkan sebagai usia tua, yang
berarti antar sedikit lebih tua atau setelah usia madya dan usia lanjut setelah

19

mereka mencapai usia tujuh puluh, yang menurut standar beberapa kamus
berarti makin lanjut usia seseorang dalam periode hidupnya dan telah

kehilangan kejayaan masa mudanya.


Usia: 60 tahun meninggal
Ciri-ciri masa perkembangan:
1)
Usia lanjut merupakan periode kemunduran
Kemunduran pada lansia sebagian datang dari faktor fisik dan faktor
psikologis.
2)
Orang lanjut usia memiliki status kelompok minoritas
Karena sebagian akibat dari sikap sosial yang tidak menyenangkan terhadap
orang lanjut usia dan di perkuat oleh pendapat-pendapat klise yang jelek
terhadap lansia.
3)
Menua membutuhkan perubahan peran
Perlakuan yang buruk terhadap orang lanjut usia membuat lansia
cenderungmengembangkan konsep diri yang buruk. Karena perlakuan yang

buruk itu membuat penyesuaian diri lansia itu menjadi buruk.


Tugas perkembangan:
1) Menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan\
2) Menyesuaikan diri dengan masa pensisun dan berkurangnya income
3)
4)
5)
6)

(penghasilan) keluarga
Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup
Membentuk hubungan dengan orang-orang seusia
Membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan
Menyesuaikan diri dengan peran sosial secara luwes

Masalah yang biasa terjadi pada masa perkembangan:


1) Bahaya Fisik
Penyakitan
Hambatan yang bersifat jasmaniah
Kurang gizi
Gigi banyak yang tanggal
Kecelakaan
Hilangnya kemampuan seksual
2) Bahaya Psikologis
Kepercayaan terhadap pendapat klise tentang usia lanjut
Perasaan rendah diri
Perasaan tak berguna dan perasaan tidak enak sebagai akibat dari

perubahan fisik
Perubahan pola hidup

20

Kecenderungan untuk tidur secara mental


Perasaan bersalah karena menganggur

21

BAB III
SIMPULAN
Menurut Hurlock, dalam rentang kehidupan manusia dibagi menjadi
beberapa masa perkembangan, yakni masa sebelum lahir (prenatal), masa bayi baru
lahir (neonatal), masa bayi (babyhood), masa kanak-kanak awal, masa kanak-kanak
akhir, masa puber, masa remaja (adolescence), masa dewasa dini, masa dewasa
madya, dan usia lanjut.
Masa perkembangan tersebut digolongkan berdasarkan usia individu, masa
sebelum lahir dari saat pembuahan sampai dengan 280 hari, masa bayi baru lahir
dari saat baru lahir hingga 2 minggu, masa bayi dari akhir 2 minggu pertama hingga
2 tahun, masa kanak-kanak awal dari 2 hingga 6 tahun, masa kanak-kanak akhir dari
6 hingga 10 atau 12 tahun, masa puber dari 10 atau 12 tahun hingga 13 atau 14
tahun, masa remaja dari 13 hingga 18 tahun, masa dewasa dini dari 18 hingga 40
tahun, masa dewasa madya dari 40 hingga 60 tahun, dan usia lanjut dari 60 tahun
hingga meninggal dunia.

22

DAFTAR PUSTAKA
Harvighurst, Robert J. 1978. Human Development and Education.
Hurlock, Elizabeth B. 1997. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan
Sepanjang Rentang Kehidupan. (Alih Bahasa: Istiwidayanti dan Soejarwo). Jakarta:
Erlangga.
Sumanto. 2014. Psikologi Perkembangan: Fungsi dan Teori. Yogyakarta:
CAPS
Upton, Penney. 2012. Psikologi Perkembangan. (Alih Bahasa:
Noermalasari). Jakarta: Erlangga.

23