Anda di halaman 1dari 7

Laporan Praktikum Korosi

Proteksi Katodik

Disusun Oleh:
2B-D3/ Kelompok 4
Febi Amairani Runitasari (09)
Febrina Fitri
(10)
Firman Heryansyah
(12)
Josephine Vania W.
(14)
Regita Amaliasari
(20)
Taufan Prastiya
(21)

JURUSAN TEKNIK KIMIA


POLITEKNIK NEGERI MALANG
2016

I.

Tujuan

a. Membuktikan bahwa jika suatu benda kerja yang berada di dalam media elektrolit
dihubungkan dengan logam yang lebih aktif atau dengan kutub negatif sumber arus DC,
maka akan mengalami polarisasi katodik.
b. Mengetahui pengaruh waktu polarisasi terhadap potensial katodik.

II.

Dasar Teori
Pengertian Definisi

Pengendalian korosi atau proteksi korosi atau yang lebih umum pencegahan
korosi terhadap logam dapat dilakukan dengan mengubah potensial antar muka logam dengan
lingkungannya. Secara elektrokimia, proteksi korosi dapat dikelompokkan menjadi proteksi
katodik dan anodik. Pengendalian korosi metoda proteksi katodik dapat dilakukan dengan
merubah potensial antar muka logam dengan ionnya ke daerah immun dengan memberikan
arus katodik. Penurunan potensial antar muka ke arah immun atau ke daerah lebih katodik
dapat dilakukan dengan menghubungkan benda kerja dengan anoda karbon, atau sacrificial
anode atau dengan memberikan arus yang dipaksakan, atau impress current.
Proteksi Katodik Dengan Metoda Anoda Karbon
Penggunaan anoda karbon untuk system pengendalian korosi dapat berbentuk
lapisan di seluruh permukaan logam seperti pada baja yang digalvanisasi atau ditempelkan
secara menyebar. Anoda yang ditempelkan secara menyebar akan menyebabkan distribusi
arus tidak merata pada permukaan logam yang dilindungi. Anoda yang dipasang secara
menyebar adalah logam-logam yang bersifat lebih anodic dari logam yang dilindungi. Logam
lebih anodic memiliki sifat lebih mudah terkorosi. Logam yang digunakan sebagai anoda
karbon, memang sengaja dipasang untuk dikorbankan. Pemilihan anoda karbon didasarkan
pada konduktivitas lingkungan, kebutuhan potensial untuk mendistribusikan arus,
kemungkinan adanya efek samping, dan masalah ekonomi. Logam yang sangat umum
digunakan sebagai anoda karbon adalah: Zn, Al, dan Mg. Potensial tunggal untuk logam
magnesium sekitar 1,6 volt dalam skala Calomel, sedangkan untuk Zn 1,0 volt skala Calomel.
Oleh karenanya Mg memberikan rapat arus jauh lebih besar daripada Zn dan
dapat menyebabkan over proteksi. Anoda karbon Mg cocok untuk digunakan pada
lingkungan yang kurang konduktif seperti dalam lingkungan tanah, atau air payau. Logam
alumunium dapat dipadu dengan logam lain agar memiliki potensial di antara anoda Zn dan
Mg. Logam alumunium mempunyai potensial besar untuk dijadikan anoda karbon, namun
demikian logam alumunium memiliki effisiensi anodic rendah. Dengan menambahkan unsur
merkuri sebesar 0,04 persen, efisiensi anodic alumunium dapat bertambah sampai menjadi 90
persen. Logam seng yang digunakan sebagai anoda karbon harus memiliki kemurnian tinggi.
Kandungan Pengotor utama yang dapat menggangu sifat anodiknya harus
seminimal mungkin. Kandungan besi dalam anoda seng tidak boleh lebih daripada 0,001
persen. Penggunaan anoda karbon magnesium biasa digunakan untuk melindungi pipa yang
ditanam pada tanah. Anoda magnesium sering dipadu dengan logam alumunium sekitar 6
persen, dan seng sebesar 3 persen. Penambahan unsur-unsur ini bertujuan untuk menghindari
terjadinya korosi sumuran. Pelapisan yang diterapkan pada benda kerja yang akan dilindungi

dapat mengurangi jumlah konsumsi anoda karbon magnesium, sehingga lebih efisien murah.
Sebuah anoda karbon magnesium dapat melindungi pipa yang telah diberi pelapis sejauh 8
km. Pada anoda karbon umumnya juga ditambahkan back fill dengan maksud untuk
meningkatkan konduktivitas tanah sekeliling anoda dan menurunkan kecepatan korosi anoda
magnesium yang berlebihan.
Keuntungan Proteksi Katodik Anoda Karbon
1. Dapat digunakan tanpa membutuhkan energy listrik dari luar.
2. Hampir tidak memerlukan pengawasan, biaya menjadi relative murah
3. Arus proteksi yang dihasilkan tidak pernah salah arah, tidak memerlukan keahlian
khusus.
4. Instalasi relative sederhana, sehingga tidak memerlukan keahlian khusus.
5. Penghubung anoda telah terlindungi secara katodik.
Kerugian Proteksi Katodik Anoda Karbon.
1. Arus yang tersedia terbatas, bergantung pada luas permukaan anoda.
2. Biaya operasi relative mahal
3. Penghubung anoda yang digunakan harus cukup besar, untuk mengurangi kehilangan
energy akibat tahanan.
III.

Alat dan Bahan


Alat :
- Voltmeter
- Kabel kabel
- Beaker glass
- Elektroda besi (minimal 3), elektroda seng dan elektroda karbon
Bahan :
-

Elektrolit : air kran atau larutan garam encer

IV. Prosedur Kerja


A. SACP (Sacrifial Anode Cathodic Protection)
1. Pengukuran potensial natural (Vo) gambar 1
a. Siapkan alat dan bahan
b. Bersihkan elektroda elektroda dengan mengampelas dan mencuci
c. Isi beaker glass dengan elektrolit, kira kira setinggi 2 2,5 cm
d. Celupkan elektrode besi di satu sisi beaker dan elektroda karbon di sisi
lain.
e. Ukur beda potensial dan catat sebagai potensial natural (Vo), m Vo.
2. Polarisasi dan pengukuran potensial terpolarisasi (Vt), Gambar 2.
a. Elektroda besi masih tercelup di beaker glass, pada sisi lain celupkan
elektroda seng.
b. Sambungkan kedua elektroda dengan kabel berpenjepit buaya, biarkan
selama 2 menit.
c. Lepaskan koneksi besi seng, angkat elektroda seng, ukur beda potensial
besi terpolarisasi dengan karbon, Catat data.
3. a. Ulangi langkah A.1 dengan logam besi yang lain
b. Ulangi langkah A.2 untuk waktu 4 menit
4. Ulangi langkah 3 untuk waktu 6, 8, 10, 12, dst jika waktu masih cukup.
B. ICCP (Impressed Current Cathodic Protection)
1. Pengukuran potensial natural (Vo), gambar 1
a. Siapkan alat dan bahan
b. Bersihkan elektroda elektroda dengan mengampelas dan mencuci.
c. Isi beaker gelas dengan elektrolit, kira kira setinggi 2 -2,5 cm
d.Celupkan elektrode besi di satu sisi beaker dan elektroda karbon di sisi lain.
e. Ukur beda potensial dan catat sebagai potensial natural (Vo), m Vo.

V.

Data Pengamatan
a.
No

t(menit) Vo(mv)

Vt(Mv)

nc=Vt-Vo

0,53

0,402

-0,128

0,53

0,415

-0,115

0,53

0,462

-0,068

0,53

0,491

-0,039

10

0,53

0,505

-0,025

B.

No

t(menit) Vo(mv)

Vt(Mv)

nc=Vt-Vo

0,53

0,402

-0,128

0,53

0,415

-0,115

0,53

0,462

-0,068

0,53

0,491

-0,039

10

0,53

0,505

-0,025

VI. Pembahasan
Pengendalian korosi atau proteksi korosi atau yang lebih umum pencegahan
korosi terhadap logam dapat dilakukan dengan mengubah potensial antar muka logam
dengan lingkungannya. Secara elektrokimia, proteksi korosi dapat dikelompokkan menjadi
proteksi katodik dan anodik. Pengendalian korosi metoda proteksi katodik dapat dilakukan
dengan merubah potensial antar muka logam dengan ionnya ke daerah immun dengan
memberikan arus katodik. Penurunan potensial antar muka ke arah immun atau ke daerah
lebih katodik dapat dilakukan dengan menghubungkan benda kerja dengan anoda karbon,
atau sacrificial anode atau dengan memberikan arus yang dipaksakan, atau impress current.
Pada praktikum kali ini adalah tentang proteksi katodik. Alat alat yang
digunakan adalah voltmeter, kabel kabel, beaker glass, elektroda besi (minimal 3),
elektroda seng, daan karbon. Untuk bahan yang digunakan adalah larutan elektrolit dari
larutan garam encer. Langkah langkah yang harus dilakukan untuk praktikum bagian a
(Sacrifial Anode Cathodic Protection/ SACP) adalah mencari (Vo), m Vo. Untuk praktikum

bagian b (tetap metode SACP) hal yang harus dilakukan adalah polarisasi dan pengukuran
potensial terpolarisasi (Vt). Untuk praktikum yang bagian 2 yaitu tentang ICCP (Impressed
Curren Cathodic Protection).
Hasil yang didapatkan adalah untuk bagian a, nilai nc yang di dapatkan adalah
negatif sedangkan nilai nc bagian b nya adalah bernilai positif. Keuntungan proteksi
katodik anoda karbon adalah dapat digunakan tanpa membutuhkan energy listrik dari luar,
hampir tidak memerlukan pengawasan, biaya menjadi relative murah, arus proteksi yang
dihasilkan tidak pernah salah arah, kerugian proteksi katodik anoda karbon adalah arus
yang tersedia terbatas, bergantung pada luas permukaan anoda dan biaya operasi relative
mahal.

VII. Kesimpulan
1. Metode praktikum yang dilakukan ada 2, yaitu :
a. Metode Sacrifial Anode Cathodic Protection (SACP)
b. Metode Impressed Current Cathodic Protection (ICCP)
2. Nilai nc bagian a adalah negatif dan nilai nc bagian b adalah positif.
3. Keuntungan proteksi katodik adalah dapat digunakan tanpa membutuhkan energi dari
luar, tidak memerlukan pengawasan, biaya relatif murah, arus proteksi tak pernah
salah.

4.

Kerugian proteksi katodik adalah arus yang tersedia terbatas, bergantung pada luas
permukaan dan biaya relatif mahal.

VIII.

Daftar Pustaka

1. http://jauziasitanirmala.blogspot.co.id/2015/01/laporan-praktikum-kimiamenentukan-beda.html
2. http://ilmulebahmadu.blogspot.co.id/2013/04/xii-kimia-laporan-praktikum-deretvolta.html
3. http://khinanjar.blogspot.co.id/2013/09/laporan-praktikum-redoks-dan-sel.html

Malang, 08 November 2016


Mengetahui,

Luchis Rubianto, LRSC,MI