Anda di halaman 1dari 5

Nama : Djuniclaus Mecky

NIM
: 1401313
Jurusan : Teknik Geologi B 2014

Proses Pembentukan Salt Dome dan Pemanfaatan


Batu garam ini terbentuk dari kumpulan mineral yang sering disebut halite.
Mineral halite mempunyai rumus kimia NaCl. Akan tetapi batu garam bisa juga
mengandung pengotor-pengotor dan umumnya yang berasosiasi dengan batu garam
tersebut adalah anhydrite, gypsum , dan juga sylvite.
Terbentuknya batu garam ini umumnya akibat dari penguapan air yang mengandung
garam seperti air laut yang banyak mengandung ion-ion Na+ (Sodium) dan
Cl- (Cloride).
1. Siklus Garam
Pada jaman dulu dalam skala waktu geologi, sejumlah air yang sangat besar
seperti misalnya Laut Mediterania atau laut yang mampu memasuki cekungan
Michigan di Era Paleozoic (600-230 juta tahun yang lalu) menguap dan menghasilkan
sedimen batu garam yang sangat tebal dan luas.Beberapa teori menjelaskan
terbentuknya batu garam yang ada di cekungan Michigan. Salah satunya adalah
siklus garam dimana banyak dipengaruhi oleh proses penguapan dan pengendapan
garam akibat hilangnya sejumlah air laut yang tidak dapat menahan ion-ion garam
yang ada dalam larutan. seperti yang dijelaskan sebagai berikut:
a. Pada jaman Kambrium dan Ordovician (600-500 juta tahun yang lalu) cekungan
Michigan mulai terbentuk. Pada jaman Silur (425 juta tahun yang lalu), batu gamping
(limestone) mulai diendapkan di cekungan Michigan. Dengan bertambah besarnya
kecepatan penurunan cekungan di Michigan pada jaman ini, sejumlah terumbu karang
(coral reef) terbentuk dan terumbu-terumbu tersebut menjadi semacam penghalang
(barrier) sehingga membatasi aliran air laut.
b. Dengan dibantu oleh kondisi iklim daerha tersebut yang arid, maka sinar matahari
dan temperatur yang cukup panas menyebabkan air yang ada di cekungan Michigan
menguap .
c. Karena semakin banyaknya air yang menguap, maka air yang tersisa tidak dapat
menahan garam yang ada di larutan sehingga garam-garam tersebut mulai
diendapkan dan jatuh ke dasar laut.
d. Oleh karena air laut yang mampu masuk ke cekungan Michigan semakin banyak
maka siklus di atas terulang kembali dan terjadi lagi seterusnya sehingga garam yang
diendapkan semakin tebal.

Gambar Batu garam


2. Determinasi batu garam
No : x
Jenis : Sedimen non klastik
Warna

: putih s/d putih kecoklatan

Tekstur
: Batu garam terbentuk dari mineral halit yang mengalami pelapukan
kimia yang kemudian tersedimentasi. Batuan ini terdapat di daerah pantai.
Struktur: Konkresi,berbutir tak beraturan dan porus karena pelarutan.
Perusahaan penambang : Salt Detroit dan Manufacturing Company
3. Peran Batu Garam di dunia pertambangan
Batu garam sangat membantu menjebak minyak bumi atau gas yang sering
dijumpai di Teluk Meksiko dan daerah-daerah Timur Tengah. Batu tersebut adalah
batu garam atau yang sering dikenal sebagai rock salt dan termasuk ke dalam batuan
sediment. Batu garam ini terbentuk dari kumpulan mineral yang sering disebut halite.
Mineral halite mempunyai rumus kimia NaCl. Akan tetapi batu garam bisa juga
mengandung pengotor-pengotor dan umumnya yang berasosiasi dengan batu garam
tersebut adalah anhydrite (CaSO4), gypsum (CaSO4.2H2O), dan juga sylvite (KCl).
4. Pembentukan Kubah Garam
Kubah garam (salt dome) terbentuk karena lapisan garam yang sangat tebal
yang terbentuk dari mineral halite, menerobos batuan yang ada di atasnya sehingga
membentuk seperti kubah. Dalam skala waktu geologi (jutaan tahun yang lalu), batu
garam yang terbentuk akan tertutupi oleh sedimen di atasnya dan terkubur dalam

bumi. Oleh karena berat jenis garam yang relatif lebih kecil (2.16 gr/cc) dibandingkan
material di sekelilingnya termasuk sedimen di atasnya (biasanya lebih besar dari 2.4
gr/cc) maka mineral garam tersebut mempunyai kecenderungan untuk menerobos
batuan di atasnya. Contoh dari kubah garam ini adalah Avery Island di Lousiana dan
Pegunungan Zagros.
Pada saat mineral-mineral garam tersebut mencoba menerobos batuan di
atasnya, batuan-batuan di atasnya akan sedikit terlipat dan akan membentuk jebakan
dimana minyak bumi dan gas akan berakumulasi. Bahkan tidak jarang pula mineral
garam tersebut mampu menerobos sampai ke permukaan atau menerobos lantai
samudera jika mineral garam tersebut ditemukan di lautan (offshore). Pada saat
bagian atas dari garam tersebut kontak dengan air laut maka garam tersebut mulai
melarut dan kadang-kadang meninggalkan bentuk depresi atau runtuhan di
sekelilingnya dan kadang pula rekahan tersebut menyebar dari pusat. Rekahan
tersebut kemudian berkembang menjadi patahan dan akhirnya patahan tersebut bisa
menjadi jalan untuk fluid berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Fenomena
seperti ini banyak dijumpai di Teluk Meksiko dan Timur Tengah dimana pembentukan
salt dome ini sangat menguntungkan untuk minyak bumi dan gas dapat berakumulasi.
5. Pembentuk rock salt
Terbentuknya batu garam ini umumnya akibat dari penguapan air yang
mengandung garam seperti air laut yang banyak mengandung ion-ion Na+ (Sodium)
dan Cl- (Cloride). Batu garam ini umumnya terbentuk di daerah danau yang mengering
akibat penguapan, teluk-teluk yang relative tertutup, daerah estuarine yang ada di
daerah arid, daerah-daerah di dekat laut seperti lagoon dan lain-lain. Pada jaman dulu
dalam skala waktu geologi, sejumlah air yang sangat besar seperti misalnya Laut
Mediterania atau laut yang mampu memasuki cekungan Michigan di Era Paleozoic
(600-230 juta tahun yang lalu) menguap dan menghasilkan sedimen batu garam yang
sangat tebal dan luas.
Beberapa teori menjelaskan terbentuknya batu garam yang ada di cekungan
Michigan. Salah satunya adalah siklus garam dimana banyak dipengaruhi oleh proses
penguapan dan pengendapan garam akibat hilangnya sejumlah air laut yang tidak
dapat menahan ion-ion garam yang ada dalam larutan seperti yang dijelaskan sebagai
berikut:
a. Pada jaman Kambrium dan Ordovician (600-500 juta tahun yang lalu) cekungan
Michigan mulai terbentuk. Pada jaman Silur (425 juta tahun yang lalu), batu gamping
(limestone) mulai diendapkan di cekungan Michigan. Dengan bertambah besarnya
kecepatan penurunan cekungan di Michigan pada jaman ini, sejumlah terumbu karang
(coral reef) terbentuk dan terumbu-terumbu tersebut menjadi semacam penghalang
(barrier) sehingga membatasi aliran air laut.
b. Dengan dibantu oleh kondisi iklim daerha tersebut yang arid, maka sinar matahari
dan temperatur yang cukup panas menyebabkan air yang ada di cekungan Michigan
menguap .

c. Karena semakin banyaknya air yang menguap, maka air yang tersisa tidak dapat
menahan garam yang ada di larutan sehingga garam-garam tersebut mulai
diendapkan dan jatuh ke dasar laut.
d. Oleh karena air laut yang mampu masuk ke cekungan Michigan semakin banyak
maka siklus di atas terulang kembali dan terjadi lagi seterusnya sehingga garam yang
diendapkan semakin tebal.

Gambar Pembentuk batu garam

6. Industry pengelola batu garam


Michigan menjadi salah satu negara bagian yang menghasilkan dijumpai batu
garam dan menjadi salah satu penghasil garam terbesar di Amerika. Proses
pembentukan garam yang terjadi sekarang juga bisa dijumpai di beberapa tempat di
dunia seperti di Laut Mati (Dead Sea) di Jordan dan Israel.
Kubah garam (salt dome) terbentuk karena lapisan garam yang sangat tebal yang
terbentuk dari mineral halite, menerobos batuan yang ada di atasnya sehingga
membentuk seperti kubah. Dalam skala waktu geologi (jutaan tahun yang lalu), batu
garam yang terbentuk akan tertutupi oleh sedimen di atasnya dan terkubur dalam
bumi. Oleh karena berat jenis garam yang relatif lebih kecil (2.16 gr/cc) dibandingkan
material di sekelilingnya termasuk sedimen di atasnya (biasanya lebih besar dari 2.4
gr/cc) maka mineral garam tersebut mempunyai kecenderungan untuk menerobos
batuan di atasnya. Contoh dari kubah garam ini adalah Avery Island di Lousiana dan
Pegunungan Zagros. Pada saat mineral-mineral garam tersebut mencoba menerobos
batuan di atasnya, batuan-batuan di atasnya akan sedikit terlipat dan akan

membentuk jebakan dimana minyak bumi dan gas akan berakumulasi. Bahkan tidak
jarang pula mineral garam tersebut mampu menerobos sampai ke permukaan atau
menerobos lantai samudera jika mineral garam tersebut ditemukan di lautan (offshore)