Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS RESENSI

1. Identitas Buku
Dalam resensi tersebut sudah tercantum identitas buku yang meliputi judul buku,
nama pengarang, nama penerbit dan lain-lain. Adapun kutipan resensi menunjukan
hal tersebut adalah
Judul

: Hex Hall

Penulis

: Rachel Hawkins

Alih Bahasa : Dina Begum


Kategori

: Fiksi Fantasi

Tebal

: 424 halaman

ISBN

: 978-602-9346-10-7

Cetakan

: ke I, Oktober 2011

Penerbit

: Ufuk Fantastic Fiction

2. Pembuka Resensi
Dalam resensi tersebut, peresensi telah memberikan pembukaan resensi yang
mengemukakan tema dari novel yang di resensi. Kutipan resensi yang menunjukan
hal tersebut adalah
Penulis mengusulkan asal-usul baru dari sejarah sihir melalui novel yang
bertemakan fantasi ini.
Selain itu peresensi juga melengkapi resensi dengan deskripsi singkat mengenai isi
novel. Kutipan resensi yang menunjukan hal tersebut adalah
Hex Hall merupakan salah satu karya terbaik dari Rachel Hawkins yang telah di
terjemahkan dalam bahasa indonesia oleh Dina Begum. Menceritakan tentang
seorang anak perempuan yang memiliki kekuatan sihir bernama Sophie Mencer dan
berusaha menemukan jati dirinya di Hex Hall.
Namun peresensi tidak terlalu menekankan bagian kepengarangan novel. Peresensi
hanya menyebutkan nama pengarang pada bagian identitas buku dan tidak
memperkenalkan pengarang lebih terperinci.
3. Sinopsis
Hex Hall bercerita tentang kisah Sophie Mencer, seorang anak remaja yang
masuk Hex Hall karena penggunaan sihir di depan umum. Dia merapalkan mantra
cinta untuk temannya yang ingin dicintai oleh pria paling populer di sekolah. Ibunya
kemudian memasukkan Sophie ke Hex Hall, berharap agar Sophie dapat belajar sihir

dan hidup aman bersama kaum Prodigium lainnya. Tetapi, apa yang didapatkan
Sophie di sekolah kuno itu ternyata jauh lebih dari bayangannya. Dia sekamar dengan
seorang vampir satu-satunya vampir aktif di Hex Hall, bersitegang dengan 3 wanita
penyihir hitam, dan jatuh cinta dengan seorang warlock (penyihir pria). Seakan
semuanya belum cukup aneh, Sophie dihantui oleh hantu bergaun hijau yang
mengaku sebagai leluhurnya.
Perlahan, Sophie mulai memahami bahwa dunia Prodigium bukanlah sebuah
dunia yang aman, di mana ia bisa terbang dengan sapu terbang ke manapun ia suka
atau merapalkan mantra cinta sekehendak hati. Hex Hall dibangun untuk
mengantisipasi dunia luar yang tidak ramah bagi para Prodigium yakni dari manusiamanusia yang anti penyihir dan pembasmi makhluk aneh. Jika dalam kisah-kisah lain,
manusia biasalah yang terancam, maka di dunia Hex Hall yang terancam adalah para
penyihir, shape shifter, dan peri. Paling tidak, ada tiga musuh utama dari kaum
Prodigium, yakni kelompok badan pemerintah yang disebut Aliansi, tiga bersaudara
pembasmi dari Irlandia, dan kelompok rahasia dari Roma yang menyebut diri sebagai
Mata Tuhan. Ketiga kelompok inilah yang bertanggung jawab dalam berbagai upaya
pembunuhan dan pembasmian ratusan ribu kaum Prodigium (bahkan prodigium yang
baik sekalipun). Nah, inilah sisi unik dari Hex Hall, pembalikan peran. Apa yang dulu
dianggap mengancam, kini balik menjadi pihak yang terancam. Ketika muncul kasus
gigitan vampir yang menimpa salah satu siswi, teman sekamar Sophie menjadi
tersangka utama. Dan ketika kejadian itu terulang tiga kali berturut-turut, Sophie
terpaksa harus kehilangan teman terdekatnya yang untuk sementara diamankan.
Tidak sampai di situ, sebuah fakta baru mendera Sophie, salah seorang dekatnya
ternyata memiliki tato anggota Mata Tuhan, dan dia berkeliaran bebas di Hex Hall
sambil merencanakan pembasmian penyihir. Dan, ketika Sophie menjumpai bahwa
orang yang selama ini begitu ia percayai ternyata adalah sesosok demon, kisahnya jadi
semakin rumit dan sekaligus seru.
4. Macam atau Jenis Buku
Dalam resensi tersebut peresensi sudah menjelaskan mengenai jenis atau macam
buku. Adapun kutipan resensi yang menunjukan hal tersebut adalah pada identitas
buku adalah
Kategori

: Fiksi Fantasi

5. Keunggulan Buku
Dalam resensi tersebut peresensi telah menunjukan keunggulan dari novel yang di
resensinya dengan menjelaskan isi buku dan penggunaan bahasa yang baik oleh
pengarang. Adapun kutipan resensi yang menunjukan hal tersebut adalah pada
identitas buku adalah
Keunikan lain dari Hex Hall adalah rasa novel ini yang begitu teenlit, perpaduan apik
antara fantasi dengan dunia remaja yang normal dan apa adanya. Bahasanya jelas dan
simpel, konfliknya juga sudah terbangun dari awal, bahkan di bagian akhirnya
pembaca akan menemukan kejutan-kejutan seru. Seakan-akan cerita sudah usai dan

musuh dikalahkan, kemudian muncul fakta baru yang mencegangkan sehingga


pembaca yang seolah sudah rileks kembali diajak menikmati klimaks cerita. Bagian
awal Hex Hall mungkin datar, tapi begitu memasuki dunia Sophie Mencer, pembaca
akan terpikat dengan dunia Hex Hall.
6. Kelemahan Buku
Dalam resensi tersebut peresensi belum menjelaskan kelemahan dari novel yang
diresensi.
7. Nilai Buku
Dalam resensi tersebut peresensi belum menunjukan nilai buku yang diresensi.
Kesimpualan Analisis:
Dari hasil analisis resensi tersebut saya dapat menarik kesimpulan bahwa buku ini
layak dimasyarakatkan.