Anda di halaman 1dari 8

TUGAS II

ANALISA PERANCANGAN KERJA


NIOS DAN METABOLISME
TUBUH SAAT BEKERJA
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Kelulusan
Mata Kuliah Analisa Perancangan Kerja II

Oleh

Ade Komarudin
1303003

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT
2016

A; NIOSH (National Institute of Occupational Safety and Health)

NIOSH (National for Occupational Safety and Health) adalah suatu lembaga yang
menangani masalah kesehatan dan keselamatan kerja di Amerika. NIOSH telah melakukan
analisis terhadap faktor-faktor yang bepengaruh terhadap biomekanika yaitu:
1;
2;

3;
4;

Berat dari benda yang dipindahkan, hal ini ditentukan oleh pembebanan langsung.
Posisi pembebanan dengan mengacu pada tubuh, dipengaruhi oleh:
a;
Jarak horizontal beban yang dipindahkan dari titik berat tubuh.
b;
Jarak vertikal beban yang dipindahkan dari lantai.
c;
Sudut pemindahan beban dari posisi sagital (posisi pengangkatan tepat depan
tubuh).
Frekuensi pemindahan dicatat sebagai rata-rata pemindahan per menit untuk
pemindahan berfrekuensi tinggi.
Periode (durasi) total waktu yang diberlakukan dalam pemindahan pada suatu
pencatatan.
Cedera tulang belakang merupakan penyakit yang banyak terjadi pada pekerja Material

Handling. Hasil penelitian yang dipublikasikan olehDepartment Of Labour's Bureau of


Labour Statistic/DOL (BLS) menunjukkan bahwa cedera tulang belakang meliputi 20% dari
semua penyakit akibat kerja dan memakan biaya 25% dari total upah pekerja. Di Indonesia,
data menunjukkan bahwa 25% cedera yang diderita oleh pekerja merupakan akibat dari
kesalahan penanganan material.
Banyaknya pekerjaan yang berbahaya dan menimbulkan cidera pada tahun 1970-an
mendorong sekumpulan orang dari berbagai disiplin ilmu yakni epidemiologi, kedokteran,
industri, keamanan, psikologi, teknik, kimia, dan statistik untuk membentuk suatu organisasi
yang dapat membantu memastikan keamanan dan keselamatan kondisi kerja operator.
Sebagai realisasinya kemudian dibuatlah Occupational Safety and Health(OSH) Act yang
menjadi dasar terbentuknya NIOSH (National Institute of Occupational Safe and Health)
yang ditandatangani oleh Presiden Richard M. Nixon, pada tanggal 29 Desember 1970.

a; Fungsi dan Tujuan Berdirinya NIOSH

NIOSH digunakan untuk memperkirakan risiko yang berhubungan dengan


pekerjaan aktivitas lifting berdasarkan parameter NIOSH (National Institute of
Occupational Safety and Health) yang diperluas. NIOSH menerbitkan panduan kerja
untuk aktivitas mengangkat manual pada tahun 1981, yang diberi judul Work Practices

Guide For Manual Lifting. Panduan tersebut diterbitkan setelah NIOSH mengamati
masalah cedera punggung yang berkaitan denmgan pekerjaan. Dari panduan tersebut,
dimuat persamaan matematis yang dapat digunakan untuk menghitung beban
maksimum yang disarankan berdasarkan karakteristik tugas pengangkatan.
Adapun fungsi dan tujuan berdirinya NIOSH antara lain :
1.

Menginvestigasi potensi bahaya kerja di dalam suatu lingkungan kerja.

2.

Mengevaluasi bahaya di tempat kerja, termasuk bahan-bahan kimia untuk mesin.

3.

Membuat metode untuk mencegah penyebaran penyakit, cidera, dan cacat.

4.

Menentukan prioritas pekerjaan-pekerjaan yang perlu dievaluasi lebih lanjut.

5.

Melakukan penelitian dan memberikan rekomendasi ilmiah untuk melindungi

pekerja.
6. Memberikan pendidikan dan pelatihan untuk mempersiapkan individu di bidang
keselamatan dan kesehatan.

B; Metabolisme

Metabolisme sel adalah proses mengubah karbohidrat, lemak, dan protein menjadi
energi yang diperlukan oleh sel. Selama jalur metabolisme sel, energi disimpan dalam ikatan
fosfat berenergi tinggi dari molekul adenosin trifosfat (ATP), yang berfungsi sebagai mata
uang energi sel. Tergantung pada kebutuhan oksigen selama produksi ATP, ada dua jenis
utama dari metabolisme hadir dalam sel; yaitu, aerob dan anaerob.
Dari tiga jalur metabolisme dasar, hanya glikolisis dianggap sebagai metabolisme
anaerobik, sedangkan sisanya termasuk siklus asam sitrat (siklus Krebs) dan rantai transpor
elektron dianggap sebagai metabolisme aerobik.
1; Metabolisme aerobik

Metabolisme aerobik terjadi ketika oksigen hadir. Hal ini terjadi dalam mitokondria sel
dan bertanggung jawab untuk penyediaan 90% dari kebutuhan energi tubuh. Selama
metabolisme aerobik, semua substrat dasar termasuk karbohidrat, lemak, dan protein dipecah
dan digabungkan dengan molekul oksigen untuk menghasilkan energi sambil melepaskan
karbon dioksida dan air sebagai produk akhir. Secara umum, metabolisme oksidatif
menghasilkan hampir 150-300 mL air dalam waktu 24 jam dari waktu. Ada dua jalur yang
terlibat dalam metabolisme aerobik; siklus asam sitrat; yang terjadi dalam matriks

mitokondria, dan rantai transpor elektron; yang terjadi dalam sistem transpor elektron yang
terletak pada membran mitokondria bagian dalam.
2; Metabolisme anaerobik

Metabolisme anaerobik tidak memerlukan oksigen untuk produksi ATP. Hal ini terjadi
melalui glikolisis, proses dimana energi dibebaskan dari glukosa. Efisiensi metabolisme
anaerobik adalah rendah, dan menghasilkan rendahnya jumlah ATP bila dibandingkan dengan
metabolisme aerobik. Glikolisis terjadi di sitoplasma dan tidak memerlukan organel apapun.
Oleh karena itu, proses penting dimana organisme kekurangan mitokondria seperti
prokariota. Produk akhir metabolisme aerobik adalah asam laktat, yang mungkin relatif
berbahaya bagi tubuh.

3; Metabolisme Aerobik vs anaerobik

Metabolisme aerobik membutuhkan oksigen, sedangkan metabolisme anaerobik tidak.


Metabolisme anaerobik tidak dapat dilanjutkan tanpa batas. Sebaliknya, metabolisme
aerobik dapat terus selamanya, hanya dalam kondisi teoritis.
Karbohidrat, lemak, dan protein digunakan sebagai sumber metabolisme aerobik
sementara hanya karbohidrat yang terlibat untuk metabolisme anaerob.
metabolisme aerobik melibatkan intensitas kegiatan rendah sampai sedang, sedangkan
metabolisme anaerob hanya melibatkan kegiatan intensitas tinggi.
metabolisme anaerob berlangsung di sitoplasma sel sementara metabolisme aerobik
terjadi pada mitokondria.
metabolisme aerobik menghasilkan lebih banyak energi daripada metabolisme
anaerobik jika jumlah yang sama substrat adalah sama.
Glikolisis adalah jalur metabolik anaerob, sedangkan siklus asam sitrat dan rantai
transpor elektron adalah jalur metabolik aerobik.
metabolisme aerobik berkontribusi lebih (sekitar 90%) untuk penyediaan energi
sementara metabolisme anaerobik kurang berkontribusi.
Produk Akhir metabolisme anaerobik adalah asam laktat sedangkan metabolisme
aerobik adalah karbon dioksida dan air.

C; Rapid Upper Liub Assesment (RULA)

RULA adalah sebuah metode untuk menilai postur, gaya dan gerakan suatu aktivitas
kerja yang berkaitan dengan penggunaan anggota tubuh bagian atas (upper limb). Metode ini
dikembangkan untuk menyelidiki resiko kelainan yang akan dialami oleh seorang pekerja
dalam melakukan aktivitas kerja yang memanfaatkan anggota tubuh bagian atas (upper limb).
Metode ini menggunakan diagram postur tubuh dan tiga tabel penilaian untuk
memberikan evaluasi terhadap faktor resiko yang akan dialami oleh pekerja. Faktor-faktor
resiko yang diselidiki dalam metode ini adalah yang telah dideskripsikan oleh McPhee
sebagai faktor beban eksternal (external load factors) yang meliputi :

Jumlah gerakan
Kerja otot statis
Gaya
Postur kerja yang ditentukan oleh perlengkapan dan perabotan
Waktu kerja tanpa istirahat
Untuk menilai empat faktor beban eksternal pertama yang disebutkan di atas (jumlah

gerakan, kerja otot statis, gaya dan postur), RULA dikembangkan untuk :
1;

2;
3;

Menyediakan metode penyaringan populasi kerja yang cepat, untuk penjabaran


kemungkinan resiko cidera dari pekerjaan yang berkaitan dengan anggota tubuh bagian
atas;
Mengenali usaha otot berkaitan dengan postur kerja, penggunaan gaya dan melakukan
pekerjaan statis atau repetitif, dan halhal yang dapat menyebabkan kelelahan otot;
Memberikan hasil yang dapat digabungkan dalam penilaian ergonomi yang lebih luas
meliputi faktor-faktor epidemiologi, fisik, mental, lingkungan dan organisasional; dan
biasanya digunakan untuk melengkapi persyaratan penilaian dari UK Guidelines on the
prevention of work-related upper limb disorder (Panduan dalam pencegahan cidera
kerja yang berkaitan dengan anggota tubuh bagian atas di neg ara Inggris).

Pengembangan metode untuk merekam postur kerja


Untuk menghasilkan sebuah metode kerja yang cepat untuk digunakan, tubuh dibagi
dalam segmen-segmen yang membentuk dua kelompok atau grup yaitu grup A dan B. Grup A
meliputi bagian lengan atas dan bawah, serta pergelangan tangan. Sementara grup B meliputi
leher, punggung, dan kaki. Hal ini untuk memastikan bahwa seluruh postur tubuh terekam,
sehingga segala kejanggalan atau batasan postur oleh kaki, punggung atau leher yang
mungkin saja mempengaruhi postur anggota tubuh bagian atas dapat tercakup dalam
penilaian.

a.Lengan bagian Atas, lengan bagian bawah dan pergelangan tangan:


Jangkauan gerakan untuk lengan bagian atas (upper arm) dinilai dan diberi skor
berdasarkan studi yang telah dilakukan oleh Tichauer, Chaffin, Herberts et al, Schuldt et al,
dan Harms-Ringdahl & Schuldt. Skornya sebagai berikut:

1 untuk ekstensi 20 dan fleksi 20


2 untuk ekstensi lebih dari 20 atau fleksi antara 20-45;
3 untuk fleksi antara 45-90;
4 untuk fleksi lebih dari 90.

b. Leher, punggung dan kaki :


Jangkauan postur untuk leher (neck) didasarkan pada studi yang dilakukan oleh Chaffin dan
Kilbom et al. Skor dan jangkauannya sebagai berikut

1 untuk fleksi 0-10;


2 untuk fleksi 10-20;
3 untuk fleksi lebih dari 20;
4 bila dalam posisi ekstensi.

Pengembangan sistem skor untuk pengelompokan bagian tubuh.


Sebuah skor tunggal dibutuhkan dari Grup A dan B yang dapat mewakili tingkat
pembebanan postur dari sistem muskuloskeletal kaitannya dengan kombinasi postur bagian
tubuh. Hasil penjumlahan skor penggunaan otot (muscle) dan tenaga (force) dengan Skor
Postur A menghasilkan Skor C. sedangkan penjumlahan dengan Skor Postur B menghasilkan
Skor D.
TAHAP 3 : Pengembangan Grand Score dan Action List
Tahap ini bertujuan untuk menggabungkan Skor C dan Skor D menjadi suatu grand
score tunggal yang dapat memberikan panduan terhadap prioritas penyelidikan / investigasi
berikutnya. Tiap kemungkinan kombinasi Skor C dan Skor D telah diberikan peringkat, yang
disebut grand score dari 1-7 berdasarkan estimasi resiko cidera yang berkaitan dengan
pembebanan muskuloskeletal.
Berdasarkan grand score dari Tabel C, tindakan yang akan dilakukan dapat dibedakan
menjadi 4 action level berikut :

Action Level 1: Skor 1 atau 2 menunjukkan bahwa postur dapat diterima selama tidak
dijaga atau berulang untuk waktu yang lama.
Action Level 2: Skor 3 atau 4 menunjukkan bahwa penyelidikan lebih jauh dibutuhkan
dan mungkin saja perubahan diperlukan.
Action Level 3: Skor 5 atau 6 menunjukkan bahwa penyelidikan dan perubahan
dibutuhkan segera.
Action Level 4: Skor 7 menunjukkan bahwa penyelidikan dan perubahan dibutuhkan
sesegera mungkin (mendesak).