Anda di halaman 1dari 6

1.

Bagaimana Anda menjelaskan kemampuan alga dalam menyerap logam pada bacaan di
atas?
Jawab: Mikroalga merupakan tumbuhan tingkat rendah yang memiliki peranan sangat
penting dalam ekosistem akuatik sebagai produser primer dan pensuplai oksigen perairan.
Mikroalga merupakan bioremediator yang handal (Soeprobowati & Hariyati, 2013a)
dengan kemampuan biosorpsinya karena memiliki gugus fungsi yang dapat mengikat ion
logam, terutama gugus karboksil, hidroksil, amina, sulfudril imadazol, sulfat dan sulfonat
yang terdapat dalam dinding sel; bahan bakunya mudah didapat dan tersedia dalam
jumlah banyak, bahan baku operasional rendah, sludge yang dihasilkan sangat minim,
dan tidak perlu nutrisi tambahan.
Pengambilan logam oleh mikroalga dilakukan dalam dua cara yaitu dengan
adsorpsi dan absorpsi. Adsorpsi merupakan metabolisme sel yang dilakukan secara
bebas, secara fisik terjadi pada permukaan sel kemudian logam menuju sitoplasma
(kemoadsorpsi).

Gambar. Proses kemoadsorpsi pada sitoplasma serta proses detoksifikasi (Absorpsi) pada
makhluk hidup

Sementara itu, absorpsi merupakan metabolisme sel yang tergantung pada


pengambilan logam berat secara intraseluler. Pb, Cu, Cd, Co, Hg, Zn, Mg, Ni dan Ti
berikatan dengan polifosfat alga yang berfungsi sebagai penyimpan dan detoksifikasi
logam. Proses sekuitrasi logam berat oleh mikroalga merupakan sumber multi fungsi
polimer. Di samping itu, mikroalga juga mampu menghilangkan nitrogen dari air
melalui proses enam belas biosorpsi dan menyimpannya sebagai biomassa. Ketika
mikroalga mati, maka mikroalga akan terdekomposisi dan melepaskan amonia atau
ureum ke badan air dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber nitrogen lagi.

2. Jika dalam suatu tim riset ilmiah Anda diputuskan untuk menggunakan potensiometri
untuk mengukur kandungan logam dalam air secara instrumental, apa yang Anda dapat
jelaskan mengenai metode tersebut?
Jawab: Potensiometri adalah suatu metode analisis kimia berdasarkan pengukuran beda
potensial sel dari suatu sel elektrokimia. Metode potensiometri digunakan untuk
menentukan konsentrasi suatu ion (ion selective electrode), pH suatu larutan, dan
menentukan titik akhir titrasi.
Pengukuran kandungan

logam

dalam

air

dapat

menggunakan

metode

potensiometri melalui perbedaan potensial antara dua elektroda (elektroda indikator dan
elektroda reference) pada kondisi arus mendekati nol bertujuan untuk mendapatkan
informasi analitik tentang komposisi kimia dari larutan. Dalam potensiometri, yang
merupakan sensor kimia adalah elektroda indikator (Kellner, 1998).
Ada dua tipe utama dalam potensiometri, pertama disebut sebagai potensiometri
langsung yaitu ketika potensial sel ditentukan dan dikorelasikan dengan aktifitas atau
konsentrasi spesies kimia. Tipe yang kedua adalah potensiometri tidak langsung atau
yang biasa disebut titrasi potensiometri, yaitu ketika variasi potensial dimonitor sebagai
fungsi penambahan reagen pada sampel (Kellner, 1998).
Besarnya potensial elektroda bergantung pada kepekatan ion-ion tertentu dalam
larutan, sehingga dapat ditentukan melalui persamaan Nernst.

3. Dalam teknik potensiometri, digunakan berbagai jenis elektroda. Dapatkah Anda


menjelaskan tentang penggunaan berbagai jenis elektroda tersebut?
Jawab: Elektroda pada potensiometri terdiri dari dua jenis, yaitu elektroda kerja
(indicator electrode) dan elektroda pembanding (reference electrode). Notasi pada sel
potensiometri dengan elektroda pembanding sebagai anoda dan elektroda indikator
sebagai katoda dapat dituliskan sebagai berikut:
pembanding || indikator
Di mana harga standar potensial untuk reaksinya dapat dihitung melalui
Ecell=EindicatorEreference+Eliquid junction
Elektroda pembanding
Elektroda pembanding merupakan elektroda yang mempunyai potensial
elektrokimia konstan sepanjang tidak ada arus yang mengalir dan sama sekali
tidak peka terhadap komposisi larutan yang akan dianalisis. Elektroda

pembanding digunakan untuk mengukur potensial pada elekroda indikator.


Potensial yang akan diukur bergantung pada konsentrasi zat yang akan dianalisis.
Pemilihan elektroda pembanding harus memperhatikan beberapa faktor: elektroda
pembanding harus reversibel dan sesuai dengan persamaan Nernst, tegangannya
harus konstan setiap waktu, potensialnya harus kembali ke nilai dasar setelah arus
kecil dilewatkan melalui elektroda (Scholz, 2010).
Contoh dari elektroda pembanding antara lain elektroda kalomel jenuh,
elektroda perak-perak silver, elektroda air raksa, dan elektroda hidrogen standar.
Pada analisis logam berat di perairan, elektroda yang tepat untuk digunakan
adalah elektroda kalomel jenuh. Penggunaan kalomel raksa (I) klorida,
Hg 2 Cl 2

sebagai elektroda pembanding membutuhkan suhu yang lebih rendah

dibandingkan elektroda hidrogen standar maupun elektroda perak-perak silver.


Selain itu, elektroda kalomel juga mudah dirangkai untuk menganalisis logam
pada suhu laboratorium yang konstan. Elektroda ini terdiri dari tabung utama
yang mengandung komponen untuk reaksi elektroda, yaitu

Hg, Hg 2 Cl 2

dan

ion-ion klorida bebas yang didukung oleh larutan KCl. Larutan penghubung ini
mempunyai dua fungsi: menjaga ujung wool dari kekeringan dan menjadi garam
penghubung antara elektroda pembanding dengan elektroda kerja. (Suyanta,
2013)

Gambar. Komponen elektroda kalomel jenuh

Elektroda indikator

Elektroda indikator adalah elektroda yang harga potensialnya ikut berubah seiring
adanya perubahan aktivitas dalam larutan uji sehingga dapat dikatakan harga
potensial dari elektroda indikator ikut merespon setiap adanya perubahan.
Elektroda indikator terbagi atas elektroda logam (elektroda jenis pertama,
elektroda jenis kedua, elektroda jenis ketiga), elektroda inert, serta elektroda
membran (elektroda ion selektif) yang terbagi lagi menjadi elektroda gelas,

membran padat, membran cair, dan sensor gas.


Elektroda logam
Potensial dari elektroda logam ditentukan dari posisi reaksi redoks ketika
elektroda dan larutan bertemu.terdapat tiga macam elektroda logam yaitu
elektroda logam jenis pertama, elektroda logam jenis kedua, dan elektroda

1.

logam jenis ketiga.


Elektroda jenis pertama
Elektroda jenis

pertama

adalah

elektroda

yang

langsung

berkeseimbangan dengan kation yang berasal dari logam tersebut.


2.

Contoh: Elektroda tembaga.


Elektroda jenis kedua
Elektroda jenis kedua adalah elektroda yang harga potensialnya
bergantung pada konsentrasi suatu anion yang dengan ion yang berasal
dari elektroda endapan suatu ion kompleks yang stabil. Contoh:

3.

elektroda perak untuk halida.


Elektroda jenis ketiga
Elektroda jenis ketiga adalah elektroda logam yang harga potensialnya
bergantung pada konsentrasi ion logam lain. Contoh: elektroda Hg
dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi Ca2+, Zn2+, atau Cd2+

yang terdapat dalam larutan.


Elektroda inert
Elektroda inert merupakan elektroda yang tidak masuk ke dalam reaksi.

Contohnya adalah logam-logam mulia seperti platina, emas dan paladium.


Elektroda membran
Elektroda membran yang disebut juga dengan elektroda ion selektif telah
digunakan dan dikembangkan cukup luas karena dapat menentukan ion
tertentu. Elektroda membran juga digunakan untuk penentuan pH dengan
mengukur

perbedaan

potensial

antara

larutan

keasamannya tetap dengan larutan yang dianalisis.

pembanding

yang

1. Elektroda gelas
Elektroda kaca atau elektroda gelas adalah sensor potensiometrik
yang terbuat dari selaput kaca dengan komposisi tertentu.
Gelas/kaca ini bertindak sebagai suatu tempat pertukaran kation.
2. Elektroda membran padat
Elektroda ini menggunakan polikristal yang terdiri dari satuan
kristal garam anorganik. Elektroda selektif ion polikristal ini
dibentuk dari pelet tipis Ag2S atau campuran dari Ag2S dan garam
perak atau logam sulfida.
3. Elektroda membran cair
Elektroda membran cair adalah suatu fasa cair spesifik yang
dibatasi oleh suatu dinding yang berpori inert. Cairan spesifik
tersebut terdiri atas senyawa organik dengan berat molekul yang
tinggi,tidak larut dalam air dan memiliki struktur yang
memungkinkan terjadinya pertukaran ion antara ion bebas dalam
larutan yang diukur dengan ion-ion yang terletak pada pusat
kedudukan molekul cairan spesifik tersebut. Contoh: Na+ ,K,Ca2+,
Pb2+
Elektroda yang dapat digunakan dalam menganalisis logam berat di perairan
adalah elektroda ion selektif, mengingat tingkat selektivitasnya yang tinggi dalam
menyeleksi ion-ion yang dibutuhkan dan memiliki waktu respon serta rentang
pengukuran yang lebih cepat dibanding elektroda yang lain.
DAFTAR PUSTAKA
Scholz, F. 2010. Electroanalytical Methods Guide to Experiments and Applications 2nd extended
edition, Springer: London.
Soeprobowati, T.R. 2013. Potensi Mikroalga sebagai Agen Bioremediasi dan Aplikasinya dalam
Penurunan Konsentrasi Logam Berat pada Instalasi Pengolah Air Limbah Industri, Universitas
Diponegoro.
Kaplan, Drora. 2013. Absorption and Adsorption of Heavy Metals by Microalgae, Handbook of
Microalgae Culture: Applied Phycology and Biotechnology.
Suyanta. 2013. Potensiometri, UNY Press: Yogyakarta.
Kellner, R. 1998. Analytical Chemistry, Wiley-VCH.