Anda di halaman 1dari 5

1.

DIRECT MANOEVRING SYSTEM


Pada motor diesel 2-tak dengan slow speed engine maka system olah
gerak balingbaling menggunakan system olah gerak langsung (direct
manoevring system) untuk membalik arah putaran propeller shaft dari putara
kanan ke putar kiri atau sebaliknya. Saat arah putaran propeller shaft kekanan,
berarti kapal bergerak maju (ahead position), sedangkan saat arah putarnya
kekiri berarti kapal bergerak mundur (astern position).
Crank shaft dari main engine secara langsung disambungkan dengan
propeller shaft tanpa melalui reduction gear, sehingga arah putaran crank shaft
sama dengan arah putar propeller shaft, yang berarti juga crank shaft berputar
kanan berarti ahead position, sedangkan crank shaft berputar kiri berarti astern
position.
Untuk membalik arah putaran crank shaft ini pada diesel 2-tak slow speed
engine, dilengkapi di cam shaftnya dengan ahead fuel cam dan astern fuel cam,
dimana kedua cam ini saling berdekatan letaknya dan membentuk sudut antar
sesuai manual book dari engine maker, sehingga saat ahead fuel cam yang
bekerja arah putar crank shaft kekanan, sedangkan saat astern fuel cam bekerja
berarti arah putar crankshaft ke kiri dengan demikian posisi kapal dapat
bergerak maju atau mundur.
a. Bagianbagian utama dan fungsinya masingmasing :
1) Air Reservoir berfungsi penampung udara (botol angin)
untuk udara start engine dan udara pneumatic untuk telegraph control.
2) Pilot valve berfungsi sebagai pengatur katup manoevring
handle.
3) Engine starting valve berfungsi sebagai katup start untuk
mengalirkan udara ke katup pembagi (distributor valve).
4) Distributor valve berfungsi sebagai pengatur pada silinder
berapa dari engine yang dalam posisi start (langkah expansi dari silinder
yang bekerja).
5) Selector valve sebagai katup pemilih maju atau mundur.
6) Servo motor sebagai penggerak plunger hydraulic guna
menggerakkan cam shaft, sehingga fuel cam bergerak sesuai diinginkan
dari ahead ke astern position yang sekaligus mengenai roller dari fuel
pump (bosch pump).
7) Hydrulic oil pump sebagai pemindah cair dari cylinder
plunger posisi kanan ke posisi kiri ataua sebaliknya.
8) Cam shaft dari main engine
9) Exhaust valve cam ahead berfungsi sebagai cam untuk
katup putar kanan.
10) Exhaust valve cam astern sebagai cam untuk katup putar kiri.
11) Fuel cam ahead berfungsi sebagai cam Bosch Pump putar kanan.
12) Fuel cam astern sebagai cam bosch pump putar kiri.
13) Roller sebagai komponen antara yang bergerak.
14) Push Rod sebagai pengungkit rocker arm.
15) Gear wheel (roda gila)
b. Prinsip Kerjanya :
1). Ahead Position

a) Wheel house menetapkan manoevring handle di ahead position.


b) Udara dari air vessel A melalui pneumatic system masuk ke pilot
valve B, dan bersamaan dengan itu telegraph sinyal menyala di ahead
position.
c) Operator di engine room, melayani permintaan wheel house dan
menempatkan manoevring handle ke ahead position.
d) Gear wheel O dengan manual system membebaskan push rod
roller dari cam shaft H.
e) Engine starting valve C membuka aliran udara ke distributor valve
D untuk mengatur silinder berapa dari engine yang bekerja pada
proses expansi (udara mendorong) piston harus pada proses expansi.
f) Selector vavle E membuka katup untuk ahead position dengan
pneumatic system.
g) Hydraulic oil pump G mengisap minyak dari silinder yang bekerja
mundur melalui katup 1 dan menekannya ke silinder maju melalui
katup 2, sehingga plunger bergerak ke kanan.
h) Cam shaft H bergerak kekanan, dan tepat berhenti pada posisi
roller fuel cam ahead dan exhaust valve cam ahead.
i) Roller dengan gear wheel O diturunkan ke cam shaft, sehngga
roller tidak bebas lagi.
j) Selanjutnya engine di start, mengakibatkan engine berputar kearah
kanan.
2). Neteral Position
a) Wheel house menempatkan manoevring handle ke netral position.
b) Pilot valve B menerima udara ke pneumatic mengakibatkan sinyal
menyala pada netral position.
c) Secara manual operated di engine room melayani telegraph control
dan menempatkan menoevring handle ke netral position, kemudian
main engine distop.
3). Astern Position
a) Manoevring handle di wheel house ditempatkan pada astern position.
b) Gear wheel O dengan bantuan manual system membebaskan push rod
roller dari cam shaft H sehingga engine berhenti pada netral position.
c) Pilot B menerima udara pneumatic mengakibatkan sinyal menyala
menunjuk keasten position.
d) Secara manual operator di engine room melayani telegraph control dan
menempatkan manoevring handle ke astern position.
e) Gear wheel O dengan manual system membebaskan push rod roller
dari cam shaft H.
f) Engine starting valve C membuka aliran udara mengatur kedistributor
valve D kesilinder, berapa dari main engine yang bekerja pada proses
expansi.
g) Selector valve E membuka katup untuk astern position dengan
pneumatic system.
h) Hydraulic oil pump G, mengisap minyak dari silinder bekerja maju
melalui katup 2 dan menekannya ke silinder mundur melalui katup
sehingga plunger servo motor bergerak ke kiri.
i) Cam shaft H bergerak ke kiri dan tepat berhenti pada posisi roller fuel

cam astern dan exhaust valve cam astern.


j) Roller dengan gear wheel O diturunkan ke cam shaft, sehingga roller
bekerja.
k) Engine distart, dalam arah berputar kekiri.
Keterangan Gambar :
A. Air Receirvoir B. Pilot valve
C. Engine starting valve D. Distributor valve
E. Selector Valve F. Servo motor
G. Hydraulic oil pump H. Cam shaft
I. Exhaust valve cam ahead
J. Exhaust valve cam astern K. Fuel cam ahead
L. Fuel cam astern M. Roller
N. Push rod O. Gear wheel
Keuntungan Direct system terhadap Indirect system :
a. Konstruksi lebih sederhana
b. Perawatan lebih sederhana
c. Biaya perawatan relative lebih murah
d. Waktu perawatan relative lebih cepat
Kerugiannya :
a. Harga beli menjadi lebih mahal, karena banyak cam pada cam shaft.
b. Oil seal dari unit servo motor dapat menjadi bocor, karena usia pakai atau
jenis pelumas jelek, silinder berkarat dan seal rusak

2. INDIRECT MANOEVRING SYSTEM


Pada motor 4-tak medium speed, system olah gerak balingbaling untuk
merobah arah putaran balingbaling menggunakan indirect system atau gear
box system, karena untuk mereduksi putaran mesin dari medium speed ke
putaran balingbaling slow speed.
Direductian gear (gear box) ini terdapat gigigigi transmisi, pinion gear
yang kesemuannya menjadi unit dari gear box. Arah putaran mesin tetap saja
(misalnya putar kanan atau putar kiri), yang arahnya berobah hanya arah
putaran balingbaling bias putar kanan atau bisa putar kiri untuk mendapatkan
kapal posisi maju (ahead position) atau posisi mundur (asten position). Namun
untuk mengatur maju atau mundurnya arah putaran poros balingbaling dapat
decontrol dengan forward clutch (kopling maju) atau reverse clutch (kopling
mundur) untuk menghubungkan steel plate ke sintered plate (menggunakan
friction clutch) dikontrol oleh tekanan hydraulic minyak dari servo motor melalui
lubricating oil oil pump. Pada netral position tekanan pelumas 4 bar, namun
begitu clutch ON tekanan pelumas mencapai 16 bar.
System olah gerak ini kebanyakan dikomando langsung dari anjungan
kapal (bridge control), namun dapat juga dilayani dari engine room (engine
control) melalui telegraph, untuk mengatur putaran shaft, langsung dikontrol dari
wheel house (bridge control).
Bagian bagian utama dan fungsinya masing masing :
a. engine shaft gear wheel berfungsi sebagai gigi penggerak dari engine side

b. pinion gear wheel berfungsi selagi gigi antara.


c. Forward dan reverse clutch berfungsi sebagai kopling maju atau kopling
mundur
d. Servo motor adalah berfungsi sebagai penekan pelumas didalam silinder
sehingga steel plate dapat menyatu dengan sentered plate (engine condition)
e. Selector valve berfungsi sebagai katup pemilih maju atau mundur
f. Propeller shaft gear adalah gigi poros baling baling
g. Sentered plate adalah bagian friction plate yang diam
h. Steel plate adalah bagian friction plate bergerak.
Prinsip kerjannya :
a. Natural position
1) wheel house menempatkan manoevring handle di netral
position
2) dengan pneumatic system selector valve E dalam neutral
position bersamaan dengan manoevring handle di control diwheel house
3) gear wheel A berputar kearah kanan
4) gear wheel B berputar kearah kiri
5) gear wheel forward & reverse clutch stop (disenganged
condition)
6) gear wheel propeller shaft stop
b. Ahead position
1) Wheel house menempatkan manoevring handle di ahead position
2) Selector vavle E di ahead position
3) Gear wheel A berputar kearah kanan
4) Gear wheel B berputar kearah kiri
5) Forward clutch ON
6) Lub oil pump melalui selector valve yang terbuka, mengisap menjadi dari
gear box sump tank dan menekannya ke servo motor D
7) Servo motor piston bergerak menekan friction plate (sintered dan steel
plate) dan saling menyatu (enganged condition)
8) Gear wheel forward clutch C berputar kearah kiri
9) Gear wheel propeller shaft berputar kearah kanan
10) Kapal bergerak maju
c. Astern position
1) wheel house menempatkan manoevring handle di astern
position
2) bersamaan dengan itu selector valve E membuka katup
diastern posisition melalui pneumatic system yang parallel dengan
manoevring handle
3) gear wheel A berputar kearah kanan
4) gear wheel B berputar kearah kiri
5) reverse clutch C ON
6) lub. Oil pump melalui selector valve yang terbuka pada
astern position, mengisap minyak dari gear box sump tank dan
menekannya ke servo motor D
7) servo motor piston D bergerak menekan friction plate dan

steel plate serta sintered plate menyatu (engenged condition)


8) gear wheel reverse clutch C berputar kearah kanan
9) gear wheel propeller shift F berputar kearah kiri
10) kapal bergerak mundur.
Keuntungan dan kerugian indicator system terhadap direct system
Keuntungan :
a. harga beli lebih mahal
b. perawatan lebih banyak
c. biaya perawatan cukup besar
d. bila ada trouble pada clutch atau pada servo motor dan unit
unit lainnya, gear box dapat dilayani dengan emergency system melalui rod
yang telah dilengkapi (dilayani dari luar gear) yang dapat mendorong steel
plate untuk saling bergerak dengan sintered plate, namun kapal hanya untuk
layer panjang (full away position)
e. main engine tidak perlu distop, walaupun memerlukan olah
gerak baling baling.
Kerugiannya :
a. Penggunaan terbatas pada kapal berukuran menengah
kebawah (dibawah 10.000 GRT)
b. Keausan antar gigi gigi yang berputar dapat terjadi
terutama back lash clearancenya sering diperiksa.
c. Oil seal servo motor dapat rusak