Anda di halaman 1dari 45

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019

A. Latar Belakang Penyusunan Rencana Strategis Bisnis (RSB)


eformasi administrasi publik berjalan dengan baik jika didukung oleh
adanya reformasi birokrasi yang dapat mentransformasi lembaga
birokrasi dari lembaga yang konvensional menjadi modern.Reformasi
birokrasi pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan
pembaharuan

dan

perubahan

mendasar

dalam

sistem

penyelenggaraan

pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi),


ketatalaksanaan (business prosess) dan sumber daya manusia aparatur.Reformasi
birokrasi dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang
baik (good governance). Dengan kata lain, reformasi birokrasi adalah langkah
strategis untuk membangun aparatur negara agar lebih berdaya guna dan berhasil
guna dalam mengemban tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional.
Selain itu dengan sangat pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi informasi
dan

komunikasi

serta

perubahan

lingkungan

strategis

menuntut

birokrasi

pemerintahan untuk direformasi dan disesuaikan dengan dinamika tuntutan


masyarakat.
Seiring dengan bergulirnya era reformasi dan globalisasi

yang menuntut

segala pelayanan publik harus dapat menampilkan pelayanan yang lebih


transparan,akuntabel dan kredibel, maka puskesmas sebagai pelayanan publik
dibidang kesehatan harus dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang berkaitan
dengan kesehatan baik pelayanan dasar kesehatan perorangan dan pelayanan
kesehatan masyarakat.
Untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, konsep saat ini dikenal
dengan Good Corporate Governance. Diharapkan dengan penggunaan corporate
governance ini akan ada sistim manajemen yang dapat meningkatkan efesiensi yaitu
bagaimana cara meningkatkan hasil semaksimal mungkin dengan biaya yang

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


seminim munkgkin tapi berkualitas. Beberapa keuntungan pada lembaga yang
menggunakan Corporate Governance ini digunakan untuk : 1) perbaikan sistim
pengawasan internal, 2) peningkatan efesiensi dan 3) meningkatkan daya saing
dengan lembaga sejenis.
Era globalisasi merupakan tantangan bagi puskesmas, masalah sekaligus
menjadi potensi yang besar untuk pembangunan kesehatan yang lebih baik. Adanya
perdagangan bebas termasuk masuknya tenaga kesehatan asing yang menyerbu
pengguna layanan Indonesia,menjadikan kita harus semakin berbenah utnuk
memperbaiki diri. Perbaikan dapat dilakukan adalah meningkatkan kualitas SDM,
perbaikan sarana prasarana dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Saat ini kita menghadapi tantangan yang sangat banyak di sektor kesehatan
terlebih dalam memenuhi harapan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang
berkualitas dimana Puskesmas banyak mengalami pergeseran fungsi yang tidak
hanya menitikberatkan pada upaya kuratif. Selain itu, konsep pelayanan kesehatan
primer

harus

dipahami,

agarpelayanan

kesehatan

dilaksanakan

dengan

memperhatikan prinsip kendali mutu dan biaya. Hal ini merupakan tantangan yang
sangat besar bagi seluruh stakeholders terkait khususnya Pemerintah Daerah.
Kesiapan

Puskesmas

sangat

penting

mengingat

telah

dimulainya

pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional dengan penerapan pelayanan kesehatan


berjenjang makapengembangan upaya kesehatan dasar melalui Puskesmas harus
dilakukan. Halini tidak terlepas dari penyediaan sarana dan prasarana di Puskesmas
merupakan prioritas utama dalam penerapan pelayanan kesehatan primer. Oleh
karena itu, perlu kesiapan Puskesmas dalam penerapan pelayanan kesehatan
primer di era JKN sangat diperlukan untuk mengefektifkan terlaksananya skema
SJSN Nasional dengan target Universal Health Coverage tahun 2019.
Jika melihat pada pentahapan RPJP Nasional dan RPJMN bidang kesehatan
tahap 3 (2015-2019) secara indikatif maka: I. akses masyarakat terhadap pelayanan
kesehatanyang berkualitas diharapkan telah mulai mantap, II. puskesmas telah
dapat melaksanakan upaya kesehatan secara serasi dan sinergis sesuai
denganperkembangan IPTEK kesehatan, III. pembelanjaan dana kesehatan untuk

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


pelayanankesehatan perorangan bersumber dari pembiayaanpemerintah, swasta
dan

masyarakat

sebagian

besartelah

dilaksanakan

secara

efektif,

efisien,

transparandan akuntabel dengan pelayanan terkendali secaraberkesinambungan


melalui jaminan kesehatan nasional yang telah melembaga dan IV. dukungan
sumber daya untukpengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatantelah
terpenuhi.
Dalam RPJMD Provinsi Riau masih rendahnya kinerja penyelenggaraan
pemerintahan khususnya dalam hal pelayanan publik masih menjadi isu strategis.
Sama halnya dengan RPJMD Kota Pekanbaru 2012- 2017 dalam mewujudkan visi
pemerintah Kota Pekanbaru yaitu Terwujudnya Kota Pekanbaru sebagai Pusat
Perdagangan dan Jasa, Pendidikan, Pusat Kebudayaan Melayu,menuju masyarakat
sejahtera berlandaskan iman dan takwa isu strategis dibidang kesehatan antara
lain: I. masih kurangnya ketersediaan pelayanan kesehatan yang bermutu dan
terjangkau,II. Masih kurangnya akses dan mutu pelayanan kesehatan,III. Masih
kurangnya ketersediaan sumber daya kesehatan yang profesional dan 4)masih
kurangnya pelaksanaan manajemen kesehatan modern dengan perencanaan
pembangunan kesehatan yang berkualitas.
Jika melihat kondisi yang ada saat ini terutama di wilayah Kecamatan
Marpoyan Damai Kota Pekanbaru memang terdapat gap expectation yang besar
antara kinerja pembangunan kesehatan yang dicapai saat ini dengan yang
direncanakan serta antara apa yang diharapkan masyarakat dengan kondisi riil
dilapangan.Dalam kondisi puskesmas dihadapkan pada tuntutan reformasi birokrasi,
era globalisasi dengan mulai dlaksanakan AFTA 2015 dan Pelaksanaan Jaminan
Kesehatan Nasional maka gap terutama di segi mutu pelayanan kesehatan
harussegera di hilangkan agar harapan masyarakat terpenuhi, salah satunya adalah
dengan memberikanfleksibilitas pengelolaan dana kepada puskesmas dengan
penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPKBLUD).
Bisnis 1uskesmas adalah bisnis kepercayaan

(Trusty Business/Value

Business) yang berarti bahwa berkembang tidaknya organisasi ini tergantung pada
besarnya kepercayaan pengguna layanan / pengguna jasa pelayanan puskesmas,

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


hal ini terlihat dengan semakin maraknya tuntutan sosial terhadap puskesmas ,
dokter maupun tenaga profesional lainnya dipuskesmas.
Dengan adanya aturan aturan yang ada yang kadangkala justru
menimbulkan kekakuan dalam pengelolaan keuangan puskesmas serta dengan
semakin menurunnya kemampuan dana pemerintah

dalam anggaran, memacu

puskesmas sebagai unit pelaksana teknis untuk mencari jalan keluar. Oleh karena
itu berbagai upaya penyempurnaan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada
masyarakat perlu terus dilakukan,salah satu langkah strategis yang harus ditempuh
dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan tersebut adalah
dengan secara aktif meningkatkan kinerja organisasi puskesmas secara profesional
dan mandiri.
Dalam rangka penerapan PPK-BLUD pada Puskesmas Garuda maka
disamping persyaratan substantif maka juga harus dipenuhi persyaratan teknis dan
administratif. Untuk itu perlu dilakukan analisis tentang berbagai aspek yang ada di
lingkungan internal maupun eksternal Puskesmas Garuda dengan memperhatikan
1)kondisi

pencapaian,

2)target

pelayanan

yang

akan

dicapai

dan

3)

kemampuan,potensi,kondisi, karakteristik dan prioritas pembangunan kesehatan di


wilayah Kecamatan Garuda. Semua data itu dirangkum dan dianalisa menjadi satu
dokumen Rencana Strategi Bisnis Puskesmas Garuda sebagai Badan Layanan
Umum Daerah.

B. Landasan Hukum Penerapan PPK-BLUD Pada Puskesmas Garuda


Ada beberapa landasan hukum yang memberikan peluang bagi puskesmas
untuk menerapkan pola pengelolaan keuangan yang memberikan fleksibilitas
pengelolaan dana yaitu :
I. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
II. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
mengamanatkan bahwa instansi Pemerintah yang mempunyai tugas dan fungsi
memberikan pelayanan umum kepada masyarakat dapat diberikanfleksibilitas

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


dalam Pola Pengelolaan Keuangan dengan sebutan Badan Layanan Umum
(BLU);
III. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum, memberikan fleksibilitas untuk menerapkan praktekpraktek bisnis yang sehat bagi instansi pemerintah, sebagai pengecualian dari
ketentuan umum pengelolaan keuangan negara. Pola Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum (PPK-BLU) merupakan contoh penerapan pengelolaan
keuangan berbasis kinerja pada instansi pemerintah;
IV. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan
Daerah,juga menyatakan bahwa perangkat daerah yang memiliki spesifikasi
teknis dibidang pelayanan umum berpotens iuntuk dikelola melalui Pola
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD);
V. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah.
VI. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2006 tentang
Kewenangan Pengadaan Barang/Jasa pada Badan Layanan Umum;

C. Maksud dan Tujuan Penyusunan Rencana Strategis Bisnis (RSB)


Sesuai dengan undang-undang nomor 1 tahun 2004 yang kemudian diatur
dalam peraturan pemerintah nomor 23 tahun 2005 tentang Badan Layanan Umum
dan peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 61 tahun 2007 tentang pedoman teknis
Pengelolaan

keuangan

Badan

Layanan

Umum

Daerah,

lembaga-lembaga

pelayanan sosial milik pemerintah baik diprovinsi/Kota/kota dapat mengubah


statusnya dari lembaga birokratis menjadi Badan Layanan Umum ( BLU ) yang
merupakan Badan yang memiliki otonomi atau semi otonomi dalam pengelolaan
keuangan

nya.dalam

peraturan

pemerintah

tersebut,

puskesmas

dapat

diklasifikasikan sebagai Lembaga Usaha Non Profit, dengan demikian prinsip


efisiensi dan produktifitas harus menjadi bagian dari social management, hal inilah
yang nantinya dapat dijadikan starting point untuk meningkatkan sosial manajemen
dipuskesmas pemerintah.

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


Terkait dengan adanya PP nomor 23 tahun 2005 dan Permendagri nomor 61
tahun 2007 tersebut, maka dalam upaya untuk pengusulan dan penetapan satuan
kerja instansi pemerintah untuk menerapkan PPK-BLU Puskesmas Garuda
termasuk salah satu instansi pelayanan kesehatan yang juga berkewajiban
memenuhi persyaratan pada peraturan tersebut.dengan pengelolaan Badan
Layanan Umum diharapkan Puskesmas Garuda akan lebih mampu bersaing dengan
competitor yang saat ini sudah jauh melangkah kedepan, disamping juga akan lebih
leluasa dalam menerapkan prinsip - prinsip manajemen bisnis guna menjawab
tuntutan pelayanan keepada masyarakat yang paripurna dan prima.
Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang
Pedoman Petunjuk Teknis Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
Pasal 11 huruf C

menyatakan bahwa, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah

(SKPD) wajib membuat dan menyampaikan dokumen Rencana Strategis Bisnis


(RSB), yang akan dijadikan sebagai persyaratan administrasi untuk penetapan
Puskesmas

Rumbai

Pesisir

sebagai

Puskesmas

yang

menerapkan

Pola

Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD).


Pada dasarnya RSB merupakan proses penyusunan rencana kerja utama
yang bersifat strategis dengan melakukan analisis terhadap tantangan eksternal dan
keunggulan internal organisasi, dalam upaya mempersiapkan seluruh elemen
organisasi untuk menjawab tantangan dan tuntutan lingkungan yang lebih luas di
masa depan. RSB juga merupakan rencana strategis lima tahunan yang mencakup,
antara lain pernyataan visi, misi, program strategis, pengukuran pencapaian kinerja,
rencana pencapaian lima tahunan dan proyeksi keuangan lima tahunan dari SKPD
atau Unit Kerja
Jadi arti penting RSB bagi Puskesmas Garuda untuk dapat memberikan
layanan kesehatan yang sebaik mungkin bagi masyarakat yaitu:
I. Membantu menghadapi kejadian-kejadian masa yang akan datang;
II. Memberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang tak
dapat di hindari di masa lalu;
III. Membantu membuat keputusan-keputusan mengenai hal yang tepat pada waktu
yang tepat;

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


IV. Memusatkan perhatian pada tindakan-tindakan yang harus di lakukan guna
mencapai visi dan misi yang ditetapkan.

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019

D. Gambaran Singkat Bisnis Puskesmas Garuda


Puskesmas Garuda terletak diKecamatan Marpoyan damai Kota Pekanbaru.
Kecamatan Marpoyan damai satu dari 12 kecamatan yang ada di Kota Pekanbaru.
Puskesmas Garuda satu dari 20 Puskesmas yang ada di kota Pekanbaru. Luas
wilayah : 18,53 km2 terdiri dari 4 kelurahan, 50 RW, 221 RT ( statistik kecamatan
2013). Jumlah penduduk 97.594 jiwa, terdiri 49.575 jiwa laki2 dan 48.763 jiwa
perempuan (Data Statistik Kecamatan 2013) denganJumlah KK: 25.932 Jumlah
Gakin sebanyak 12847 KK dengan kapitasi Jaminan kesehtan Nasional Per Mei
2014 sebanyak 15.286 jiwa.
Puskesmas Garuda menempati lokasi di Kelurahan Tangkerang tengah
Kecamatan Marpoyan damai Kota Pekanbaru yang beralamat di Jl.garuda
no.12,Pekanbaru Riau, .Sejak awal berdirinya tahun 2000 sampai sekarang,
Puskesmas Garuda telah mengalami beberapa peningkatan baik mengenai fisik
bangunan, sarana dan prasarana Puskesmas termasuk peningkatan jumlah sumber
daya manusianya.
Semula Puskesmas Garuda hanya memberikan pelayanan dasar . Fungsi
penting tersebut antara lain :
I. Puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan
kesehatan. Dalam hal ini puskesmas berupaya menggerakkan lintas sector dan
dunia

usaha

diwilayah

kerjanya

agar

menyelenggarakan

pembangunan

berwawasan kesehatan. Puskesmas harus aktif memantau dan melaporkan


dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program pembangunan
diwilayah

kerjanya

serta

mengutamakan

pemeliharaan

kesehatan

dan

pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan dan pemulihan.


II. Puskesmas merupakan pusat pemberdayan masyarakat.
III. Dalam hal ini puskesmas berupaya agar perorangan, masyarakat, keluarga hidup
sehat, berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk
pembiayaan

serta

ikut

menetapkan,

menyelenggarakan

dan

memantau

pelaksanaan program kesehatan.

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


IV. Puskesmas merupakan pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
V.

Dalam hal ini puskesmas menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat


pertamasecara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan dalam bentuk
pelayanan kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat.Jumlah
kunjungan Puskesmas Garuda tahun 2013 adalah 40.267 dengan Rata-rata
kunjungan perhari 110/hari.
Disamping tugas itu berdasarkan Perpres NO 12 tahun2013 dan Permenkes

Nomor 71 tahun 2013yang mengatur tentang pelaksanaan Jaminan Kesehatan


Nasional maka kemampuan pelayanan pelayanan Upaya Kesehatan Perorangan di
Puskesmas Garuda harus meliputi Pelayanan kesehatan non spesialistik yaitu:
a. Administrasi pelayanan kesehatan;
b. Pelayanan promotif dan preventif;
c. Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis;
d. Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif;
e. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai;
f. Transfusi darah sesuai dengan kebutuhan medis;
g. Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium Tingkat pratama;
Namun dengan mempertimbangkan peran dan kemampuan Puskesmas
Garuda dalam lima tahun kedepan tidak memfokuskan diri pada Tindakan medis non
spesialistik, baik operatif maupun non operatif dan Transfusi darah sesuai dengan
kebutuhan medis. Kegiatan umum Puskesmas Garuda adalah dalam usaha
pelayanan kesehatan perorangan dengan pendekatan pelayanan medis, tindakan
medik dan keperawatan, pelayanan penunjang medis dan upaya rujukandengan
core

bisnis adalah

pelayanan

kesehatan

dasar.Dalam

upaya

menghadapi

persaingan global, terutama terhadap kompetitor layanan sejenis diKota Pekanbaru,


Puskesmas Garuda berusaha memenangkan persaingan dengan cara menjaga
mutu layanan kesehatan sesuai standar, meningkatkan sarana prasarana kesehatan
, menjaga profesionalitas tenaga kesehatan dan memerpeluas akses bagi semua
lapisan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019

E. Metode Penyusunan RSB Puskesmas Garuda


Dasar penyusunan rencana strategis bisnis ini mengacu pada Undang
Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistim Perencanaan Pembangunan Nasional
dan peraturan pemerintah nomor 23 tahun 2005 tentang badan layanan umum dan
peraturan menteri dalam negeri nomor 61 tahun 2007 tentang panduan teknis
pengelolaan keuangan Badan layanan umum daerah, serta keputusan lembaga
Administrasi Negara nomor 239 tahun 2003 tentang pedoman penyusunan laporan
akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.
Berdasarkan ketiga peraturan tersebut, komponen perencanaan strategis
yang merupakan perencanaan jangka menengah terdiri atas pernyataan Visi dan
Misi yang dijabarkan kedalam tujuan, sasaran tahunan, kebijakan dan program,
serta dilengkapi dengan tolak ukur kinerja hasil yang diharapkan akan dicapai oleh
puskesmas.
Penyusunan rencana strategis bisnis puskesmas Garuda tahun 2015 2019
menggunakan metode balanced scorecard.yang merupakan gabungan antara sektor
publik dan sektor privat, untuk memberikan pelayanan kesehatan pada program
upaya kesehatan perorangan dan pelayanan lainnya yang bersifat semi komersial
sehingga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pembiayaan yang
dibutuhkan oleh puskesmas dengan tidak meninggalkan mutu layanan sesuai
dengan standar pelayanan minimal.
Dengan menggunakan metode tersebut, maka logika rencana strategis bisnis
Puskesmas Garuda dibangun berdasarkan 4 ( empat ) perspektif yaitu :
I. Perspektif stakeholders
Perspektif ini menggambarkan bagaimana stakeholders dalam hal ini Pemerintah
Kota Pekanbaru, masyarakat pengguna layanan kesehatan, organisasi profesi,
Perusahaan Farmasi dan Alkes, BPJS

memandang keberadaan puskesmas

dalam mengemban amanah sebagai institusi pelayanan kesehatan masyarakat.


II. Perspektif keuangan
Perspektif ini menggambarkan bagaimana tingkat ketersediaan dana penunjang
layanan kesehatan ,tingkat efisiensi dan efektifitas

pengelolaan sumber daya

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


keuangan

yang

dilaksanakan

puskesmas

sehingga

dapat

menopang

keberhasilan pencapaian perspektif stakeholders.


III. Perspektif proses internal
Perspektif ini menggambarkan bagaimana tingkat kualitas proses pelayanan
kesehatan, tenaga kesehatan, system dan standar layanan kesehatan yang
dilaksanakan oleh puskesmas dalam mencapai target perspektif keuangan.
IV. Perspektif pembelajaran dan pengembangan
Perspektif

ini

menggambarkan

bagaimana

puskesmas

mengembangkan

kapasitas sumber daya manusia sehingga mampu menopang keberhasilan


pencapaian perspektif proses internal,keuangan dan stakeholder.
Keempat perspektif tersebut merupakan dasar logika yang akan menjabarkan
visi, misi keadaan tujuan, sasaran, kebijakan dan program yang lebih terukur
sehingga akan memudahkan dalam menetapkan kinerja yang akan dicapai dalam
kurun waktu jangka menengah atau lima tahun kedepan

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019

Alam menjalankan tugas pokok dan fungsinya Puskesmas Garuda telah


menetapkan Visi, Misi, Nilai dan Motto yang digali dari seluruh aspek
internal dan eksternal puskesmas yang akan dijadikan sebagai suatu
landasan untuk mencapai tujuanvPuskesmas Garuda dengan mengoptimalkan
seluruh potensi yang dimiliki oleh Garuda dalam memberikan pelayanan kesehatan
yang prima kepada seluruh lapisan masyarakat Kecamatan Garudakhususnya dan
masyarakat Riau pada umumnya.

A. Visi

Dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsinya dalam memberikan


pelayanan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat kecamatan
Marpoyan damai maka kami memiliki visi yaitu: Menjadikan Puskesmas Garuda
sebagai Pusat Layanan Utama di wilayah kerja Puskesmas Garuda

B. Misi
Agar visi Puskesmas Rumbai Pesisir tercapai maka harus dlakukan upayaupaya yang dirumuskan dalam bentuk misi yang nantinya akan dilaksanakan, yaitu:

1. Meningkatkan kualitas dan ketersediaan sarana


prasarana kesehatan.
2. Meningkatkan kualitas standar pelayanan medis.
3. Meningkatkan kualitas dan ketersediaan sumber

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019

C. Motto

KESEHATAN ANDA
ADALAH KEBAHAGIAAN

D. Nilai
Adapun nilai-nilai yang dikembangkan di lingkungan internal Puskesmas
Garuda dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah:
Peduli, Ikhlas dan Tanggap memberikan pelayanan kesehatan
Ulet dalam berpikir,bertindak dan berucap
Sehat untuk membangun kesehatan seluruh masyarakat
Kejujuran sebagai syarat utama dalam bekerja
Etika dan prilaku mulia dikedepankan
Solusi terbaik diberikan kepada pasien
Mampu dan berkompetensi untuk mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Amanah dan Bijaksana dalam bersikap dan bertindak.
Santun dan berkepribadian layanan prima
Ramah dalam layanan
Utamakan kepuasan masyarakat
Menjadi Puskesmas Terbaik dalam pelayanan
Bekerjasama membangun kesehatan masyarakat
Aman, Cepat dan Akurat dalam memberikan layanan dan tindakan
Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


Inovatif, Aktif dan Kreatif untuk pelayanan yang lebih baik

A. ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL


I. Profil Wilayah dan Masyarakat Pengguna Layanan Kesehatan
a. Kondisi Geografis.
Secara gegrafis Kecamatan Garuda satu dari 12 kecamatan yang ada di
wilayah Kota Pekanbaru. Dengan Batas wilayah adalah:
Sebelah Selatan berbatasan dengan kelurahan Maharatu.
Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Sukajadi
Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Tampan
Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Bukit raya.
Luas wilayah Puskesmas Garuda adalah 18,53 km2 yang secara administrasi
terdiri dari 4 Kelurahan. Adapun kelurahan dimaksud adalah kelurahan Tangkerang
tengah, Kelurahan Tangkerang Barat, Kelurahan Wonorejo, Kelurahan Sidomuliyo
timur.
Gambar 3.1 : PETA KECAMATAN MARPOYAN DAMAI

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019

Jumlah penduduk diwilayah puskesmas Garudsa berdasarkan Kecamatan


Marpoyan damai Dalam Angka 2013 yang diterbitkan oleh Kecamatan Marpoyan
damai tercatat sebanyak 97.594 jiwa yang terdiri 49.575 jiwa laki-laki dan 48.763
jiwa perempuan. Kelurahan yang paling banyak penduduknya adalah Kelurahan
Tangkerang tengah

yaitu 32.686 jiwa dan Kelurahan yang paling sedikit

penduduknya adalah Kelurahan wonorejo yaitu 16.812 jiwa.


Dilihat komposisinya, penduduk laki-laki lebih banyak dari penduduk perempuan.
Rasio jenis kelamin terlihat cukup berimbang.
Komposisi Jumlah penduduk Kecamatan Marpoyan Damai Tahun 2013

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019

49%

51%

Laki laki
Prempuan

Sumber: PTP Puskemas Garuda Tahun 2013


b. Pertumbuhan dan Persebaran Penduduk
Jumlah penduduk Puskesmas berdasarkan Kecamatan Marpoyan Damai Dalam
Angka 2013 yang diterbitkan oleh Kecamatan Marpoyan damai tercatat sebanyak 97.594
jiwa yang terdiri 49.575 jiwa laki-laki dan 48.763 jiwa perempuan. Kelurahan yang paling
banyak penduduknya adalah Kelurahan tangkerang tengah yaitu 32.696 jiwa dan Kelurahan
yang paling sedikit penduduknya adalah Kelurahan Wonorejo yaitu 16.812 jiwa.

c. Mata Pencaharian Penduduk


Berdasarkan Buku Profil Kecamatan Marpoyan damai menunjukkan bahwa
sebagian besar penduduk bekerja sebagai pedagang pada tahun 2013, yakni 39,5
% sedang di sektor lainnya adalah sebagai berikut :

PNS

: 21,7

Pedagang

: 39,5

Pegawai swasta

: 38,7

Jumlah kunjungan puskesmas Garuda tahun 2013 secara rinci berdasarkan


Wilayah Asal dapat dilihat pada tabel berikut :

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


Tabel 1
DATA KUNJUNGAN PUSKESMAS
BERDASARKAN WILAYAH TAHUN 2013
NO
1
2
3
4

ASAL KELURAHAN
Tangkerang tengah
Tangkerang Barat
Wonorejo
Sidomuliyo Timur
Jumlah

JUMLAH
20013
2084
4116
14054
40.267

PERSENTASE
49,7 %
0,5%
10,2%
34,9 %
100%

II. Peta Pesaing


Dalam strategi bersaing, Puskesmas Garuda berusaha menjadi yang terbaik
sehingga

dalam

hal

kebutuhan

pelayanan

kesehatan

puskesmas

Garuda

merupakan tempat pilihan pertama bagi masyarakat yang ingin mendapatkan


pelayanan kesehatan.. Dilihat dari fasilitas sarana dan prasarana serta kualitas
pelayanan yang selama ini dimiliki, hal tersebut merupakan modal dasar yang cukup
kuat.
Berikut adalah RS, Klinik dan Puskesmas yang potensial menjadi kompetitor
bagi puskesmas Garuda :
a. RS Eka hospital,Andini,Sansani,Budi,Safira,Anisa,Tabrani
Rumah sakit

yang dimiliki oleh pihak swasta yang terletak di Wilayah kerja

Puskesmas Garuda no. ? . Fasilitas yang ada antara lain : ? tempat tidur dan
ruangan mulai dari kelas III hingga VIP.
Dari sisi sumber daya manusia yang dimiliki oleh Puskesmas ini, seperti dokter
umum yang berjumlah 4 orang, dokter gigi 2 orang
b. Puskesmas Simpang tiga
Puskesmas Simpang tiga terletak Khaharudin nasution ,.Puskesmas ini melayani
pasien rawat inap dengan junlah tempat tidur ? tempat Tidur. Selain itu memiliki
fasilitas antara lain :? orang dokter umum, ? orang dokter gigi, dan didukung oleh
dokter spesialis yang berjumlah 3 (tiga) orang.
c. BP 4,Rumah bersalin 3, Praktik dokter bersama 6, Praktik dokter perorangan 12,
Bidan praktek swasta 20, Pengobatan tradisional 23, Produk alat kesehatan 21,
Pedagang besar farmasi 1, Apotek 21,Toko obat 10

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


Semua ini merupakan provider BPJS yang juga melayani masyarakat dengan
fasilitas dokter umum, dokter gigi, bidan dan laboratorium.
Dari dua uraian di atas semuanya potensial dijadikan pesaing dimana adanya
Puskesmas swasta cenderung meningkat yang kemungkinan adanya promosi dan
peningkatan pendanaan maka mereka bisa meningkatkan kemampuan menjadi
lebih baik.

III. Penyandang Dana


Biaya pengelolaan Puskesmas Garuda bersumber dari

APBD Kota

Pekanbaru, Bantuan APBD Provinsi Riau serta bantuan APBN melalu dana BOK.
IV. Peluang yang akan diperoleh
Dengan adanya Undang Undang

No 12 tahun 2013 tentang Jaminan

Kesehatan dan Permenkes No 71 tahun 2013 yang mengatur pelaksanaan Jaminan


Kesehatan maka Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)
milik pemerintah dituntut untuk semakin berbenah supaya bisa bersaing denga
FKTP milik Swasta. BPJS sebagai Badan Pengelola Pelaksanaan Jaminan
Kesehatan memiliki domain dalam mengatur pelaksanaan Jaminan Kesehatan yang
terlepas dari intervensi pemerintah. Dengan penerapan Kendali Mutu dan Kendali
Biaya maka Puskesmas akan di akreditasi secara berkala oleh BPJS untuk dinilai
kemampuan dan kualitas layanannya. Puskesmas juga harus mampu bersaing
dengan fasilitas kesehatan swasta seperti klinik pratama, agar masyarakat sebagai
pengguna jasa pelayanan tetap memilih puskesmas untuk melayani kesehatan
mereka. Dengan tersedianya banyak pilihan bagi masyarakat untuk mendapatkan
pelayanan kesehatan maka kesadaran masyarakat terhadap kualitas layanan
kesehatan semakin meningkat. Untuk itu Puskesmas harus dapat mengantisipasinya
walaupun secara umum saat ini Puskesmas Garuda masih mendapat tempat di hati
masyarakat kecamatan Garuda. Keinginan untuk mampu bersaing dan memberikan
pelayanan kesehatan yang terbaik dapat dicapai dengan adanya fleksibilitas
keuangan. Selama ini Puskesmas Garuda dalam memberikan peayanan terkendala
dalam masalah tersebut, mengingat kebutuhan pembiayaan kesehatan bersifat

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


harian yang berbeda dengan sistem penganggaran yang sifatnya tahunan seperti
selama ini dilaksanakan melalui APBD Kota Pekanbaru.
Dalam 5 tahun ke depan peranan puskesmas akan semakin besar dan
penting sebagai gate keeper dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Puskesmas
harus memilki kemampuan sarana prasarana, SDM, keuangan dan sistem layanan
baik. Puskesmas harus mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat
karena dengan universal coverage

80% masalah kesehatan harus mampu di

tanggulangi di level pelayanan kesehatan tingkat pertama. Dengan melihat kondisi


Puskesmas yang ada sekarang kemampuan ini harus mulai ditinggkatkan dari
sekarang untuk menghadapi meningkatnya kunjungan puskesmas di masa depan.

B. ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL


I.

Aktivitas Pelayanan
Jenis pelayanan yang dijalankan oleh Puskesmas Garuda adalah pelayanan
kesehatan perorangan dan masyarakat. Dan produk jasa yang ditawarkan adalah
Pelayanan Rawat Jalan Umum dan Gigi, Gawat Darurat, KIA, KB, Gizi, Laboratorium
dan Konseling dan melaksanakan program kesehatan masyarakat basic six. Untuk
pelayanan kesehatan perorangan maka Puskesmas Garuda telah memberikan
pelayanan, meliputi:
a. Pelayanan Medik
1. Rawat Jalan. Meliputi:
Poliklinik Umum
Poliklinik Usila
Poliklinik Anak
Poliklinik Gigi
Poliklinik KIA
Poliklinik KB
2. Gawat Darurat
b. Pelayanan Penunjang Medik yang terdiri dari :
1. Laboratorium

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


2. Farmasi
c. Pelayanan Penunjang Non Medik
1. Gizi
2. Sanitasi
d. Pelayanan Administrasi
1. Rekam Medik
2. Administrasi dan Keuangan
Pelayanan kesehatan masyarakat meliputi:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Program Promosi Kesehatan


Program Kesehatan Ibu dan Anak
Program Kesehatan Lingkungan
Program Keluarga Berencana
Program Gizi
Program Pengobatan
Dan hasil dari berbagai kegiatan produk jasa yang ditawarkan tersebut

menghasilkan capaian kerja yang terukur sebagai kinerja Dinas Kesehatan Kota
Pekanbaru secara umum. Kinerja selama lima tahun ke belakang dari tahun ke
tahun terus mengalami peningkatan sebagaimana terlihat dalam tabel dibawah ini :

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


Tabel 1
Data Kinerja Pelayanan berdasarkan Jenis Pelayanan
Jenis
Pelayanan
Poli Umum
Poli gigi
Poli Usila
Poli KIA
Poli KB
Poli Anak
Laboratorium

Tahun
2010
2011
2012
6780
8281
4677
804
461
671
4069
4026
6715
2444
2594
9626
12784
3371
7667
5816
5789
8.172
0
0
2779

2009
5492
673
1276
2776
7623
9.874
0

Tabel di atas

TREND
2013
8941
717
4022
2967
3.037
8.514
1906

Meningkat
Meningkat
Meningkat
Menurun
Menurun
Meningkat
Meningkat

menunjukkan bahwa kunjungan pada hampir semua jenis

pelayanan meningkat.
Tabel 2
Kunjungan Pasien Puskesmas Garuda menurut Cara Bayar
Segmen
pengguna
Layanan
Asuransi
Askes
Askeskin/
Jamkesmas
Jamkesda
Non Asuransi
(UMUM)
TOTAL

2010

2011

2012

2013

Trend

1615

Meningkat

6780

6144

11935
22825

Meningkat
Meningkat

8071

8261
7.559

19.167

8765
19.201

Meningkat

Dari tabel di atas terlihat bahwa trend pengunjung peserta Askes maupun
Askeskin cenderung meningkat, sedangkan pengunjung peserta non asuransi
(umum ) mengalami kenaikan dan penurunan selama 5 tahun ini tetapi meningkat
kembali di tahun terakhir.

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


Tabel 3
Kinerja Puskesmas tahun 2010 sd 2014
Tahun
Indikator
Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4
Cakupan Linakes
Cakupan Pelayanan Nifas (K f III)
Cakupan Neonatus dengan komplikasi
yang ditangani KN 1
Cakupan Kelurahan UCI
Cakupan Pelayanan Anak Balita
Cakupan Pemberian MP-ASI pada anak
umur 6- 24 bulan gakin

2010

2011

2012

2013

2506
2444
2476
2444

2169
1984
1984
2084

101%
108%
103%

2130
2130
1921
1928

100 %
5785
26

100 %
100%

100 %
9150
45

100 %
2197
17

Cakupan Balita Gizi Buruk dapat


0
0
Perawatan
Cakupan Penjaringan kesehatan siswa
100 %
100 %
SD/setingkat
Cakupan Peserta KB aktif
12784
11260
Cakupan Penemuan Penderita Penyakit
9
DBD
0
0
AFP
49
21
TB
Cakupan Pelayanan kesesehatan dasar
masyarakat miskin
6780
6144
Cakupan Desa Siaga aktif
1
1
Cakupan Pelayanan Kesehatan rujukan
Pasien Masyarakat miskin
1324
Cakupan Pelayanan Gawat Darurat level 1
0
0
Sumber Data : Pencapaian Kinerja Puskesmas Garuda

10%
0
0

100 %

100 %

109%

13406

100%
0
8

20
0
47

35210
4
-

Dari tabel tersebut di atas terlihat bahwa secara keseluruhan kinerja


Puskesmas mengalami peningkata/penurunan.

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019

II. Aktifitas Pendukung


a. Struktur Organisasi ( Isi Gambar struktur Organisasi)
Pembentukan, kedudukan, tugas pokok, fungsi dan susunan organisasi
Puskesmas Umum Daerah Pekanbaru berdasarkan Peraturan Daerah Kota
Pekanbaru Nomor Tahun, adalah sebagai berikut :
b. Tugas

Pokok

dan

Fungsi

(Diisi

Langsung

dari

SK

Pembentukan

Puskesmas).
1. Tugas Pokok
Merupakan unsur pelaksana operasional pelayanan kesehatan yang dipimpin
oleh seorang kepala yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada kepala
dinas

dan

mempunyai

tugas

melaksanakanpelayanan,

pembinaan

dan

pengembangan upaya kesehatan secara paripurna kepadamasyarakat di wilayah


kerjanya.
2. Fungsi
a) Pelaksanaan

sebagai

penyelenggaraan

kewenangan

pelayanan

pemerintahan

kesehatan

dalam

daerah
upaya

di

bidang

pembangunan

berwawasan kesehatan,pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan dan


pelayanan kesehatan tingkat pertama;
b) penyuluhan dan pembinaan kesehatan masyarakat;
c) pembina teknis Puskesmas Pembantu dan Polindes;
d) pembina Teknis Unit Pelayanan Kesehatan swasta dan kader pembangunan
kesehatan;
e) pengembangan kegiatan swadaya kesehatan masyarakat;
f) penyelenggaraan urusan tata usaha Puskesmas;
g) pengembangan kegiatan swadaya kesehatan masyarakat; dan
h) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.
c. Sumber Daya Keuangan
Penerimaan Puskesmas tahun 2013 sebesar

Rp 123.454.000,- yang

diperoleh dari Dana APBD sebesar Rp 6.570.000,- serta Sedangkan belanja pada
tahun 2013 dari JKN Rp.12.284.000 APBD

dan dari APBN melalui BOK

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


Rp.104.600.000 digunakan untuk membiayai program-program kegiatan Puskesmas
Garuda
d. Sumber Daya Manusia
Daftar Nominatif pegawai medis, paramedis dan non paramedis Puskesmas
Garuda tahun 2014 adalah sebagai berikut :
1. Dokter Umum

: 4 orang

2. Dokter gigi

: 2 orang

3. SKM

: 1 orang

4. Akper

: 9 orang

5. Akbid

: 10 orang

6. Perawat (SPK)

: 2 orang

7. Perawat gigi

: 1 orang

8. Sanitarian

: 1 orang

9. Analis

: 1 orang

10. Asisten apoteker

: 2 orang

11. Pekarya

: 2 orang

12. SMA

: 1 orang

C. ANALISIS SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity & Threat)


Dalam analisis SWOT, organisasi menilai kekuatan terhadap kelemahannya,
danv peluang terhadap ancaman dari pesaing. Ada 4 kuadran posisi organisasi hasil
analisis SWOT Analisis SWOT didasarkan pada peninjauan dan penilaian atas
keadaan-keadaan

yang

dianggap

sebagai

kekuatan

(strength),

kelemahan

(weakness), peluang (opprortunity), dan ancaman (threat). Setelah diketahui


gambaran mengenai posisi / keadaan organisasi saat ini, maka akan dapat
ditentukan beberapa alternative langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk
meningkatkan kinerja organisasi pada masa yang akan datang dengan cara
memaksimumkan

kekuatan

dan

memanfaatkan

peluang

yang

ada

serta

meminimumkan kelemahan dan mengatasi ancaman yang dihdapi.

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


I. Analisis Internal dan Eksternal
a. Analisis Internal (SW)
1. Sumber daya Manusia
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
16
17
18

Kekuatan Kelemahan
(S)
(W)
Obyek yang dianalisa
1 2 3 1 2
3
90% Berstatus PNS
x
Tidak memiliki dokter spesialis
X
Paramedis 90% Diploma III
x
90% Bidan Diploma III
x
UGD tidak dilayani oleh dokter tersendiri
X
UGD tidak dilayani oleh Petugas UGD bersertifikat
X
ATLS/PPGD/BTCLS
Belum ada Tenaga Spesialis Keuangan
X
Sudah ada Tenaga Kesehatan Lingkungan
x
Komitmen Pegawai kepada Puskesmas
x
Kebanggaan Pegawai kepada Puskesmas
x
Sikap terhadap perubahan
x
Tenaga Fungsional Lainnya Lengkap
x
Staf Administrasi Umum & Keuangan
x
Kedisiplinan
X
Sebagai Dokter & Paramedis kerja di Institusi
X
layanan kesehatan pesaing
Penempatan Pegawai tidak optimal
X
Terpancang pada senioritas
X
Jumlah
19
-12
Nilai
7

2. Keberadaan Puskesmas
No
1
2
3
4
5

Obyek yang dianalisa


Lokasi Strategis
Lahan yang luas
Mudah dijangkau
Tidak bising
Penataan (Lay out) optimal
Jumlah
Nilai

Kekuatan
1
2
3
X
X
X
X
X
15

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Kelemahan
1
2
3

15

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


3. Jenis Pelayanan dan Mutu pelayanan
No
1
2
3
4
5
6
7
8

Obyek yang dianalisa


Spesialisasi lengkap diatas standar C
Terbuka untuk Inovasi pelayanan
Bisa ditingkatkan ke klas diatasnya
Mutu pelayanan kurang optimal
Promosi pelayanan kurang
Kurang Senyum, Sapa dan keramahan
Petugas Galak
Respon time lama
Jumlah
Nilai

Kekuatan
1
2
3

Kelemahan
-1
-2
-3
x

X
X
x
x
x
x
x
6

-9
-3

4. Sarana Prasarana
No
1
2
3
4
5
6
7
8

Obyek yang dianalisa


Alat media dlm jenis & jumlah lengkap
Perawatan alat kurang oprimal
Banyak alat yang out of date
Sarana Fisik Lengkap
Sarana Transportasi Lengkap
Inventaris Kantor Lengkap
Inventaris SIM Puskesmas lengkap
Software dan perangkat hukum lengkap
Jumlah
Nilai

Kekuatan
1
2
3
x

Kelemahan
-1
-2
-3
x
x

x
x
x
x
x
12

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

-4
8

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


5. Rangkuman Analisis SW (factor internal)
No
1
2
3
4

Obyek yang dianalisa


SDM
Keberadaan Puskesmas
Jenis Pelayanan
Sarana Prasarana

Kekuatan
19
15
6
12
52

Penilaian
Kelemahan
-12
0
-9
-4
-25

Nilai
7
15
-3
8
27

b. Analisis Ekternal (OT)


1. Ekonomi
No
1
2
3

Obyek yang dianalisa


Fluktuasi harga bahan pokok
Kenaikan harga BBM dan Gas
Segmen pengguna layanan beragam
Jumlah
Nilai

Peluang
1
2
3

Ancaman
-1
-2
-3
X
X

x
3

-2

2. Social budaya masyarakat


No
1
2
3
4
5
6
7
8

Obyek yang dianalisa


Jumlah Penduduk relative besar
Pasangan Usia Subur Besar
Jumlah Balita Besar
Kekeluargaan Tinggi
Budaya Sehat kurang optimal
Mudah terbawa issue
Tokoh masyarakat kurang mendukung
Kemiskinan
Jumlah
Nilai

Peluang
1
2
3
x
x
x
x

Ancaman
-1
-2 -3

X
X
X
X
11

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

-5

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


3. Hukum dan Peraturan Perundang-undangan
No
1
2
3
4
5
6
7
8

Peluang
1 2 3
x
x

Obyek yang dianalisa


Permendagri No. 61 tahun 2007
Peraturan Daerah tentang Tarif
Keppres No. 80 tahun 2003
PP 41 tahun 2007
UU tentang Praktik Kedokteran
UU tentang Perlindungan Pengguna layanan
Permendagri No. 59 tahun 2007
Peraturan Walikota tentang Keuangan
Jumlah
Nilai

Ancaman
-1 -2
-3
X

x
X
X
x
x
12

-5

4. Pesaing
Peluang
1 2 3

No

Obyek yang dianalisa

1
2
3
4
5
6
7
8

Terdapat 2 Institusi layanan kesehatan Pesaing


Menjamurnya Balai Pengobatan swasta
Menjamurnya Apotik Swasta
Menjamurnya Pengobatan alternative
Promosi oleh pesaing
Kerjasaman Operasional dg pesaing
Puskesmas
Lokasi RS realtif dekat
Jumlah
Nilai

Ancaman
-1 -2 -3
x
x
x
x
x

x
x
x
2

-8
-6

5. Rangkuman Analisis OT (faktro eksternal)


No
1
2
3
4

Obyek yang dianalisa


Ekonomi
Social Budaya Masyarakat
Hokum dan peraturan perundang-undangan
Pesaing

Peluang
3
11
12
2
28

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Penilaian
Ancaman
-2
-5
-5
-8
-20

Nilai
1
6
7
-6
8

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019

Grafik SWOT
Dari analisis SWOT diketahui bahwa posisiPosisi Puskesmas Garuda berada
dalam posisi agresif sehingga Strategi Pengembangan yang dipilih adalah
melakukan diversifikasi dan intensifikasi produk jasa kesehatan serta penetrasi
pengguna layanan dengan promosi seluruh produk layanan jasa kepada
masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengetahui dan memperoleh informasi
yang jelas dan menyeluruh tentang jenis jasa layanan kesehatan yang diberikan
oleh Puskesmas Garuda, fasilitas/sarana prasarana kesehatan yang dimiliki oleh
Posisi Puskesmas Garuda

dan biaya yang ditanggung/dibayar oleh masyarakat

sehubungan dengan jasa layanan kesehatan tersebut.

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


ISU STRATEGIS
Pelaksanaan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh puskesmas
dihadapkan pada isu isu strategis yang dapt berpengaruh pada kualitas pelayanan
yang diberikannya.isu-isu strategis yang dihadapi oleh puskesmas dan yang akan
ditangani melalui pelaksanaan visi dan misi puskesmas adalah sebagai berikut :
1. Mulai 1 januari 2014 Puskesmas Garuda termasuk FKTP yang melayani
pasien JKN yang terdiri dari 15826 Pasien askes,Jamkesmas dan JKN
mandiri dengan total peserta per 30 November 2014 sebanyak peserta..
2. Peluang kepersertaan JKN yang menjadi target pelayanan akan semakin
meningkat seiring dengan terlaksananya universal coverage 2019.
3. Kompetitor semakin bertambah karena adanya peluang kerjasama dengan
Fasilitas Kesehatan dengan BPJS selama mereka bisa memenuhi kriteria dan
standar layanan yang ditetapkan BPJS.
4. Pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional diberikan kebebasan untuk
memilih Fasilitas Kesehatan yang sesuai dengan harapan mereka.
5. Agar puskesmas tetap menjadi pilihan, maka puskesmas harus lebih unggul
dari segi sarana prasarana, kompetensi petugas, jenis layanan dan mampu
memberikan pelayanan yang berkualitas.
6. Kedepan BPJS sebagai badan pelaksana Jaminan Kesehatan Nasional akan
selalu melakukan penilaian dan akreditasi terhadap kemampuan puskesmas
dalam memberikan pelayanan sebagai langkah mereka menerapkan kendali
mutu.

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019

RENCANA PELAYANAN

asaran pelayanan

yang sedang dipersiapkan untuk dibidik

oleh Puskesmas Garuda adalah peserta Jaminan Kesehatan


Nasional. Sedangkan produk unggulan yang akan ditawarkan
Puskesmas

Garuda

adalah

Pelayanan

Komprehensif

yang

berkualitas sesuai dengan standar layanan FKTP yang ditetapkan


pemerintah melalui BPJS.
Sasaran/Target yang akan dicapai pada tahun 2015 2019 adalah sebagai berikut :
INDIKATOR, SASARAN/ TARGET PELAYANAN TAHUN 2014 -2019
Tabel 6
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

PELAYANAN

INDIKATOR

Kunjungan Umum
Rujukan
Konsultasi
IGD
Tindakan kecil
Tindakan sedang
Tindakan KB
PHN
Laboratorium
ANC
Kunjungan Gigi

Jml Pasien
Jml Pasien
Jml Kunjungan
Jml Kunjungan
Tindakan
Tindakan
Tindakan
Kunjungan
Pemeriksaan
Kunjungan
Jml Pasien

SASARAN TARGET
2010
2011
2012
2013 2014
42827 42654 41927 90126
607
506
674
764
906
0
1

0
2

0
1

6523 10765

2345

2444
673

2084
804

467

0
1

0
1

6543 4456
1928
-717

A. STRATEGI PEMBERIAN LAYANAN KESEHATAN


Pelayanan yang telah dilaksanakan oleh Puskesmas Garuda selama ini
adalah secara pasif dengan menyebarkan informasi layanan melalui kegiatan
program di masyarakat seperti brosur di kantor lurah, pustu dan sekolah. Melakukan
event kesehatan di masyarakat seperti kegiatan penyuluhan kesehatan di kelurahan,
posyandu dan sekolah.

Sedangkan strategi yang akan dilaksanakan adalah

pelayanan dari mulut ke mulut dengan cara selalu berusaha memberikan pelayanan
yang terbaik bagi para pengunjung yang telah datang dengan harapan mereka dapat
Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


mengajak atau menghimbau keluarga, tetangga atau rekan untuk datang ke
Puskesmas Garuda apabila sakit atau memerlukan informasi tentang menjaga
kesehatan baik pribadi, keluarga maupun lingkungan dan pencegahannya.
B. STRATEGI PELAYANAN
Strategi yang

dipilih untuk memasarkan produk yaitu dengan cara

menganalisa pengguna layanan dengan melihat tren yang dibutuhkan sebagaimana


secara detail digambarkan pada tabel berikut :
Tabel 1
Analisa Pengguna layanan
Trend Yang
Dibutuhkan Saat Ini
Pelayanan rawat jalan
yang cepat sesuai
jadwal, ruang tunggu
yang nyaman dan
dengan kualitas
layanan yang terbaik.

Strategi Yang Dirancang Untuk Mengambil Keuntungan


Dari Trend
1. Commitment building dokter, perawat , bidan, dan tenaga
pendukung lain terhadap jadwal pelayanan dan loyalitas
terhadap organisasi dengan Uraian Tugas yang jelas.
2. Memperluas fasilitas ruang tunggu dan dilengkapi fasilitas
AC
3. Peningkatan kualitas tenaga profesional
4. Rekrutmen tenaga sesuai standar
1. Team building untuk menjaga komitmen service exelence
2. Pelatihan keterampilan komunikasi efektif secara
berkesinambungan
3. Penerapan manajemen pelayanan yang profesional
1. Pengembangan jenis layanan
2. Penambahan sarana prasarana sesuai tuntutan jenis
layanan

Pelayanan dengan
sentuhan
kekeluargaan, ramah
dan profesonalisme
Pelayanan yang
komprehensif dan
paripurna dengan
sarana prasarana yang
lengkap
Pelayanan UGD yang 1. Peningkatan keterampilan tenaga yang bertugas pada
cepat, aman dan
UGD
ruangan yang nyaman 2. Penambahan peralatan emergency dan peralatan canggih
3. Penilaian secara berkala kompetensi petugas
Pelayanan konseling 1. Pengembangan media konseling
yang ramah dan
2. Pengembangan kemampuan petugas dalam melakukan
edukatif
konseling
Pemeriksaan
1. Penambahan sarana prasarana laboratorium
laboratorium canggih 2. Peningkatan kemampuan petugas laboratorium dengan
dan tenaga yang
evaluasi berkala.
profesional
3. Pembenahan ruangan laboratorium agar terasa lebih
nyaman bagi petugas dan pasien
Peningkatan luas
1. Meningkatkan kualitas layanan di Pustu dan Posyandu
jangkauan layanan
2. Puskel secara berkala
kesehatan
3. Mengaktifkan kegiatan PHN
Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


Dengan mengetahui trend yang diminati pengguna layanan saat ini
diharapkan strategi yang dirancang untuk mengambil keuntungan dari trend tersebut
dapat benar-benar sesuai dan berhasil menarik pengguna layanan. Selanjutnya,
strategi yang diambil yaitu dengan membuat Analisa Manfaat yang digambarkan
pada tabel berikut :
Tabel 2
Analisa Manfaat
Segmen Pengguna
layanan
Individu

Masyarakat

Kelebihan yang ditawarkan kepada pengguna layanan


1. Kualitas pelayanan
2. Dapat menerima pelayanan yang dibutuhkan
3. Kenyamanan pelayanan
4. Keramahan dalam pelayanan
5. Kecepatan pelayanan
6. Disiplin dalam pelayanan
7. Sistem pembayaran yang diminati
1. Kemudahan akses layanan
2. Pelayanan yang komprehensif dan paripurna
3. Kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik
4. Pelayanan Kesehatan yang preventif dan edukatif
5. Mendapatkan pelayanan kesehatan yang membangun
kemitraan dengan masyarakat.

Dengan mengambil hasil analisis manfaat diharapkan kita benar-benar


mengerti penyebab segmen pengguna layanan menaruh minat terhadap produk jasa
yang kita berikan, dimana hasil analisa manfaat tersebut dapat kita gunakan untuk
mewujudkan impian sebagai market leaderpelayanan kesehatan tingkat pertama.
Untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pengguna layanan, strategi yang
dipilih oleh Puskesmas Rumbai Pesisir yaitu dengan menyusun analisa detail seperti
berikut :

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


Tabel 3
Analisa Detail
Pertanyaan Kunci
Produk
layanan
apa
yang 1.
diinginkan pengguna layanan 2.
untuk dikonsumsi
3.
4.
Apa
sebetulnya
kebutuhan 1.
pengguna layanan secara real
2.
3.
Bagaimana agar produk yang kita 1.
berikan
dapat
memuaskan
pengguna layanan
2.
3.
Siapakah
yang
berpengaruh 1.
terhadap pembelian produk anda
2.
3.
Siapa yang mengambil keputusan
dalam pembelian produk produk
yang kita tawarkan
Bagaimana dukungan pemerintah
terhadap produk layanan anda

1.
2.
3.
1.
2.
3.

Bagaimana dukungan pimpinan 1.


terhadap produk yang anda
berikan kepada pengguna layanan 2.
saai ini
3.

Pengguna layanan Sasaran Pertama


(Pasien)
Produk pelayanan kebutuhan pasien
Harga terjangkau
Kenyamanan pelayanan
Menaikan kebanggaan pasien
Didengar keluhannya
Dimengerti kemauannnya
Pelayanan sesuai standar
Menyediakan pelayanan sesuai dengan
tren yang diminati
Menindaklanjuti hasil survey kepuasan
pengguna layanan
Melakukan inovasi pelayanan
Dokter / tenaga kesehatan pengirim
pasien
Keluarga pasien
Penyebaran informasi dari mulut ke
mulut
Pasien
Keluarga pasien
Dokter pengirim
Legalisasi pelayanan
Suport dana APBD
Mempermudah
pemanfaatan
dana
APBD (penerapan PPK BLUD)
Memberikan wewenang dan tanggung
jawab
Memberikan acuan kerja
Independensi profesi

Analisa Detail tersebut di atas berguna untuk peningkatan cakupan pelayanan


karena mengulas secara rinci apa yang sebenarnya diinginkan oleh pengguna
layanan dan siapa yang mengambil keputusan untuk membeli produk yang
ditawarkan.
Selain analisa-analisa tersebut di atas, strategi yang dipilih yaitu :
I. Memberikan pelayanan yang berkualitas
II. Meningkatkan Profesionalisme Petugas
III. Memberdayakan masyarakat menuju kemandirian bidang kesehatan.

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


IV. Pemerataan jangkauan akses pelayanan kesehatan
V. Pengelolaan manajemen puskesmas yang efektif dan efisien
VI. Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana yang terstandarisasi
VII. Mewujudkan team work yang solid dan berkualitas dengan kompetensi
profesi yang sesuai standar layanan.
VIII. Proaktif melakukan intervensi masalah kesehatan yang ada dimasyarakat
sehingga menimbulkan rasa aman bagi masyarakat.

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


RENCANA MANAJEMEN
TAHUN 2015 2019

A. KONDISI MANAJEMEN DAN STAF


I. Kelemahan Manajemen Puskesmas yang masih ada saat ini
Puskemas Garuda saat ini masih berstatus sebagai puskesmas Non BLUD,
dimana semua sumber dana dibiayai oleh pemerintah daerah dengan APBD dan
tatacara pengelolaan keuangan sepenuhnya mengacu kepada ketentuan yang telah
diatur dalam Permendagri Nomor 13 tahun 2006 sebagaimana telah dirubah dengan
Permendagri Nomor 59 tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan
Daerah dan pengadaan barang jasa dengan Perpres nomor 54 tahun 2010, dimana
anggaran Puskesmas masih menyatu dengan DPA Dinas Kesehatan. .Apabila
sudah disahkan dalam pelaksanaan BLUD maka Pola Pengelolaan Keuangan
Puskesmas dapat mengacu dalam pengelolaan keuangannya dengan Peraturan
Menteri Dalam Negeri No 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan
Keuangan BLUD..
Puskesmas belum bisa memenuhi semua kebutuhannya walaupun kebutuhan
itu bersifat segera harus dipenuhi dan berhubungan langsung dengan kemampuan
puskesmas melayani pasien karena mekanisme pengganggaran tidak memberikan
fleksibitas yang cukup untuk mengatasinya.
Puskesmas

dalam

mengembangkan

kemampuan

dan

jenis

layanan

terkendala karena mekanisme penganggaran tidak bisa mendukung pelayanan


kesehatan yang ingin dikembangkan tersebut.
II. Manajamen Sumber Manusia
Pemenuhan kebutuhan petugas kesehatan masih mengikuti pola rekrutment
yang ada yaitu melalui penerimaan pegawai yang diatur Men PAN RB. Etos kerja
dan budaya keja yang berorientasi kepada kepuasan pengguna layanan belum bisa
dilksanakan secara maksimal karena kelangkaan profesi dari tiap tenaga kesehatan
yang dibutuhkan. Sistem Penilaian kinerja petugas dan insentif kerja yang telah
dibayarkan setiap bulan dalam satu tahun masih berpedoman pada pangkat, jabatan
dan keahlian bukan berdasarkan beban kerja dan kinerja dari masing-masing

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


petugas. Keinginan petugas untuk mendapatkan reward yang sesuai dengan
kontribusi mereka belum bisa dipenuhi sehingga kepuasan petugas dalam bekerja
belum maksimal.
Dalam bekerja masing masing petugas belum termotivasi secara maksimal
karena pola penilaian kinerja dan pemberian reward tidak terdapat hubungan
keterkaitan secara langsung dan jelas.

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019

KEBIJAKAN DAN PROGRAM STRATEGIS

gar visi dan misi Puskesmas Garuda yang dapat menerapkan Pola
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPKBLUD) dapat terwujud dengan baik dan dengan memperhitungkan
kekuatan

(Strenght),

kelemahan

(Weakness),

peluang

(Opportunity), dan ancaman (Threat) yang tertuang dalam analisa


SWOT. Isu-isu Strategis/Pengembangan serta analisa lingkungan eksternal
sebagaimana diuraikan dalam Bab IV di atas, maka Puskesmas Garuda telah
membuat dan menetapkan kebijakan dan program strategis yang akan dicapai
dalam kurun waktu 2014-2019 adalah sebagai berikut :
A. KEBIJAKAN
Dalam upaya mewujudkan visi dan misinya, Puskesmas Garuda telah
membuat dan menetapkan kebijakan sebagai berikut :
I. Upaya peningkatan mutu pelayanan dengan penyempurnaan sistem pelayanan
yang mengacu pada pemenuhan Standar Pelayanan Minimal;
II. Pengembangan akses pelayanan kesehatan dengan peningkatan cakupan, jenis
dan kemampuan pelayanan yang didukung pengembangan organisasi dan
manajemen Puskesmas;
III. Pengembangan dan perbaikan system pelayanan yang berbasis pada kepuasan
pasien.

B. PROGRAM STRATEGIS
Dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut, pihak Puskesmas Garuda
juga telah menetapkan Program Strategis yang akan dicapai dalam kurun waktu
2015-2019 dan akan terus dikembangkan dan disesuaikan dengan keadaan dan
kondisi yang terjadi selama kurun waktu 5 tahun ke depan, yang dituangkan dalam
kegiatan-kegiatan tahunannya. Adapun Program Strategis yang telah ditetapkan
tersebut adalah sebagai

upaya untuk mewujudkan visi dan misi

Puskesmas

Garuda dengan uraian sebagai berikut :

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


I. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran;(1,3)
II. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur;(1,3)
III. Program Peningkatan Disiplin Aparatur;(2)
IV. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur (SDM);(3)
V. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan;(1,3)
VI. Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan;(2)
VII. Program Upaya Kesehatan Masyarakat;(2)
VIII. Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat;(2)
IX. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular;(2)
X. Program Pengadaan Peningkatan Sarana dan Prasarana Puskesmas dan
jejaringnya;(1)
XI. Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Puskesmas dn jejaringnya;(1)
XII. Program Kemitraan dengan masyarakat dalam Peningkatan Pelayanan
Kesehatan.(1,2)
Selanjutnya, di bawah ini disajikan bagaimana pencapaian kebijakan dan
program strategis di atas, dilihat dari perspektif Sumber Daya Manusia (SDM),
Proses Bisnis (Business Process), Kepuasan Pengguna layanan dan Keuangan
(Finance), sebagai berikut :
PERSPEKTIF
SUMBER
DAYA
MANUSIA

1.
2.
3.

PROSES
BISNIS

1.
2.
3.

SASARAN STRATEGIS
Pelatihan profesionalisme
medis, dan tenaga strategis
Rekrutment tenaga untuk
memenuhi kekurangan
tenaga.
Team building untuk
meningkatkan etos kera dan
menciptakan budaya kerja
yang profesional.
Penambahan fasilitas
laboratorium dan sertifikasi
mutu laboratorium.
Kalibrasi, sertifikasi, dan
penambahan alat-alat
kesehatan
Peningkatan ketersediaan
obat dan Bahan Medis
Habis Pakai.

TARGET
Semua karyawan tersentuh
oleh pelatihan
Terpenuhi kekurangan tenaga
Semua petugas punya etos
kerja dan budaya kerja yang
baik dan benar
Pengembangan laboratorium
sesuai tuntuan pasein sebagai
alat penunjang
Tersedianya alat pelayanan
kesehatan sesuai standar
medik.
Meningkatnya kesiapan
puskesmas menghadapi
peningkatan lonjakan pengguna
layanan

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


KEPUASAN
PENGGUNA
LAYANAN
KEUANGAN

1. Mempersiapkan ruang
tunggu yang nyaman
2. Membuat no antri
3. Meningkatkan pelayanan
1. Sadar biaya setiap karyawan
2. Ketepatan rencana anggaran
3. Ketepatan penggunaan
anggaran
4. Tranparansi dan
akuntabilitas anggaran

Meningkatkan kepuasan
pengguna layanan
5%/Tahun
95%

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019

RENCANA KEUANGAN

alam menjalankan kegiatannya, pihak Puskesmas Garuda telah


membuat rencana/proyeksi keuangan selama tahun 2015 2019,
yang akan dijadikan sebagai dasar pembuatan Rencana Bisnis
dan Anggaran (RBA) setiap tahunnya yang akan disampaikan
kepada pihak Pemerintah Kota pekanbaru yakni Bagian Keuangan
selaku Pejabat Pengelolaan Keuangan Daerah dan DPRD KotaPekanbaru, yang
selanjutnya akan memberikan pengesahan atas RBA tersebut di atas.

Adapun

asumsi-asumsi yang digunakan dalam menyusun rencana keuangan Puskesmas


GARUDA, adalah sebagai berikut :
A. Prediksi pendapatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan sekitar 20%.
Kebijakan dan target ini ditetapkan berdasarkan rata-rata kenaikan pendapatan
selama lima tahun ke belakang;
B. Biaya pegawai tetap disubsidi penuh oleh pemerintah daerah melalui APBD;
C. Pemerintah Kota Pekanbaru tetap berkomitmen mendukung belanja investasi,
dan

dimungkinkan bantuan

investasi dari

Pemerintah Propinsi Riau dan

Pemerintah Pusat;.
Di bawah ini akan disajikan proyeksi Laporan Keuangan Puskesmas Garuda untuk
periode tahun buku 2015 sampai dengan 2019, yang terdiri dari :
A. Proyeksi Laporan Operasional Tahun Buku 2015 2019;
B. Proyeksi Laporan Arus Kas Tahun Buku 2015 2019;
C. Proyeksi Neraca Tahun Buku 2015 201

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :39

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


D. RENCANA KEUANGAN TAHUN 2015 - 2019
E. (Menurut Jenis Belanja)
F.
G.
H.

Dari data Proyeksi Laporan Keuangan dan Rencana Keuangan

tahun 2013 2017, menunjukkan bahwa pada tahun 2017 Puskesmas


Garudamampu mendanai (meng-cover) belanja operasional secara penuh
dari Pendapatan Operasional sehingga pada tahun-tahun berikutnya
diharapkan Puskesmas Garuda mampu berinvestasi dari pendapatan
operasional.
I.
J.
K.
L.
M.

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :42

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


N.
O.

PENUTUP

P.
Q.
A. Rencana Strategis Bisnis (RSB) ini disusun dengan memperhatikan antara lain:
1. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum; dan perubahannya.
2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah;
3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 119/PMK.05/2007 tentang Persyaratan
Administratif dalam rangka Pengusulan dan Penetapan Satuan Kerja Instansi
Pemerintah untuk Menetapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
(BLU);
4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 44/PMK.05/2009 tentang Rencana Bisnis
dan Anggaran (RBA) serta Pelaksanaan Anggaran BLU;
5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006, sebagaimana telah
dirubah dengan Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah;
6. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 050/2020/SJ tanggal 25 Agustus
2005 tentang Petunjuk Penyusunan Dokumen RPJP Daerah dan RPJM Daerah
B. Seluruh kebijakan pelaksanaan Program dan Kegiatan Puskesmas Garuda
mengacu pada Rencana Strategis Bisnis (RSB) ini dan kebijakan lainnya yang
ditetapkan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru, dan Pemerintah Pusat.
C. Rencana Strategis Bisnis (RSB) ini akan ditelaah dan dimutakhirkan secara
berkala untuk disesuaikan dengan fungsi, tanggung jawab, dan wewenang yang
dimiliki oleh Puskesmas Rumbai Pesisirserta perubahan lingkungan yang terjadi;
R.

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :42

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


D. Hal-hal lain yang belum termuat dalam Rencana Strategis Bisnis (RSB) ini tetap
mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
E. Rencana Strategis Bisnis (RSB) ini dinyatakan berlaku efektif sejak ditetapkan
Walikota.
U.
V.

S.
T.
Ditetapkan di
: Pekanbaru
Pada tanggal
: .........................2014

W.
X.
Y.

AD.

Walikota

Z.
AA.
AB.
AC.
H. Firdaus, ST,MT
AE.

AF.
AG.
AH.
AI.
AJ.

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :42

Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019


AK.

AR.

AL.
AM.
AN.
AO.
AP.
AQ. L A M P I R A N

Rencana Strategis Bisnis (RSB)

Halaman :42