Anda di halaman 1dari 4

Arfiana Mahdiati

Currently work as Assurance Associate | Graduate from Faculty of Economics and Business
UGM, majoring in Accounting, class of 2011 | Always be grateful and enjoy our life :) Happy
sharing knowledge - no plagiarism here :))
Worldcoms Creative Accounting
A. Case Summary
Pada tahun 1996, Worldcom merupakan perusahaan telepon jarak jauh yang skalanya masih
kecil. Beberapa tahun kemudian, perusahaan berkembang dengan cepat seiring dengan proses
akuisisi beberapa perusahaan besar di industri telekomunikasi. Laba Worldcom meningkat
drastis dari tahun ke tahun, hingga pertengahan tahun 2000. Pada tahun tersebut industri
telekomunikasi menghadapi masalah sehingga sebagian besar mengalami penurunan laba
yang signifikan. Laba Worldcom pade kuartal tersebut juga dikhawatirkan turun karena biaya
tetap yang terkait dengan industri telekomunikasi meningkat. Manajemen Worldcom
khawatir dengan penurunan laba yang terjadi. Maka manajemen memanipulasi kenaikan
biaya tersebut dengan kebijakan mengenai reserved. Mereka sadar bahwa perlakuan transaksi
tersebut melanggar Accounting Rules. Namun, mereka optimis bahwa hal tersebut hanya
akan dilakukan sekali atas kejadian pada kuartal tersebut saja.Pada kuartal selanjutnya,
ternyata industri telekomunikasi masih terpuruh. Biaya-biaya masih tinggi. Worldcom
mengalami penurunal laba. Manajemen khawatir pelaporan hal tersebut kepada investor.
Dengan alasan ingin menyelamatkan perusahaan, biaya operasi dikapitalisasi sehingga laba
meningkat. Bagian Accounting dari Worldcom sadar bahwa sebenarnya hal tersebut tidak
dapat dilakukan. Namun, tuntutan dari Top Managemen membuat pencataan transaksi
tersebut dilakukan. Hasilnya adalah pelaporan laba Worldcom pada kuartal tersebut naik dan
manajemen mendapat promosi.
B.Questions
1.Who are the stakeholders in the case?
Stakeholders merupakan seseorang atau kelompok yang memiliki peran yang mempengaruhi
dan dipengaruhi atas aksi dan kebijakan yang diambil perusahaan. Dalam kasus tersebut
stakeholders yang ada diantaranya Owner / Investors yang telah menanamkan dananya di
Worldcom, Employees dari Worldcom, Customer dari Worldcom, Supplier yang
menyediakan produk dan Worldcom, Creditor, Government, dan Community.

2.What Priority rank do you give to each stakeholder?


Priority Rank:
1.Owner /Investor
2.Creditor
3.Employee
4.Customer
5.Supplier
6.Community
7.Government
8.Regulator
3.Were any ethical principles or norms violated? If so, by whom?
Ya, terdapat prinsip etika dan norma yang dilanggar.
Prinsip Utilitarianism menekankan pada tanggungjawab sosial yang harus dilakukan
oleh para pelaku bisnis dengan memilih alternatif yang memberikan manfaat terbesar untuk
masyarakat atau yang mengeluarkan biaya terkecil. Prinsip tersebut dilanggar oleh Top
Managemen Worldcom yaitu Scott Sullivan CFO dari Worldcom, Buford Yates Director of
General Accounting Worldcom, Troy Norman Accounting in charge yang mengawasi
perusahaan, Betty Vinson Senior Manager di Accounting Department, dan David Myers
Worldcoms Controller. Kebijakan yang diambil manajemen Worldcom tidak hanya
melanggar Accounting Standard, tapi juga merugikan society. Keputusan manajemen untuk
memanipulasi transaksi akuntansi yang terjadi dengan menghapus reserved dan mentransfer
biaya operasi dengan dikapitaliasi merupakan bentuk fraudulent financial statement.
Kebijakan tersebut juga melanggar the ethic of care. Ethic of Care membutuhkan
kepedulian yang konkrit kepada pihak-pihak yang memiliki hubungan erat atau justru yang
bergantung pada kita, seperti stakeholders yang telah disebutkan dalam uraian sebelumnya.
Kebijakan yang diambil Worldcom seharusnya mempertimbangkan kepentingan stakeholders
sebagai bentuk kepedulian. Alasan manajemen yang ingin menyelamatkan perusahaan tidak
tepat jika diimplementasikan dengan memanipulasi informasi keuangan.
4. Sould Vinson have refused to release the reserved?
Ya, seharusnya Vinson menolak untuk menghapuskan reseved yang membuat biaya
perusahaan berkurang. Hal tersebut merupakan pelanggaran Accounting rules dan ia juga

telah menyadari hal tersebut merupaka fraud. Sebagai akuntan, Vinson seharusnya menjaga
integritas dan melaksanakan kinerjanya berdasarkan kode etik akuntan.
5.Sould Vinson have refused to transfer the expenses?
Ya, seharusnnya Vinson menolak untuk mentransfer biaya yang sudah jelas merupakan
klasifikasi biaya operasional. Dalam standard akuntansi, telah dipaparkan dengan jelas
mengenai biaya yang bisa dikapitalisasi. Sebagai akuntan, ketika mengetahui suatu biaya
yang jelas masuk operasional, maka Vinson tidak boleh mengkapitalisasikan hal tersebut.
Transfer yang dilakukan berimplikasi langsung dengan penurunan biaya yang terjadi. Sebagai
akuntan, Vinson harus bekerja berdasarkan standard yang ada.
6. What Action should Vinson have taken and when? What prevented her from taking
such action?
Ketika diminta melakukan pelanggaran terhadap Accounting Rules, Vinson seharusnya
menolak manipulasi informasi keuangan yang disarankan Top Manajemen tersebut. Jika
Vinson tidak bisa menolak tuntutan manajemen untuk memanipulasi informasi keuangan, ia
sebaiknya mengundurkan diri dari posisi tersebut. Namun, dalam kasus Vinson tidak dapat
melakukan aksi tersebut karena ia khawatir akan kehilangan pendapatan tetap yang telah
menopang kehidupuan tercukupi keluarganya. Ia juga belum mendapatkan pekerjaan lain dan
khawatir wanita yang telah berada pada usia pertengahan sepertinya sulit mendapatkan
pekerjaan baru.
7.What actions should Vinsons colleagues have taken?
Kolega Vinson seharusnya meyakinkan bahwa Vinson tidak boleh melakukan manipulasi
apapun alasannya. Kolega Vinson seharusnya mendukung pengunduran diri dari Worldcom
dan memberi dukungan kepada aksi yang dilakukan Vinson. Kolega Vinsom seharusnya
meyakinkan Vinson jika ia mundur dan pendapatan berkurang, hal tersebut bukan menjadi
masalah yang harus dikhawatirkan karena yang utama Vinson terbebas dari perusahaan
dengan manajemen yang tidak sehat karena melakukan manipulasi.
8.Who is ultimately responsible for the Accounting Irregularities?
Yang bertanggungjawab atas ketidakwajaran perlakuakn akuntansi atas transaksi tersebut
adalah Top Manajemen Worldcom, yaitu CEO, CFO, dan Controller. Mereka yang
mengusulkan untuk dilakukannya manipulasi demi menjaga kredibilitas nama baik mereka.

Mereka tidak ingin kinerjanya terlihat jelek karena laba turun. Padahal, ketika industri
keseluruhan mengalami penurunan hal itu dirasakan wajar oleh publik jika laba Worldcom
juga turun.
9.Who is legally responsible for the irregularities?
Secara legal yang bertanggungjawab atas manipulasi tersebut adalah Buford Yates
selaku Director of General Accounting Worldcom dan Troy Norman selaku Accounting in
charge yang mengawasi perusahaan. Mereka bertanggungjawaban atas manipulasi yang
dilakukan oleh departemen yang mereka pimpin.
10.Who is morally responsible for the irregularities?
Secara moral yang bertanggungjawab adalah Betty Vinson selaku Senior Manager di
Accounting Department. Ia merupakan orang yang mengeksekusi tuntutan atasannya untuk
melakukan manipulasi. Ia sebenarnya berkah menolak permintaan tersebut atau mundur dari
posisinya apabila tidak bisa menolak permintaan manipulasi dari atasannya.
Velasquez, Manuel G. 2012. Business Ethics: Concepts and Cases, Seventh Edition. United
States of America: Pearson Education.
Arfiana Mahdiati at 05:24