Anda di halaman 1dari 11

MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN PADA SAPI PERAH

Salah satu faktor yang menentukan berhasilnya peternakan sapi perah, yaitu pemberian pakan.
Seekor sapi perah yang daya produksi susunya tinggi, bila tidak mendapat pakan yang cukup, baik
kualitas maupun jumlah, tidak akan dapat menghasilkan air susu sesuai kemampuannya. Cara
pemberian pakan yang salah, mengakibatkan penurunan produksi, gangguan kesehatan, bahkan dapat
menyebabkan kematian.
Untuk mencegah timbul kerugian, pemberian pakan harus diperhitungkan dengan cermat.
Pemberian pakan harus dilakukan secara efisien.
Seorang peternak sapi perah, perlu mengetahui tentang nilai gizi bahan pakan yang biasa
digunakan sapi perah, penyusunan ransum yang disesuaikan dengan kebutuhan zat makanan sapi
perah, harga

dan tersedianya bahan pakan yang terdapat dilokasi untuk meningkatkan efisiensi

penggunaan pakan.
Bahan Pakan Sapi Perah
Bakan pakan sapi perah terdiri dari 2 golongan:
1. Bahan pakan kasar (hijauan), dan
2. Bahan pakan konsentrat
Bahan pakan kasar merupakan makanan utama untuk sapi perah yang terdiri dari rumput dan
hijauan. Bahan pakan tersebut mengandung kadar serat kasar yang tinggi. Kadar serat kasar yang
tinggi dalam ransum, mengakibatkan ransum tersebut sulit dicerna. Tetapi sebaliknya kadar serat kasar
terlalu rendah, menyebabkan gangguan pencernaan pada sapi perah. Oleh karena itu, kebutuhan
minimum serat kasar dalam ransum sapi perah sapi dara dan sapi jantan dewasa15% dari kebutuhan
bahan kering bahan kering. Sedangkan untuk sapi betina dewasa yang sedang laktasi dan kering
kandang, kadar serat kasar dalam ransum minumum 17% dari kebutuhan bahan kering. Bila kadar
serat kasar pada ransum sapi betina laksatasi kurang dari 17%, kadar lemak yang dihasilkan lebih
rendah dari normal.
Bahan pakan konsentrat merupakan pakan mengandung serat kasar rendah dan bersifat mudah
dicerna, misalnya dedak, bungkil kedelai, bungkil kacang tanah, jagung, kedelai..
Zat-zat makan yang tidak dapat dipenuhi oleh rumput dan hijauan untuk memenuhi kebutuhan
zat makanan sapi perah, dilengkapi oleh zat-zat makanan yang berasal dari pakan konsentrat.
Materi disampaikan pada Pelatihan Peningkatan Produktivitas Sapi Perah di Balai Pelatihan Peternakan-Cikole
pada tanggal 20 Juli 2010
1

Energi
Semua mahluk hidup, memerlukan energi untuk kelangsungan hidup dan produksi. Pada ternak muda,
kekurangan energi menyebabkan menghambat pertumbuhan dan menunda dewasa kelamin, sedangkan
pada sapi sedang laktasi, dapat menurunkan bobot badan sehingga kurus. Kekurangan energi lebih
lanjut pada sapi lakstasi, menekan fungsi reproduksi sehingga sapi tidak dapat menghasilkan anak.
Protein
Protein merupakan zat makanan yang penting untuk proses hidup di dalam tubuh. Protein terdiri
dari asam amino dan membentuk sel-sel tubuh dan organ didalam tubuh hewan, seperti: jantung, otak
tulang, urat daging dan lain-lain. Protein diperlukan untuk mempertahankan pertumbuhan, reproduksi
dan produksi air susu.
Kekungan protein dalam makanan sapi perah, akan memperlambat laju pertumbuhan janin
(fetus) dan anak sapi (pedet), sehingga menghasilkan anak sapi yang kecil pada waktu lahir dan
menghambat pertumbuhan sapi muda. Pada sapi perah dewasa, kekurangan protein dalam makanan,
akan menurunkan produksi air susu, sedangkan kekeurangan protein yang parah, sapi menjadi kurus
pada permulaan laktasi dan tidak dapat atau sulit menjadi gemuk pada akhir laktasi.
Pakan Induk Bunting
Induk sapi perah yang sedang bunting, harus mendapat pakan yang cukup, terutama setalah
kebuntingan memasuki bulan ketiga, karena induk sapi harus menghasilkan air susu, di samping harus
membesarkan janin dalam kandungan. Oleh karena itu, status nutrisi induk selama bunting, sangat
mempengaruhi kesehatan anak.
Selama masa kebuntingan, induk harus cukup memperoleh protein, energi, vitamin A, fosfor dsan
iodium. Induk yang kekurangan unsur-unsur tersebut, menghasilkan anak yang lemah. Kekurangan
protein mengakibatkan ketahanan tubuh pedet terhadap penyakit berkurang dan meningkatkan
kematian pedet. Pedet yang berasal dari induk yang kekurangan vitamin A, mungkin lahir dengan
kebutaan, mencret, dan tidak tahan terhadap infeksi.
Kebutuhan fosfor, meningkat pada umur kebuntingan memasuki 8 bulan, karena unsur tersebut
sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan pertumbuhan janin yang sehat. Kekurangan fosfor,
menyebabkan menurunnya nafsu makan dan tulang menjadi rapuh.

Materi disampaikan pada Pelatihan Peningkatan Produktivitas Sapi Perah di Balai Pelatihan Peternakan-Cikole
pada tanggal 20 Juli 2010
2

Kekurangan iodium pada induk yang sedang bunting, menghasilkan pedet yang lemah atau lahir
mati atau pedet dengan kelenjar gondok yang membesar. Untuk itu, pemberian pakan pada induk
bunting harus benar-benar diperhatikan.
Induk yang telah bunting 7 bulan, sebaiknya dikeringkan (dihentikan pemerahan sir susunya)
selama 40-60 hari. Tujuan pengeringan induk bunting adalah mengistirahatkan sel-sel ambingnya dan
mempersiapkan produksi kolostrum bagi anaknya. Semakin panjang masa kering, akan semakin baik
mutu kolostrum yang dihasilkan karena kandungan antibodi dalam kolostrum semakin tinggi dan
sangat baik bagi ketahan tubuh pedet (kesehatan pedet).
Tiga hari sebelum dikeringkan, konsentrat tidak diberikan kepada induk dan sebaliknya rumput
diberikan tidak terbatas. Pada 2-3 minggu sebelum beranak, konsentrat harus mulai diberikan kembali
lebih kurang 2,5 kg/hari. Untuk membiasakan kembali bakteri rumen terhadap pakan konsentrat.
Setelah beranak, induk sangat memerlukan konsentrat dalam jumlah yang lebih banyak dari biasanya.
Hijauan yang diberikan selama dikeringkan, sebaiknya terdiri dari 30% legum dan 70% rumput
ditambah dengan suplemen mineral
Pakan Pedet
Berdasarkan penelitain, 25-33% pedet yang lahir, mengalami kematian pada periode 4 bulan
pertama. Kematian umumnya disebabkan kurang makan, radang paru-paru (pneumonia) dan
komplikasi ganggguan pencernaan. Angka kematian tersebut dapat ditekan, apabila peternak cermat
dalam merawat pedetnya.
a. Dari lahir sampai dengan umur 7 hari
Pedet yang baru lahir, tidak mempunyai kekebalan tubuh (antibodi), dan antibodi tersebut hanya
diperoleh dari kolostrum induknya. Kolostrum sangat diperlukan pedet yang baru lahir, karena banyak
mengandung antibodi (immunomudulatory factors), protein, vitamin-vitamin (terutama vitamin A,
B, D, E) dan mineral (growth factor). Kolostrum mempunyai sifat mencahar dan untuk menggertak
alat pencernaan pedet supaya bekerja dengan baik. Oleh karena itu, kolostrum pertama harus diberikan
kepada pedet dalam waktu 1 jam pertama sesudah lahir. Apabila dalam 1 jam pertama, pedet, belum
mendapat kolostrum, maka peternak harus memaksa pedet minum kolostrum dengan cara dibantu
dengan memasukkan kolostrum ke dalam mulut pedet dan menuntunnya ke dalam kolostrum yang
disediakan di ember.
Materi disampaikan pada Pelatihan Peningkatan Produktivitas Sapi Perah di Balai Pelatihan Peternakan-Cikole
pada tanggal 20 Juli 2010
3

Kemampuan alat pencernaan pedet untuk menyerap antibodi dari kolostrum hanya berlangusng
beberapa jam. Pada umumnya dalam keadaan normal, pedet akan menyusu pada induknya selama 30
menit setelah lahir. Bila pedet tidak dapat menyusu kepada induknya, maka hendaknya peternak
membantu menyusukan kepada induknya. Hal ini perlu dilakukan, sebab pedet harus mendapat
kolostrum dari induknya dan disamping itu, pedet yang sedang menyusu memberikan gertakan pada
ambing induk, sehingga memudahkan pemancaran air susu. Oleh karena itu, dalam 6 jam pertama,
pedet, sudah mengkonsumsi kolostrum sebanyak 6 % dari berat lahir. Jumlah tersebut sekitar 2,5 kg
untuk pedet yang berat lahirnya kurang lebih 40 kg. Apbila dalam waktu 6 jam pertama pedet tidak
dapat menghabiskan sebanyak itu, maka peternak harus membantu bahkan memaksa pedet untuk
minum dengan cara seperti di atas. Hal ini bertujuan agar pedet mendapatkan antibodi sebanyak
mungkin, sehingga daya tahan tubuh pedet tinggi dan tidak

mudah terkena penyakit, terutama

penyakit yang berhubungan dengan alat pencernaan. Pedet mendapat kolostrum selama 7 hari.
Bila induk mati atau tidak dapat memberikan kolostrum kepada anaknya, maka dapat diberikan
pengganti kolostrum sebagai berikut:
Pengganti kolostrum
Antibiotika untuk pedet

1 butir telur dikocok + 300 cc air hangat dicampur dengan sendok teh
minyak ikan dan 600 cc air susu murni. Diberikan 3 kali sehari selama 4
hari. Tambahkan antibiotika.
Berikan melalui mulut 250 mg antibiotika chlortetracycline tiap hari
selama 5 hari. Setelah itu 125 mg chlortetracycline selama 16 hari. Yang
terbaik sesudah lahir disuntik (intar muskuler, im)200 mg tetracycline
(ackromycine)

b. Umur 1 minggu 9 minggu (masa sapih)


Pada umumnya penyapihan pedet dilakukan ketika pedet berumur 6 minggu atau paling lambat
umur 12 minggu (untuk pedet yang kecil dan agak lemah).
Untuk merangsang perkembangan rumen, pedset sebaiknya diberi pakan padat secepatnya dengan
cara:
a. Mulai hari ke tujuh, pedet diberi pakan padat berupa:
-

Calf starter (pakan khusus pedet), yaitu pakan formula atau konsentrat yang mengandung
protein kasar (PK) 16 18 % protein dengan kandungan energi tinggi dan mengandung
suplemen vitamin A dan D serta tepung tulang. Hal nini untuk menghindari kekurangan
konsumsi kalsium dan fosfor setelah pedet disapih.

Rumput kering (hay)

Materi disampaikan pada Pelatihan Peningkatan Produktivitas Sapi Perah di Balai Pelatihan Peternakan-Cikole
pada tanggal 20 Juli 2010
4

b. Mulai hari ketujuh, pedet diberi air minum karena haus memakan konsentrat. Air minum diberikan
yang bersih dan segar dan selalu tersedia sehingga pedet dapat minum sesukanya.
Sebagai pegangan berapa banyak susu yang diberikan pada pedet tergantung kepada berat badan
pedet seperti disajikan pada Tabel 1. Jumlah tersebut diberikan dibagi dua untuk pagi dan sore dan
sebaiknya air susu tersebut diberikan masih hangat yang berasal dari perahan pada saat itu.
Tabel 1. Jumlah pemberian air susu (kg), calf starter (kg), dan rumput kering pada pedet umur 1
9 minggu (masa sapih)
Umur
Lahir
1 minggu
2 minggu
3 minggu
4 minggu
5 minggu
6 minggu
7 minggu
8 minggu
9 minggu

Berat
badan (kg)

Air susu (L)

Pakan
Calf starter (kg)

35
35
39
43
47
51
55
59
63
67

Kolostrum
4
4
4
4
4
4
4
4
4

0,1
0,2
0,2
0,3
0,4
0,5
0,8
1,0
1,0 1,2

Rumput kering
(hay) (kg)
0,1
0,1
0,1
0,2
0,3
0,4
0,6
0,8
0,8 1,0

Air minum
Selalu
tersedia
(adlibitum)

Di samping pemberian air susu tersebut di atas, umur satu minggu pedet telah mulai diajar
makan rumput muda dan tidak berembun untuk merangsang perkembangan rumen pedet yang akan
mempengaruhi pertumbuhan pedet selanjutnya. Rumput diberikan sedikit demi sedikit. Semakin besar
pedet tersebut, semakin banyak rumput diberikan.
Pada umur satu minggu, pedet dilatih mengenal calf starter dengan cara menempelkan konsentrat
ke mulutnya sesudah diberi air susu segar agar dijilati atau dengan cara menaruh sedikit konsentrat
dalam ember susunya sesudah menghabiskan air susu. Sediakan konsentrat dalam kotak dan diganti
setiap hari agar selalu tersedia konsentrat yang baru. Konsentrat starter untuk pedet, mengandung 16
18 % protein dengan kandungan energi tinggi dan mengandung suplemen vitamin A dan D serta
tepung tulang.. Contoh susunan calf starter untuk pedet disajikan pada Tabel 2.
Tabel 2. Beberapa susunan calf starter untuk pedet
Susunan

Konsentrat
A
B
C
.................................................%.......................................................

Materi disampaikan pada Pelatihan Peningkatan Produktivitas Sapi Perah di Balai Pelatihan Peternakan-Cikole
pada tanggal 20 Juli 2010
5

Bahan
Dedak padi
Bungkil kelapa
Bungkil
Kacang
Tanah
Bungkil biji kapuk
Onggok
Tepung jagung
Garam dapur
Kapur
Tepung Tulang
Zat makanan
Bahan kering
Protein
Energi (TDN)

26,0
27,0
29,0

30,0
23,0
12,5

40,0
20,0
15,0

15,5
1,0
1,0
0,5

32,0
1,0
1,0
0,5

25,0
-

85,6
20,8
75,9

89,3
21,0
73,8

87,7
18,8
75,2

Pakan Pedet Lepas Sapih


Setelah pedet mampu mengkonsumsi calf starter sebanyak 1,2 kg/ekor/hari selama 3 hari
berturut-turut dan berumur 2 bulan, pedet sudah dapat disapih (tidak mendapat air susu lagi).
Sebagai pegangan berapa banyak konsentrat dan rumput kering yang diberikan pada pedet tergantung
kepada berat badan pedet seperti disajikan pada Tabel 3.
Tabel 3. Jumlah konsentrat dan rumput yang diberikan pada pedet umur 2 6 bulan (lepas sapi)
Umur (bulan)
2
3
4
5
6

Berat badan (kg)


67
83
103
127
151

Konsentrat (kg)
2,0
2,0
2,0
2,0
2,0

Pemberian pakan
Rumput kering (kg) Air
1,0 1,5
Selalu tersedia
1,5 2,0
2,0 3,0
3,0 4,0
4,0 5,0

Pada umur 2 bulan, pedet mampu memakan 1-1,5 kg hay atau 2-3 kg rumput setengah kering. Hay
diberikan 3 kali sehari. Setiap kali pemberian minimal 0,5 kg hay atau 1,0 kg rumput setengah kering.
Sejak umur 2 bulan, calf starter yang mengandung protein 18% sedikit demi sedikit ( selama 1
minggu untuk menghindari stres pada alat pencernaan) diganti dengan konsentrat yang mengandung
16% protein dan TDN 70%. Perubahan permberian calf starter ke pakan konsentrat sebagai berikut:
Hari 1

Calf starter (kg)


1,6

Konsentrat (kg)
0,4

Jumlah (kg)
2

Materi disampaikan pada Pelatihan Peningkatan Produktivitas Sapi Perah di Balai Pelatihan Peternakan-Cikole
pada tanggal 20 Juli 2010
6

Hari 2
Hari 3
Hari 4
Hari 5
Hari 6
Hari 7

1,6
1,2
1,2
0,8
0,4
0

0,4
0,8
0,8
1,2
1,6
2,0

2
2
2
2
2
2

Konsentrat diberikan dalam bentuk kering, apabila diberikan dalam keadaan basah maka adanya
air akan menghambat perkembangan rumen dan mengurangi nafsu makan hijauan.
Pakan Sapi Dara
Pertumbuhan sapi dara sebelum beranak pertama, tergantung kepada pemeliharaan dan
pemberian pakannya. Kerap kali peternak mengabaikan pemeliharaan sapi dara setelah pedet tidak
menerima air susu, sehingga petumbuhan sapi dara akan terhambat.Sapi- sapi betina muda terus
tumbuh dengan baik sampai umur 5 tahun. Bila pemberian pakan pada masa pertumbuhan ini tidak
baik, maka berat sapi betina beranak pertama kali tidak mencapai berat badan yang ideal dan tubuh
sapi tetap kecil.target bobot badan pada umur 12 bulan adalah 297 kg.
Sebagai pegangan berapa banyak konsentrat dan rumput segar yang diberikan pada sapi dara disajikan
pada Tabel 3.
Tabel 4. Jumlah konsentrat dan rumput segar yang diberikan pada sapi dara (umur 7 12 bulan)
Umur (bulan)
Berat badan (kg) Pemberian pakan
Konsentrat (kg) Rumput segar (kg)
Air
7
175
1,5
10 12
Selalu tersedia
8
198
1,5
12 14
9
224
1,5
14 15
10
250
1,5
15 18
11
274
1,5
18 20
12
297
1,5
> 20
Sapi dara dikawinkan pertama kali ketika umur 15 18 bulan dan berat badan mencapai 300 kg.
Hal ini penting agar sapi dara dapat beranak pada umur 2 tahun.
Pakan Sapi Laktasi
Zat makanan pada sapi digunakan untuk hidup pokok, pertumbuhan janin di dalam kandungan
dan produksi air susu. Jika ingin mendapat produksi air susu yang tinggi, baik jumlah dan mutunya,
maka pakan diberikan dalam jumlah yang cukup dan bermutu.
Materi disampaikan pada Pelatihan Peningkatan Produktivitas Sapi Perah di Balai Pelatihan Peternakan-Cikole
pada tanggal 20 Juli 2010
7

Penyusunan Ransum Sapi Laktasi:


1. Dalam penyusunan ransum, terlebih dahulu harus dihitung kebutuhan seekor sapi terhadap bahan
kering (BK), energi (TDN=Total Digestible Nutrition), dan protein kasar (PK).
2. Kemudian dihitung berapa BK, TDN dan PK yang dapat dipenuhioleh hijauan (rumput dan daundaunan) untuk memenuhi kebutuhan seekor sapi perah.
3. Setelah itu berapa TDN dan PK yang dapat dipenuhi oleh konsentrat
4. Akhirnya dapat dihitung berapa kilogram konsentrat yang harus diberikan kepada sapi perah.
Contoh:
Misalkan seekor sapi perah yang hendak disusun ransumnya berbobot 450 kg dengan produksi air susu
13 kg dengan kadar lemak 3,5%. Maka tahapan perhitungan untuk penyusunan ransumnya sebagai
berikut:
1. Kebutuhan BK untuk hidup pokok dan produksi air susu:
a. Terlebih dahulu dihitung produksi air susu dalam 4% FCM (Fat Corrected Milk) = 0,4 produksi
susu + 15 produksi lemak = (0,4 x 13) + 15 (0,035 x 13) = 12 kg.
b. Dengan melihat Tabel 5 dapat dihitung kebutuhan BK
= 2,4 + (12-10)/15-10) x (2,65 2,40) = 2,4 + 2/5 (0,25) = 2,5%.
c. Jadi BK yang dibutuhkan sapi tersebut = 2,5% x 450 kg = 11,25 kg.
2. Kebutuhan TDN
a. Untuk hidup pokok bobot badan 450 kg (lihat Tabel 6) = 3,44 kg TDN
b. Untuk produksi susu 13 kg dengan kadar lemak 3,5% (lihat Tabel 6)
= 13 x 0,304 kg TDN = 3,95 kg TDN
c.

Jumlah kebutuhan TDN = 3,44 kg + 3,95 kg = 7,39 kg

3. Kebutuhan PK
a. Untuk hidup pokok bobot badan 450 kg (lihat Tabel 6) = 0,403 kg PK
b. Untuk produksi susu 13 kg dengan kadar lemak 3,5% (lihat Tabel 6)
= 13 x 0,082 kg PK= 1,066 kg PK
c. Jumlah kebutuhan PK = 0,403 kg + 1,066 kg = 1,469 kg PK
CARA PERHITUNGAN
Materi disampaikan pada Pelatihan Peningkatan Produktivitas Sapi Perah di Balai Pelatihan Peternakan-Cikole
pada tanggal 20 Juli 2010
8

- Kebutuhan BK dipenuhi dari 60% pakan hijauan dan 40% konsentrat.


- Hijauan terdiri dari 75% rumput alam dan 25% rumput gajah.
- Maka perlu dihitung berapa BK, TDN, dan PK dari masing-masing rumput
- Cara perhitungan:
1. 60% BK yang dibutuhkan (11,25 kg), akan dipenuhi dari hijauan = 60% x 11,25 kg = 6,75 kg kg.
Kebutuhan ini akan dipenuhi dari:
a. Rumput alam 75% = 75% x 6,75 kg = 5,063 kg
- Rumput alam mengandung BK 24,4% (lihat Tabel 7), sehingga rumput alam yang
dibutuhkan sebanyak = 100/24,4 x 5,063 kg = 20,75 kg
b. Rumput gajah 25% = 25% x 6,75 kg = 1,688 kg
- Rumput gajah mengandung BK 22,2%, sehingga rumput gajah yang dibutuhkan sebanyak =
100/22,2 x 1,688 kg = 7,60 kg
2. TDN yang dipenuhi oleh hijauan (lihat Tabel 7)
a. Rumput alam = (20,75 x 0,244 x 0,562 ) kg TDN = 2,845 kg TDN
b. Rumput gajah = (7,60 x 0,222 x 0,524) kg TDN = 0,884 kg TDN
3.

PK yang dipenuhi oleh hijauan (lihat Tabel 7)


a. Rumput alam = (20,75 x 0,244 x 0,082) kg PK = 0,415 kg PK
b. Rumput gajah = (7,60 x 0,222 x 0,0869) kg PK = 0,147 kg PK

4.

Jumlah kebutuhan sapi tersebut, dapat dipenuhi oleh hijauan:


a. TDN = (2,845 + 0,884) kg = 3,729 kg
b. PK = (0,415 + 0,147) kg = 0,562 kg
c. Jumlah kebutuhan yang harus dipenuhi konsentrat :
- TDN = (7,39 3,729) = 3,661 kg
- PK = (1,469 + 0,562) kg = 0,907 kg
d. Konsentrat pabrik yang digunakan mengandung BK 90, TDN 70%, dan PK 15%.
e. Satu kg konsentrat mengandung = 15/100 x 1 kg = 0,15 kg PK, sedangkan PK yang dibutuhkan
sapi dari konsentrat sebanyak 0,907 kg. Konsentrat yang dibutuhkan untuk memenuhi PK
adalah (0,907/0,15 ) kg = 6,050 kg

Materi disampaikan pada Pelatihan Peningkatan Produktivitas Sapi Perah di Balai Pelatihan Peternakan-Cikole
pada tanggal 20 Juli 2010
9

f. Untuk mengetahui apakah 6,050 kg konsentrat telah memenuhi kebutuhan sapi, dihitung
sebagai berikut:
-

TDN = 70/100 x 6,050 kg = 4,235 kg (terpenuhi karena kebutuhan 3,661 kg)

PK = 15/100 x 6,6050 kg = 0,9075 kg. (terpenuhi karena kebutuhan 0,907 kg)

g. Dengan demikian ransum untuk pakan sapi laktasi dengan berat badan 450 kg, produksi susu
13 kg dengan kadar lemak 3,5%.sebagai berikut:
-

Rumput alam = 20,75 kg

Rumput gajah = 7,60 kg

Konsentrat = 6,05 kg

h. Sebenarnya sebagaian konsentrat pabrik yang dibuituhkann tersebut masih dapat diganti
dengan bungkil kacang tanah, bungkil kedelai, bungkil kelapa atau dengan sumber protein yang
ada di lokasi, sehingga harga ransum tersebut

lebih murah.Tetapi hal itu diperlukan

perhitungan lebih rumit.


Tabel 5. Kebutuhan bahan kering (BK) sapi laktasi pada 4% FCM
Bobot badan (kg)
400
450
500
550
600
Produksi susu 4% ................................................ % bobot badan..............................................
FCM
10
2,50
2,40
2,30
2,25
2,20
15
2,80
2,65
2,50
2,45
2,40
20
3,10
2,95
2,80
2,75
2,70
25
3,40
3,25
3,10
3,05
3,00
30
3,70
3,55
3,40
3,30
3,20
35
4,00
3,80
3,60
3,50
3,40
Catatan : 4% FCM = 0,4 produksi susu + 15 produksi lemak
Produksi lemak = % lemak x produksi susu

Tabel 6. Kebutuhan zat makanan sapi perah betina dewasa per hari
Bobot badan TDN (kg)
(kg)
1. Hidup poko
350
2,85

PK (g)

Kalsium (g)

Fosfor (g)

Vitamin
A
(1.000 IU)

341

14

11

27

Materi disampaikan pada Pelatihan Peningkatan Produktivitas Sapi Perah di Balai Pelatihan Peternakan-Cikole
pada tanggal 20 Juli 2010
10

400
450
500
550
600

3,15
3,44
3,72
4,00
4,27

373
403
432
461
489

15
17
18
20
21

13
14
15
16
17

2. Hidup pokok dengan bunting pada dua bulan terakhir sebelum beranak
350
3,17
642
23
16
400
4,10
702
26
18
450
4,47
763
29
20
500
4,84
821
31
22
550
5,20
877
34
24
600
5,55
931
37
26

30
34
38
42
46
27
30
34
38
42
46

3. Produksi susu untuk tiap kilogram (% lemak)


2,5
0,260
72
2,40
1,65
3,0
0,282
77
2,50
1,70
3,5
0,304
82
2,60
1,75
4,0
0,326
87
2,70
1,80
4,5
0,344
92
2,80
1,85
5,0
0,365
98
2,90
1,90
Untuk sapi betina laktasi pertama ditambah 20 %, bagi sapi sedangkan laktasi kedua ditambah 10%
dari semua kebutuhan zat makanan, kecuali vitamin A.
Tabel 7. Komposisi bahan makanan
Bahan makanan
BK (%)
Rumput alam
24,4
Rumput gajah
22,2

Protein (%)
8,20
8,69

TDN (%)
56,2
52,4

Materi disampaikan pada Pelatihan Peningkatan Produktivitas Sapi Perah di Balai Pelatihan Peternakan-Cikole
pada tanggal 20 Juli 2010
11