Anda di halaman 1dari 1

ABSTRAK

Nama
: Dagaigul Akbar
Nim
: 06.2.02.0086
Judul Skripsi : PEMBINAAN KEHIDUPAN KEAGAMAAN MASYARAKAT
SUKU PENDAU DI DESA KASIMBAR KECAMATAN
KASIMBAR KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Skripsi ini berkenaan dengan Studi Kasus tentang Pembinaan kehidupan
keagamaan masyarakat suku Pendau di Desa Kasimbar Kecamatan Kasimbar
Kabupaten Parigi Moutong. Pokok permasalahannya adalah bagaimanakah bentuk
dan langkah-langkah pembinaan keagamaan masyarakat suku Pendau di Desa
Kasimbar dan apa yang menjadi kendala serta solusi yang diambil dalam pembinaan
tersebut?
Pokok permasalahan tersebut dibahas dan dijelaskan dengan metode kwalitatif
yang bersumber dari field research (penelitian lapangan) serta teknik pengumpulan
data yang diperoleh dianalisis berdasarkan pada objek penelitian lapangan.
Selanjutnya analisis lapangan yang dimaksud adalah bersifat induktif guna
mengetahui penelitian secara umum maupun secara khusus
Langkah-langkah yang dilakukan oleh masyarakat Desa Kasimbar pada
umumnya dan masyarakat suku Pendau pada khususnya dilakukan dengan berbagai
cara, dan salah satu cara yang menurut mereka efektif adalah pengajian dari rumah ke
rumah, dan hal ini selalu dilakukan secara turun temurun. Tujuan dilaksanakannya
pengajian dari rumah ke rumah ini adalah sebagai upaya dalam memberikan
pemahaman keagamaan kepada masyarakat. Disamping itu, bahwa dengan adanya
inisiatif untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat dari rumah ke rumah
menunjukan betapa sarana dan prasarana yang ada di Desa tersebut belum ada, dan
inilah yang menjadi salah satu kendala bagi pembinaan keagamaan pada masyarakat
suku Pendau secara khusus dan masyarakat Desa Kasimbar pada umumnya.
Selain itu, dari hasil penelitian penulis menemukan bahwa terdapat tiga
agama yakni Islam, Kristen dan agama hindu yang dianut oleh masyarakat suku
Pendau, akan tetapi selama ini keberadaan mereka sebagai sebuah komunitas
masyarakat yang majemuk senantiasa hidup rukun antara yang satu dengan yang
lainnya. Dan ini merupakan salah satu bukti keberhasilan dari masing-masing agama
yang ada di wilayah tersebut dalam membina umatnya. Akan tetapi disisi lain terdapat
kehidupan masyarakat yang jauh dari nilai-nilai spiritual (khususnya bagi yang
beragama Islam), karena itu menjadi sebuah tanggung jawab bersama antara aparat
pemerintah dengan masyarakat setempat untuk lebih meningkatkan mutu pembinaan
yang ada selama ini.

11