Anda di halaman 1dari 6

Ratih Oktaviani P. N.

5113415021
Teknik Sipil
Rombel 70
Hak dan kewajiban Warga Negara
1. Pengertian Bangsa dan Negara
Bangsa
Bangsa orang-orang yang memiliki kesamaan asal keturunan, adat, bahasa,
dan sejarah serta berpemerintahan sendiri, atau bisa saja diartikan sebagai
kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan wilayah
tertentu di muka bumi. Jadi, Bangsa Indonesia adalah sekelompok manusia
yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai
satu bangsa serta berproses di dalam satu wilayah Nusantara/Indonesia.
Menurut Ernest Renan, Nasion adalah suatu kesatuan solidaritas, kesatuan
yang terdiri dari orang-orangyang saling merasa setia kawan dengan satu

sama lain.
Menurut Ben Anderso bangsa adalah komunitas politik yang dibayangkan
dalam wilayah yang jelas batasnya dan berdaulat. Dari pendapat Anderson,
pernciptaan

solidaritas

nasional

digambarkan

sebagai

proses

pengembangan imaginasi di kalangan anggota asyarakat tentang


komunitas mereka, sehingga orang Aceh yang tidak pernah berkunjung ke
Jawa Tengah dan tidak pernah bertemu dengan orang Jawa Tengah bisa
mengembangkan kesetiakawanan terhadap sesama anggota komunitas

Indonesia itu.
Menurut Otto Baurer bangsa adalah satu persatuan perangai yang timbul
karena persatuan nasib.
Dengan demikian perngertian bangsa yaitu adanya elemen pokok berupa
jiwa, kehendak, perasaan, pikiran, semangat, yang bersama-sama
membentuk kesatuan, kebulatan dan ketunggalan serta semuanya itu yang

dimaksud adalah kerohaniannya


Negara
Negara adalah suatu organisasi dari sekelompok atau beberapa kelompok
manusia yang sama-sama mendiami satu wilayah tertentu dan mengetahui
adanya satu pemerintahan yang mengurus tata tertib serta keselamatan
sekelompok atau beberapa kelompok manusia tersebut.
Negara adalah alat dari sesuatu masyarakat yang mempunyai kekuasaan
untuk mengatur hubungan-hubungan manusia dalam masyarakat, disamping

Ratih Oktaviani P. N.
5113415021
Teknik Sipil
Rombel 70
itu juga menertibkan gejala-gejala kekuasaan yang timbul oleh karena adanya
hubungan-hubungan tersebut dalam masyarakat. Negara mempunyai tugas
penting yaitu mengendalikan dan mengatur gejala-gejala kekuasaan yang
timbul dalam masyarakat yang bertentangan satu sama lain. selain itu negara
juga mempunyai tugas untuk mengorganisasi dan mengintrogasikan aktivitasaktivitas individu dan golongan agar tercapai tujua-tujuan masyarakat
seluruhnya seperti apa yang mereka cita-citakan.
Negara memiliki sifat-sifat tertentu yaitu:
1. Memaksa yaitu memaksa segala aturan yang ditetapkan untuk ditaati oleh
semua yang ada di negara itu.
2. Monopoli yaitu negarai sebagai penyelenggaran kepentingan umum
memiliki hak monopoli dalam pengelolaan urusan tertentu
3. Mencakup semua yaitu kekuasaan negara berlaku bagi setiap orang yang
ada di wilayah negara itu tanpa kecuali.
Terbentuknya suatu negara harus memenuhi beberapa unsur pokok sebagai
syarat. Unsur-unsur esensial tersebut adalah:
1. Rakyat merupakan suatu kelompok manusia yang merupakan suatu
kehidupan bersama yang menetap di suatu tempat yang tertentu.
2. Wilayah, yang dimaksud wilayah bukan hanya geografis dalam arti
sempit, tetapi wilayah dalam arti luas yaitu wilayah yang melaksanakan
yurisdiksi negara meliputi baik wilayah geografis maupun udara sampai
ketinggian tak terbatas, dan juga laut di sekitar pantai negara itu atau
disebut laut teritorial
3. Pemerintah yang berdaulat adalah pemerintah yang memiliki kekuasaan
tertinggi, yang berarti tidak berada dibawah kekuasaan lainnya.
2. Proses berbangsa dan bernegara
Penciptaan suatu identitas bersama berkisar pada perkembangan keyakinan
dan nilai-nilai yang dianut bersama dapat memberi masyarakat disuatu
wilayah tertentu suatu persaan solidaritas sosial. Upaya untuk penciptaan
identitas bersama telah dilakukan sepanjang sejarah perjalanan masyarakat
Indonesia sebelum mendirikan negara Republik Indonesia.

Ratih Oktaviani P. N.
5113415021
Teknik Sipil
Rombel 70
Dengan terwujudnya identitas bersama sebagai bangsa dan negara Indonesia
dapat mengikat ekstensinya serta memberikan daya hidup. Sebagai bangsa
dan negara yang merdeka, berdaulat dalam hubungan internasional akan
dihargai dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain.
3. Kerangka Dasar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Dalam rangka pelaksanaan kehidupan nasional Indonesia telah memiliki
seperangkat sarana yang dapat digunakan sebagai acuan yaitu Pancasila
sebagai falsafah, ideologi dan dasar negara, UUD 1945 sebagai hukum dasar,
Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional, Ketahanan Nasional sebagai
konsepsi yang merupakan prasyarat untuk mencapi cita-cita dan tujuan
nasional.
a. Pancasila sebagai falsafah, Ideologi dan Dasar Negara RI
Pancasila sebagai falsafah hidup menginginkan agar moral Pancasila
menjadi moral kehidupan negara dalam arti menuntut penyelenggara dan
penyelenggaraan negara menghargai dan menaati prinsip-prinsip
moral. Kelimasila dalam Pancasila memberikan makna hidup dan

menjadi tuntutan serta tujuan hidup bagi bangsa Indonesia.


Pancasila Sebagai Ideologi Negara Indonesia adalah visi atau arah dari
penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ialah
terwujudnya kehidupan yang menjunjung tinggi ketuhanan, nilai
kemanusiaan, kesadaran akan kesatuan, berkerakyatan serta menjunjung

tinggi nilai keadilan.


Penetapan pancasila sebagai dasar Negara memberikan pengertian bahwa
Negara Indonesia adalah Negara pancasila. Itu berarti bahwa Negara
Indonesia harus tunduk kepadanya, membelanya, dan melaksanakan

segala perundang-undangannnya.
b. UUD 1945 sebagai Landasan Konstitusional
Landasan konstitusional pembangunan adalah UUD 1945. UUD 1945
merupakan arahan yang paling dasar dalam menyusun tujuan pokok
pembangunan nasional sebagai suatu visi pembangunan nasional guna
dijadikan landasan dalam Keputusan/KetetatapanMPR. Khusus dalam
Pembukaan UUD 1945 disebutkan empat pokok tujuan pembangunan
nasional mencakup: mencerdaskan kehidupan bangsa, menciptakan

Ratih Oktaviani P. N.
5113415021
Teknik Sipil
Rombel 70
kesejahteraan umum, melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, dan
berperanserta dalam membantu ketertiban dunia dan perdamaian abadi.
c. Wawasan Nusantara sebagai Wawasan Nasional
Wawasan nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia
merupakan ajaran yang diyakini kebenaran oleh seluruh rakyat agar tidak
terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai dan
mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional. Dengan demikian, Wawasan
Nusantara menjadi landasan visional dalam menyelenggarakan kehidupan
nasional.
d. Ketahanan Nasional sebagai Pendekatan Konsepsional
Ketahanan nasional adalah konsepsi politik kenegaraan Republik
Indonesia. Ketahanan nasional merupakan landasan konsepsional bagi
pembangunan nasional di Indonesia. Berdasarkan ketiga pengertian ini,
kita mengenal tiga wujud atau wajah dari ketahanan nasional, yaitu :
1)
Ketahanan Nasional sebagai kondisi
2)
Ketahanan Nasional sebagai metode
3)
Ketahanan Nasional sebagai doktrin
Bagi bangsa Indonesia ketahanan nasional dibangun diatas dasar falsafah
bangsa dan negara Indonesia yaitu Pancasila.
4. Warga Negara, Hak dan Kewajiban Warga Negara
a. Warga Negara adalah satu tiang negara karena itu warga negara sangatlah
penting dalam suatu negara.
b. Hak dan Kewajiban Warga Negara
1. Wujud Hubungan Warga Negara dengan Negara Wujud hubungan
warga negara dan negara pada umumnya berupa peranan.
2. Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia Hak kewajiban warga
negara Indonesia tercantum dalam pasal 27 sampai dengan pasal 34
UUD 1945.
Hak Warga Negara Indonesia :
Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak : Tiap warga negara
berhak

atas

pekerjaan

dan

penghidupan

yang

layak

bagi

kemanusiaan (pasal 27 ayat 2).


Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan: setiap orang
berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan
kehidupannya.(pasal 28A).

Ratih Oktaviani P. N.
5113415021
Teknik Sipil
Rombel 70
Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui
perkawinan yang sah (pasal 28B ayat 1).
Hak atas kelangsungan hidup. Setiap anak berhak atas kelangsungan
hidup, tumbuh, dan Berkembang
Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan
dasarnya dan berhak mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan
teknologi, seni dan budaya demi
meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia.
(pasal 28C ayat 1)
Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya
secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan
negaranya. (pasal 28C ayat 2).
Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum
yang adil serta
perlakuan yang sama di depan hukum.(pasal 28D ayat 1).
Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Hak untuk hidup, hak untuk
tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani,hak
beragama, hak untuk tidak diperbudak,
hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk
tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi
manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. (pasal
28I ayat 1).
Kewajiban Warga Negara Indonesia :
Wajib menaati hukum dan pemerintahan. Pasal 27 ayat (1) UUD
1945 berbunyi: segala warga negara bersamaan kedudukannya di
dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan
pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Pasal 27 ayat (3)
UUD 1945 menyatakan: setiap warga negara berhak dan wajib ikut
serta dalam upaya pembelaan negara.
Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. Pasal 28J ayat 1
mengatakan: Setiap orang wajib menghormati hak asai manusia
orang lain.
Wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undangundang. Pasal 28J ayat 2 menyatakan : Dalam menjalankan hak dan

Ratih Oktaviani P. N.
5113415021
Teknik Sipil
Rombel 70
kebebasannya,setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang
ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud untuk menjamin
pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan
untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan
moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam
suatu masyarakat demokratis.
Wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Pasal

30 ayat (1) UUD 1945. menyatakan: tiap-tiap warga negara berhak


dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.