Anda di halaman 1dari 3

REVIEW JURNAL

PENGARUH KECENDERUNGAN MANAJER DALAM PENGAMBILAN


KEPUTUSAN TERHADAP PAYOFF MAGNITUDE YANG DIMODERASI
OLEH GENDER David Prasetya

1.

Latar Belakang Masalah


Sebagai elemen penting dari pengembangan bisnis dan ekspansi, manajer
sering terlibat dalam keputusan penganggaran modal sehingga manajer dapat
mengevaluasi dan memilih antara proyek-proyek investasi yang berbeda dalam skala
waktu dan ketidakpastian arus kas. Manajer cenderung berfikir tentang risiko
didasarkan pada referensi kepribadian sesorang. Manajer melihat insentif dan norma
mempengaruhi pengambilan risiko. Dalam pengambilan risiko manajer dapat bersikap
risk averse dan risk tasking. Risiko juga dipandang sebagai suatu yang dapat
dikontrol. Manajer mencoba untuk mengubah peluang dan mencari strategi
pengendalian risiko. Salah satu teori yang dapat digunakan untuk menjelasjan
pengambilan keputusan manajer dalam pengambilan risiko adalah teori keagenan.
Teori ini berpendapat bahwa agen agen akan bertindak untuk kepentingannya
sendiri, dan kepentingan-kepentingannya tidak selarasdengan principal, yaitu adanya
insentif yang merupakan unsur dari permasalah keagenan. Penelitian ini akan menguji
apakah peningkatan keuntungan akan menyebabkan seseorang untuk bersikap risk
tasking ketika memilih antara dua proyek yang memiliki risiko dan return berbeda.
Penelitian ini menambahkan variabel moderasi yaitu gender karena melihat adanya
pengaruh perbedaan gender dalam preferensi pengambilan risiko. Banyak asumsi
yang mengatakan bahwa laki-laki lebih menyukai risiko daripada perempuan.
Penelitian ini ingin membuktikan bahwa perbedaan gender mempengaruhi seorang
manajer saat pengambilan keputusan dalam hal memilih proyek yang berisiko.
2.

Sampel Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan 52 mahasiswa sebagai subyek penelitian.
Subyek yang dipilih adalah mahasiswa salah satu STIE di Yogyakarta yang meliputi
mahasiswa program Magister Akuntansi, Magister Manajemen, dan PPA. Subjek
dipilih sebagai proksi general manager karena kesulitan dalam pengumpulan general
manager yang sebenarnya, dengan pertimbangan bahwa sebagian besar mahasiswa
Magister Akuntansi, Magister Manajemen, dan PPA merupakan calon manager.
3.

H1
H2-a

Hipotesis
berikut ini merupakan beberapa Hipotesis dalam penelitian :
Hipotesis
Pengujian
Pengaruh Kecenderungan Pengambilan risiko terhadap Payoff
Pearson
magnitude
Chi Square
Terdapat perbedaan probabilitas bahwa setiap proyek merugi
Anova

H2-b
H2-c

H2-d
H2-e
H2-f

H3-a

H3-b

H3-c

H3-d

H3-e

H3-f

4.

antara manajer yang bersikap risk averse dan risk taking


Tetdapat perbedaan Probabilitas bahwa tidak ada bonus yang
diterima antara manajr yang bersikap risk averse dan risk taking
Terdapat perbedaan probabilitas bahwa setiap proyek
menghasilkan return positif antara manajer yang bersikap risk
averse dan risk taking
Terdapat perbedaan distribusi return positif dari setiap proyek
antar manajer yang bersikap riks averse dan risk taking.
Terdapat perbedaan tingkat maksimum bonus yang tersedia
antar manajer yang bersikap risk averse dan risk taking
Terdapat perbedaan tingkat rata-rata tertimbang dari bonus
yang diharapkan antar manajer yang bersikap risk averse dan
risk taking
Ada interaksi antara preferensi manajer dalam pengambilan
risiko dengan gender saat probabilitas bahwa setiap proyek
merugi
Ada interaksi antara preferensi manajer dalam pengambilan
risiko dengan gender saat probabilitas bahwa tidak ada bonus
yang diterima
Ada interaksi antara preferensi manajer dalam pengambilan
risiko dengan gender saat probabilitas bahwa setiap proyek
menghasilkan return positif
Ada interaksi antara preferensi manajer dalam pengembalian
risiko jenis manajer dengan gender saat terdapat distribusi
return positif dari setiap proyek.
Ada interaksi antara preferensi manajer dalam pengambilan
risiko dengan gender saat terdapat tingkat maksimum bonus
yang bersedia
Ada interaksi antara preferensi manajer dalam pengambilan
risiko dengan gender saat terdapat tingkat rata-rata tertimbang
dari bonus yang diharapkan

Anova
Anova

Anova
Anova
Anova

Anova

Anova

Anova

Anova

Anova

Anova

Hasil Pengujian
Tingkat signifikan yang digunakan adalah 0,05. Hipotesis didukung apabila pvalue lebih kecil dari 0,05, hasil pengujian sebagai berikut:
Hasil Pengujian
Ho
H1
0,010
Ditolak
H2-a
0,000
Ditolak
H2-b
0,000
Ditolak
H2-c
0,140
Diterima
H2-d
0,052
Diterima
H2-e
0,000
Ditolak
H2-f
0,000
Ditolak
H3-a
0,610
Diterima
H3-b
0,445
Diterima
H3-c
0,634
Diterima

H3-d
H3-e
H3-f
5.

0,440
0,603
0,101

Diterima
Diterima
Diterima

Pembahasan
Hipotesis 2a menyatakan terdapat perbedaan probabilitas bahwa setiap proyek
merugi antara manajer yang bersikap risk averse dan risk taking. Hipotesis 2b
menyatakan terdapat perbedaan probabilitas bahwa tidak ada bonus yang diterima
anatar manajer yang bersikap risk averse dan risk taking. Hipotesis 2e menyatakan
terdapat perbedaan tingkat maksimum bonus yang tersedia antara manajer yang
bersikap risk averse dan risk taking. Hipotesis 2f yang menyatakan terdapat perbedaan
tingkat rata-rata tertimbang dari bonus yang diharapkan antara manajer yang bersikap
risk averse dan risk taking. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis 2a,
2b, 2e, 2f didukung. Hipotesis 2c menyatakan terdapat perbedaan probabilitas bahwa
setiap proyek menghasilkan return positif antara manajer yang bersikap risk averse
dan risk taking. Hipotesis 2d meyatakan terdapat perbedaan antara manajer yang
bersikap risk averse dan risk taking. Dengan demikian, dapay disimpulkan bahwa
hipotesis 2c dan 2d tidak didukung. Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil yang telah
dilakukan sebelumnya.
Hipotesis 3a menyatakan ada interaksi anatra preferensi manaer dalam
pengambilan risiko dengan gender saat probabilitas bahwa setiap proyek merugi.
Hipotesis 3b menyatakan ada interaksi antara preferensi maanjer dalam pengambilan
risiko dengan gender saat probabilitas bahwa tidak ada bonus yang diterima, Hipotesis
3c menyatakan ada interaksi antara preferensi manajer dalam pengambilan risiko
dengan gender saat probabilitas bahwa setiap proyek menghasilkan return positif.
Hipotesis 3d menyatakan ada interaksi antara preferensi manajer dalam pengambilan
risiko dengan gender saat terdapat distribusi return positif dari setiap proyek,
Hipotesis 3e menyatakan ada interaksi antara preferensi manajer dalam pengambilan
risiko dengan gender saat terdapat tingkat maksimum bonus yang tersedua. Hipotesis
3f menyatakan ada interaksi antara preferensi manajer dalam pengambilan risiko
dengan gender saat terdapat tingkat rata-rata tertimbang dari bonus yang diharapkan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis 3a, 3b, 3c, 3d, 3e. dan 3f tidak
didukung.