Anda di halaman 1dari 4

Penerapan Pengembangan Metode Belajar Cooperative Integrated Reading

Composition (CIRC) Dalam Meningkatkan Minat Mahasiswa Pada Blok


Endokrin Metabolik
Anna Sari Dewi, Berry Erida Hasbi
Pendahuluan

Blok endokrin & metabolism: materi yang berkaitan dengan kelainan pada kelenjar

endokrin, metabolisme, dan permasalahan seputar keseimbangan gizi.


WHO: jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun.1
Metode perkuliahan di dalam kelas dan kehadiran mahasiswa di dalam kelas rerata
kurang dari 90%.

Oleh karena itu diperlukan sebuah metode yang dapat mengatasi kekurangan yang
ditemukan pada blok ini yaitu Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) atau
komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif-kelompok. 2
Konsep Pengembangan dan Tinjauan Teori
Metode pembelajaran pendidikan kedokteran telah mengalami perubahan dari metode
konvensional menjadi metode student centre learning. Hal ini digunakan oleh karena
berdasarkan Learning Pyramid (National Training Laboratories, Maine, USA metode kuliah
tatap muka memiliki average retention rate paling rendah (5%) dibandingkan dengan metode
diskusi kelompok tutorial (50%) dan praktikum atau skills lab (70%) atau teach other lainnya
yang sampai mencapai angka 80%.3,4 Student centre learning (SCL) memiliki 3 komponen yaitu
expository, exploratory dan simulation.4
Pengembangan yang direncanakan yaitu proses pembelajaran yang harus disesuaikan
dengan materi menggunakan pengembangan metode pembelajaran Cooperative Integrated
Reading Composition (CIRC). Prinsip belajar terpadu ini sejalan dengan empat pilaryaitu
learning to know, learning to do, learning to be dan learning to live together.5
Adapun kelebihan dari metode pembelajaran terpadu CIRC ini antara lain:5
1. Kegiatan belajar akan lebih bermakna bagi peserta didik.
2. Pembelajaran terpadu dapat menumbuh-kembangkan keterampilan berpikir.
3. Pembelajaran terpadu menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis (bermanfaat) sesuai
dengan permasalahan yang sering ditemui dalam lingkungan.
4. Pembelajaran terpadu dapat menumbuhkan motivasi belajar mahasiswa ke arah belajar
yang dinamis, optimal dan tepat guna.

5. Menumbuhkembangkan interaksi sosial seperti kerjasama, toleransi, komunikasi dan


respek terhadap gagasan orang lain.
6. Membangkitkan motivasi belajar, memperluas wawasan dan aspirasi dosen dalam
mengajar.
Metode pembelajaran CIRC ini mencakup beberapa model pembelajaran seperti :

Curah pendapat (brainstorming).


Diskusi kelompok.
Praktek lapangan.
Case Based Teaching.
Membuat tulisan naratif.
Metode Pengembangan Sistem dan Implementasi
Berikut langkah-langkah yang akan dilaksanakan dalam pengembangan metode belajar CIRC :
1.
2.
3.
4.
5.

Organisasi.
Eksplorasi.
Diskusi dan menulis.
Publikasi.
Penguatan dan refleksi.

Hasil Implementasi dan Pembahasan


Mayoritas mahasiswa sangat tertarik dengan metode CIRS karena mampu
menghilangkan rasa kejenuhan belajar di dalam kelas. Hal ini dikarenakan metode CIRC
menggabungkan beberapa unsur metode belajar seperti metode diskusi, metode resitasi, metode
eksperimental sampai dengan peer teaching method.
Pada metode CIRC ini mahasiswa aktif mencari informasi dan membuat suatu tulisan
naratif seputar masalah endokrin metabolik. Dengan membuat tulisan ini ternyata mampu
meningkatkan minat mahasiswa untuk mencari tahu, memahami dan mendalami penyakitpenyakit pada sistem endokrin metabolik. Selain itu telah dilakukan pula revisi konten kuliah
sesuai kompetensi 3 dan 4 SKDI 2012. Demikian pula telah dibuatkan skenario baru dan
tambahan keterampilan utamanya dalam hal anamnesis dan konseling.
Tabel 1. Perbandingan nilai kelulusan blok Endokrin Metabolisme dengan metode CIRC dan
Non CIRC

TAHUN

NILAI A

NILAI B

NILAI C

NILAI E

NILAI TERTINGGI

2013

16,2%

38,1%

31,2%

9,3%

76,9

2014

35,9%

52,4%

6,1%

1,8%

82,8

Bertitik tolak dari hasil yang diperoleh di atas dapat disimpulkan bahwa metode CIRC ini
ternyata mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar mahasiswa (86% dari hasil kuesioner)
dan mengangkat nilai kelulusan blok yaitu nilai A : 35,9% ; nilai B : 52,4% ; nilai C : 6,1% ;
nilai E : 1,8% dan nilai K : 3,6% dibandingkan nilai kelulusan di tahun sebelumnya yaitu nilai
A : 16,2% ; nilai B : 38,1% ; nilai C : 31,2% ; nilai E : 9,3% . Sementara nilai tertinggi adalah
82,8 (tahun lalu 76,9).
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan didapatkan bahwa metode CIRC ternyata mampu meningkatkan minat dan
motivasi belajar mahasiswa dan mengangkat nilai kelulusan blok. Indikator keaktifan pun
mengalami perbaikan Di samping itu dengan metode CIRC ini diharapkan dosen memperoleh
bahan pertimbangan guna pengembangan metoda pengajaran untuk blok endokrin metabolisme
dan mahasiswa lain dapat menjadikan hasil karya tulis ini sebagai bahan referensi untuk
peningkatan hasil belajar serupa dengan objek yang berbeda.
disarankan metode pengajaran ini tetap dilanjutkan, tenaga pembimbing terutama yang di
puskesmas dan rumah sakit harus lebih dipersiapkan dan hasil karya tulis mahasiswa tersebut
setelah di evaluasi dan diedit diperbanyak untuk menjadi bahan pembelajaran/bacaan bagi
mahasiswa yang lain.
DAFTAR PUSTAKA
1. Profil Kesehatan Departemen Kesehatan RI (2006). Jakarta
2. Vaughn, Baker (2001) Teaching in the medical setting : Balancing teaching styles,
learning

styles

and

teaching

methods.

Available

online

at

http://www.tandf.co.uk/journals/tf/0142159x.html
3. Abbatt, F.R. (2002) Teaching for Better Learning, August 2002. Available online at:
http://www.networklearning.org

4. Amin, Z & Eng, K.H. (2003) Basics in Medical Education. World Scientific Publishing
Co. Pte. Ltd. Singapore
5. Joul (2013), Metode pembelajaran CIRC, id.wordpress.com