Anda di halaman 1dari 6

TIPUS

2.1 DEFINISI
2.2 BAGIAN
1. Tangkai induk bunga (rachis, pedunculus, pedunculus
communis) merupakan aksis perbungaan sebagai lanjutan dari batang
atau cabang.
2. Tangkai bunga (pedicellus) merupakan cabang terakhir yang
mendukung bunga.
3. Dasar bunga (receptacle) merupakan
sebagai tempat melekatnya mahkota bunga

ujung

tangkai

bunga

4. Daun pelindung (brachtea) merupakan daun terakhir yang di


ketiaknya tumbuh bunga.
5. Daun tangkai (brachteola) merupakan daun pelindung yang letaknya
di pangkal tangkai bunga.
6. Kelopak bunga (sepal) merupakan bagian yang menyelimuti
bunga saat bunga masig menguncup. Kelopak bunga akan membuka saat
bunga mulai mekar.
7. Mahkota bunga (Corolla) merupakan bagian paling indah pada
bunga. Terdiri dari daun perhiasan bunga yang berwarna-warni dan
berkelompok. Keindahan sebuah bunga terletak pada bentuk dan warna
daun mahkotanya.
8. Benang sari (stamen) adalah bagian fertil pada bunga yang
terdiri dari kepala sari (anthera), berisi serbuk sari (polen),
tangkai sari (filamen), dan pendukung kepala sari. Benang sari
merupakan alat kelamin jantan pada bunga.
9. Putik bunga (Pistill) adalah bagian fertil pada bunga dimana
bakal buah dan bakal biji berada. Putik berbentuk seperti botol yang
lehernya lurus dan panjang. Bagian putik yang paling ujung disebut
kepala putik, Bagian putik yang paling panjang disebut tangkai
putik. Sedang bagian bawah putik yang mengelembung disebut carpel
yaitu pendukung makrospora dimana bakal buah dan bakal biji berada.
Bakal biji mempunyai dua inti, yaitu sel telur ( Ovum) dan calon
lembaga.
2.3 BUNGA BERDASAR KELAMIN
Berdasarkan alat-alat kelamin yang terdapat pada masing-masing bunga, orang
membedakan:
a.

Bunga banci atau berkelamin dua (hermaphroditus), yaitu bunga, yang

padanya terdapat benang sari (alat kelamin jantan) maupun putik (alat
kelamin betina). Bunga ini seringkali dinamakan pula bunga sempurna
atau bunga lengkap, karena biasanya pun jelas mempunyaihiasan bunga
yang terdiri atas kelopak dan mahkota, misalnya bunga terung (solanum
melongena L).
b.

Bunga berkelamin tunggal (unisexualis), jika pada bunga hanya terdapat


salah satu dari kedua macam alat kelaminnya.berdasarkan alat kelamin
yang ada padanya dapat dibedakan lagi dalam:
1.

Bunga jantan (flos masculus), jika pada bunga hanya terdapat


benang sari tanpa putik, misalnya bunga jagung yang terdapat di
bagian atas tumbuhan.

2.

Bunga betina (flos femineus), yaitu bunga yang tidak mempunyai


benag sari, melainkan hanya putik saja, misalnya bunga jagung yang
tersusun dalam tongkolnya.

c. Bunga mandul atau tidak berkelamin, jika pada bunga tidak terdapat baik
benang sari maupun putik, misalnya bunga pinggir (bunga pita) pada
bunga matahari (helianthus annuus .)
Bertalian dengan kelamin bunga yang terdapat pada suatu tumbuhan,
orang yang membedakan tumbuhan yang:
a.

Berumah satu (monoecus), yaitu tumbuahn yang mempunyai bunga


jantan dan bunga betina pada satu individu (satu batang tumbuhan),
misalnya jagung (zeay mays L), mentimun (cucumis sativum L), jarak
(Ricinus communis L.).

b.

Berumah dua (dioecus), jika bunga jantan dan bunga betina terpisah
tempatnya, artinya ada individu yang hanya mendukunng bunga jantan
saja, dan ada individu yang hanya mendukung bunga betina saja,
misalnya salak (Zalacca edulis Reinw) .

c. Poligam (polygamus), jika pada suatu tumbuhan terdapat bunga jantan,


bunga betina dan bunga banci bersama-sama, misalnya pada papaya
(carica papaya L). biasanya poligami dimaksud untuk menunjukkan sifat

tumbuhan bertalian dengan sifat bunga tadi yang memperlihatkan suatu


kombinasi bukan beruamh satu dan juga berumah dua.
2.4 Berdasarkan jumlah bunga yang dihasilkannya, tumbuhan dibagi menjadi 2
macam, yaitu :
1.

Tumbuhan berbunga tunggal (planta uniflora), yaitu tumbuhan yang hanya


menghasilkan satu bunga saja pada satu tangkai, biasanya terdapat pada ujung
batang.

2.

Tumbuhan berbunga banyak (planta multiflora), yaitu tumbuhan yang hanya


menghasilkan lebih dari satu bunga dalam satu ibu tangkai bunga. Sebagian bunga
terdapat dalam ketiak-ketiak daun dan sebagian pada ujung batang atau cabangcabang.

2.5

Menurut tempatnya pada tumbuhan, kita dapat membedakan :

1.

Bunga pada ujung batang (flos terminalis), misalnya kembang merak


(Caesalpinia pulcherrimaSwartz.)

2.

Bunga di ketiak daun (flos lateralisatau flos axillaris), misalnya kembang sepatu
(Hibiscus r

osa-sinensis)
2.5 TIPE BUNGA
a. Bunga majemuk tak terbatas (inflorescentia racemosa, inflorescentia
botryoidesatau inflorescentia centripetala)
Bunga majemuk tak berbatas dapat dibedakan lagi menjadi :

1). Ibu tangkainya tidak bercabang-cabang, sehingga bunga (bertangkai atau


tidak) langsung terdapat pada ibu tangkainya.
a) Tandan(racemusatau botrys), yaitu jika suatu bunga bertangkai nyata
dan duduk pada ibu tangkainya. Misalnya kembang merak
(Caesalpinia pulcherrimaSwartz.)
b) Bulir(spica), yaitu bunga yang tidak bertangkai dan langsung duduk
pada ibu tangkai bunga. Misalnya bunga jantan jagung (Zea maysL.)
c)

Untaiatau bunga lada(amentum), yaitu bunga yang seperti bulir,

tetapi ibu tangkai hanya mendukung bunga berkelamin tunggal.


Misalnya paa sirih (Piper betle L.)
d) Tongkol (spadix), yaitu seperti bulir, tetapi ibu tangkai lebih besar,
tebal dan berdaging. Misalnya pada bunga betina jagung (Zea maysL.)
e) Bunga payung (umbella), yaitu pada ibu tangkainya mengeluarkan
cabang-cabang yang sama panjang. Misalnya pada daun kaki kuda
(Centella asiaticaUrb.)
f)

Bunga cawan (corymbusatau anthodium), yaitu ujung ibu


tangkainya melebar dan merata, sehingga menyerupai bentuk cawan.
Pada umumnya, bunga cawan dibagi menjadi dua macam bunga, yaitu
:
-

Bunga pita, yaitu bunga mandul yang terdapat di sepankang tepi


cawan.

- Bunga tabung, yaitu bunga-bunga yang terdapat di atas cawan (flos


disci), merupakan bagian bunga yang subur karena dapat
menghasilkan buah.
Contoh bunga cawan dengan bagian-bagian yang lengkap adalah
bunga matahari (Heliantus annuusL.).
g)

Bunga bongkol(capitulum), bentuknya menyerupai bunga cawan,


tetapi ujung ibu tangkainya membesar, sehingga bunga majemuk
seluruhnya nampak seperti bola. Contoh bunga putri malu (Mimosa
pudicaL.)

h) Bunga periuk(hypanthodium), dibedakan menjadi 2 bentuk :


-

2).

Ujung ibu tangkai menebal, berdaging, bentuknya seperti gada,


bunganya meliputi seluruh bagian yang menebal. Misalnya pada
nangka (Artocarpus integraMerr.)

Ibu tangkai bercabang-cabang dan cabang-cabangnya dapat bercabang


lagi, sehingga bunga-bunga tidak terdapat pada ibu tangkainya.
a) Malai(panicula), yaitu pada ibu tangkainya mengadakan percabangan
secara monopodial, demikian juga dengan cabang-cabangnya. Malai
disebut juga tandan majemuk, yang biasanya keseluruhan bunganya
menyerupai kerucut atau limas. Misalnya pada bunga mangga
(Mangifera indicaL.).
b)

Malai rata(corymbus ramosus), yaitu pada ibu tangkai yang

mengadakan percabangan, tetapi bunga majemuk dalam ibu tangkai


ini terdapat pada suatu bidang datar atau agak melengkung. Misalnya
bunga soka (Ixora grandifloraZoll. Et Mor.)
c)

Bunga payung majemuk (umbella composita), yaitu suatu bunga


payung yang bersusun. Misalnya pada wortel (Daucus carotaL.)

d) Bunga tongkol majemuk, yaitu bunga tongkol yang ibu tangkainya


bercabang-cabang dan masing-masing cabang memiliki susunan
seperti tongkol pula. Misalnya pada kelapa (Cocos nuciferaL.)
e) Bulir majemuk, yaitu ibu tangkai bunga yang bercabang dan masingmasing cabang mendukung bunga dengan susunan seperti bulir.
Misalnya bunga jantan jagung (Zea maysL.)
b.

Bunga majemuk berbatas (inflorescentia cymosaatau inflorescentia


centrifuga, inflorescentia definita)
Bunga majemuk tak berbatas dapat dibedakan lagi menjadi :
1).

Anak payung menggarpu (dichasium), yaitu pada bagian ibu tangkai


terdapat satu bunga, dibawahya terdapat dua cabang yang sama panjang.
Misalnya bunga melati (Jasminum sambacAit.)

2).

Bunga tangga atau bunga bercabang seling (cincinnus), yaitu bunga


majemuk yang ibu tangkainya bercabang dan cabangnya bercabang lagi,
yang arahnya ke kiri dan ke kanan. Misalnya pada buntut tikus
(Heliotropium indicumL.)

3).

Bunga sekerup(bostryx), seperti pada bunga tangga, tetapi cabangnya


berturut-turut membentuk sudut sebesar 90o, sehingga arah percabangan
seperti gerakan sekerup atau spiral. Misalnya pada bunga kenari
(Canarium communeL.)

4).

Bunga sabit (drepanium), seperti bunga sekerup tetapi semua


percabangan terletak pada satu bidang, hingga bunga seluruhnya
menampakkan bentuk seperti sabit. Misalya pada tumbuhan suku
Juncaceae.

5).

Bunga kipas (rhipidium), seperti bunga tangga, semua percabangan


terletak pada satu bidan dan cabang tidak sama panjang. Terdapat pada
tumbuhan suku Iridaceae.

2.7 TIPE SIMETRIS


1. Asimetris atau tidak simetris

2. Setangkup tunggal (monosimetrisatau zimomorphus)


3. Setangkup menurut dua bidang (bilateral simetrisatau disimetris)
4. Beraturan atau bersimetri banyak (polysimetris, regularis,atau actinomorphus)
DAFTAR PUSTAKA
Frank B Salisbury dan Cleon W Ross. 1991. Fisiologi Tumbuhan jilid 3. Institut
Tehknologi Bandung. Bandung.
Nurmala, Tati. 1998. Serialia Sumber Karbohidrat Utama. PT.Renika Cipta. Jakarta.
Sambodo, J. 1996. Kehidupan Tumbuhan. PT. Gramedia. Jakarta.
Tjitrosoepomo, G. 2003. Morfologi Tumbuhan Edisi ke-14. Gajah Mada University Press.
YogyakarTA
Haryanto, U.T. 2010. Biologi SMA/MA.Yogyakarta: Andi Offset
Hidayati, Estiti B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung: Penerbit
ITB
Ibayati, yayat. 2003. Pintar Biologi.Bandung: Ganeca Exact