Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM SATUAN

PROSES
PEMBUATAN AMIL ASETAT

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 1


Arananda Dwi Putri (061540411570)
Ayu Purnamasari (061540411571)
Depera Agustin (061540411908)
Dona Wulandari (061540411575)
Khrisna Yudha (061540411579)
M. Sadikin (061540411919)
Tri Abiyyah Ulfa (061540411589)
KELAS : 2 EGB
GURU PEMBIMBING : Ir. Erlinawati, M.T.

JURUSAN TEKNIK KIMIA


PROGRAM STUDI D IV TEKNIK ENERGI
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
TAHUN 2016

PEMBUATAN AMIL ASETAT


I.

TUJUAN PERCOBAAN
Mahasiswa dapat mengetahui proses pembuatan alkil asetat
dari reaksi antara alcohol primer dengan asam karboksilat.

II.

ALAT YANG DIGUNAKAN


-

Labu leher dua


Pipet ukur
Bola karet
Spatula
Seperangkat alat destilasi
Termometer
Erlenmeyer
Corong pisah
Gelas ukur
Gelas kimia
Corong gelas
Labu ukur

BAHAN YANG DIGUNAKAN


-

III.

Amyl alcohol
Asam sulfat (H2SO4)
Asam asetat
Natrium bikarbonat
Magnesium sulfat
Aquades

DASAR TEORI

1. Proses Pembuatan Amil Asetat


Amil asetat merupakan salah satu ester yang memiliki rumus
bangun CH3COOC5H11. Pembuatan amil asetat biasanya melalui proses
esterifikasi. Pembuatan ester dari asam organik
CH3COOH

Asam asetat
air

C5H11OH

CH3COOC5H11 + H2O

amil alkohol

amil asetat

Dari

reaksi

diatas

kerugian

yang

ditimbulkan

adalah

terbentuknya hasil samping yaitu air (H2O), sedangkan kelebihannya


adalah pada suhu dan tekanan yang relatif rendah reaksi dapat
berjalan dengan baik,bahan baku tidak beracun dan reaksi berjalan
reversible.
Menurut kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh masingmasing reaksi amil asetat maka dipilih pembuatan amil asetatdari
asam organik (asam asetat) dan alkohol (amil alkohol) dengan
pertimbangan bahan baku tidak beracun. Reaksi esterifikasi berlangsung
secara reversible pada suhu 80oC-83,4oC dan tekanan

1 atm

denganmengikuti orde 1 terhadap asam asetat, sehingga untuk


memperoleh amil asetat sebesar mungkin maka kecepatan reaksi
ke arah kanan harus lebih besar dari pada kecepatan reaksi ke arah kiri.
Reaksi

esterifikasi

amil

asetat

terjadi

dengan

melepaskan

panas(eksotermis)
2. Kegunaan Produk
1. Sebagai solvent atau pelarut dalam industri pembuatan selulosa
nitrat,etil selulosa dan polivinil asetat
2. Digunakan untuk ekstraksi dan pemurnian pada pembuatan
penisilinatau antibiotik
3. Sebagai bahan pembantu pemberi flavour
4. Sebagai penyamaan kulit, tekstil (sebagai obat sablon tekstil)
5. Sebagai campuran obat-obatan oleh perusahaan-perusahaan farmasi

3. Sifat Fisik dan Kimia


A. Bahan Baku
1. Asam Asetat
Sifat fisik:
Rumus Kimia : CH3COOH
Kadar : 99,8%
Bentuk : cairan tidak berwarna
Berat molekul : 60 kg/kmol
Titik didih : 117,87oC

Titik lebur : 16,6oC


Densitas (25oC) : 1,049 kg/L

Sifat Kimia.
a. Reaksi penyabunanAsam asetat bila direaksikan dengan caustic
soda menghasilkan Naasetat.

CH3COOH (l) + NaOH(S)

CH3COONa

H2O ............. (9)


Asam asetat

caustic soda

Na Asetat

air

b. EsterifikasiAsam asetat bila direaksikan dengan alkohol menghasilkan


ester.
CH3COOH

C5H11OH

CH3COOC5H11 + H2O....

(10)
Asam asetat

amil alkohol

amil asetat

air
2. Amil Alkohol
Sifat fisik :

Rumus Kimia : C5H11OH


Kadar : 99%
Bentuk : cairan tidak berwarna
Berat molekul : 88 kg/kmol
Titik didih : 138,1oC
Titik lebur : -79oC
Densitas (25oC) : 0,824 kg/L

Sifat Kimia :
a. EsterifikasiJika amil alkohol direaksikan dengan asam asetat
menghasilkanamil asetat
CH3COOH
+
C5H11OH

CH3COOC5H11+ H2O

.... (11)
Asam asetat
air

amil alkohol

amil asetat

b. DehidrasiAmil alkohol memberikan campuran 1 dan 2 pentena


pada175o 400oC dengan keberadaan katalis (seperti alumina
oksida dansenyawa klorida).
B. Katalis : Amberlyst 15
Sifat fisik :

Fase : Padat
Densitas : 0,8 g/cm3
Porositas : 0,3

C. Solvent Dimethyl Sulfoxide( DMSO )


Sifat fisik :
Rumus Kimia : (CH3)2SO
Kadar : 100%
berat Molekul : 78 kg/kmol
Titik didih : 189oC
Titik lebur : 18,5oC
Spesific Gravity: 1,101
D. Produk Amil Asetat
Sifat fisik :

Rumus Kimia : CH3COOC5H11


Kadar : 99,9%
Berat molekul : 130 kg/kmol
Titik didih : 148,4oC
Titik lebur : -70,8oC
Densitas (250C) : 0,879 kg/L

Sifat Kimia
a. HidrolisisAmil asetat dapat terhidrolisis dengan adanya air
menjadi asam asetatdan amil alkohol.
CH3COOC5H11+ H2O CH3COOH + C5H11OH ........... (12)
b. AmonolisisAmonia dan amil asetat bereaksi membentuk amil alkohol
dan amida.
CH3COOC5H11+ NH3 CH3CONH 2+ C5H11OH ......... (13)

c. TransesterifikasiJika amil asetat direaksikan dengan alkohol


asam

atau ester yang laindalam keadaan panas, maka gugus

alkohol atau asamnya berubah(Transesterifikasi).

Perubahan gugus alkohol (alkoholisis)


CH3COOC5H11+ ROH CH3COOR + C5H11OH ........... (14)

Perubahan gugus asam (asidolisis)


CH3COOC5H11+ RCOOH
RCOOC4H9+ CH3COOH ...... (15)

Pertukaran ester ester (Transesterifikasi)


CH3COOC5H11+ R1COOR2
CH3COOR + R1COOC5H11..... (16)

IV.

PROSEDUR PERCOBAAN

- Memasukkan 20 mL amyl alcohol dalm sebuah labu leher dua


yang berukuran 500 ml, kemudian menambahkan sedikit demi
sedikit asam sulfat pekat sebanyak 14 ml
- Lalu menambahkan asam cuka (asam asetat) sebanyak 60 ml
- Menyiapkan peralatan destilasi lalu melakukan proses destilasi
pada suhu 135-160oC selama 1,5 jam
- Menampung destilat dalam Erlenmeyer dan memasukkannya
ke dalam corong pisah
- Menambahkan 60 ml aqudes kedalam corong pisah dan
mengocoknya. Lalu mendiamkan selama beberapa menit
hingga terdapat 2 lapisan
- Mengeluarkan dan menampung lapisan bawah. Lapisan atas
merupakan senyawa ester maka dibiarkan dalam corong
- Menambahkan 50 ml aquades pada lapisan ester dan 14 ml
natrium karbonat lalu mengocoknya
- Mengeluarkan dan menampung lapisan bawah yang terdapat
pada corong.
- Menambahkan

4gr

Kristal

Magnesium

Sulfat

kemudian

mengocoknya
- Menyaring larutan dan akan didapatkan cairan tak berwarna
dan beraroma pisang
- Menimbang destilat dan menentukan massanya

V.

DATA PENGAMATAN
No Perlakuan
1. Penambahan 20 ml amil
alkohol
2. Menambahkan 14 ml
asam sulfat
3. Menambahkan 60 ml
asam asetat

VI.

4.

Destilasi selama 1,5 jam

5.

Separasi= penambahan
60 ml aquadest dalam
corong

PERHITUNGAN

A. Secara Teoritis
Amil Alkohol (C5H11OH)

Dik: V = 20 ml
= 0,807 gr/ml
BM = 88 gr/mol
Dit: massa dan mol...?
Jawab:
=

0,807 gr/ml =

massa
volume
massa
20 ml

Pengamatan
Larutan berwarna bening
Bau menyengat
Larutan berwarna kuning
Bau menyengat
Larutan berwarna merah
kecoklatan
Berbau menyengat
Bersifat eksoterm (panas)
Terdapat embun pada
dinding labu
Destilasi= berwarna putih,
bau menyengat
Residu= berwarna coklat
kehitaman, bau menyengat
Saat penambahan aquadest
terdapat asap
Terbentuk dua lapisan.
Lapisan atas berwarna putih.
Lapisan bawah berwarna
bening

Massa= 16,14 gr

massa
BM

n =

16,14 gr
88 gr / mol

= 0,1834 mol

Asam Asetat (CH3COOH)

Dik: V = 60 ml
= 1,05 gr/ml

BM = 60 gr/mol
Dit: massa dan mol...?
Jawab:
=

massa
volume

1,05 gr/ml =

massa
60 ml

Massa= 63 gr
n =

massa
BM
63 gr
60 gr /mol

= 1,05 mol

Reaksi :

CH3COOH

C5H11OH

CH3COOC5H11 + H2O

Stoikiometri Reaksi
CH3COOH

CH3COOC5H11 + H2O

C5H11OH

M:

0,1834 mol

1,05 mol

B:

0,1834 mol

0,1834 mol

0,1834 mol

0,1834 mol

S:

0,8666 mol

0,1834 mol

0,1834 mol

88 gr/mol

60 gr/mol

130 gr/mol

BM:
Massa:

51,996 gr

18 gr/mol

23,842 gr

3,3012 gr

N
o

Tabel Neraca Massa


BM
(gr/mol)

Zat

1.
2.
3.
4.

C5H11OH
CH3COOH
CH3COOC5H1

88
60
130
18

H2O
Total

Input
n (mol)
massa
(gram)
0,1834
16,14
1,05
63
-

Output
n (mol)
massa
(gram)
0,8666
51,996
0,1834
23,842
0,1834
3,3012

1,2334

1,2334

79,14

mol dan massa input = mol dan massa output

% konversi =

( 0,1834+0,1834 ) mol
( 0+0,866 ) mol

x 100

= 42,32

% yield =

( 23,842+3,3012 ) mol
( 51,996+0 ) mol

x 100

79,14

= 52,202

VII.

ANALISA PENGAMATAN

Ester merupakan salah satu senyawa yang sangat banyak


digunakan dalam industri kimia karena merupakan bahan pembuat
sabun, zat aditif makanan,parfum, dan perekat. Senyawa ester dapat
terbentuk dari reaksi asam karboksilat dan alkohol dimana asam
karboksilat akan melepaskan gugus OH dan alkohol melepaskan
gugus H sehingga produk lain yang dihasilkan adalah air (H 2O). Salah
satu ester yang biasa digunakan adalah amil asetat sebagai pemberi
aroma buah pisang.
Amil asetat biasanya dibuat dari amil alkohol dan asam asetat
melalui proses esterifikasi. Proses pembuatan ini dipilih karena dapat
terjadi pada suhu yang relatif rendah, 135C-160C. Namun amil
asetat sangat rentan mengalami reaksi hidrolisis jika terkena air
sehingga amil asetat akan kembali membentuk amil alkohol dan
asam asetat. Sifat inilah yang biasanya membuat jumlah amil asetat
yang terbentuk menjadi berkurang.
Pada pembuatan amil asetat kali ini digunakan amil alkohol dan
asam asetat dengan perbandingan volume 1:3. Kemudian digunakan
asam sulfat sebagai katalis karena kedua reaktan akan lebih muda
bereaksi dalam suasana asam. Kedua reaktan akan menghasilkan bau
yang sangat menyengat saat dicampurkan.
Ketika amil alkohol bereaksi dengan asam asetat, selain
pembentukan amil asetat, reaksi ini juga menghasilkan residu (sisa
insektisida reaksi yang bersifat racun jika terakumulasi). Reaksi residu
ini akan berwarna hitam pekat dengan bau yang sangat menyengat.
Untuk memisahkan amil asetat dengan residunya, maka dilakukan
roses destilasi sederhana.
Proses destilasi atau penyulingan didasari pada perbedaan titik
didih dan kemudian menguap (velocity) dari zat yang bereaksi.
Adapun titik didih amil asetat adalah 148,4C. Ketika amil asetat
mulai mendidih dan menjadi uap, uap ini akan dialirkan melalui
sebuah selang dan akan menjadi air kembali (terkondensasi) karena
bertemu dengan suhu dingin yang dihasilkan oleh kondensor.air ini
akan ditampung di labu erlenmeyer atau labu destilat. Efektifitas
destilasi dapat ditingkatkan dengan merubah tekanan menjadi 1/10
atm. Adapun hasil dari destilasi ini adalah cairan amil asetat yang
berwarna putih dan berbau menyengat.

Amil asetat yang didapatkan dari proses destilasi sederhana ini


ditakutkan bukan berupa destilat murni. Karena itu dilakukan proses
separasi (pemisahan komponen-komponen dari suatu campuran
sehingga menjadi fraksi-fraksi individual). Proses ini dilakukan dengan
menambahkan 60 ml aquadest yang kemudian dimasukkan kedalam
corong pemisah agar fraksinya dapat saling dipisahkan. Pemisahan
fraksi ini didasari dari oleh tingkat densitas amil asetat dan air.
Adapun densitas amil asetat adalah 0,879 gr/ml sedangkan densitas
air adalah 1 gr/ml. Dikarenakan densitas amil asetat lebih kecil dari
air maka amil asetat akan berada diatas dan air akan berada diatas
dan air akan berada dibawah.

VIII.
KESIMPULAN
Amil asetat dapat dihasilkan dari beberapa reaksi namun yang
sering digunakan adalah reaksi esterifikasi menggunakan amil
alkohol dan asam asetat sebagai reaktan.
Amil asetat adalah salah satu senyawa ester yang biasa
digunakan sebagai pemberi aroma pisang.
Destilasi digunakan untuk memisahkan amil asetat dari residu
berdasarkan titik didih.
Suhu saat destilasi sangat mempengaruhi hasil amil asetat
karena jika suhunya terlalu tinggi zat lain yang tidak diinginkan
juga akan masuk dalam cairan amil asetat sehingga kemurnian
amil asetat akan menurun.
Asam sulfat ditambahkan untuk menjaga suasana asam karena
bahan baku utama mudah bereaksi pada suasana asam.

IX.

PERTANYAAN

a) Tulis teori (pustaka) yang terkait dengan pembuatan amyl


asetat
b) Tuliskan mekanisme reaksi dari percobaan ini !
c) Buat tabel pengamatan setiap tahap percobaan
d) Hitung neraca massa
e) Tergolong reaksi apakah percobaan ini ?
f) Apakah fungsi dari asam sulfat ?
g) Apakah asam sulfat dapat diganti dengan zat lain ?

Jawab
a) TERLAMPIR
b) Mekanisme reaksi
CH3COOH
+ C5H11OH
Asam asetat

CH3COOC5H11 + H2O

amyl alkohol

amyl asetat

air
c). TERLAMPIR
d). TERLAMPIR
e). Reaksi ini tergolong reaksi esterifikasi yaitu reaksi
pembuatan ester
f). Fungsi dari asam sulfat sebagai katalis asam pada reaksi
sebagaimana diketahui bahwa fungsi dari suatu katalis
adalah untuk mempercepat reaksi
g). Bisa, tetapi reaksi yang terjadi tidak secepat asam sulfat

X. DAFTAR PUSTAKA
Jobsheet Penuntun Praktikum Satuan Proses Pembuatan
Asetat.2016. Politeknik Negeri Sriwijaya. Palembang.

Amil

GAMBAR ALAT (LAMPIRAN)

Erlenmeyer
Seperangkat alat destilasi

Corong pisah

Gelas kimia
Labu ukur

Corong gelas

Bola karet
Gelas ukur

Spatula
Pipet ukur