Anda di halaman 1dari 2

ROTASI/MUTASI DI PELAYANAN KEPERAWATAN

No. Dokumen :

RS Bhakti Yudha
Jl. Raya Sawangan
No. 2A Depok - 16436

Tanggal Terbit :

No. Revisi :
1

Halaman :
1/2

Ditetapkan :

SPO
1. Pengertian

2. Tujuan

Drg. Sjahrul Amri, MHA


Direktur
1. Rotasi/mutasi adalah proses perpindahan perawat dari satu
ruangan ke ruangan lain yang dilakukan baik secara terstruktur
atau insidentil.
2. Rotasi /Mutasi insidentil adalah perpindahan tenaga dari satu unit
ke unit lain yang bersifat sementara untuk menggantikan tenaga
cuti melahirkan, mengikuti pelatihan dengan jangka waktu 1
sampai 6 bulan.
3. Rotasi /Mutasi pershift adalah perpindahan perawat dari satu unit
ke unit lain untuk memenuhi tenaga karena beban kerja yang
tinggi paling lama dalam satu shift.

3. Kebijakan

Untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi tenaga


Keperawatan.
Sebagai upaya menghindari kejenuhan dan stressor perawat.
Untuk menambah pengetahuan bagi perawat.
Memotivasi perawat untuk menigkatkan kritikal thinking.
Memelihara kerjasama yang baik diantara perawat.

1. Pelaksanaan Rotasi/mutasi berdasarkan program yang telah di


buat.
2. Program rotasi/mutasi yang terstruktur dilakukan 1 tahun sekali:
a. Area Critical : IGD, ICU dan Kamar Bedah.
b. Area Rawat inap dan rawat jalan.
3. Untuk mutasi pershift dapat dilakukan antar rawat inap,
poliklinik dan dari Critical ke rawat Inap.
4. Mutasi pershift di Critical hanya antara Kamar Bedah, ICU, HD
dan IGD.
5. Program rotasi/ mutasi insidentil dilakukan sewaktu- waktu
sesuai kebutuhan unit.
6. Perawat yang akan di mutasi di beri penjelasan 1 bulan sebelum
dilakukan rotasi/ muasi terstruktur dan insidentil.

ROTASI/MUTASI DI PELAYANAN KEPERAWATAN

RS Bhakti Yudha
Jl. Raya Sawangan
No. 2A Depok - 16436

No. Dokumen :

No. Revisi :
1

Tanggal Terbit :

Halaman :
2/2

Ditetapkan :

SPO
4. Prosedur

11. Unit Terkait

Drg. Sjahrul Amri, MHA


Direktur
1. Mengadakan pertemuan dengan Supervisor, kepala ruangan an
komite keperawatan, untuk menunjuk perawat yang akan di
rotasi/ mutasi ketika ada rotasi/ mutasi terstruktur.
2. Kepala ruangan dan supervisor mengajukan nama- nama yang
akan dilakukan rotasi/ mutasi.
3. Asisten Manajer Pelayanan keperawatan, Komite Keperawatan
dan Supervisor bersama sama memutuskan tenaga perawat
yang akan dirotasi/ mutasi.
4. Satu bulan sebelum dilakukan rotasi/mutasi yang bersangkutan
di beritahukan oleh supervisor ruangan.
5. Asisten Manajer Pelayanan keperawatan menjelaskan tujuan
program Rotasi/mutasi kepada perawat yang akan di mutasi
tersrutur ataupun mutasi sementara..
6. Asisten Manajer Pelayanan keperawatan pengajukan secara
tertulis kepada Direktur dengan persetujuan Manajer Pelayanan
dan penunj ang medis.
7. Supervisor
dan
kepala
ruangan,
membimbing
mengorientasikan ruangan, menjelaskan SPO dan SAK, sistem
pelayanan diunit tersebut.
8. Supervisor dan kepala ruangan menunjuk Ka.Tim atau
koordinator jaga untuk membimbing perawat tersebut.
9. Supervisor dan kepala ruangan
memonitoring/ m
engevaluasi petugas yang dimutasi / rotasi setiap bulan.
10. Supervisor dan kepala ruangan memberikan laporan kepada
Asisten Manajer Pelayanan keperawatan setelah 3 bulan.
Rawat Inap, Rawat Jalan, IGD, Critical