Anda di halaman 1dari 11

ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA

Perbedaan Eukariotik dan Prokariotik lihat Gambar 1.1.

Lebih lengkap perbedaan antara sel perokariotik dan eukariotik, kita lihat pada tabel
berikut:
Prokariotik

Eukariotik

Membran nukleus

Membran plastida

Nukleus

Nukleolus

Plastida

+/-

Mitokondria

Badan golgi

Kromosom

+ (tunggal)

+ (ganda)

DNA

+ (telanjang)

+ (dengan protein)

RNA

Histon

Pigmen

amitosis

Mitosis/meiosis

Struktur

Pembelahan
A. EUBACTERIA

Eubacteria atau bakteri merupakan organisme yang umumnya tidak


berklorofil. Bakteri mempunyai diameter berukuran 0,5-1 milimikron dan panjang
0,1-10 milimikron. Bakteri mampu hidup diberbagai media sehingga disebut bersifat
kosmopolitan. Bakteri berasal dari kata Bakterion (yunani = batang kecil).
1. Ciri-ciri Struktur Bakteri
Bakteri merupakan organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih
tersebar luas dibandingkan mahluk hidup yang lain. Bakteri memiliki ratusan ribu
spesies yang hidup di darat hingga lautan dan pada tempat-tempat yang ekstrim.
Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan. Bakteri memiliki
ciri-ciri yang membedakannya dengan mahluk hidup yang lain. Bakteri adalah
organisme uniselluler dan prokariot serta umumnya tidak memiliki klorofil dan
berukuran renik (mikroskopis).
Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannnya dengan mahluk hidup lain
yaitu organisme uniseluler, prokariot (tidak memiliki membran inti sel ), umumnya
tidak memiliki klorofil, memiliki ukuran tubuh yang bervariasi, memiliki bentuk
tubuh yang beraneka ragam, hidup bebas atau parasit, yang hidup di lingkungan
ekstrim seperti pada mata air panas,kawah atau gambut dinding selnya tidak
mengandung peptidoglikan, yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding
selnya mengandung peptidoglikan.
Struktur tubuh yang selalu ada pada setiap bakteri, antara lain materi genetik,
ribosom, plasma sel, dinding sel, membran sel, dan cadangan makanan. (contoh
struktur baketi lihat Gambar 1.2 )

Struktur dasar bakteri :


a. Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan protein dan
polisakarida (ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi bakteri gram
positif

bila

peptidoglikannya

peptidoglikannya tipis).

tebal

dan

bakteri

gram

negatif

bila

b. Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma tersusun


atas lapisan fosfolipid dan protein.
c. Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma, tersusun atas protein
dan RNA.
d. Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis
bakteri tertentu, bila lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya tipis
disebut lapisan lendir. Kapsul dan lapisan lendir tersusun atas polisakarida dan
air.
e. Flagelum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral
yang menonjol dari dinding sel.
f. Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti rambut halus yang
menonjol dari dinding sel, pilus mirip dengan flagelum tetapi lebih pendek,
kaku dan berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan hanya terdapat
pada bakteri gram negatif. Fimbria adalah struktur sejenis pilus tetapi lebih
pendek daripada pilus.
g. Klorosom adalah struktur yang berada tepat dibawah membran plasma dan
mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis.
Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis.
2. Macam Bentuk Bakteri
Bentuk dasar bakteri terdiri atas bentuk bulat (kokus), batang
(basil),dan spiral (spirilia) serta terdapat bentuk antara kokus dan basil yang
disebut kokobasil.
Berbagai macam bentuk bakteri :
a. Bakteri Kokus

a) Monokokus yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal


b) Diplokokus yaitu dua sel bakteri kokus berdempetan
c) Tetrakokus yaitu empat sel bakteri kokus berdempetan berbentuk segi
empat.
d) Sarkina yaitu delapan sel bakteri kokus berdempetan membentuk kubus
e) Streptokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan
membentuk rantai.
f) Stapilokokus yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan seperti
buah anggur

b. Bakteri Basil

a) Monobasil yaitu berupa sel bakteri basil tunggal


b) Diplobasil yaitu berupa dua sel bakteri basil berdempetan

c) Streptobasil yaitu beberapa sel bakteri basil berdempetan membentuk


rantai
c. Bakteri Spirilia

a) Spiral yaitu bentuk sel bergelombang


b) Spiroseta yaitu bentuk sel seperti sekrup
c) Vibrio yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma
Alat Gerak Bakteri
Alat gerak pada bakteri berupa flagellum atau bulu cambuk adalah struktur
berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel. Flagellum
memungkinkan bakteri bergerak menuju kondisi lingkungan yang menguntungkan
dan

menghindar

dari

lingkungan

yang

merugikan

bagi

kehidupannya.

Flagellum memiliki jumlah yang berbeda-beda pada bakteri dan letak yang
berbeda-beda pula yaitu:

a. Monotrik : bila hanya berjumlah satu

b. Lofotrik

: bila banyak flagellum disatu sisi

c. Amfitrik

: bila banyak flagellum dikedua ujung

d. Peritrik

: bila tersebar diseluruh permukaan sel bakteri

3. Perkembangbiakan Bakteri
Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau berkembang biak secara
aseksual (vegetatif = tak kawin) dengan membelah diri. Pembelahan sel pada
bakteri adalah pembelahan biner yaitu setiap sel membelah menjadi dua.
Reproduksi bakteri secara seksual yaitu dengan pertukaran materi genetik dengan
bakteri lainnya.
Pertukaran materi genetik disebut rekombinasi genetik atau rekombinasi DNA.
Rekombinasi genetik dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu:
a. Transformasi adalah perpindahan materi genetik berupa DNA dari sel
bakteri yang satu ke sel bakteri yang lain tanpa kontak langsung. Pada
proses transformasi saat sel bakteri donor mengalami lisis/hancur akan
menyebarkan materi genetik ke lingkungan sebagian dari materi genetik
akan bergabung dengan materi genetik bakteri penerima. Diguga
transformasi ini merupakan cara bakteri menularkan sifatnya ke bakteri
lain. Misalnya pada bakteri Pneumococci yang menyebabkan Pneumonia
dan pada bakteri patogen yang semula tidak kebal antibiotik dapat berubah
menjadi kebal antibiotik karena transformasi.

b. Transduksi adalah pemindahan materi genetik bakteri ke bakteri lain


dengan perantaraan virus. Selama transduksi, sel bakteri donor terinfeksi
oleh virus bakteri / bakteriofage sehinggga bakteri mengalami siklis litik
yang diakhiri dengan pecahnya sel bakteri/lisis dan mengeluarkan virusvirus baru hasil reproduksi virus dalam sel bakteri dan virus-virus baru ini
juga membawa materi genetik dari bakteri. Virus-virus baru/bakteriofage
yang nonvirulen (menimbulkan siklus lisogen) memindahkan materi

genetik/DNA yang dibawanya dan bersatu dengan DNA bakteri inangnya.


Materi genetik/DNA dari virus ini disebut profag.

c. Konjugasi adalah pemindahan materi genetik berupa plasmid secara


langsung melalui kontak sel dengan membentuk struktur seperti jembatan
diantara dua sel bakteri yang berdekatan. Umumnya terjadi pada bakteri
gram negatif.
4. Kebutuhan Hidup Bakteri
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, bakteri dapat mengambil makanan
secara langsung dari alam. Namun, ada juga bakteri yang harus mengubah
senyawa tertentu menjadi senyawa yang dibutuhkan. Penggolongan bakteri
berdasarkan cara mendapatkan makanan :
a. Bakteri heterotrof
Yaitu bakteri yang tidak dapat membuat makanan sendiri. Bakteri
heterotrof dibagi lagi menjadi 2 yaitu bakteri saprofit dan parasit. Bakteri
saprofit adalah bakteri yang mendapatkan makanan dari sisa-sisa makhluk
hidup seperti kotoran, sampah dan bangkai makhluk hidup. Sedangkan
bakteri parasit memperoleh makanan dari mengambil makanan makhluk
hidup inangnya.

b. Bakteri autotrof
Yaitu bakteri yang dapat menyusun zat makanan sendiri dari zat
anorganik yang ada. Dari sumber energi yang digunakannya, bakteri autotrof
dibedakan menjadi dua golongan, yaitu: bakteri
kemoautotrof.

fotoautotrof dan

Bakteri fotoautrotof yaitu bakteri yang memanfaatkan cahaya sebagai


energi untuk mengubah zat anorganik menjadi zat organik melalui proses

fotosintesis. Contoh bakteri ini adalah: bakteri hijau, bakteri ungu.


Bakteri kemoautrotof adalah bakteri yang menggunakan energi kimia
yang diperolehnya pada saat terjadi perombakan zat kimia dari molekul
yang kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan melepaskan
hidrogen. Contoh bakteri ini adalah: Nitrosomonas , Nitrosocoocus,
Nitrobacter. Bakteri kemoautotrof menggunakan energi kimia dari
oksidasi molekul organik untuk menyusun makanannya. Molekul organik
yang dapat digunakan oleh bakteri kemoautotrof adalah senyawa nitrogen,
belerang, dan besi, atau dari oksidasi gas hidrogen. Dalam prosesnya
bakteri ini membutuhkan oksigen. Contohnya adalah bakteri besi, bakteri
belerang, dan bakteri nitrogen. Selain ketersediaan nutrisi, bakteri juga
memerlukan kondisi lingkungan yang memungkinkan untuk tumbuh
optimum. Kondisi lingkungan sangat memengaruhi aktivitas dan
pertumbuhan bakteri. Berikut ini dijelaskan beberapa faktor yang
memengaruhi pertumbuhan bakteri.

Reaksi biokimiawi dalam proses metabolisme memerlukan energi yang


dihasilkan melalui respirasi. Dalam respirasi, ada bakteri yang memerlukan oksigen
dan ada pula yang tidak memerlukan oksigen. Berdasarkan kebutuhan terhadap
oksigen, bakteri dibedakan menjadi dua kelompok.
a. Bakteri aerob
Bakteri aerob memerlukan oksigen bebas dalam proses respirasi. Bakteri ini
hanya dapat tumbuh di tempat yang cukup tersedia oksigen. Oksigen diperlukan
untuk memecah bahan organik (zat makanan) sehingga diperoleh energi. Bakteri
jenis ini menyukai tempat hidup yang dapat berhubungan dengan udara bebas.
Contohnya adalah Bacillus substilis, Pseudomonas aeruginosa, Mycobacterium
tuberculosis, dan Thiobacillus ferooxidans.
b. Bakteri anaerob
Bakteri anaerob tidak memerlukan oksigen bebas untuk melangsungkan proses
respirasi. Bakteri ini hanya dapat tumbuh di tempat yang tidak mengandung
oksigen bebas. Untuk respirasinya, bakteri jenis ini mempunyai enzim tertentu
yang spesifik guna memecah bahan organik (menghasilkan energi) dalam keadaan
anarob. Contoh bakteri anaerob adalah Clostridium tetani, Methanobacterium, dan
Bacteroides.

5. Klasifikasi Bakteri
Bakteri merupakan organisme bersel-tunggal yang bereproduksi dengan cara
sederhana, yaitu dengan pembelahan biner. Sebagian besar hidup bebas dan
mengandung informasi genetik dan memiliki sistem biosintetik dan penghasil
energi yang penting untuk pertumbuhan dan reproduksinya.
a. Bakteri gram-positif
Bakteri gram-positif, dinding sel lebih sederhana, banyak mengandung
peptidoglikan.

Misalnya

Micrococcus,

Staphylococcus,

Leuconostoc,

Pediococcus dan Aerococcus.


b. Bakteri gram-negatif
Bakteri gram-negatif, dinding sel lebih kompleks, peptidoglikan lebih
sedikit.

Misalnya

Enterobacter,

Vibrio,

Escherichia,
Aeromonas,

Citrobacter,

Salmonella,

Photobacterium,

Shigella,

Chromabacterium,

Flavobacterium.
6. Peran Bakteri dalam Kehidupan Manusia
Dalam kehidupan manusia bakteri mempunyai peranan yang menguntungkan
maupun yang merugikan.
Bakteri yang menguntungkan adalah sebagai berikut :
a. Pembusukan (penguraian sisa-sisa mahluk hidup contohnya Escherichia
colie).
b. Pembuatan makanan dan minuman hasil fermentasi contohnya Acetobacter
pada pembuatan asam cuka, Lactobacillus bulgaricus pada pembuatan
yoghurt, Acetobacter xylinum pada pembuatan nata de coco dan
Lactobacillus casei pada pembuatan keju yoghurt.
c. Berperan dalam siklus nitrogen sebagai bakteri pengikat nitrogen yaitu
Rhizobium leguminosarum yang hidup bersimbiosis dengan akar tanaman
kacang-kacangan dan Azotobacter chlorococcum.
d. Penyubur tanah contohnya Nitrosococcus dan Nitrosomonas yang berperan
dalam proses nitrifikasi menghasilkan ion nitrat yang dibutuhkan tanaman.
e. Penghasil antibiotik contohnya adalah Bacillus polymyxa (penghasil
antibiotik polimiksin B untuk pengobatan infeksi bakteri gram negatif,
Bacillus subtilis penghasil antibioti untuk pengobatan infeksi bakteri gram
positif, Streptomyces griseus penghasil antibiotik streptomisin untuk

pengobatan bakteri gram negatif termasuk bakteri penyebab TBC dan


Streptomyces rimosus penghasil antibiotik terasiklin untuk berbagai
bakteri.
f. Pembuatan zat kimia misalnya aseton dan butanol oleh Clostridium
acetobutylicum.
g. Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran hewan sehinggga
menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas. Contohnya
methanobacterium.
h. Penelitian rekayasa genetika dalam berbagai bidang.sebagai contoh dalam
bidang kedokteran dihasilkan obat-obatan dan produk kimia bermanfaat
yang disintesis oleh bakteri, misalnya enzim, vitamin dan hormon.
Bakteri yang merugikan sebagai berikut :
a. Pembusukan makanan contohnya Clostridium botulinum
b. Penyebab penyakit pada manusia contohnya Mycobacterium tuberculosis
(penyebab penyakit TBC), Vibrio cholerae (penyebab kolera atau
muntaber),

Clostridium

tetani

(penyebab

penyakit

tetanus)

dan

Mycobacterium leprae (penyebab penyakit lepra)


c. Penyebab penyakit pada hewan contohnya Bacilluc antrachis (penyebab
penyakit antraks pada sapi)
d. Penyebab penyakit pada tanaman budidaya contohnya Pseudomonas
solanacearum (penyebab penyakit pada tanaman tomat, lombok, terung
dan tembakau) serta Agrobacterium tumafaciens (penyebab tumor pada
tumbuhan)
B. Archaebacteria
Archaebacteria tidak dikenali sebagai bentuk kehidupan lain dari bakteri
hingga tahun 1997, saat Carl Woese dan George Fox menunjukan kingdom ini melalui
study RNA. Archaebacteria merupakan organisme tertua (archae=purba) yang hidup
dibumi. Mereka termasuk prokariotik uniseluler.
Archaebakteria merupakan mikroba utama dalam lingkungan terrestrial dan
akuatik, hidup dalam lingkungan anaerobik, dalam kadar garam tinggi, atau air panas,
dan dalam lingkungan yang terkena panas bumi serta beberapa terdapat sebagai

simbion saluran pencernaan hewan. Kelompok yang termasuk aerob, anaerob, dan
fakultatif aerob yang tumbuh secara kemolitoautotrofik, organotrofik. Archaebakteria
dapat bersifat mesofil atau termofil bahkan beberapa spesies dapat tumbuh pada suhu
di atas 100 derajat.
Bentuk Archaebacteria bervariasi, yaitu bulat, batang, spiral, atau tidak
beraturan. Beberapa jenis terdapat dalam bentuk sel tunggal, sedangkan jenis lainnya
berbentuk filamen atau koloni. Reproduksinya dilakukan dengan cara membelah diri
(pembelahan binner), membentuk tunas, atau fragmentasi. Archabacteria sering
disebut organisme ekstermofil karena mampu hidup dilingkungan dengan kondisi
yang ekstrim. Semua anggota Archaebacteria merupakan organisme nonpatogen.
1. Metanogen
Ciri khas metanogen adalah memiliki kemampuan menggunakan hidrogen
untuk mereduksi karbondioksida menjadi gas metana. Dari reaksi tersebut
dihasilkan energi. Mereka hidup dilingkungan yang anaerob, seperti dasar rawarawa, tempat penampungan limbah, dan saluran pencernaan hewan, termasuk
manusia. Dalam industri metanogen digunakan untuk mengolah limbah dan
menjernihkan air. Anata lain Methanopyrus.
2. Ekstrem Halofil
Kelompok ini mampu hidup dilingkungan yang salinitas kadar garamnya
sangat tinggi, misalnya di Laut Mati dan di danau Great Salt (USA), serta
dimakanan yang diasinkan. Organisme ini membuat garam untuk membentuk
ATP. Contohnya Halobacterium halobium.
3. Termoasidofil
Anggota kelompok ini dapat ditemukan dilingkungan yang sangat asam dan
bersuhu sangat tinggi, misalnya dibawah gunung merapi dan lubang hidrotermal
didasar

samudra.

Sebagian

besar

merupakan

organisme

anaerob

yang

menggunakan blerang (sulfur) sebagai akseptor hidrogen untuk respirasi,


menggantikan oksigen. Contohnya adalah Sulfolabus solfataricus.