Anda di halaman 1dari 4

CITY WALK

Variabel
City walk

kriteria
Citywalk secara harafiah terdiri dari 2 kata, city dan walk. City berarti kota, didalam kota, sedangkan walk berarti jalur, jalan. Jadi secara abstrak,
citywalk berarti jalur pejalan kaki di dalam kota. Jalur tersebut dapat terbentuk akibat deretan bangunan ataupun lansekap berupa tanaman, Citywalk
merupakan pedestrian dengan sarana perbelanjaan yang lengkap, serta dikelola oleh suatu pengembang usaha , sehingga dapat bertahan dan
berkembang.
Menurut Aditya W. Fitrianto dalam artikel IAI 2006, citywalk sebenarnya tak lebih dari koridor jalan yang dikhususkan untuk deretan toko. Bedanya,
jalan-jalan ini berada di lahan properti milik pengembang privat atau pengelolaannya dapat dikatakan berada dalam satu atap dan jalan- jalan
tersebut diperuntukkan sebagai ruang publik. Citywalk hadir berupa koridor untuk pejalan kaki yang menghubungkan beberapa fungsi komersial dan
ritel yang ada. Koridor ini bersifat terbuka (tanpa AC) dan cukup lebar, berkisar 6 hingga 12 meter, tergantung jenis kegiatan yang akan diciptakan.
Selain itu, beliau juga mengemukakan citywalk sebagai koridor komersial seharusnya dapat memberikan rasa nyaman dari iklim tropis yang ada di
Indonesia seperti panas dan hujan misalnya. Aktivitas di city walk biasanya lebih ke arah gaya hidup yang sedang berkembang saat ini. Dan tempat
nongkrong di kafe dan

restoran sampai toko yang menjual pernak-pernik yang berkaitan dengan gaya hidup, seperti barang teknologi, tempat

bermain anak, olahraga, bioskop, hingga barang kerajinan. Persimpangan koridor citywalk pada suatu pusat perbelanjaan sering digunakan sebagai
ruang terbuka untuk panggung pertunjukan. Ruang ini juga berfungsi sebagai penghubung atau penyatu massa bangunan yang biasanya terpecah
a. Elemen Citywalk
* Ruang Terbuka (Open Space)
Merupakan persimpangan dari koridor Citywalk sering digunakan sebagai Ruang Terbuka dan Panggung Pertunjukan.
* Pedestrian
Pedestrian pada Citywalk merupakan fitur pedestrian yang teduh dan nyaman menggunakan teknik pembayangan, kantilever, dan kanopi.

Kategori pemikiran
Arsitektur
Noman Foster

konsep Norman foster tentang arsitektur high tech


1. Memiliki bentukan yang ekstrim
2. Tidak terikat oleh aturan-aturan lama (tradisional)
3. Hi-Tech (menggunakan teknologi yang sangat canggih)
Metode perancangan

Norman foster menggunakan elemen elemen material logam dan kaca


Menampilkan detail konstruksi (inside-out)

parameter

kesimpulan

rekomendasi

Lap Kok Airport

IDELOGI
Penojolan bagian struktur yang digunakan pada bangunan Bandara Lap Kok.
Struktur bangunan sederhana terdiri dari kerangka beton 9m x 9m dengan
Grid Waffle 1m standar

INSIDE-OUT

Struktur suatu bangunan


selalu
Lebih ditonjolkan pada
ekstriornya baik sebagai
langgam maupun
ornamen

Penggunaan struktur sebagai ornamen


arsitektur
Sebagai penegas bentuk dari arsitektur
high tech

parameter

kesimpulan

Penggunaan material kaca


dan logam

Material kaca tembus


pandang digunakan untuk
memperlihatkan bagian
struktur yang berada di
dalam bangunan

rekomendasi

Lap Kok Airport

IDELOGI
Menonjolkan Penggunaan material kaca dan logam sebagai karakterisitik
bangunan hightech

Berdasarkan material yang ditonjolkan


pada bangunan yang dirancang Noman
Foster, penggunaan material ini dapat
memperlihatkan konsep high tech pada
bangunan ini, penggunaan material kaca
dan logam sangat cocok untuk
pembangunan city walk berkonsep high
tech di palangkaraya