Anda di halaman 1dari 8

C.3.

1 Apakah perusahaan secara eksplisit mengungkapkan kebijakan kesehatan, keselamatan


dan kesejahteraan bagi karyawannya?
www.indofood .com ( Annual Report )
Dalam Annual Report hal. 120 - 122 :
Indofood memiliki komitmen untuk menjalankan praktik ketenagakerjaan yang bertanggung
jawab, serta mengembangkan keterampilan, pengetahuan dan kesejahteraan karyawan.
Tumbuh Bersama Karyawan
Indofood melakukan pengembangan SDM melalui berbagai program pelatihan serta inisiatif
lainnya untuk meningkatkan kompetensi karyawan, daya saing organisasi, serta memberikan
kepuasan pelanggan.
Program pengembangan tersebut ditujukan kepada karyawan di semua level, guna meningkatkan
kemampuan teknis dan soft skill.
Untuk mendukung tujuan pengembangan SDM, Perseroan mengoperasikan pusat-pusat pelatihan
seperti Indofood Education and Training Center di Cibodas, Jawa Barat, Kertasarie di Jawa
Barat, Rambong Sialang dan Turangie di Sumatera Utara, Kayangan di Riau, Riam Indah di
Sumatera Selatan, serta Nanga Silat di Kalimantan Barat.
Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Keselamatan dan kesehatan kerja karyawan merupakan prioritas utama di Indofood, dan
komitmen kami pada lingkungan kerja yang aman dan sehat dituangkan dalam Kebijakan K3 dan
Lingkungan yang berlaku di seluruh unit operasional.
Seluruh unit operasional berupaya mematuhi ketentuan K3L yang berlaku melalui penerapan
SMK3 sesuai Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012.
Pelaksanaan SMK3 telah meminimalkan peluang terjadinya insiden kecelakaan kerja yang fatal,
kerusakan atau kehilangan properti, serta meningkatkan pencapaian tingkat kecelakaan nihil.
Pelaksanaan SMK3 meliputi identifikasi sumber-sumber bahaya, evaluasi dan pengelolaan
risiko, program pencegahan bahaya, serta pemeriksaan kesehatan dan evaluasi program kerja
secara rutin.
Beberapa unit operasional kami juga telah meraih sertifikasi OHSAS 18001 yang merupakan
standar yang diakui secara internasional. Hal ini telah meningkatkan keyakinan bagi para
pembeli di luar negeri kepada Perseroan.
Praktik Ketenagakerjaan
Indofood memberikan kesempatan pengembangan karir yang sama bagi setiap karyawan.
Rekrutmen karyawan dilaksanakan berdasarkan keterampilan dan
kemampuan yang dimiliki, dan penugasan diberikan tanpa memperhatikan latar belakang suku,
agama, gender maupun karakter individual lainnya. Kami juga berupaya untuk senantiasa

mematuhi ketentuan dan peraturan perundang-undangan terkait ketenagakerjaan yang berlaku,


seperti larangan mempekerjakan anak-anak.

Kami menyediakan berbagai manfaat kesehatan bagi karyawan. Layanan kesehatan yang tersedia
meliputi klinik, pengecekan kesehatan tahunan, serta ruang-ruang menyusui. Bagi para karyawan
wanita, kami memberikan cuti melahirkan selama 1,5 bulan sebelum tanggal persalinan dan 1,5
bulan cuti setelah melahirkan. Kami juga memberikan karyawan kesempatan untuk mengambil
cuti panjang untuk keperluan ziarah keagamaan, seperti ibadah Haji bagi para karyawan Muslim.
Perseroan memberikan beasiswa bagi para anak karyawan, dimana beasiswa diberikan pada
anak-anak mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga universitas.
C.3.2 Apakah perusahaan menerbitkan catatan kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan
karyawan?
website
Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu prioritas utama di Indofood, dan
komitmen kami pada lingkungan kerja yang aman dan sehat diuraikan dalam kebijakan yang
terintegrasi melalui kebijakan K3 dan Lingkungan yang berlaku di seluruh unit operasional.
Seluruh divisi dan unit operasional juga mematuhi peraturan K3 setempat dengan menerapkan
Sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai Peraturan
Pemerintah No. 50 tahun 2012.
Dengan melaksanakan SMK3, Perseroan telah meminimalkan peluang terjadinya kecelakaan
kerja yang fatal, kerusakan atau kehilangan property, serta meningkatkan pencapaian zero
accident (nihil kecelakaan). Penerapan SMK3 meliputi identifikasi sumber bahaya, penilaian dan
pengendalian risiko, program pencegahan bahaya, serta pengecekan kesehatan karyawan secara
berkala dan evaluasi program kerja. Beberapa unit operasional telah memperoleh sertifikasi
internasional yaitu Occupational Health and Safety Assessment Series (OHSAS) 18001:2007.
Hal ini telah meningkatkan keyakinan bagi para pembeli di luar negeri kepada Perseroan.
C.3.3 Apakah perusahaan memiliki program pelatihan dan pengembangan bagi karyawan?
www.indofood .com ( Annual Report )
Dalam Annual Report hal. 111 - 113
Selaras dengan roadmap pengembangan SDM-nya, sepanjang tahun 2015 Perseroan melakukan
upayaupaya untuk meningkatkan pengelolaan dan kinerja di bidang SDM, baik dengan
melanjutkan inisiatif yang sudah dijalankan pada periode sebelumnya maupun melalui penerapan
inisiatif-inisiatif baru.
Sebagai bagian dari pengembangan karyawan, Perseroan senantiasa menyelenggarakan programprogram pelatihan baik yang bersifat keterampilan teknis maupun soft skill. Guna meningkatkan

kualitas program-program pelatihannya, Perseroan terus melakukan peninjauan dan


pengembangan modul pelatihan berdasarkan kebutuhan usaha serta masukan dari hasil
assessment karyawan yang dilakukan secara berkala.
Di bidang pengembangan kompetensi manajerial, Perseroan menyelenggarakan program
pengembangan manajerial dan kepemimpinan untuk meningkatkan kinerja tim. Salah satu
program di tahun 2015 adalah Senior Management Development Program (SMDP)
bekerjasama dengan Prasetiya Mulya Business School sebagai bagian dari upaya mencetak calon
pemimpin masa depan Perseroan yang unggul.
Pada tahun 2015 Perseroan kembali melaksanakan performance management system melalui 3
(tiga)
tahapan utama, yakni: kegiatan perencanaan kinerja yang ditetapkan di awal periode, kegiatan
coaching sepanjang periode, serta penilaian kinerja yang dilaksanakan di akhir periode.
Pelaksanaan performance management system akan membentuk pemahaman bersama antara
karyawan dan Perseroan mengenai tolok ukur kinerja yang harus dicapai oleh karyawan; selain
itu sistem ini juga menghasilkan informasi yang lebih baik untuk menetapkan kebutuhan
pengembangan karyawan ke depan.
Kunci utama dalam pelaksanaan performance management system ini adalah penentuan sasaran
dan proses pemantauannya yang diarahkan agar selaras dengan tujuan-tujuan Perseroan.
Dalam upaya pengembangan organisasi secara menyeluruh dan dalam menyikapi kebutuhan
bisnis yang terus berkembang, Perseroan melakukan job evaluation yang bertujuan untuk
melakukan pemetaan seluruh jabatan sesuai dengan kondisi terkini agar dapat berkinerja secara
maksimal.
Salah satu upaya untuk mendukung kinerja Perseroan secara berkelanjutan adalah dengan
dilaksanakannya program Management Trainee, yang bertujuan untuk menjaring calon karyawan
potensial. Aktivitas program meliputi seluruh tahap mulai dari rekrutmen hingga pengembangan
karyawan.
Kegiatan program meliputi pelatihan di bidang ketrampilan teknis, kepemimpinan dan
pengembangan pribadi, dengan tujuan menghasilkan pemimpinpemimpin masa depan dengan
keunggulan di bidang teknis dengan perilaku dan sikap sejalan dengan nilainilai Perseroan.
Pengelolaan SDM membutuhkan dukungan database dan sistem informasi SDM yang kuat. Oleh
karena itu, database SDM merupakan salah satu perhatian Perseroan untuk memperoleh
informasi strategis bagi pengembangan organisasi dan SDM. SAP HR sebagai aplikasi utama
yang telah diimplementasikan di Divisi dan anak-anak perusahaan terus diperluas
penggunaannya. Untuk meningkatkan pemanfaatan SAP HR, program User Refreshment dan
forum-forum telah diselenggarakan secara rutin.
Pelaksanaan sistem perbaikan berkelanjutan merupakan inisiatif yang tidak kalah pentingnya
guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas Perseroan. Sebagai bagian dari kegiatan tersebut,
Perseroan telah menyelenggarakan Indofood Continuous Improvement and Productivity Award

(CIPTA) & Conference, sebagai ajang penghargaan di bidang perbaikan berkelanjutan dan
peningkatan produktivitas bagi unit usaha dengan kinerja produktivitas, inovasi dan perbaikan
berkelanjutan yang terbaik. Pelaksanaan Indofood CIPTA & Conference di tahun 2015
difokuskan pada peningkatan produktivitas, peningkatan kualitas, eliminasi pemborosan, dan
efisiensi proses kerja.
Hubungan industrial yang harmonis antara Perseroan dan karyawan merupakan elemen penting
untuk mendukung peningkatan produktivitas dan memelihara kelancaran kegiatan operasional.
Sebagai landasan utama dalam pembinaan hubungan industrial yang baik, dan sesuai dengan
nilai-nilai perusahaan, Perseroan berkomitmen untuk selalu mematuhi peraturan perundangundangan yang berlaku dalam bidang ketenagakerjaan. Kepatuhan tersebut juga berperan penting
dalam meningkatkan kepercayaan karyawan terhadap Perseroan.
Website
Ketenagakerjaan
Perseroan menawarkan kesempatan yang sama dan setara bagi setiap karyawan untuk
mengembangkan karir mereka. Karyawan direkrut berdasarkan keterampilan dan kemampuan
yang dimiliki, dan penugasan diberikan tanpa memperhatikan latar belakang suku, agama,
gender maupun karakter individual lainnya. Hubungan industrial kami diperkuat melalui
Perjanjian Kerja Bersama dengan Serikat Buruh dan pembaharuan kebijakan dan peraturan
ketenagakerjaan Perseroan.
Program Pelatihan
Perseroan melakukan investasi dalam pengembangan SDM melalui berbagai program dan
inisiatif pelatihan. Termasuk diantaranya program pelatihan berkelanjutan di bidang lean
manufacturing, pengurangan limbah dan 5R - Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin untuk
memelihara tempat kerja dan lingkungan yang kondusif. Kami juga memberikan kesempatan
belajar secara berkesinambungan pada tingkat divisi dan unit untuk meningkatkan kompetensi
staf, daya saing organisasi dan kepuasan konsumen.
Guna mendukung sasaran pengembangan SDM, Perseroan mengoperasikan pusat-pusat
pelatihan sebagai berikut:
Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Indofood di Cibodas, Jawa Barat,
Pusdiklat Kertasarie di Jawa Barat,
Pusdiklat Rambong Sialang dan Turangie di Sumatera Utara,
Pusdiklat Kayangan di Riau,
Pusdiklat Riam Indah di Sumatera Selatan,
Pusdiklat Nanga Silat di Kalimantan Barat.

Pelatihan di bidang pengembangan kepemimpinan dan soft skill, serta program pelatihan
fungsional lainnya diselenggarakan di enam pusat pelatihan tersebut untuk meningkatkan
wawasan karyawan dan melengkapinya dengan keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan
agar dapat berprestasi di tempat kerja.
C.3.4 Apakah perusahaan menerbitkan catatan program pelatihan dan pengembangan bagi
karyawan?
No
C.3.5 Apakah perusahaan memiliki kebijakan penghargaan / kompensasi atas kinerja
perusahaan yang dihitung tidak hanya berdasarkan ukuran pencapaian angka keuangan dalam
jangka pendek?
www.indofood .com ( Annual Report )
Dalam Annual Report hal. 112
Pelaksanaan sistem perbaikan berkelanjutan merupakan inisiatif yang tidak kalah pentingnya
guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas Perseroan. Sebagai bagian dari kegiatan tersebut,
Perseroan telah menyelenggarakan Indofood Continuous Improvement and Productivity Award
(CIPTA) & Conference, sebagai ajang penghargaan di bidang perbaikan berkelanjutan dan
peningkatan produktivitas bagi unit usaha dengan kinerja produktivitas, inovasi dan perbaikan
berkelanjutan yang terbaik. Pelaksanaan Indofood CIPTA & Conference di tahun 2015
difokuskan pada peningkatan produktivitas, peningkatan kualitas, eliminasi pemborosan, dan
efisiensi proses kerja
C.4.1 Apakah perusahaan memiliki prosedur pengaduan oleh karyawan mengenai tindakan
ilegal (termasuk korupsi) dan perilaku yang tidak etis?
www.indofood .com ( Annual Report )
Dalam Annual Report hal. 107 109
Independensi Komite Audit
Sesuai dengan peraturan, seluruh anggota Komite Audit wajib memenuhi kriteria independensi
berikut yang ditetapkan dalam Piagam Komite Audit:
Bukan merupakan anggota Kantor Akuntan Publik, Kantor Konsultan Hukum, Kantor Jasa
Penilai Publik atau pihak lain yang memberi jasa assurance, jasa non-assurance, jasa penilai
dan/atau jasa konsultasi lain kepada Perseroan dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir;
Bukan merupakan individu dengan wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan,
memimpin atau mengendalikan kegiatan Perseroan dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir;
Tidak memiliki saham Perseroan baik secara langsung maupun tidak langsung;
Jika anggota komite menerima saham Perseroan baik secara langsung maupun tidak langsung
sebagai hasil dari sebuah peristiwa hukum, anggota komite wajib mengalihkan saham tersebut

kepada pihak lain dalam jangka waktu tidak lebih dari 6 (enam) bulan setelah diperolehnya
saham tersebut;
Tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi, pemegang
saham utama, atau Perseroan; serta
Tidak mempunyai hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung dengan kegiatan
usaha Perseroan.
Rapat Komite Audit:
Komite Audit wajib menyelenggarakan rapat komite secara rutin setidaknya satu kali setiap 3
(tiga) bulan.
Mayoritas anggota komite mencapai korum ketika lebih dari (setengah) dari seluruh anggota
komite menghadiri rapat tersebut.
Forum dan pengambilan suara rapat komite
i. Keputusan dalam rapat-rapat komite wajib diambil berdasarkan pertimbangan dan persetujuan
bersama.
ii. Hal-hal yang dibahas dalam rapat-rapat komite wajib dicatat dalam notulen rapat, termasuk
setiap pendapat yang berbeda, yang ditandatangani oleh semua anggota komite yang hadir serta
dilaporkan kepada Dewan Komisaris.
Komite Audit melakukan penelaahan atas laporan keuangan Perseroan, serta laporan lain terkait
informasi keuangan yang akan dipublikasikan kepada masyarakat dan/atau pihak regulator.
Komite melakukan penelaahan atas kualitas dan kecukupan informasi keuangan Perseroan,
termasuk mengkaji kelemahan-kelemahan material, penyimpangan signifikan dalam
pengendalian atau kejadian pelanggaran dan tindakan korektif yang diambil, serta juga
melakukan penelaahan atas umpan balik tentang proses akuntansi dan pelaporan keuangan
Perseroan, jika ada.
Audit Eksternal
Komite Audit melakukan penelaahan bahwa lingkup proses audit eksternal telah meliputi semua
risiko-risiko utama. Komite menyampaikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris perihal
penunjukan Auditor Eksternal, berdasarkan tingkat independensi, kinerja, lingkup kerja dan
biaya.
Audit Internal
Komite Audit melakukan penelaahan atas kegiatan internal audit serta memonitor pelaksanaan
tindakan korektif yang dilakukan manajemen terkait temuan dan observasi Audit Internal.
Pengelolaan Resiko dan Pengendalian Internal Setiap semester, Komite Audit melakukan
penelaahan atas pengelolaan risiko, termasuk risiko-risiko utama yang dapat dihadapi Perseroan,
serta kegiatan pengendalian terkait untuk memonitor dan memitigasi risiko-risiko tersebut.

Untuk menselaraskan manajemen risiko, Komite Audit melakukan diskusi dan mengevaluasi
efektivitas dan/ atau kelemahan sistem pengendalian internal Perseroan.
Pada akhir tahun, diterbitkan pernyataan pengendalian internal tahunan yang ditandatangani oleh
Kepala Audit Internal dan Ketua Komite Audit, untuk disampaikan kepada Komisaris Utama,
guna memastikan bahwa tidak ada kelemahan pengendalian internal yang signifikan serta bahwa
risiko-risiko utama telah dimitigasi secara memadai melalui implementasi pengendalian yang
memadai.
Pada tahun 2015, Komite Audit telah menelaah kembali Piagam Komite Audit tertanggal 1
Agustus 2013 dan memandang perlu untuk menyertakan beberapa ketentuan tambahan dari
Peraturan BEI No. I-A dengan menyusun Piagam Komite Audit yang baru, yang selanjutnya
ditetapkan oleh Dewan Komisaris dan mulai berlaku sejak tanggal 8 Desember 2015 dan
menggantikan Piagam Komite Audit tertanggal 1 Agustus 2013.
C.4.2 Apakah perusahaan memiliki kebijakan atau prosedur untuk melindungi karyawan /
orang yang mengungkapkan perilaku ilegal / tidak etis dari balas dendam?
www.indofood .com ( Annual Report )
Dalam Annual Report hal. 92 - 93
Berdasarkan Peraturan OJK No. 55/POJK.04/2015 (d/h Peraturan Bapepam LK No. IX.I.5
Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No: Kep- 643/BL/2012) tentang Pembentukan dan
Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit (POJK 55), Komite Audit dibentuk oleh Dewan
Komisaris. Komite ini bertanggung jawab menjalankan peran pengawasan dan memberikan
masukan kepada Dewan Komisaris perihal efektivitas dan kecukupan Perseroan terkait laporan
keuangan, proses audit laporan keuangan yang dilakukan oleh auditor eksternal, system
manajemen risiko, sistem pengendalian internal, dan proses audit internal yang dilakukan oleh
Divisi Audit Internal.
Komite Audit telah menelaah kembali Piagam Komite Audit tertanggal 1 Agustus 2013 dan
memandang perlu untuk menyertakan beberapa ketentuan tambahan dari Peraturan BEI No. I-A
dengan menyusun Piagam Komite Audit yang baru, yang selanjutnya ditetapkan oleh Dewan
Komisaris dan mulai berlaku sejak tanggal 8 Desember 2015 dan menggantikan Piagam Komite
Audit tertanggal 1 Agustus 2013.
Piagam Komite Audit selain bertujuan untuk memenuhi ketentuan peraturan perundangan yang
berlaku, juga berguna bagi Komite Audit sebagai pedoman dalam menjalankan fungsinya untuk
membantu pelaksanaan tugas Dewan Komisaris yang memenuhi prinsip-prinsip GCG. Piagam
Komite Audit mengatur antara lain struktur, persyaratan dan keanggotaan, independensi, tugas,
tanggung jawab dan wewenang, tata cara, prosedur kerja dan kebijakan serta sistem pelaporan.
Ketentuan mengenai rapat Komite Audit diatur dalam Piagam Komite Audit yang sesuai dengan
ketentuan POJK 55 yang menetapkan bahwa penyelenggaraan rapat Komite Audit paling kurang
1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan. Selama tahun 2015, Komite Audit telah mengadakan rapat
sebanyak 6 (enam) kali, dengan tingkat kehadiran rata-rata 83%. Jadwal rapat Komite Audit

untuk tahun berikutnya ditetapkan dan diberitahukan kepada seluruh anggota Komite Audit
sebelum akhir tahun. Agenda dan semua informasi yang berhubungan dengan topik pembahasan
disampaikan kepada setiap anggota Komite Audit sebelum penyelenggaraan setiap rapat.