Anda di halaman 1dari 2

http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/46366/G09ams.pdf?

sequence=9&isAllowed=y
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari Mei 2017, di Laboratorium Teknik
Kimia, Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Ujung Pandang, Makassar.
B. Alat dan bahan yang digunakan
a. Alat
Furnace
Karbonisasi
Oven
Desikator
Buret 50 ml
Corong
Pipet 25 ml
Klem dan statif
Pipet tetes
Gelas kimia 250ml
Gelas kimia 100ml
Erlenmeyer 250ml
Beaker gelas
Gelas ukur
Ayakan 100 mesh
Cawan porselin
Labu semprot
b. Bahan
Tongkol jagung
HCl (0,25; 0,5; 1; 1,5; 2)N
NaOH 0,1 N
Minyak goreng bekas
Indikator pp
Aquadest
Na2S2O3 0,1 N
c. Prosedur kerja
1. Pembuatan arang aktif dari tongkol jagung
Tongkol jagung dibersihkan terlebih dahulu.
Di potong-potong kecil lalu dikeringkan dengan sinar matahari.
Selanjutnya dibakar dalam alat karbonisasi selama 2 jam pada suhu
500oC
Setelah menjadi arang dibiarkan dingin.

arang tongkol jagung kemudian dikeringkan dalam oven 105oC untuk


mengurangi kadar airnya.
Kemudian arang dihaluskan dan diayak menggunakan ayakan 100
mesh.
Arang tongkol jagung di aktivasi dengan variasi larutan HCl (0,25; 0,5;
1; 1,5; 2)N
Selanjutnya perendaman selama 24 jam, ditiriskan dan dibiarkan
selama 2-3 hari.
Dilakukan pencucian dengan menggunakan NaOH 0,01N dan di
lanjutkan dengan pecucian dengan aquadest hingga pH netral.
Kemudian dimasukkan dalam oven 105oC selama 3 jam dan
didinginkan dalam desikator.
2. Pengujian daya serap I2
Arang yang telah kering ditimbang 0,3 gr dan dimasukkan dalam
erlenmeyer 250ml ditutup aluminium foil.
Ditambahkan larutan I2 0,1N dan dikocok selama 15 menit.
Kemudian di saring dan diambil filtratnya sebanyak 10ml
Di titrasi dengan Na2S2O3 0,01 N hingga berwarna kuning.
Ditambahkan beberapa tetes amilum 1% dan titrasi dilanjutkan hingga
berubah warna biru.
B x N Na2 S 2 O 3
A
x 12,693 x fp
mg
N iod
daya serapiodin
=
g
a

( )

keterangan
A
= volume titrasi (ml)
B
= volume Na2S2O3 terpakai (ml)
Fp
= faktor pengenceran
a
= bobot AA (g)
12,693 = jumlah iod sesuai dengan 1 ml larutan Na2S2O3 0,1N
3. Pemurnian minyak jelantah
Pengujian kadar FFA minyak jelantah sebelum penambahan arang
aktif.
Arang yang telah diaktivasikan di masukkan dalam erlenmeyer 250ml
dengan variasi bobot arang (2; 4; 6; 8; 10; 12; 14; 16)gram dalam 10
ml minyak jelantah.
Kemudian dikocok selama 5 menit dan didiamkan 10 menit.
Selanjutnya disaring kemudian ditambahkan pelarut etanol 95%
sebanyak 50ml dan dipanaskan.
Ditambahkan indikator pp 3-5 tetes dan titrasi dengan NaOH 0,1 N.