Anda di halaman 1dari 6

PEWARNAAN GRAM

Kelompok 1 Marthen Luthe Sagrim (09.2015.1.00484), Fitria Agustina Suhada (09.2015.1.00495), Febian Mahendra Dito (09.2015.1.00510), Intan Suksma Dewi (09.2015.1.00513) Teknik Lingkungan – Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

ABSTRACT

Observation of cell shape and size will be evident when staining the bacteria sel. Colour staning is a way to give color to the cells or parts of parts that increase the contrast and appear clearer. This practicum conducted to determine step by step to staining in bacteria.nThis practicum was held on Wednesday on November 16, 2016 took place in the laboratory of environmental engineering at the Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. In this lab tool used is a needle Ose, glass slide, test tubes, pipette, test tube rack, and the petri dish. This bacterial cell staining method was first developed by Christian Gram in 1884 that a Danish bacteriologist. Colour staining technique in bacteria can be divided into four kinds, namely painting simple, negative painting, painting and repainting structural differential. the results of this lab is the Gram staining bacteria come in blue, indicating that the form of gram-positive bacteria, while the on negative staining bacteria are a lot of white. In simple staining there are many bacteria are rod-shaped base or the colored purple coloration brownish spores are spores Keywords: Staining, bacteria

ABSTRAK

Pengamatan bentuk dan ukuran sel akan tampak jelas jika dilakukan pewarnaan terhadap sel.Pewarnaan bakteri adalah suatu cara untuk memberi warna pada sel atau bagian - bagiannya sehingga menambah kontras dan tampak lebih jelas. Praktikum ini dilakukan untuk mengetahui cara - cara pewarnaan pada bakteri. Praktikum ini dilaksanakan pada hari rabu pada tanggal 16 november 2016 bertempat di laboratorium teknik lingkungan di Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. Pada praktikum ini alat yang digunakan adalah jarum ose, kaca preparat, tabung reaksi, pipet tetes, rak tabung reaksi, dan cawan petri. Metode pewarnaan sel bakteri ini pertama kali dikembangkan oleh Christian Gram pada tahun 1884 yaitu seorang ahli bakteriologi Denmark. Teknik pewarnaan warna pada bakteri dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu pengecatan sederhana, pengecatan negatif, pengecatan diferensial dan pengecatan struktural. hasil dari praktikum ini yaitu pada pewarnaan gram didapat bakteri berwarna biru, menandakan bahwa bakteri tersebut berupa gram positif, sedangakan pada pewarnaan negatif terdapat banyak bakteri berwarna putih. Pada pewarnaan sederhana terdapat banyak bakteri yang berbentuk basis atau batang yang bewarna ungu dan pada pewarnaan spora terdapat spora berwarna kecoklatan. Kata Kunci: Pewarnaan, bakteri

PENDAHULUAN

Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi, struktur dan sifat-sifat yang khas begitu pula dengan bakteri. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air, dimana sel-sel bakteri yang ada di suspensikan. Salah satu cara unutk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah di identifikasi adalah dengan cara metode pengenceran atau pewarnaan. Hal tersebut berfungsi untuk mengetahuisifat fisiologisnya yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecetan atau pewarnaan. Teknik pewarnaan warna pada bakteri dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu pengecatan sederhana, negatif, diferensial dan struktural. Pemberian warna pada bakteri atau jasad-jasad renik lain dengan menggunakan larutan tunggal suatu pewarna pada lapisan tipis atau olesan, yang sudah difiksasi, dinamakan pewarnaan sederhana prosedur pewarnaan yang menampilkan perbedaan diantar sel-sel mikroba atau bagian- bagian sel mikroba disebut teknik pewarnaan diferensial. Sedangkan pengecatan struktural hanya mewarnai satu bagian dari sel sehingga dapat membedakan bagian-bagian dari sel. Termasuk dalam pengecatan ini adalah pengecatan endospora, flagella dan pengecatan kapsul. Pewarnaan bakteri bertujuan untuk memudahkan melihat bakteri dengan mikroskop, memperjelas ukuran dan bentuk bakteri, untuk melihat struktur luar dan struktur dalam bakteri seperti dinding sel dan vakuola, menghasilkan sifat-sifat fisik dan kimia yang khas dari pada bakteri dengan zat warna, serta meningkatkan kontras mikroorganisme dengan sekitarnya.

KAJIAN PUSTAKA

Pewarnaan Gram adalah pewarnaan diferensial yang sangat berguna dan paling banyak digunakan dalam laboratorium mikrobiologi, karena merupakan tahapan penting dalam langkah awal identifikasi. Pewarnaan ini didasarkan pada tebal atau tipisnya lapisan peptidoglikan di dinding sel dan banyak sedikitnya lapisan lemak pada membran sel bakteri. Jenis bakteri berdasarkan pewarnaan gram dibagi menjadi dua yaitu gram positif dan gram negatif. Proses pewarnaan diferensial ini memerlukan 4 jenis reagen. Bakteri terbagi atas dua kelompok berdasarkan pewarnaan ini, yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Perbedaan ini berdasarkan warna yang dapat dipertahankan bakteri. Reagen pertama disebut warna dasar, berupa pewarna basa, jadi pewarna ini akan mewarnai dengan jelas. Reagen kedua disebut bahan pencuci warna (decolorizing agent). Tercuci tidaknya warna dasar tergantung pada komposisi dinding sel, bilakomponen dinding sel kuat mengikat warna, maka warna tidak akan tercuci sedangkan bila komponen dinding sel tidak kuat menelan warna dasar, maka warna akan tercuci. Reagen terakhir adalah warna pembanding, bila warna tidak tercuci maka warna pembanding akan terlihat, yang terlihat pada hasil akhir tetap warna dasar. Bakteri hidup sulit untuk dilihat dengan mikroskop cahaya terang biasa karena bakteri itu tampak tidak berwarna jika diamati secara sendiri, walaupun biakannya secara keseluruhan mungkin berwarna. Bakteri sering diamati dalam keadaan olesan terwarnai daripada dalam keadaan hidup. Yang dimaksud dengan bakteri terwarnai adalah oganisme yang telah diwarnai dengan zat pewarna kimia agar mudah dilihat dan dipelajari. Bakteri Gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. Bakteri gram positif akan mempertahankan zat warna metil ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol, sementara bakteri gram negatif tidak. Pada uji pewarnaan Gram, suatu pewarna penimbal (counterstain) ditambahkan setelah metil ungu, yang membuat semua bakteri gram negatif menjadi berwarna merah atau merah muda. Pengujian ini berguna untuk mengklasifikasikan kedua tipe bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel mereka.

METODE PRAKTIKUM

Praktikum ini dilakukan di Laboraturium Teknik Lingkungan di Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, yang berlangsung pada tanggal 16 November 2016. Objek yang digunakan sebagai bahan praktikum adalah biakkan bakteri E.coli.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil analisis pada praktikum didapatkan bahwa pada proses pewarnaan gram, dibutuhkan kaca objek yang bersih. Pembersihan ini dilakukan supaya kaca objek bebas lemak dan debu. Kultur bakteri murni diambil dan diratakan diatas kaca objek. Pengambilan kultur bakteri tidak boleh terlalu banyak, karena jika terlalu banyak akan sulit diratakan dan apabila kultur bakteri tidak tidak dapat diratakan tipis-tipis maka bakteri akan tertimbun hal ini akan mengakibatkan pemeriksaan bentuknya satu per satu menjadi tidak jelas.

Tabel 1. Hasil Pengamatan (Dokumentasi Pribadi, 2016)

No

Perlakuan

Pengamatan

.

1.

Membersihkan kaca objek dengan aquadest

1. Membersihkan kaca objek dengan aquadest

Jika air nya tidak mengalir berarti

masih ada lemak yang menempel

2.

Mengoleskan aquadest pada kaca objek dengan jarum ose

2. Mengoleskan aquadest pada kaca objek dengan jarum ose

3.

Memindahkan sedikit biakan bakteri pada kaca objek dengan jarum ose

3. Memindahkan sedikit biakan bakteri pada kaca objek dengan jarum ose
3. Memindahkan sedikit biakan bakteri pada kaca objek dengan jarum ose

4.

Melewatkan kaca objek pada nyala api 2 – 3 kali dengan cepat

4. Melewatkan kaca objek pada nyala api 2 – 3 kali dengan cepat

Agar lapisan bakteri terfiksasi dengan

sempurna.

5.

Meneteskan kristal violet dan membiarkannya selama 1 menit

5. Meneteskan kristal violet dan membiarkannya selama 1 menit
5. Meneteskan kristal violet dan membiarkannya selama 1 menit

6.

Membilas dengan aquades

6. Membilas dengan aquades

7.

Meneteskan iodine dan membiarkannya selama 1

menit

8. Membilas dengan aquades 9. Meneteskan safranin dan membiarkannya selama 45 menit 10. Membilas dengan aquades
8.
Membilas dengan aquades
9.
Meneteskan safranin dan membiarkannya selama
45 menit
10.
Membilas dengan aquades
11.
Mengeringkan kaca objek dengan di angin-
anginkan
12.
Mengamati kaca objek pada mikroskop
     
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa metode pewarnaan bakteri digunakan untuk
 

Hasil

pengamatan

menunjukkan

bahwa

metode

pewarnaan

bakteri

digunakan

untuk

mempermudah identifikasi mikroorganisme.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa metode pewarnaan bakteri digunakan untuk mempermudah identifikasi mikroorganisme. Gambar 2. Perbesaran 100

Gambar 2. Perbesaran 100

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa metode pewarnaan bakteri digunakan untuk mempermudah identifikasi mikroorganisme. Gambar 2. Perbesaran 100

Gambar 3. Perbesaran 1000

Berdasarkan hasil pengamatan dibawah mikroskop, didentifikasi bakteri jenis E. coli.

Bakteri

tersebut pada saat diwarnai menunjukkan warna merah. Sehingga termasuk bakteri gram negative, dan

berbentuk batang, panjang atau berpasangan.

KESIMPULAN

Kesimpulan yang di dapat pada praktikum adalah jenis-jenis pewarnaan bakteri antara lain, pewarnaan sederhana, pewarnaan differensial seperti pewarnaan gram, pewarnaan tahan asam, dan lain-lain, pewarnaan khusus seperti pewarnaan spora, pewarnaan kapsul, dan lain-lain, dan pewarnaan negatif. Pada pewarnaan gram didapat bakteri berwarna biru, menandakan bahwa bakteri tersebut berupa gram positif, sedangakan pada pewarnaan negatif terdapat banyak bakteri berwarna putih. Pada pewarnaan sederhana terdapat banyak bakteri yang berbentuk basis atau batang yang bewarna ungu dan pada pewarnaan spora terdapat spora berwarna kecoklatan

DAFTAR PUSTAKA

[1] Dwidjoseputro, D. 2005. Dasar - Dasar Mikrobiologi. Malang: Penerbit Djambatan. [2] Karmana, Oman. 2008. Biologi. PT Grafindo Media Pratama: Jakarta [3] Pelczar, M. J. 2007. Dasar - Dasar Mikrobiologi. Jakarta : UI Press. [4] Subandi, 2009. Dasar - Dasar Mikro-biologi. Gunung Djati Press: Bandung [5] Volk & Wheeler. 1984. Mikrobiologi Dasar Edisi Kelima Jilid I. Jakarta : Erlangga

[6] Waluyo, Lud. 2004. Mikrobiologi Umum. Malang : UMM Press