Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perawatan payudara untuk ibu nifas yang menyusui merupakan salah satu upaya
dukungan terhadap pemberian ASI bagi sang buah hati tercinta. Apa saja yang dilakukan
dalam perawatan payudara ibu nifas akan diuraikan secara lengkap.
Perawatan payudara pada ibu nifas dapat dimulai sesegera mungkin setelah
melahirkan pada saat di rumah sakit dan selanjutnya dilakukan secara rutin di rumah.
Tujuan dari perawatan payudara ini adalah untuk memperlancar pengeluaran air susu ibu
dan menghindari penyulit saat menyusui. Antara lain puting susu lecet, asi tidak lancar
berproduksi, pembengkakan payudara.
Sebaiknya setiap ibu menyusui melakukan secara rutin minimal sekali sehari pada
saat menjelang mandi
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari perawatan payudara post partum?
2. Apa tujuan dari perawatan payudara post partum?
3. Apa persiapan alat dan bahan yang digunakan dalam perawatan payudara post
partum?
4. Bagaimana cara kerja dari perawatan payudara post partum?
5. Apa dampak tidak dilakukan payudara post partum?
1.3 Tujuan
1.3.1

Tujuan Umum
Mengetahui secara menyeluruh tentang konsep teori serta cara perawatan
payudara post partum.

1.3.2

Tujuan Khusus
1. Memahami pengertian dari perawatan payudara post partum.
2. Memahami tujuan dari perawatan payudara post partum.
3. Mengetahui persiapan alat dan bahan yang digunakan dalam perawatan
payudara post partum.
4. Mengetahui cara kerja perawatan payudara post partum.
1

5. Mengetahui dampak tidak dilakukan perawatan payudara post partum.

BAB II
PENDAHULUAN
2.1 Pengertian
Membersihkan payudara setiap hari dengan air cukup untuk menjaga kebersihan
adalah baik untuk membiarkan puting susu kering terkena udara setiap kali habis menyusui.
Mengeluarkan air susu dapat dilakukan dengan memijat dengan lembut daerah sekitar puting.
Jangan memakai krim, pelembab atau salep karena dapat menghambat sekresi minyak
bakteriostatik alami, yang dilakukan oleh kelenjar montgomeri. Beberapa bayi tidak mau
menyusu bila merasa atau mencium bau krim sehingga payudara harus dicuci terlebih
dahulu.
Apabila ibu memerlukan bra, ia akan merasa tidak nyaman bila tidak
mengenakannya. Apabila ia ingin mengenakan bra, harus dicari bra yang benar-benar pas,
dengan tali bahu yang nyaman dan dilengkapi penutup yang mudah dibuka dan cukup lebar
untuk mengeluarkan payudara ketika menyusui. Air susu yang keluar dari payudara, terutama
ketika baru menyusui (refleks ejeksi susu), dapat menimbulkan rasa malu dan rasa tidak
nyaman. Bra dapat diberi pelapis dengan guntingan kain katun, tampon yang digunting
menjadi dua, atau pelapis komersial. Melapisi mangkuk bra dengan plastik tidak dianjurkan
karena akan membuat keadaan lembab dan menyebabkan puting nyeri.
Suatu sensasi kesemutan di puting biasanya timbul setelah air susu keluar. Menekan
puting dengan pangkal telapak tangan sering kali dapat mencegah pengeluaran air susu.
Sedangkan perawatan payudara post partum adalah suatu cara merawat payudara agar
tetap bersih dan merangsang pengeluaran ASI agar produksi ASI banyak dan lancar setelah
melahirkan.
2.2 Tujuan

Perawatan payudara setelah melahirkan bertujuan memelihara hygiene payudara,


memperbanyak/memperlancar produksi ASI, dan merangsang sel-sel payudara.

2.3 Persiapan alat dan bahan


1. Minyak kelapa/baby oil
2. Washlap
3. Baskom berisi air hangat dan air dingin.
4. Handuk
5. Kapas
2.4 Cara kerja
1. Cuci tangan.
2. Buka pakaian/penutup bagian atas sampai prosesus xipoideus.
3. Bentangkan handuk diatas pakaian.
Teknik perawatannya adalah sebagai berikut :
a. Kompres putting susu dan area sekitarnya dengan menempelkan kapas/lap yang
b.
c.
d.
e.

dibasahi minyak kelapa/ baby oil.


Bersihkan putting susu dan area sekitarnya dengan handuk kering yang bersih.
Licinkan kedua telapak tangan dengan minyak kelapa/ baby oil.
Tempatkan kedua telapak tangan di antara kedua payudara.
Dengan menggunakan telapak tangan, payudara diurut dari bagian tengah ke atas

melingkar ke kiri-kanan menuju ke bawah kiri-kanan.


f. Selanjutnya dari arah bawah/samping menuju ke tengah (melintang). Pada saat ini
posisi telapak tangan diurutkan kearah depan dan payudara diangkat, kemudian
dilepas perlahan-lahan.
Sedangkan cara untuk merangsang sel-sel ASI adalah sebagai berikut :
a. Menekan puncak payudara dengan jari-jari merapat dengan gerakan melingkar pada

4.
5.
6.
7.

satu tempat.
b. Pengusapan dengan ujung-ujung jari dari pangkal payudara kearah putting susu.
c. Menggoncangkan payudara dengan sedikit membungkuk ke depan.
Bersihkan dengan waslap yang dibasahi air hangat terlebih dahulu.
Keringkan dengan handuk.
Rapikan pasien dan peralatan yang digunakan.
Cuci tangan.

2.5 Dampak tidak dilakukan perawatan payudara post partum


Berbagai dampak negatif dapat timbul jika tidak dilakukan perawatan payudara sedini
mungkin. Dampak tersebut meliputi :
a. Anak susah menyusu
3

b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Putting susu tenggelam


ASI lama keluar
Produksi ASI terbatas
Pembengkakan pada payudara
Payudara meradang
Payudara kotor
Kulit payudara terutama puting akan mudah lecet
BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Perawatan payudara adalah suatu cara merawat payudara agar tetap bersih dan
merangsang pengeluaran ASI agar produksi ASI banyak dan lancar. Perawatan payudara pada
ibu nifas dapat dimulai sesegera mungkin setelah melahirkan pada saat di rumah sakit dan
selanjutnya dilakukan secara rutin di rumah. Sebaiknya setiap ibu menyusui melakukan
secara rutin minimal sekali sehari pada saat menjelang mandi. Berbagai dampak negatif
dapat timbul jika tidak dilakukan perawatan payudara sedini mungkin. Dampak tersebut
meliputi : anak susah menyusu, putting susu tenggelam, ASI lama keluar, produksi ASI terbatas,
pembengkakan pada payudara, payudara meradang, payudara kotor, kulit payudara terutama puting akan
mudah lecet.
3.2 Saran
Perawat dalam melakukan tindakan keperawatan, hendaknya bisa bekerjasama dengan klien
dan keluarga klien untuk mencapai hasil yang maksimal. Ibu harus bisa diajak bekerjasama
agar tindakan yang diberikan dapat diaplikasikan dengan sebaik-baiknya dan sesegera
mungkin setelah melahirkan pada saat di rumah sakit dan selanjutnya dilakukan secara rutin
di rumah.
DAFTAR PUSTAKA

Bobak, Lowdermilk, Jensen. 2004. Buku Ajar Keperawatan Maternitas Edisi 4. Jakarta : EGC
Manuaba, Ida Bagus Gde. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan Dan Keluarga
Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC