Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Imunitas adalah kekebalan yang dikaitkan dengan adanya antibodi atau sel
yang mempunyai tanggap kebal terhadap mikroorganisme dari penyakit infeksi
tertentu atau terhadap toksinnya (Kadri, 2010). Begitu antibodi tanggap pada
permukaan mikroorganisme yang menyerang, serangkaian protein plasma yang
disebut komplemen akan teraktivasi. Protein komplemen ini mampu menghancurkan
penyerang tersebut (Ripani, 2010).
Komplemen adalah bahan larut humoral yang berperanan dalam imunitas
nonspesifik. Komplemen termasuk salah satu sistem enzim serum yang berfungsi
dalam inflamasi, opsonisasi dan kerusakan (lisis) membran patogen. Dewasa ini, ada
sekitar 20 jenis protein yang berperang dalam sistem komplemen (Baratawidjaja,
2004).
Komplemen berupa molekul dari sistem imun nonspesifik larut dalam keadaan
tidak aktif yang dapat diaktifkan berbagai bahan seperti toksin (LPS) bakteri.
Komplemen dapat juga berperan dalam sistem imun spesifik yang setiap waktu dapat
diaktifkan kompleks imun. Hasil aktivasi tersebut menghasilkan berbagai mediator
yang mempunyai sifat biologik aktif dan beberapa diantaranya merupakan enzim
untuk reaksi berikutnya. Produk lainnya berupa protein pengontrol dan beberapa
lainnya tidak mempunyai aktivitas enzim. Aktivasi komplemen merupakan usaha
tubuh untuk menghancurkan antigen asing (proteksi), namun sering pula
menimbulkan kerusakan jaringan sehingga merugikan tubuh sendiri (Baratawidjaja,
2004).
1.2 Rumusan masalah
1. Apa yang dimaksud Sistem Komplemen dan Apa saja Kegunaanya?
2. Bagaimana Aktivasi Sistem Komplemen?
3. Bagaimana Cara Kerja Pemeriksaan uji Komplemen Imun?

1.3 Tujuan
1. Untuk Mengetahui Apa yang dimaksud Sistem Komplemen dan Apa saja
Kegunaanya
2. Untuk Mengetahui Bagaimana Aktivasi Sistem Komplemen
3. Untuk Mengetahui Bagaimana Cara Kerja Pemeriksaan uji Komplemen Imun