Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN
Spasmodik tortikolis adalah kekakuan dari pada otot-otot leher, yang
disebabkan oleh kontraksi klonik atau tonik dari otot-otot servikal pada leher
dengan gejala terjadi kekakuan pada sistem saraf dan terdapatnya hysteria. Juga
merupakan bentuk dari distonia dengan karakteristik intermitten dan gerakan
involunter dari kepala yang rekuren bersamaan dengan terjadinya kontraksi dari
otot leher. Tortikolis terjadi pada 1 dari 10.000 orang dan sekitar 1,5 kali lebih
sering terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria. Penyakit ini dapat terjadi
pada semua umur tetapi paling sering ditemukan pada usia antara 30-60 tahun.
Spasme tortikolis ini disebabkan oleh keadaan keturunan dimana terjadinya
dari gen autosomal dominan atau autosomal resesif. Penyebab lain yang tersering
adalah kelainan fungsional dari mekanisme kontrol yang mengakibatkan
gangguan reflek secara bilateral yang terjadi pada basal ganglia atau keseluruhan
dari struktur yang meliputinya.
Secara fisiologis tortikolis adalah kelainan bentuk atau posisi dari kepala.
Perputaran posisi dari kepala diikuti dengan perubahan secara unilateral pada
bagian leher dan terjadi aktivasi pada N.VIII (N.Vestibulokohlearis) yang gunanya
untuk mempertahankan posisi dari kepala dan tortikolis kemungkinan disebabkan
dari kelainan fungsi-fungsi diatas termasuk kalainan yang terjadi pada korpus
striatum. Kelainan ini dapat terjadi pada laki-laki dan wanita dan onset terjadinya
kelainan biasanya pada usia dewasa

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Definisi
Spasmodik torticollis adalah kekakuan dari pada otot-otot leher, yang
disebabkan oleh kontraksi klonik atau tonik dari otot-otot servikal pada leher
dengan gejala terjadi kekakuan pada sistem saraf dan terdapatnya hysteria. Juga
merupakan bentuk dari distonia dengan karakteristik intermitten dan gerakan
involunter dari kepala yang rekuren bersamaan dengan terjadinya kontraksi dari
otot leher.
Secara fisiologis spasmodic torticollis adalah kelainan bentuk atau posisi dari
kepala. Perputaran posisi dari kepala diikuti dengan perubahan secara unilateral
pada bagian leher dan terjadi aktivasi pada N.VIII (N.Vestibulokohlearis) yang
gunanya untuk mempertahankan posisi dari kepala.

2.2. Patofisiologi
Patofisiologi dari spasmodic torticollis belum diketahui. Namun, beberapa
bukti menunjukkan bahwa spasmodic torticollis adalah bentuk dystonia fokal
disebabkan oleh disfungsi dari ganglia basalis. Spasmodi torticollis sering menjadi
bagian dari presentasi klinis di umum torsi primer dystonia, di mana pencitraan
Data fungsional dan studi neurofisiologis menyiratkan kelainan pada ganglia basal
dan proyeksi.
Spasmodic Torticollis hanya mempengaruhi satu bagian tubuh. Pertama,
karena bergantung pada kenyataan bahwa ada somatotopy kasar dalam wilayah
motorik sensorik dari ganglia basalis, sehingga kerusakan spasial terbatas
mungkin menghasilkan efek hanya pada satu bagian tubuh. Kedua, karena
kerusakan ganglia basal menjadi lebih luas, tapi defisitnya adalah fokus klinis
karena beberapa disfungsi sekunder di bagian lain dari sistem motorik. Dengan
kata lain, dystonia focal hanya akan terjadi ketika ada kombinasi dari
kecenderungan terhadap dystonia yang disebabkan oleh defisit ganglia basal.
Perubahan di daerah sensorik dan motorik dari korteks yang tidak stabil dengan
adanya perubahan ganglia basal halus, dapat menyebabkan distonia.
2.3. Etiologi
Spasme tortikolis ini disebabkan oleh keadaan keturunan dimana terjadinya
dari gen autosomal dominan atau autosomal resesif. Hal lain yang dapat
menyebabkan ialah kelainan kongenital dari m.sternocleidomastoideus, kelainan
dari servikal tulang belakang, hipoplasi dari tulang hemi atlas atau atlas.
Kelainan neurovaskuler yaitu kompresi dari N.XI (nervus aksesorius) oleh
arteri vertebrae atau arteri serebral posterior inferior, adanya lesi unilateral pada
mesencephalon atau diencephalon yang diakibatkan oleh encephalitis virus. Dan
ketidakseimbangan / gangguan keseimbangan metabolik antara thalamus dan
basal ganglia.
Penyebab lain yang tersering adalah kelainan fungsional dari mekanisme
kontrol yang mengakibatkan gangguan reflek secara bilateral yang terjadi pada
basal ganglia atau keseluruhan dari struktur yang meliputinya.

2.4. Gejala
Spasmodik tortikolis didahului dengan adanya riwayat trauma pada leher.
Onset terjadinya spasmodik tortikolis ialah intermiten terjadi saat rotasi dan fleksi
pada kepala pada satu sisi. Gerakan dari kepala terjadi secara intermiten dan
berhubungan dengan kontraksi dari otot leher yang terjadi secara periodik
irregular. Terjadinya gerakan bilateral sangat jarang terjadi. Gerakan-gerakan
tersebut dapat direduksi dengan cara menempelkan tangan ke salah satu sisi
kepala yang berlawanan atau dengan menempelkan sisi kepala yang berlawanan
ke tembok.
Kontraksi dari m.sternocleidomastoideus menyebabkan rotasi yang
berlawanan arah, ketika leher dilakukan fleksi bagian tepi dari otot leher
mengalami kontraksi. Rotasi pada leher dapat saja terjadi tanpa terjadinya fleksi
lateral. Atau kepala dapat saja difleksikan ke salah satu sisi dimana dapat
dilakukan rotasi setelah dilakukan fleksi tersebut. Hal ini terjadi pada kontraksi
dari m.sternocleidomatoideus pada salah satu sisi dimana m.splenius dan
m.trapezius pada sisi yang berlawanan juga terjadi kontraksi. Otot-otot yang ikut
berkontraksi menjadi hipertropi.
Kelainan awal yang terdapat pada tortikolis adalah tonik. Kemudian diikuti
dengan perubahan posisi atau dapat saja terjadi pengulangan gerakan secara
klonik, hal tersebut biasanya terjadi pada serangan hysteria. Pasien sering
menyadari tidak dapat melawan atau mengahambat dari terjadinya tortikolis. Rasa
sakit terdapat pada otot servikal yang terjadi bersamaan arthritis dimana terjadi
kompresi pada radix yang mengakibatkan adanya gerakan kepala secara
involunter. Reflek dan sensasi masih normal. Terjadinya tortikolis yang lama
dapat menyebabkan spondilosis servikal.
Spasmodik tortikolis biasanya disertai komplikasi bleparospasme atau
distonia mandibular dan writers cramp. Gejala klinis lainnya dijumpai kejang di
daerah lainnya, yaitu biasanya di kelopak mata, wajah, rahang atau tangan. Kejang
terjadi secara mendadak dan jarang timbul pada waktu tidur. Tortikolis bisa
menetap sepanjang hidup penderita dan menyebabkan nyeri berkepanjangan,
terbatasnya gerakan leher serta kelainan bentuk sikap tubuh.

2.5. Diagnosis
Kekakuan akibat tortikolis onsetnya juga dapat ditemukan pada congenital
dimana pada hal ini terjadi fibrosis pada salah satu m.sternocleidomastoideus
yang diikuti terjadinya hematom pada otot atau pada kelainan congenital terjadi
kelainan pertumbuhan pada vertebrae servikal. Sangat penting untuk mengetahui
penyebab dari tortikolis miositis pada otot servikal, karier pada servikal tulang
belakang dan adenitis pada kelenjar limfe servikal.
Pemeriksaan diagnosis :
1.

Elektromiografi (EMG) menunjukkan adanya kontraksi otot yang


persisten pada otot leher termasuk m.sternocleidomastoideus,

2.

m.splenius capitus dan m.trapezius.


Pemeriksaan fungsi tiroid, hal ini harus dilakukan karena dapat
saja terjadi perubahan pada tiroid yaitu hipertiroidisme. Beberapa

3.

pasien dapat saja memperlihatkan keadaan eutiroid.


Pemeriksaan MRI/CT-Scan pada servikal vertebrae harus
dilakukan bila ada nyeri pada leher.

2.6. Penatalaksanaan
Pengobatan dengan Botulinum toxin (BoNT) adalah pendekatan yang
paling efektif untuk spasmodik Tortikolis (ST), dapat membantu hingga 85%
dari pasien. Elemen-elemen kunci untuk menggunakan BoNT untuk
pengobatan ST termasuk seleksi yang akurat dari otot, anatomi leher. dosis
dari BoNTs tergantung pada serotipe dan lokasi otot untuk injeksi. ST muncul
dari aktivasi involunter dari otot-otot leher. Anatomi otot leher mencakup
lebih dari 26 pasang otot. Postur kepala ditentukan oleh kombinasi dari otot
servikal yang aktif dan mungkin tonik, atau memiliki komponen spasmodik
yang dapat mirip dengan tremor tetapi biasanya memiliki komponen
directional. Postur kepala primer mencakup tortikolis (tmemutar horizontal),
laterocollis (tilt ke bahu), anterocollis (fleksi ke depan), atau retrocollis
(ekstensi). ST mungkin sederhana, dengan aktivasi dua otot, atau yang lebih
kompleks dengan komponen multi-arah dan keterlibatan beberapa otot.
Memilih otot untuk injeksi membutuhkan keakraban dengan otot leher besar
5

dan tindakan primer dan sekunder. Total dosis BoNT digunakan untuk ST
bervariasi tergantung pada serotipe dan merek Bont. Sebuah studi menemukan
dosis untuk Dysport dianjurkan bahwa dosis awal 500 U menghasilkan
manfaat yang signifikan untuk sebagian besar pasien dan meminimalkan
terjadinya efek samping terkait dosis

BAB III
PENUTUP
Spasmodik tortikolis atau juga dikenal sebagai cervical dystonia adalah
jenis kejang di mana kepala berubah ke sisi kiri. penyebab 'liuk spasmodik dari
kepala dan leher' adalah karena disfungsi saraf. penyakit ini sering setelah kerja
keras dan berlarut-larut. Terapi yang melibatkan otot atau saraf lebih sering terjadi
malpraktik sehingga terapi ST harus berdasarkan petunjuk ahli. kasus dengan
spasmodik tortikolis biasanya organik dan terapi operasi, rhizotomy intradural
khususnya, sangat memungkinkan. spasmodik tortikolis , blepharospasm, dystonia
oromandibular dan writer's cramp (vide infra) merupakan dystonias fokal dengan
etiologi organik.
Toksin botulinum telah terbukti aman dan efektif untuk pengobatan CD.
dengan teknik-teknik injeksi yang berbeda meskipun untuk CD belum ditemukan
dosis yang spesifik otot, penggunaan EMG dapat membantu dalam penegakan
diagnosa. Namun, pengetahuan mendalam tentang anatomi servikal merupakan
salah satu persyaratan yang paling penting untuk pengobatan yang berhasil.

DAFTAR PUSTAKA
1. Dimitri Anastasopoulos, Nafsica Ziavra, Ronald Pearce, and Adolfo M.
BronsteinTrunk.2013. Bradykinesia and Foveation Delays During WholeBody Turns in Spasmodic Torticollis.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3734595/
2. A. Mnchau, S. Corna, M. A. Gresty, K. P. Bhatia, J. D. Palmer, D.
Dressler, N. P. Quinn, J. C. Rothwell, A. M. Bronstei.2001. Abnormal
interaction between vestibular and voluntary head control in patients with
spasmodic torticollis
http://brain.oxfordjournals.org/content/124/1/47