Anda di halaman 1dari 7

Bandara Ngurah Rai Bali adalah salah satu dari 13 bandar udara dibawah pengelolaan PT.

Angkasa Pura I (Persero). Bandar udara kelas utama ini memberikan kontribusi terbesar dan
menjadi tulang punggung PT. Angkasa Pura I (Persero). Letaknya yang strategis menjadikan
bandara ini berperan sebagai pintu gerbang udara dari Pulau Bali, yang dikenal sebagai pulau
dewata island of paradise.
Tanggal 3 Juni 2009 Menteri Perhubungan pada waktu Bpk. Jusman Syafei Djamal meresmikan
Patung Ngurah Rai sekaligus juga memberi tanda dimulainya Proyek Pembangunan Terminal
Bandara Ngurah Rai. Proses ini ternyata tidak berlangsung mulus. Pemerintah Kabupaten Badung
dan sebagian besar masyarakat Bali menginginkan agar dalam membangun Terminal Bandara,
nuansa Bali dan kearifan lokal dapat dimasukkan dalam desain terminal bandara. Ini berarti desain
awal yang sudah disiapkan, yang lebih menekankan fungsional dan modern, harus direvisi lagi.
Untuk mengadopsi kearifan lokal ini, maka dibentuklah Tim 11 (karena jumlah anggotanya 11
orang). Tim ini terdiri dari 3 orang PT. Angkasa Pura I (Persero), 3 orang dari Ikatan Arsitek
Indonesia, 1 ahli dari Universitas Udayana, 1 orang dari Ahli Teknik dan Bangunan Gedung, 2
orang dari Pemprov Bali dan 2 orang dari Pemkab Badung.
Renovasi Bandara Ngurah Rai ditujukan untuk memberikan pelayanan yang baik dan nyaman bagi
para pengguna bandara yang jumlahnya sampai ribuan orang perharinya. Untuk memenuhi tujuan
tersebut, maka design yang digunakan dalam untuk mewujudkannya adalah dengan menggunakan
design arsitektur modern yang menekankan fungsi, felsksibilitas, dan efisiensi baik dari
penggunaan bahan maupun biaya pembuatan bangunan. Dalam Arsitektur modern ada beberapa
aspek yang menjadi ciri dari Arsitektur Modern antara lain adalah bentuk. Bentuk dalam
Arsitektur Modern tidak ditentukan dan dibentuk dari fungsi maupun bahan bangunan yang
dipakai. Dalam Arsitektur Modern bentuk, fungsi dan konstruksi harus tampak satu kesatuan dan
muncul menjadi bentuk yang khusus dan spesifik antara gabungan ketiganya. Solusi unik
umumnya karena teknik-teknik konstruksi modern menjadikan semua bentuk mungkin untuk
dibangun. Bentuk yang diinginkan adalah bentuk-bentuk sederhana, karena semua gaya lama amat
kompleks dan dipenuhi oleh ornamen. Bentuk dasar pada Arsitektur Modern adalah bentuk
bentuk geometri (platonic solid) yang ditampilkan apa adanya.
Arsitektur Modern pada dasarnya masih melakukan pengulangan bentuk-bentuk rasional pada
awal abad 20, dimana fungsi masih menjadi inspirasi utama, dan pada masa kini bebas dalam
mengembangkannya. Selanjutnya mereka memanfaatkan material dan teknik konstruksi yang
baru, Muncul pemikiran baru tentang struktur yang tergantung pada tempat dimana bangunan itu
dibangun.
Dari Aspek Ruang, dalam Arsitektur Modern Satu hal yang tak dapat disangkal tentang Arsitektur
Modern adalah kesadaran dalam mendesain ruang. Dalam sejarah, ruang telah ada hanya didalam
struktur (diluar hanyalah alam, ketidakaturan dan tidak dapat diukur). Konsep ruang pada
Arsitektur Modern yaitu ruang tidak terbatas meluas kesegala arah, ruang terukur/terbatasi/terlihat
bayangan strukturnya (segi empat). Arsitektur Modern dipahami dalam tiga dimensi. Ruang yang
di dalam merupakan eksperimen ruang tak terbatas dengan partisi yang dapat ditelusuri melalui
ruang-ruang yang dilalui. Pola perletakan ruang lebih mengalir dan berurutan berdasarkan proses
kegiatan.
Pada perkembangannya Arsitektur Modern memiliki bentuk dan struktur yang tetap. Bagian fisik
dari Arsitektur Modern sebagai pemecahan yang radikal dari sebuah masalah yang fungsional;
yang tidak dapat hilang sebagai bagian dari estetika yang merupakan manipulasi dari ruang yang
tidak terbatas dan tidak terukur.

Dasar desain dari Bandara Ngurah Rai ini adalah bentuk dari arsitektur modern. Bentuk dari
bandara yang memperlihatkan struktur dari bangunan itu sendiri dapat dibandingkan dengan
design dari bangunan karya Arsitek asal Spanyol yang Bernama Santiago Clatrava . Sebagai
arsitek dan insinyur , Calatrava sering menciptakan karya-karya inovatif yang bergantung pada
pemahaman yang kuat dari kedua aspek kekreatifan dan struktural desain . Keterampilan -Nya
sebagai seorang insinyur memungkinkan dia untuk membuat bentuk patung dan ruang yang tidak
biasa. Pada tahun 1979 ia memenangkan penghargaan untuk menyalakan kembali kualitas
struktur kerja Perret dan untuk kembali menekankan pentingnya struktur utama dalam
mendefinisikan bentuk.
Santiago Calatrava dikenal dengan gaya tektonika struktur di setiap karyanya, Karyanya yang
tersebar di berbagai kota-kota besar di dunia sangat identik dengan permainan tektonika struktur
dan eksploitasi struktur yang sangat dominan dan itu merupakan ciri tersendiri oleh seorang
Calatrava. Bahkan kekaguman akan arsitektur karya caltrava di peroleh dari komponen-komponen
struktur yang membentuk bangunan secara keseluruhan dengan kata lain bahwa form utama yang
paling fundamental dari arsitektur-arsitektur karya calatrava adalah keberanian dalam memainkan
peranan struktur sehingga peranan struktur tidak sekedar sebagai pemikul beban bangunan tetapi
juga sebagai pembentuk form bangunan, berbeda dengan kebanyakan arsitek dalam berkarya
dengan banyak menyembunyikan struktur dan lebih memilih peranan elemen arsitektur lainnya
sebagai daya tarik dalam karyanya.
Calatrava lebih memilih bereksperimen dengan eksploitasi struktur-strukturnya sehingga dia pun
digelari sebagai arsitek yang bergaya tektonika (tektonika struktur). Sebagai seorang Arsitek dan
Insinyur, Calatrava dikenal sebagai seorang yang disiplin. Dia selalu membuat sebuah inovasi
yang dibutuhkan pada suatu perusahaan yang kedua-duanya dipengaruhi aspek desain dan
struktural yang kreatif. waDalam karyanya calatrava banyak mentransformasi benda-benda nyata
(Tangible kedalam desainnya seperti, tubuh manusia, mata ,binatang dsb ) yang tentu saja hal ini
sangat memeras otak dalam penyelesaiaannya permasalahan struktur, namun dengan bekal
pendidikannya dalam bidang sipil, Calatrava mampu keluar dari bayang-bayang tekanan struktur
dan justru keadaan ini berbalik ketika karya-karya spektakuler calatrava diterima, dikagumi dan
dikenali melalui teknik strukturnya yang menghadirkan bangunan-bangunan yang luar biasa unik,
estetis dan terkesan impossible yang seolah-olah menentang hukum gravitasi. Kemampuannya
sebagai Teknisi/Insinyurlah yang membantunya untuk membuat permukaan sculptrural dan ruang
yang tidak biasa. Karyakaryanya biasanya mengambil material seperti beton, gelas/kaca dan baja
di luar batas yang normal.
Beberapa ciri dari Karya Santiago Calatrava adalah sebagai berikut: (1) Sistem struktur yang
digunakan untuk menghasilkan bentuk secara arsitektural dan struktur berfungsi sebagai arsitektur,
digunakan untuk menggambarkan hubungan antara struktur dan arsitektur di mana persyaratan
struktural diijinkan untuk sangat kental mempengaruhi bentuk bangunan walaupun struktur
tersebut diekspos, (2) dominansi material beton, baja dan kaca, yang diolah oleh Calatrava secara
tidak umum untuk menghasilkan bentuk yang sesuai dengan analogi bentuknya, (3) analogi
sebagai tematik rancangan, dimana bentuk hadir selalu monumental dan ikonik, (4) elemen garis
sebagai elemen fasade dan bentuk bangunan. Warna netral didominasi warna putih, (5) fleksibiltas
ruang dan fungsi terhadap bentuk dan sistem struktur, (6) konteks secara orientasi, iklim dan
landmark kawasan. Banyak karya dari Santiago calatrava yang menurut kami menggunakan gaya
arsitektur Techno-Artistic, dimana gaya arsitektur ini menekankan pada penggunaan teknologi
pabrikasi secara besar pada penggunaan material. Material yang digunakan adalah logam dan
beton. Selain itu gaya arsitektur ini bersifat jujur dengan kata lain struktur dari bangunan yang
menggunakan gaya ini terlihat dengan jelas sehingga sekaligus dapat menjadi dekorasi dan
menambah estetika

Jika dikaitkan dengan Arsitektur dari Bangunan Bandara Ngurah Rai, banyak pemahaman dari
Santiago Calatrava dan gaya arsitektur Techno-Artistic yang dapat dilihat dari desain bandara itu
sendiri yang memiliki konsep Arc Space, yaitu ruang yang tercipta dari sebuah Arc. Atap yang
ekspose dan memperlihatkan ruang-ruang yang tercipta dari susunan struktur bangunan itu
memberi kesan yang simple , terbuka dan memberikan estetika. Peggunaan kaca sebagai atap dan
dinding, Penggunaan baja dan beton sebagai bahan struktur, penggunaan warna putih sebagai
finishing pada Bandara Ngurah Rai juga merupakan beberapa ciri yang dapat dikaitkan dengan
desain dari Santiago Calatrava. Bagian yang sangat mencolok dari Bandara Ngurah Rai adalah
bentuk dari atap bangunan ini, yang berbentuk gelombang. Bentuk gelombang adalah wujud dari
kedinamisan suatu bentuk bangunan sehingga bangunan memberi kesan bergerak. Bentuk yang
bergelombang pada atap Bandara ini dapat mengekspresikan gelombang lautan yang kebetulan
letak Bandara berada di daerah Dekat dengan pesisir pantai sehingga memberikan keharmonisan
antara bangunan dan lingkungan sekitarnya Manfaat dari desain struktur rangka ruang ini adalah
dapat memberi ruang gerak yang dinamis dan bebas sehingga fungsinya sebagai sebuah bandara
yang melayani ribuan orang tiap harinya dapat terpenuhi dengan baik sesuai dengan tujuan awal
dari renovasi Bandara Ngurah Rai ini.

Kawasan Bandara Ngurah Rai


Selain itu manfaat yang dapat diberikan dari penggunaan struktur ini adalah dari segi ekonomis,
penggunaan biaya untuk pembangunan dapat dikurangi karena pada elemen samping seperti
dinding dengan bahan bata, dan batako dapat dihilangkan dan diganti dengan menggunakan kaca
dan bahkan bisa dibiarkan terbuka. Aspek yang dapat mengurangi biaya konstruksi adalah
pengurangan atau dihilangkannya dekorasi-dekorasi yang berlebihan yang dianggap tidak
sekaligus mendukung struktur bangunan tersebut, karena struktur dari bangunan tersebutlah yang
sudah memberikan keindahan dan bahkan seakan menjadi sebuah dekorasi jika dilihat kasat mata.

Struktur Atap Bandara Ngurah Rai


Design rangka ruang yang terbuka ini sangat bermanfaat dari konteks iklim pada Pulau Bali yang
berada di daerah tropis. Dengan menggunakan Kolom-kolom sebagai penopang satu-satunya
untuk penahan beban atap, dapat memberi space dan interaksi langsung dengan udara di luar
bangunan Bandara, sehingga hal tersebut dapat memberi kesan bahwa bandara tidak memiliki
sekat-sekat sebagai pembatas ruang-ruang yang ada dilamanya. Dengan adanya bentang yang
sangat lebar, maka pembagian ruang-ruang yang ada di dalam bangunan Bandara akan sangat
efisien sehingga dapat mencapai luas efektif yang dibutuhkan untuk melaksakan aktivitas-aktivitas
di dalam bandara dan memberi space yang cukup untuk sirkulasi manusia yang memerlukan ruang
yang fleksibel dan dinamis.

Struktur Bentang Lebar Bandara Ngurah Rai

Design dengan struktur yang terbuka pada setiap sisi bandara dapat memberi kesempatan udara
untuk masuk kedalam bangunan Bandara sehingga kelancaran sirkulasi udara pada bagian dalam
bandara menjadi sangat baik. Hal ini merupakan wujud dari efisiensi dan efektifitas dalam
memanfaatkan keuntungan yang bersifat alami. Dengan menggunakan Kolom-kolom sebagai
penopang satu-satunya untuk penahan beban atap tanpa dibatasi oleh dinding pada bagian terluar
bangunan, dapat memberi space dan interaksi langsung dengan udara di luar bangunan Bandara.
Selain udara, hal vital lain yang sangat mempengaruhi kualitas suatu bangunan adalah
pencahayaan, dan salah satu sumber cahaya yang sangat efektif adalah cahaya matahari. Cahaya
matahari merupakan energy yang tidak boleh dilupakan sebagai sumber pencahayaan yang sangat
mudah didapatkan dan sangat penting untuk ruang di setiap bangunan. Untuk memanfaatkan
cahaya matahari alami, pada design Bandara ini dinding partisi terluar dari bangunan

menggunakan bahan kaca transparent sehingga memberi peluang besar bagi cahaya matahari
untuk masuk ke dalam Bangunan, kaca yang digunakan adalah frameglass.
Uniknya didalam kolom penopang atap dari bandara ini dimanfaatkan sebagai tempat untuk
membuat taman mini yang ditanam pohon dan rumput, umumnya ditanam pohon jepun yang
memang menjadi salah satu icon pohon pulau Bali. Taman ini di lindungi dengan kaca frame glass
yang dipasang dari lantai sampai ke ujung atap. Pada bagian atas diberikan lubang dengan
diameter yang hampir sama dengan diameter taman, yang dijadikan tempat untuk menyalurkan air
dari atap jika terjadi hujan mengingat bentuk atap yang bergelombang akan membuat air akan
menggenang di bagian lembah dari bentuk atap gelombang, maka dibuatkan lubang dan
dimanfaatkan sebagai taman. Taman ini sangat unik dan sangat membantu menambah estetika dari
bandara ini selain bermanfaat sebagai akses matahari untuk masuk ke dalam ruang di bandara.
Dari segi konstruksi, kolom yang menopang atap bandara ini berjumlah 8 buah pada setiap
klusternya. Penempatan sususan kolom yang melingkar digunakan untuk meratakan berat beban
yang diterima dari atap keseluruh kolom yang ditempatkan. Diameter kolom yang digunakan
berdiameter sekitar 60cm dengan diameter taman yang diitari kolom kolom tersebut berdiameter 5
meter.Cluster dari kolom-kolom ini berjumlah 15 cluster yang semuanya memiliki ukuran yang
sama dengan jarak antar cluster yang sama pula. Penempatan kolom-kolom yang bercluster ini
ditujukan untuk menerima beban yang sangat besar dan dapat mengakomodasi bentang yang lebar
mengingat bentang dari bandara ini yang sangat lebar dengan konstruksi atap yang berat.
Jika dilihat dari bandara ini, Bentuk yang sangat mencolok dan menjadikannya terlihat sangat unik
dan esktetik adalah bagian atap Bandara. Atap Bandara Ngurah Rai mengambil bentuk atau
terinspirasi dari bentuk gelombang lautan. Tantangan dari design unik ini adalah tentunya dari segi
konstruksi nya itu sendiri, para perancang harus memiliki jalan keluar yang terbaik agar bentuk
tersebut dapat tercipta dengan bentang yang lebar. Selain untuk mempertahankan design bentang
yang lebar, perencana juga memperhatikan efisiensi dari material yang digunakan dan dari segi
biaya yang akan dikeluarkan dalam proses pembuatannya nanti.
Jalan keluar yang dipilih adalah dengan mendesign struktur atap bandara ini dengan menggunakan
system rangka ruang. Sistem struktur rangka space frame sangat cocok digunakan pada bangunan
dengan bentangan besar yang menginginkan tidak ada kolom di tengah bangunan. Jika dilihat dari
bawah sistem space frame ini akan membentuk seperti pyramid, dome, dan lainnya. Berdasarkan
pengalaman, desain dengan sistem space frame ini lebih efisien dibanding desain rangka baja
profil dengan bentang yang panjang. Bangunan yang sering menggunakan space frame adalah
pabrik, stadion, skylight, dan sebagainya. Jika ditinjau ada beberapa kelebihan dalam
penggunanaan struktur rangka ruang diantaranya adalah (1) Space frame dapat digunakan untuk
bentang yang panjang (2) Sistem kontruksi space frame sangat ringan (3) Space frame dapat
diterapkan dalam bentuk atap apa pun (4) Umur sistem relatif lebih panjang 50-100 tahun (5)
Lebih menarik jika dilihat dari segi estetika (5) Harga lebih efisien dengan bentang panjang.
System ini dipilih karena sangat cocok digunakan untuk menciptakan bentang yang sangat lebar
tanpa banyak dibantu dengan banyak kolom yang dapat menggangu fungsi bangunan. Sedangkan
untuk menciptakan bentuk gelombang, material yang digunakan haruslah mudah dibentuk, karena
bentuk gelombang yang dinamis memaksa perancang untuk memikirkan cara mencari material
yang tepat dan mudah di susun dilapangan. Disisi lain material yang digunakan juga harus
memiliki beban yang bisa dikatakan cukup ringan namun kuat. Maka material yang dipilih adalah
baja. Baja adalah material yang sangat kuat namun tetap bisa dibentuk. Adapun kelebihan dari
baja adalah (1). Mempunyai kekuatan yang tinggi meski berukuran lebih ringkas daripada beton.
Sehingga dapat mengurangi ukuran struktur, serta mengurangi beban sendiri struktur. Baja sangat

cocok diterapkan pada struktur jembatan. Beton jauh lebih berat dibandingkan baja. (2).
Homogenitas tinggi. Baja bersifat homogen, sehingga kekuatannya merata. Beda dengan beton
yang merupakan campuran dari beberapa material penyusun, tidak mudah mengatur agar kerikil
dan pasir bisa merata ke semua bagian beton. (3). Keawetan tinggi. Baja akan tahan lama bila
perawatan yang dilakukan terhadapnya sangat baik. Misalnya, rutin mengecat permukaan baja
agar terhindar dari korosi. (4). Bersifat elastis. Baja berperilaku elastis sampai tingkat tegangan
yang cukup tinggi. Baja akan kembali ke bentuk semula asalkan gaya yang terjadi tidak melebihi
batas elastisitas baja. (5). Daktilitas baja cukup tinggi. Selain mampu menahan tegangan tarik
yang cukup tinggi, baja juga akan mengalami regangan tarik yang cukup besar sebelum runtuh.
Seperti yang saya jelaskan diatas. (6). Kemudahan pemasangan dan pengerjaan. Penampang baja
bisa dibentuk sesuai yang dibutuhkan. Penyambungan antar elemen pada struktur baja juga
mudah, hanya tinggal memasangkan baut atau bisa menggunakan las, sehingga akan mempercepat
kegiatan proyek.

Struktur Atap Bandara Ngurah Rai


Sedangkan untuk bahan penutup atapnya digunakan material baja ringan sehingga beban yang
dihasilkan tidak terlalu besar. Pada bebebrapa spot, ditempatkan penutup atap berbahan kaca
sehingga cahya matahari dapat masuk kedalam bangunan bandara. Jadi tidak ada kemungkinan
adanya bagian ruang didalam bangunan yang akan kekurangan cahaya matahari. Namun pada
malam hari tentu akan digunakannya lampu downlight dan jenis yg lainnya yg cukup banyak
untuk menerangi seluruh area bangunan bandara.
Sudah kurang lebih 3 tahun sejak diresmikannya Bandara Ngurah Rai. Tentu setiap bangunan
perlu adanya perawatan untuk mempertahankan estetika maupun ketahan struktur bangunan
tersebut. Dalam konsep arsitektur modern, perawatan memang dibutuhkan namun biaya untuk
melakukan perawatan tersebut diusahakan seminimal mungkin dan proses perawatannya semudah
mungkin dilakukan. Dilihat dari segi dekorasi, Bandara Ngurah Rai tidak memiliki banyak
dekorasi dan hiasan, maka akan lebih mudah dalam mebersihkan dan merawat dekorasi-dekorasi
tersbut, terlebih bentuk-bentuk dekorasi yang terdapat sangatlah simple dan berbahan aluminium.
Cara perawatan aluminium sangatlah simple dan tidak membutuhkan tenaga kerja yang terlalu
banyak sehingga juga dapat menghemat biaya yang dikeluarkan akan untuk pembiayaan tenaga
kerja. Pada bagian dinding terluar yang berupa partisi, bahan yang digunakan adalah material kaca
yang memiliki sifat sebagai berikut (1) Sifat mekanik ,tension strength atau daya tarik adalah sifat
mekanik utama dari kaca.Tensile strength merupakan tegangan maksimum yang dialami oleh kaca
sebelum terpisahnya kaca akibat adanya tarikan (fracture). Sumber fracture ini dapat muncul jika

kaca mempunyai cacat di permukaan, sehingga tegangan akan terkonsentrasi pada cacat tersebut.
Kekuatan dari kaca akan bertambah jika cacat di permukaan dapat dihilangkan. (2) Refractive
properties, kaca mempunyai sifatmemantulkan cahaya yang jatuh pada permukaan kaca tersebut.
Sebagian sinar dari kaca yang jatuh itu akan diserap dan sisanya akan diteruskan. Apabila cahaya
dari udara melewati medium padat seperti kaca, maka kecepatan cahaya saat melewati kaca
menurun. Perbandingan antara kecepatan cahaya di udara dengan kecepatan cahaya yang lewat
gelas ini disebut dengan indeks bias. Nilai indeks bias untuk kaca adalah 1,52. (3) Absorptive
properties, intensitas cahaya yang masuk ke dalam akan berkurang karena adanya penyerapan
sepanjang tebal kaca tersebut. Jika kaca semakin tebal, maka energi cahaya yang diserap akan
semakin banyak sedangkan intensitas cahaya yang masuk melalui kaca akan semakin rendah. Dari
sifat-sifat tersebut kita dapat simpulkan bahwa kaca tidak akan bertahan lama jika pada
permukaannya terdapat cacat atau retakan, jika dibiarkan kaca akan mudah pecah sehingga perlu
di berikan perawatan. Masalahnya adalah jika kaca yang akan diberikan perawatan berada
diketinggian yang cukup tinggi, maka diperlukan alat-alat khusus dan perkerja yang professional
untuk menangani perkerjaan tersebut. Satu tantangan lagi adalah dalam perawatan kaca tersebut,
diusahkan agar tidak menggangu kenyamanan pengguna bandara, karena mengingat bahwa
bandara adalah bangunan umum dan beroprasi 24 jam dalam sehari.
Dan dalam proses perawatan, bagian yang terpenting adalah bagian struktur, karena kekuatan
struktur sebuah bangunan adalah bagian yang menentukan umur dari bangunan tersebut. Sebagian
bahan yang digunakan untuk struktur bangunan Bandara Ngurah Rai adalah menggunakan bahan
Baja, dimana sebelumnya sudah dikatakan beberapa kelebihan dari material baja sebagai bahan
struktur. Sistem struktur yang digunakan pada Bandara Ngurah Rai adalah system rangka ruang,
memang dalam pengguanaan struktur rangka ruang pada bangunan bentang lebar sangat
menguntungkan. Namun dalam segi perawatan, struktur ini memerlukan waktu yang cukup lama
dibandingkan system lainnya untuk melaksanakan perawatan menyeluruh. Baja memang kuat
sebagai struktur namun memiliki kelemahan yaitu mudah berkarat. memelihara terhadap
perkaratan dan korosi. Ada beberapa metode perlindungan terhadap korosi untuk suatu konstruksi
baja : (1) Metode perlindungan tingkat ke satu metode ini umunya mahal, dimana ditambahkan
elemen (unsur) paduan terhadap baja untuk meningkatkan ketahanan produk konstruksinya
misalnya ; pemakaian baja stainless dan baja tahan cuaca (weather steel) (2) Metode pelapisan
(coathing method), pelapisan ini terbentuk di permukaan baja untuk menutup/mengisolasi besi
terhadap pengaruh air yang mengandung oksigen. (3) Perminyakan (oiling), perlindungan
sementara dengan minyak yang tidak mudah kering (non drying oil), memberi vaselin , dll (4)
Pengeteran (coaltaving) : digunakan ter batubara, cara ini sederhana, murah dan efektif. Umunya
penggunaan terbatas untuk komponen besi dibawah tanah karena warnanya hitam.Komponen besi
tersebut dicelupkan kedalam larutan ter atau dikuaskan (5) Pengecatan (painting) , metode ini
sangat umum dilakukan dengan cat-cat jenis khusus. Dapat digunakan untuk pemeliharaan
jembatan, menara, dll. Pada bangunan bandara ngurah rai yang seperti kita lihat, tinggi konstruksi
atapnya cukup tinggi setara dengan tinggi atap bangunan bertingkat 6. Untuk mencapai struktur
dengan ketinggian tersebut, maka diperlukan alat khusus seperti crane atau sejenisnya dan tentu
pengoprasian lat-alat tersebut membutuhkan tenaga ahli yang dapat mengoprasikannya secara
benar dan tetap mengedepankan keselamatan, baik itu pekerja ataupun pengguna bandara. Bisa
dikatakan bahwa perawatan struktur dari bagian atap bandara ini yang terumit dan tersulit, yang
menjadi tantangan bagi pengelola tanpa mengesampingkan aspek biaya dan waktu dari proses
perawatan tersebut.