Anda di halaman 1dari 9

Uji Hidrolisis Amilum

Alat dan Bahan


Alat:
1.
Kertas pH
2.
Alatpemanas
3.
Tabungreaksi
4.
Penjepittabung
5.
Pipetukur
Bahan:
1.
LarutanAmilum 5%
2.
Larutaniodium
3.
Pereaksi benedict
4.
Larutan HCL 2N
5.
LarutanNaOH 2M
Cara Kerja:
1. Masukkan amilum 1% sebanyak 5ml 2,5 ml HCl 2N ke tabung reaksi
2. Mencampur dengan baik
3. Memasukkan ke dalam penangas air mendidih
4. Setelah 3 menit, meguji dengan larutan iodium
5. Mengambil 2 tetes larutan
6. Menambah 2 tetes iodium dalam lempeng tetes
7. Mencatat perubahan warna
8. Melakukan uji iodium setiap 3 menit sampai hasilnya berwarna kuning pucat
9. Melakukan uji iodium setiap 3 menit
10. Melakukan hidrolisis selama 5 menit lagi
11. Setelah didinginkan, mengambil 2 ml larutan hasil hidrolisis
12. Menetralkan dengan NaOH 2% uji dengan kertas pH
13. Menguji dengan benedict
14. Menyimpulkan apa yang dihasilkan dari hidrolisis pati
Hasil :
Gambar

Keterangan

Perubahan warna setelah dilakukan


uji iodum

Percobaan ini dilakukan untuk membuktikan adanya polisakarida. Percobaan ini


dilakukan dengan memasukkan 3 tetes larutan uji .Pada percobaan ini dilakukan
hidroolisis karbohidrat menggunakan HCl 2N. Dalam hidrolisis karbohidrat, pati akan
mengalami proses pemutusan rantai oleh enzim atau asam selama pemanasan menjadi
molekul molekul yang lebih kecil. Ada beberapa tingkatan dalam reaksi hidrolisis
tersebut. Mula-mula pati pecah menjadi unit rantai glukosa yang lebih pendek (6-10
molekul) yang disebut dekstrin. Dekstrin kemudian pecah lagi menjadi maltose yang
kemudian pecah lagi menjadi glukosa. Pada percobaan ini juga dilakukan penentuan titik
akromatik. Titik akromatik adalah titik dimana pati tersebut menunjukan warna yang
lebih pudar saat dilakukan penetesan iodine yang menandakan bahwa pati tersebut telah
terhidrolisis secara sempurna menjadi unit yang lebih kecil yaitu glukosa. Kemudian hasil
hidrolisis tersebut di lakukan penetralan dengan NaOH yang dilakukan untuk
menetralkan HCl yang ditambahkan pada proses pemutusan rantai (hidrolisis). Setelah
larutan tersebut netral, kemudian dilakukan kembali dengan pengujian dengan diambil
larutan yang telah dinetralkan, kemudian direaksikan dengan pereaksi bennedict dan
dilakukan pemanasan kembali, hal ini menunjukkan adanya perubahan warna larutan
menjadi merah bata, yang menandakan reaksi positif mengandung gula pereduksi, dan
glukosa adalah contoh dari kelompok monosakarida yang memiliki kemampuan untuk
mereduksi. Pemanasan diatas hanya dilakukan untuk mempercepat terjadinya atau
jalannya reaksi antara bennedict dan hasil larutan netral dari hidrolisis pati.
Hidrolisis Karbohidrat
Hidrolisis Pati

Cara mengetahui bahwa hidrolisis pati telah sempurna Hidrolisis pati sempurna
jika, hasil hidrolisis bereaksi positif dengan pereaksi benedict membentuk endapan merah
bata. Hal ini meunjukkan bahwa pemanasan dapat meningkatkan prosese reaksi yang
terjadi dibuktikan dengan adanya endapan merah bata yang terjadi pada tabung reaksi
yang dipanaskan. Pada tabung terdapat endapan merah bata banyak karena dengan
adanya pendidihan menyebabkan terjadinya hidrolisis sehingga menghasilkan gugus
reduksi bebas yang lebih banyak. Tanpa pemanasan menyebabkan tidak terjadinya
hidrolisis sehingga hanya mempunyai sebuah gugus reduksi bebas.
Fungsi larutan hasil hidrolisis dinetralkan terlebih dahulu Supaya larutan hasil
hidrolisis tersebut pHnya sesuai ketika akan diuji dengan pereaksi benedict, karena itu
diuji juga dengan kertas lakmus, supaya menghasulkan hasil yang positif
Cara menetralkan larutan uji dengan NaOH 2% menggunakan kertas pH Larutan
hasil hidrolisis diambil di masukkan ke dalam porselin tetes, dinetralkan dengan NaOH
2%, kemudian diuji dengan kertas pH, jika larutan masih bersifat basa, maka
ditambahkan HCl untuk menetralkan larutan tersebut dan diuji kembali menggunakan
kertas pH, HCl ditambahkan terus menerus hingga larutan bersifat netral.

Uji Molisch
Alat dan Bahan
Alat:
1. Tabung Reaksi
2. Rak Tabung
3. Pipet Tetes
Bahan:
1. Larutan karbohidrat ( glukosa, fruktosa, laktosa, maltosa,sukrosa dan amilum)
2. 2 mL H2SO4
3. Alfa Naftol 5%

Cara Kerja:
1. Siapkan 5 tabung reaksi pad arak
2. Beri label pada masing masing tabung dengan nomor I, II, III, IV, dan V
3. Masukan ke dalam masing masing tabung :
Tabung1 : 2 mL larutan glukosa
TabungII : 2 mL fruktosa
TabungIII : 2 mL sukrosa
TabungIV : 2 mL maltose
TabungV : 2 mL larutan pati/amilum
4. Tambahkan 5 tetes alfanaftol 5% ke masing masing tabung, campur
5. Alirkan 2 mL H2SO4 pekat kedalam tabung melalui dinding tabung reaksi secara
perlahan lahan
6. Adanya cincin ungu pada bdang batas menunjukan adanya karbohidrat.
Hasil :
1.
2.
3.
4.

3 mL glukosa + 5 tetesalfanaftol 5% + aliran 2 mL H2SO4 = terbentukcincinungu


3 mL fruktosa + 5 tetesalfanaftol 5% + aliran 2 mL H2SO4 = terbentukcincinungu
3 mL sukrosa+ 5 tetesalfanaftol 5% + aliran 2 mL H2SO4 = terbentukcincinungu
3 mL maltose + 5 tetesalfanaftol 5% + aliran 2 mL H2SO4 = terbentukcincinungu
5. 3 mL pati/amilum+ 5 tetesalfanaftol 5% + aliran 2 mL H2SO4 = tidakterbentukcincin
Berdasarkan percobaan ini diperoleh data bahwa semua larutan uji ketika
direaksikandengan pereaksi Molisch, dapat membentuk kompleks cincin berwarna ungu.
Dengan bahanyang diujikan adalah amilum, dekstrin, sukrosa, maltosa, galaktosa,
fruktosa, glukosa, danarabinosa semuanya menunjukkan hasil yang positif. Hal ini
membuktikan adanya suatukarbohidrat dalam larutan tersebut. Larutan uji yang telah
dicampurkan

dengan

pereaksiMolisch,

dialirkan

dengan

larutan

H2SO4 pekat

dengan cara memiringkan tabung reaksi. Hal ini dilakukan agar larutan H2SO4 tidak
bercampur dengan larutan yang ada dalam tabung,sehingga pada akhir reaksi diperoleh
suatu pembentukan cincin berwarna ungu pada batas antara kedua lapisan larutan dalam
tabung. Terbentuknya kompleks berwarna ungu ini karena pengaruh hasil dehidrasi
monosakarida (furfural) dengan -naftol dari pereaksi Molisch.

Uji Benedict
Cara Kerja:
1. Menyiapkan 5 tabung reaksi pada rak
2. Memberi label pada masing-masing tabung reaksi dengan nomor I, II, III, IV dan V
3. Memasukkan 5 mL reagen benedict ke dalam masing-masing tabung reaksi
Tabung I
: menambahkan glukosa 0,5 mL/ 3-5 tetes
Tabung II
: menambahkan fruktosa 0,5 mL/ 3-5 tetes
Tabung III
: menambahkan sukrosa 0,5 mL/ 3-5 tetes
Tabung IV
: menambahkan maltosa 0,5 mL/ 3-5 tetes
Tabung V
: menambahkan pati/amilum 0,5 mL/ 3-5 tetes
4. Setelah mencampurkan reagen benedict dengan larutan, kelima tabung tersebut
dipanaskan diatas api kecil hingga mendidih
5. Jika terbentuk endapan berwarna hijau, merah, orange atau merah bata berarti reaksi
positif mengandung karbohidrat, sebaliknya jika tidak terbentuk endapan berwarna
hijau, merah, orange atau merah bata berarti reaksi negatif mengandung karbohidrat.
Hasil :

Pati/amilum

Maltosa

Sukrosa

Fruktosa

Glukosa
Larutan

Reaksi

Warna

Glukosa

Merah

Fruktosa

Orange

Sukrosa

Merah Bata

Maltosa

Merah

Pati/amilum

Biru Jernih

1. Pada glukosa hasilnya adalah terbentuk endapan berwarna merah. Munculnya


endapanberwarna merah karena sakarida dengan bentuk gugus aldehid (aldosa), dapat
berperan sebagai reduktor yang mereduksi Cu2+ pada reagen benedict menjadi Cu+
pada Cu2O yang merupakan endapan merah pada akhir reaksi. Kecepatan
mereduksinya sebanding dengan besarnya molaritas glukosa. Jadi, makin besar
molaritas glukosa, kecepatan mereduksinya makin cepat, begitu juga sebalikny dengan
endapan yang terbentuk, makin besar molaritas glukosa makin banyak endapan.
2. Pada fruktosa hasilnya adalah terbentuk endapan merah bata. Fruktosa akan bereaksi
dengan gugus aldehid, kecuali aldehid dalam gugus aromatik, dan alpha hidroksi
keton. Oleh karena itu, meskipun fruktosa bukanlah gula pereduksi, namun karena
memiliki gugus alpha hidroksi keton, maka fruktosa akan berubah menjadi glukosa
dan mannosa dalam suasana basa dan memberikan hasil positif dengan pereaksi
benedict.
3. Pada sukrosa hasilnya adalah terbentuk endapan berwarna orange dan reaksinya positif
mengandug karbohidrat karena sukrosa merupakan disakarida, dimana disakarida
adalah karbohidrat yang dapat dihidrolisis menjadi 2 molekul monosakarida yang
mempunyai gugus aldehid dan keton bebas.
4. Pada maltosa hasilnya adalah terbentuk endapan berwarna merah dan reaksinya positif
megandung karbohidrat karena maltosa adalah suatu disakarida yang terbentuk dari
dua molekul glukosab dan maltosa mempunyai sifat mereduksi.
5. Pada pati/amilum hasilnya adalah tidak terbentuk endapan dan reaksinya negatif tidak
mengandung karbohidrat karena pati merupakan polisakarida, diamana kaarbohidrat
yang tersusun atas lebih dari 8 monosakarida. Polisakarida merupakan polimer
monosakarida dan mempunyai berat molekul tinggi.

Uji Selliwanoff
Alat dan Bahan
Alat:
a.
Tabung reaksi
b.
Pipet tetes
c.
Penjepit kayu
d.
Rak tabung reaksi
e.
Gelas ukur
f.
Waterbath
g.
Pencatat waktu
Bahan:
a.
Pereaksi selliwanof yang baru dibuat (0,05% resorsinoldalamHCl 3N )
b.
Larutan karbohidrat ( glukosa, fruktosa, laktosa, maltosa,sukrosa dan amilum)
Cara Kerja:
1. Menyiapkan semua jenis karbohidrat menjadi larutan dengan konsentrasi 1%
2. Memasukkan 1 ml pereaksi selliwanof kedalam tabung reaksi
3. Menambahkan 2 teteslarutan albumin 1%. Pada waktu bersamaan, tabung reaksi dari
larutan tersebut ditempatkan kedalam waterbath sampai terbentuk warna ( mencatat
kecepatan terbentuknya warna dari masing-masing tabung reaksi.
4. Melakukan pengujian dengan cara yang sama terhadap larutan karbohidrat 1% yang
lainnya.
Hasil :

Bahan

HasilPengamatan

yang

Kegiatan

Sebelum

diuji
Amilum

Amilum

1%

pereaksi

selliwanoff dipanaskan
Glukosa

Glukosa

Fruktosa

1%

bening

Fruktosa

Larutan

pereaksi

Maltosa

1%

berwarna

selliwanoff dipanaskan

warnanya

Selama3menit,

warnanya

bening

kekuningan
berwarna

bening
pereaksi

Selama3.30menit,
keoranyean

Larutan

pereaksiselliwanoffdipanaskan
1%

berwarna

bening

selliwanoff dipanaskan
Maltosa

Larutan

Sesudah

Selama 3 menit warnanya berubah


bening keoranyean

Larutan

berwarna

bening

Setelah dipanaskan selama 2 menit


warnanya berubah menjadi bening
kekuningan

Sukrosa

Sukrosa

1%

pereaksi

selliwanoff dipanaskan

Larutan

berwarna

bening

Setelah dipanaskan selama 2 menit


warnanya

berubah

menjadi

keoranyean
Laktosa

Laktosa

1%

pereaksi

selliwanoff dipanaskan

Larutan

berwarna

bening

Setelah dipanaskan selama 3 menit


warnanya

berubah

menjadi

kekuning-kuningan

Berdasarkan hasil percobaan hidrolisis sukrosa diperoleh data bahwa sukrosa yang ditambahkan
HCl pekat dan dipanaskan serta dinetralkan dengan NaOH bila diambil beberapa tetes dan diuji
dengan Benedict, sebelum dipanaskan berwarna biru ternyata setelah dipanaskan menghasilkan
suatu endapan berwarna merah bata. Dengan uji Seliwanoff yang ditambah HCl pekat, sebelum
dipanaskan berwarna kekuningan dan setelah dipanaskan berwarna orange. Uji seliwanoff ini
menunjukkan hasil yang positif. Hal ini membuktikan
bahwa pada sukrosa terkandung fruktosa setelah dihidrolisis. Sedangkan pada uji
Barfoed yang sebelum dipanaskan berwarna biru bening namun setelah dipanaskan tetap
berwarna biru bening. Ada beberapa faktor yang menyebabkan sukrosa tidak mengalami
perubahan. Hal ini dikarenakan pada waktu percobaan, sukrosa belum terhidrolisis
sempurna.

Ketidaktelitian

praktikan

memicu

tejadinya

kesalahan

pengamatan.

Berdasarkan teori, sukrosa bereaksi postif terhadap pereaksi barfoed. Jika telah

terhidrolisis sempurna menandakan bahwa sukrosa bila dipanaskan akan terhidrolisis


menjadi dua senyawa monosakarida. Senyawa fruktosa dan glukosa. Monosakarida itulah
yang menunjukkan reaksi dengan pereaksi tersebut