Anda di halaman 1dari 3

.

Kelebihan dan kekurangan model pembelajaran Problem Based Instruction


(PBI)
Kelebihan
a. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benarbenar diserapnya dengan baik.
b. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain.
c. Dapat memperoleh dari berbagai sumber.
d. Siswa berperan aktif dalam KBM
e. Siswa lebih memahami konsep matematika yg diajarkan sebab mereka
sendiri yang menemukan konsep tersebut.
f. Melibatkan siswa secara aktif memecahkan masalah dan menuntut
keterampilan berfikir siswa yang lebih tinggi
g. Pembelajaran lebih bermakna
h. Siswa dapat merasakan manfaat pembelajaran matematika sebab masalah
yang diselesaikan merupakan masalah sehari-hari
i. Menjadikan siswa lebih mandiri
j. Menanamkan sikap sosial yang positif, memberi aspirasi dan menerima
pendapat orang lain
k. Dapat mengembangkan cara berfikir logis serta berlatih mengemukakan
pendapat
Kelemahan
a. Untuk siswa yang malas, tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai.
b. Membutuhkan banyak waktu dan dana.
c. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini.
d. Membutuhkan waktu yang banyak
e. Tidak setiap materi matematika dapat diajarkan dengan PBI
f. Membutuhkan fasilitas yang memadai seperti laboratorium, tempat duduk
siswa yang terkondisi untuk belajar kelompok, perangkat pembelajaran, dll
g. Menuntut guru membuat perencanaan pembelajaran yang lebih matang.
h. Kurang efektif jika jumlah siswa terlalu banyak, idealnya maksimal 30 siswa
perkelas.

Daftar Pustaka

Arends,

Richard
I.
1997. Classroom
Mac Millan Publishing.

Instruction

and

Management.

New

York:

. (2011). Learning To Teach. diterjemahkan oleh Prajitno Soetjipto & Sri Mulyantini
Sutjipto. (2008). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Burhan, Siska Andriyani. 2011. Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPA Melaui Pendekatan Problem
Based Instruction (PBI) Berindikator MASTER di Kelas IV SDN Pecuk I Mijen Demak. Skripsi.
Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang.
Hamsa, Alief. 2009. Pembelajaran Berdasarkan Masalah. [online]. Tersedia di :http://www.aliefhamsa.blogspot.com/ [diakses tanggal 20 Februari 2012].
Huda, Miftahul. 2011. Cooperative Learning (Metode, Teknik, Struktur, dan Model Terapan). Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Indrawati dan Wanwan Setiawan. 2009. Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Jakarta:
PPPPTK IPA.
Isjoni. 2011. Cooperative Learning Mengembangkan Kemampuan Belajar Kelompok.Bandung: Alfabeta.
Mergendoller,J.R, dkk. 2000. The Effectiveness Of Problem Based Instruction. Journal Of Education
Research. Tersedia di : http://projects.coe.uga.edu/epltt/index.php?title=Proble Based
Instruction [diunduh tanggal 20 Februari 2012].
Moedjiono dan Moh. Dimyati. 1992/1993. Strategi Belajar-Mengajar. Jakarta: Proyek PTK, Ditjen Dikti,
Depdikbud.
Muslich, Masnur. 2009. Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Jakarta: Bumi Aksara.
Nur, Mohammad. 2011. Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah. Surabaya: Pusat Sains Dan
Matematika Sekolah Unesa.
Patta Bundu. (2006). Penilaian Keterampilan Proses dan Sikap Ilmiah dalam Pembelajaran Sains
Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas.
Rusman. 2011. Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru(Ed. 1 Cet. 3).
Jakarta. Rajawali Pers.
Sanjaya, Wina. 2008. Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta

Santyasa, I Wayan. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif. Makalah. Disajikan dalam pelatihan
tentang Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru-Guru SMP dan SMA, Tanggal 29 Juni s.d 1 Juli
2007, Di Nusa Penida.
Slavin,

Robert
E.
1994. Educational
Massachussetts: Paramount.

Psychology

Theory

and

Practice.

Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning Teori & Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sudjana, Nana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.