Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH FISIOLOGI TUMBUHAN

RESPIRASI

Dosen Pengampu:
Erda Muhartati, M.Si

Oleh:

1. Romy

140384205042

2. Chandra Shimastuti

1403842050

3. Nurafikah

1403842050

4. Nurul Hakamah

1403842050

5. Lita Agustina

1403842050

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
TANJUNGPINANG
2016

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr. Wb
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga alhamdulillah kami berhasil
menyelesaikan makalah yang berjudul Respirasi ini pada waktunya.
Selesainya penyusunan ini berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu,
pada kesempatan ini kami sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya
kepada yang terhormat :
1.

Ibu Erda Muhartati selaku dosen pengampu mata kuliah Fisiologi Tumbuhan yang
telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam pelaksanaan bimbingan,
pengarahan, dorongan dalam rangka penyelesaian penyusunan makalah ini.

2.

Rekan-rekan semua di kelas Biologi 02 .

3.

Secara khusus kami menyampaikan terima kasih kepada keluarga tercinta yang
telah memberikan dorongan dan bantuan serta pengertian yang besar kepada kami
dalam menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik

dan saran yang sifatnya konstruktif sangat kami harapkan. Kami berharap semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Amin.
Tanjungpinang, 13 Mei 2016

Penyusun

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................................ii


DAFTAR ISI ....................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................. 4
1.1 Latar Belakang ........................................................................................................ 4
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................... 4
1.3 Tujuan Masalah ....................................................................................................... 5
1.4 Manfaat .................................................................................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................. 6
2.1 Pengertian Respirasi ................................................................................................ 6
2.2 Proses Respirasi ....................................................................................................... 6
2.3 Substrat Respirasi .................................................................................................... 7
2.4 Enzim yang Membantu Proses Respirasi ................................................................ 8
2.5 Respirasi Aerob dan Anaerob .................................................................................. 8
2.5.1 Respirasi Aerob................................................................................................. 8
2.5.2 Respirasi Anaerob ........................................................................................... 11
2.6 Perbedaan Respirasi Anaerob dan Aerob .............................................................. 13
2.7 Manfaat Respirasi Bagi Tumbuhan ....................................................................... 13
2.8 Faktor-faktor yang mempengaruhi respirasi ......................................................... 14
2.9 Zat yang dapat menghambat proses respirasi ........................................................ 15
2.10 Fungsi proses respirasi ........................................................................................ 15
BAB III PENUTUP ........................................................................................................ 17
3.1 Kesimpulan ............................................................................................................ 17
3.2 Saran ...................................................................................................................... 18
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... 19

iii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam pengertian sehari-hari, bernafas diartikan sebagai proses pertukaran gas
di paru-paru.Tetapi secara biologis, pengertian respirasi tidaklah demikian. Pernafasan
lebih diartikan sebagai proses pembongkaran atau pembakaran suatu zat sumber energi
di dalam sel-sel tubuh untuk memperoleh energi. Zat makanan yang mengandung
sumber tenaga paling utama adalah karbohidrat.
Untuk mempertahankan kehidupannya, tumbuhan perlu mempunyai suatu
penyediaan energy yang saling berkesinambungan. Energi-energi tersebut diperoleh dari
energy kimia yang terbentuk dalam suatu molekul organik yang telah disintesis oleh
fotosintesis. Suatu proses pelepasan energi yang menyediakan energi untuk keperluan
tersebut disebut dengan respirasi.
Untuk itu, dalam makalah ini penulis akan membahas lebih lanjut tentang
proses-proses yang terjadi dalam respirasi sel tumbuhan.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka dirumuskan
sebagai berikut :
1. Apakah yang dimaksud respirasi?
2. Bagaimanakah proses respirasi pada tumbuhan?
3. Apa sajakah Substrat dan enzim dalam proses respirasi?
4. Bagaimanakah tahapan respirasi aerob dan anaerob?
5. Apakah perbedaan respirasi aerob dan anaerob?
6. Apa manfaat respirasi pada tumbuhan?
7. Apa sajakah faktor-faktor yang mempengaruhi proses respirasi?
8. Apa sajakah zat penghambat repirasi?
9. Apa fungsi proses respirasi?

1.3 Tujuan Masalah


Adapun tujuan yang akan dicapai adalah :
1. Untuk mengetahui yang dimaksud dengan respirasi.
2. Untuk mengetahui proses respirasi pada tumbuhan.
3. Untuk mengetahui Substrat dan enzim dalam proses respirasi.
4. Untuk mengetahui tahapan respirasi aerob dan anaerob.
5. Untuk mengetahui perbedaan respirasi aerob dan anaerob.
6. Untuk mengetahui manfaat respirasi pada tumbuhan.
7. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses respirasi.
8. Untuk mengetahui zat penghambat repirasi.
9. Untuk mengetahui fungsi proses respirasi.
1.4 Manfaat
Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh adalah :
1. Menambah wawasan mahasiswa tentang respirasi pada tumbuhan.
2. Mengetahui adanya jalur lain yang terjadi dalam proses respirasi.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Respirasi
Respirasi adalah suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat
sumber energi melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Respirasi bisa juga
diartikan sebagai reaksi oksidasi senyawa organik untuk menghasilkan energi. Energi
ini digunakan untuk aktivitas sel dan kehidupan tumbuhan seperti sintesis (anabolisme),
gerak, pertumbuhan, perkembangan. Energi kimia yang dihasilkan dari proses respirasi
adealah energi kimia dalam bentuk ATP atu senyawa berenergi tinggi lainnya (NADH
dan FADH). Respirasi juga menghasilkan karbondioksida yang berperan pada
keseimbangan karbon di alam.
Respirasi pada tumbuhan berlangsung siang dan malam karena cahaya bukan
merupakan syarat. Jadi proses respirasi selalu berlangsung sepanjang waktu selama
tumbuhan hidup.
2.2 Proses Respirasi
Respirasi merupakan proses penguraian senyawa organik menjadi air dan
karbondioksida untuk memperoleh energi dengan bantuan oksigen. Senyawa organik
merupakan bahan bakar respirasi untuk menghasilkan ATP, sedangkan produk limbah
respirasi seperti karbon dioksida dan air, merupakan bahan yang digunakan kloroplas
sebagai bahan mentah untuk fotosintesis. Lihat Gambar 6. Energi (ATP) yang diperoleh
dari proses respirasi, akan digunakan untuk aktifitas metabolisme tubuh tumbuhan.
Proses keseluruhan dapat dirangkum sebagai berikut:
Senyawa organik + oksigen > karbon dioksida + air + energy

Gambar 1. Hubungan antara proses fotosintesis dengan proses respirasi pada


tumbuhan
Respirasi merupakan proses penguraian senyawa organik menjadi air dan
karbondioksida untuk memperoleh energi dengan bantuan oksigen. Senyawa organik
merupakan bahan bakar respirasi untuk menghasilkan ATP, sedangkan produk limbah
respirasi seperti karbon dioksida dan air, merupakan bahan yang digunakan kloroplas
sebagai bahan mentah untuk fotosintesis. Lihat Gambar 6. Energi (ATP) yang diperoleh
dari proses respirasi, akan digunakan untuk aktifitas metabolisme tubuh tumbuhan.
Proses keseluruhan dapat dirangkum sebagai berikut:
Senyawa organik + oksigen > karbon dioksida + air + energi
Glukosa, lemak, dan protein dapat diproses dan digunakan sebagai bahan
respirasi. Jika glukosa (C6H12O6) yang digunakan sebagai bahan respirasi maka
reaksinya dapat ditulis sebagai berikut:

2.3 Substrat Respirasi


Substrat respirasi adalah setiap senyawa organik yang dioksidasikan dalam
respirasi, atau senyawa-senyawa yang terdapat dalam sel tumbuhan yang secara relatif
banyak jumlahnya dan biasanya direspirasikan menjadi CO2 dan air. Sedangkan
metabolit respirasi adalah intermediat-intermediat yang terbentuk dalam reaksi-reaksi
respirasi.

Substrat respirasi terdiri dari:


1. Karbohidrat merupakan substrat respirasi utama yang terdapat dalam sel
tumbuhan tinggi.
2. Beberapa jenis gula seperti Glukosa, fruktosa dan sukrosa
3. Pati
4. Lipid
5. Asam-asam Organik
6. Protein (digunakan dalam keadaan dan spesies tertentu)
2.4 Enzim yang Membantu Proses Respirasi
1. Glukokinase
2. Fosfoheksosa isomerase
3. Fruktokinase
4. UDPG-fruktosa-transglikosilase
5. UTP-glukos-1-fosfat-uridiltransferase
6. Pati fosforilase
7. -amilase, -amilase dan maltase
8. Fosfoglukomut
2.5 Respirasi Aerob dan Anaerob
2.5.1 Respirasi Aerob

Gambar.2 Respirasi Aerob


8

Respirasi

aerob

adalah

reaksi

katabolisme

yang

membutuhkan

suasana aerobik sehingga dibutuhkan oksigen, dan reaksi ini menghasilkan energi
dalam jumlah besar. Energi ini dihasilkan dan disimpan dalam bentuk energi kimia yang
siap digunakan, yaitu ATP. Pelepasan gugus posfat menghasilkan energi yang
digunakan langsung oleh sel untuk melangsungkan reaksi-reaksi kimia, pertumbuhan,
transportasi, gerak, reproduksi, dll. Reaksi respirasi aerob secara sederhana adalah :
C6H12O6 + 6O2

6CO2 + 6H2O

Proses respirasi aerob berlangsung dalam 3 tahap yang berurutan, yaitu :


1. Glikolisis
Glikolisis adalah peristiwa pemecahan satu molekul glukosa (senyawa beratom
C 6 buah) menjadi 2 molekulasam piruvat (senyawa beratom C 3 buah). Peristiwa
ini berlangsung di dalam sitosol (sitoplasma) sel hidup dalam kondisi anaerob (tanpa
oksigen bebas) dikatalis oleh enzim-einzim antara lain: heksokinase, isomerase,
fosfogliserokinase, piruvatkinase, dehidrogenase. Tahap ini menghasilkan 2
molekul ATP dan 2 molekul NADH2.

Gambar. 3 Glikolisis

2. Siklus Krebs
Siklus Krebs diawali dengan masuknya Asetil CoA (beratom C2) yang bereaksi
dengan asam oksaloasetat(beratom C4) menghasilkan Asam Sitrat (beratom C6).

Secara bertahap Asam sitrat melepaskan 2 atom C nya sehingga kembali menjadi asam
oksaloasetat(beratom C4), peristiwa ini diikuti dengan reaksi reduksi (pelepasan
elektron & ion hidrogen) oleh NAD+dan FAD+ menghasilkan 2 molekul NADH2, 2
molekul FADH2, dan 2 molekul ATP. Dari seluruh rangkaian peristiwa siklus Krebs
dihasilkan : 4 molekul CO2, 6 molekul NADH2 , 2 molekul FADH2, dan 2 molekul
ATP.

Gambar.4 Siklus krebs

3. Transpor elektron
Tahap akhir dari respirasi aerob adalah sistem transpor elektron sering
disebut

juga

sistem

(enzim)sitokrom

oksidase atau

sistem rantai

pernapasan yang berlangsung pada krista dalam mitokondria. Pada tahap ini
melibatkan donor elektron, akseptor elektron, dan reaksi reduksi dan oksidasi
(redoks). Donor elektron adalah senyawa yang dihasilkan selama tahap
glikolisis maupun siklus Krebs dan berpotensi untuk melepaskan elektron,
yaitu NADH2 dan FADH2.

10

Gambar.5 Transpor Elektron

2.5.2 Respirasi Anaerob


Respirasi anaerob merupakan salah satu proses katabolisme yang tidak
menggunakan oksigen bebas sebagai penerima atom hidrogen (H) terakhir, tetapi
menggunakan senyawa tertentu (seperti : etanol, asam laktat).
Asam piruvat yang dihasilkan pada tahapan glikolisis dapat dimetabolisasi menjadi
senyawa yang berbeda (ada/tersedianya oksigen atau tidak).
Pada kondisi aerobik (tersedia oksigen) sistem enzim mitokondria mampu
mengkatalisis oksidasi asam piruvat menjadi H2O dan CO2 serta menghasilkan energi
dalam bentuk ATP (Adenosin Tri Phosphat).
Pada kondisi anaerobik (tidak tersedia oksigen), suatu sel akan dapat mengubah
asam piruvat menjadi CO2 dan etil alkohol serta membebaskan energi (ATP). Atau
oksidasi asam piruvat dalam sel otot menjadi CO2 dan asam laktat serta membebaskan
energi (ATP).
Bentuk proses reaksi yang terakhir disebut, lazim dinamakan fermentasi. Proses ini
juga melibatkan enzim-enzim yang terdapat di dalam sitoplasma sel.

11

Pada respirasi anaerob, tahapan yang ditempuh meliputi :


1. Tahapan glikolisis, dimana 1 molekul glukosa (C6) akan diuraikan menjadi
asam piruvat, NADH dan 2 ATP
2. Pembentukan alkohol (fermentasi alkohol), atau pembentukan asam laktat
(fermentasi asam laktat)
3. Akseptor elektron terakhir bukan oksigen, tetapi senyawa lain seperti : alkohol,
asam laktat
4. Energi (ATP) yang dihasilkan sekitar 2 ATP
Beberapa proses reaksi yang berlangsung secara aerob (Respirasi Anaerob) :

Fermentasi alkohol : Proses ini terjadi pada beberapa mikroorganisme seperti


jamur (ragi), dimana tahapan glikolisis sama dengan yang terjadi pada respirasi
aerob. Setelah terbentuk asam piruvat (hasil akhir glikolisis), asam piruvat
mengalami dekarboksilasi (sebuah molekul CO2 dikeluarkan) dan dikatalisis
oleh

enzimalkohol

dehidrogenase menjadi etanol atau alkohol dan

terjadi

degradasi molekul NADH menjadi NAD+ serta membebaskan energi/kalor.


Proses ini dikatakan sebagai "pemborosan" karena sebagian besar energi yang
terkandung dalam molekul glukosa masih tersimpan di dalam alkohol. Itulah
sebabnya, alkohol/etanol dapat digunakan sebagai bahan bakar. Fermentasi
alkohol pada mikroorganisme merupakan proses yang berbahaya bila
konsentrasi etanolnya tinggi. Secara sederhana, reaksi fermentasi alkohol ditulis
:
2CH3COCOOH ----------> 2CH3CH2OH + 2CO2 + 28 kkal
asam piruvat etanol/alkohol

Fermentasi asam laktat : Pada sel hewan (juga manusia) terutama pada sel-sel
otot yang bekerja keras , energi yang tersedia tidaklah seimbang dengan
kecepatan pemanfaatan energi karena kadar O2 yang tersedia tidak mencukupi
untuk kegiatan respirasi aerob (reaksi yang membutuhkan oksigen). Proses
fermentasi asam laktat dimulai dari lintasan glikolisis yang menghasilkan asam
piruvat. Karena tidak tersedianya oksigen maka asam piruvat akan mengalami
degradasi molekul (secara anaerob) dan dikatalisis oleh enzim asam laktat

12

dehidrogenase dan direduksi oleh NADH untuk menghasilkan energi dan asam
laktat. Secara sederhana reaksi fermentasi asam laktat ditulis sebagai berikut.
2CH3COCOOH ----------> 2CH3CHOHCOOH + 47 kka
asam piruvat asam laktat
Pada manusia, kejadian ini sering temukan ketika seseorang bekerja atau
berolahraga berat/keras. Akibat kekurangan oksigen menyebabkan asam piruvat yang
terbentuk dari tahapan glikolisis akan diuraikan menjadi asam laktat.yang menyebabkan
timbulnya rasa pegal-pegal setelah seseorang bekerja/berolahraga berat/keras.
2.6 Perbedaan Respirasi Anaerob dan Aerob
1. Respirasi Aerob

Memerlukan oksigen

Proses yang terjadi dalam matriks mitokondria

Untuk memecah senyawa organik ke an-organik menghasilkan energi dalam


jumlah besar yaitu 36 ATP

2. Respirasi Anaerob

Tidak memerlukan kehadiran oksigen dalam prosesnya

Berlangsung dalam sitoplasma

Tujuan untuk mengurangi senyawa organik

Menghasilkan energi tapi dalam jumlah sedikit yaitu 2 ATP

2.7 Manfaat Respirasi Bagi Tumbuhan


Respirasi banyak memberikan manfaat bagi tumbuhan. Manfaat tersebut terlihat
dalam proses respirasi dimana terjadi proses pemecahan senyawa organik, dari proses
pemecahan tersebut maka dihasilkanlah senyawa-senyawa antara yang penting sebagai
Building Block. Building Block merupakan senyawa-senyawa yang penting sebagai
pembentuk tubuh. Senyawa-senyawa tersebut meliputi asam amino untuk protein;
nukleotida untuk asam nukleat; dan prazat karbon untuk pigmen profirin (seperti
klorofil dan sitokrom), lemak, sterol, karotenoid, pigmen flavonoid seperti antosianin,
dan senyawa aromatik tertentu lainnya, seperti lignin.

13

Telah diketahui bahwa hasil akhir dari respirasi adalah CO2 dan H2O, hal ini
terjadi bila substrat secara sempurna dioksidasi, namun bila berbagai senyawa di atas
terbentuk, substrat awal respirasi tidak keseluruhannya diubah menjadi CO2 dan H2O.
Hanya beberapa substrat respirasi yang dioksidasi seluruhnya menjadi CO2 dan H2O,
sedangkan sisanya digunakan dalam proses anabolik, terutama di dalam sel yang sedang
tumbuh. Sedangkan energi yang ditangkap dari proses oksidasi sempurna beberapa
senyawa dalam proses respirasi dapat digunakan untuk mensintesis molekul lain yang
dibutuhkan untuk pertumbuhan.
2.8 Faktor-faktor yang mempengaruhi respirasi
1. Subtrat
Respirasi bergantung pada tersedianya subtrat, dan tumbuhan dengan pesediaan
pati, fruktan dan gula yang rendah, laju respirasinya juga rendah. Tumbuhan yang
kekeurangan gula, jika diberi gula sering nyatanya menunjukan kenaikan respirasi.
Daun-daun yang terlindung dan yang terdapat di bagian yang lebih bawah biasanya
respirasinya lebih rendah dari pada daun yang terdapat di bagian lebih atas yang
terdedah pada tingkat cahaya lebih tinggi. Jika kekurangan bahan untuk respirasi sangat
ekstensif maka protein pun dapat dioksidasi.
2. Suhu
Respirasi seperti juga proses-proses reaksi ezimatis yang lain dipengaruhi oleh
suhu. Didalam batas-batas tertentu laju reaksi enzim kira-kira meningkat dua kali untuk
setiap kenaikan suhu 100C. Pada waktu suhu naik di atas350C trjadi penurunan
respirasi karena enzim-enzim yang diperlukan mulai mengalami denaturasi.
3. Oksigen
Suplai O2 mempengaruhi respirasi, tetap pengaruhnya sangat berbeda untuk
spesies tumbuhan yang berbeda dan malahan berbeda untuk organ-organ yang berbeda
dalam tumbuhan yang sama. Dalam jaringan yang lebih tebal dengan perbadingan
permukaan/volume rendah, difungsi O2 dari udara ke sitokrom oksidase dalam sel-sel
di sebelah dalam diperlambat sehingga laju respirasi rendah.

14

4. Umur dan tipe jaringan


Respirasi jarigan muda lebih tiggi dari jaringan muda lebih tinggi jaringan tua,
jaringan yang berkembang melakukan respirasi lebih tinggi dari jaringan dewasa.
Misalnya laju respirasi kecambah biasanya meningkat cepat selama perkecambahan
hingga mencapai suatu puncak pada periode pertumbuhan kecambah yang paling cepat
kemudian menurun setelah jaringan dewasa.
5. Karbon dioksida
Sebagai hasil akhir reaksi, konsentrasi yang tinggi dari karbon dioksida
diperkirakan akan menghambat respirasi. Konsentrasi karbon dioksida yang tinggi
menyebabkan stomata menutup. Karbon dioksida berpengaruh menghambat pada
suksinat dehidrogenase tetapi ini hanya akan mempengaruhi respirasi aerop yang
mungkin tidak begitu penting pada awal perkecambahan.
6. Garam-garam
Jika akar menyerap garam, laju respirasi meningkat. Hal ini dikaitkan dengan
energi yang dikeluarkan pada saat garam/ion diserap. Fenomena ini disebut respirasi
garam.
7. Luka dan stimulasi
Stimulasi mekanis pada jaringan daun menyebabkan respirasi naik untuk
sementara, biasanya beberapa menit hingga satu jam.
2.9 Zat yang dapat menghambat proses respirasi
1. sianida,
2. fluoride,
3. Iodo asetat,
4. CO diberikan pd jaringan
5. Eter, kloroform, aseton, formaldehida dapat menambah respirasi dlm waktu
pendek.
2.10 Fungsi proses respirasi
1. Memelihara aliran protoplasma
2. Peredaran zat makanan
15

3. Pembelahan kromosom dan inti


4. Penimbunan-penimbunan garam
5. Pertumbuhan menentang gaya berat
6. Pemasukkan ujung akar dalam tanah

16

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya maka disimpulkan sebagai
berikut :
1. Respirasi adalah reaksi oksidasi senyawa organik untuk menghasilkan energi yang
digunakan untuk aktivitas sel dan dan kehidupan tumbuhan dalam bentuk ATP atau
senyawa berenergi tinggi lainnya.
2. Kuosien Respirasi adalah cara mengukur konsumsi oksigen dan produksi
CO2 melalui perbandingan antara produksi CO2 dengan O2.
3. Respirasi secara umum terjadi pada 4 tahap yaitu glikolisis, dekarboksilasi
oksidatif, siklus Krebs dan transpor elektron, dimana semuanya berlangsung di
mitokondria kecuali glikolisis.
4. Fermentasi merupakan proses yang berlangsung ketika tidak terdapat oksigen bagi
tumbuhan seperti ketika akar terendam air. Pada fermentasi alkohol, piruvat diubah
menjadi etanol dalam dua langkah. Langkah pertama melepaskan karbon dioksida
dari piruvat, yang diubah menjadi senyawa berkarbon dua, asetaldehida. Pada
langkah kedua asetaldehida direduksi menjadi etanol oleh NADH.
5. Respirasi antar atau intramolekul terjadi sama seperti pada proses fermentasi.
Respirasi anaerob pada tumbuhan disebut juga respirasi intramolekul, mengingat,
bahwa respirasi ini hanya terjadi di dalam molekul saja.
6. Lintasan Pentosa Fosfat (LPF) adalah lintasan reaksi yang berbeda dengan
glikolisis dan siklus Krebs karena terbentuk senyawa antara yang terdiri dari 5 atom
karbon.
7. Efisiensi respirasi adalah metode penghitungan laba ATP, yang mana jika dihitung
ATP total yang diperoleh dari oksidasi 1 mol glukosa adalah 36 ATP dengan
estimasi penghitungan diperoleh sekitar 40% energi potensial kimia dalam glukosa
di transfer ke ATP.
8. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju respirasi terdiri dari faktor internal yaitu
jumlah plasma sel, jumlah substrat, umur dan tipe pertumbuhan. Faktor eksternal

17

yaitu suhu, kadar O2 di udara, kadar CO2 di udara, kadar air dalam jaringan, cahaya
dan luka stimulus mekanik.
3.2 Saran
Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan yang diperoleh maka penulis
menyarankan :
1. Makalah ini dapat dijadikan proses pembelajaran khususnya dalam menambah
pengetahuan tentang respirasi pada tumbuhan.
2. Perlu adanya pengkajian lebih lanjut tentang proses-proses respirasi pada
tumbuhan

dan

diadakannya

percobaan

sederhana

membuktikan bahwa tumbuhan melakukan respirasi.

18

yang

spesifik

untuk

DAFTAR PUSTAKA

Adam, 2013. Electron Transpor System.


http://biologypunk.blogspot.com /2013/06/electron-transport-systemsistem.html. Diakses pada 13 Mei 2016 pukul 15.42 WIB.
Budiyanto, 2013. Pengertian Proses Siklus Krebs.http://budisma.web.id /pengertianproses-siklus-krebs-siklus-asam-sitrat.html. Diakses pada 13 Mei 2016 pukul
15.48 WIB.
Campbell, dkk. 2010. Biologi. Penerbit Erlangga, Jakarta.
Fauzi, Ahmad. 2012. Dekarboksilasi Oksidatif Asam Piruvat.
http://biohikmah.blogspot.com/2012/09/dekarboksilasi-oksidatif-asampiruvat.html. Diakses pada 13 Mei 2016 pukul 15.50 WIB.
Fauziawati, Nova. 2011. Respirasi.
http://novanurfauziawati.files.wordpress. com/2012/02/4-1-respirasi2.pdf. Diakses pada 13 Mei 2016 pukul 15.58 WIB.
Iskandar, La Ode. 2012. Respirasi pada Tumbuhan.
http://laodeiskandar.blogspot. com /2012/03/respirasi-padatumbuhan.html. Diakses pada 13 Mei 2016 pukul 16.00 WIB..
Suyitno. 2006. Respirasi pada Tumbuhan.
http://staff.uny.ac.id/sites/default /files/pengabdian/suyitno-aloysius-drsms/pengayaan-materi-respirasi pada-tumbuhan-bagi-siswa-sma-kalasan.pdf.
Diakses pada 13 Mei 2016 pukul 16.15 WIB.

19

Anda mungkin juga menyukai