Anda di halaman 1dari 112

BAHAN AJAR

GEOMETRI ANALITIKA DATAR

Dosen Pengampu :
Drs. Djoko Purnomo, M. M

PENDIDIKAN MATEMATIKA
FPMIPA IKIP PGRI SEMARANG
2011

Geometri Analitik
I. BAHAN AJAR BAGIAN I
GARIS
Sistem Koordinat

Sistem koordinat Kartesius

Jarak Dua Titik

Konsep Vektor

Kedudukan Titik dalam Ruas Garis

Garis melalui dua titik A(x1,y1) dan B(x2,y2)

Garis Melalui Titik A(x1, y1) dan Gradien m

10

Garis Memotong sumbu x di (0, c)

10

Garis Memotong sumbu x dan sumbu y

11

Kedudukan Dua Garis

12

Sudut Antara Dua Garis

15

Berkas Garis

18

Jarak Titik ke Garis

19

II. BAHAN AJAR BAGIAN II


LINGKARAN

25

Persamaan Lingkaran dengan Pusat (, )

26

Garis Singgung Lingkaran

30

Garis Singgung Lingkaran (x - )2 + (y - )2dengan gradien m

30

Garis Singgung Lingkaran dengan titik singgung P(x1, y1)

33

Garis Kutup / Garis Polar

36

Kuasa Titik Terhadap Lingkaran

42

Melukis Garis Kuasa

44

Kedukan Dua Lingkaran

46

III. BAHAN AJAR BAGIAN III


PARABOLA

55

Cara Melukis Parabola

56

Persamaan Parabola

57

Garis Singgung

60

Garis Kutup

64

IV. BAHAN AJAR BAGIAN IV


ELLIPS

72

Persamaan Ellips

73

Direktrik dan Eksentrisitet

76

Garis Singgung

80

Garis Kutup

84

BAHAN AJAR
GEOMETRI ANALITIKA DATAR

BAGIAN PERTAMA

GARIS
Dosen Pengampu :
Drs. Djoko Purnomo, M.M.

PENDIDIKAN MATEMATIKA
FPMIPA IKIP PGRI SEMARANG
2011

PENDAHULUAN
Pada bagian pertama , kita perlu mengetahui sistem koordinat, titik, dan garis,
sehingga kita dapat membedakanya, misal apakah pada sumbu x, tertera x = 2 itu
merupakan titik ?. Bagaimana membangun pengertian garis lurus ( garis), dan garis
tidak lurus ( curva)?. Bagaimana menemukan persamaan garis, yang dipilih dari suatu
aksioma pada geometri yang menyatakan : Melalui dua buah titik tertentu, hanya
dapat dibuat satu garis ( garis lurus). Dari aksioma ini akan ditemukan persamaan
garis melalui dua titik. Kemudian dapat diturunkan rumus-rumus garis yang lain
secara analitis.
Andaikan ada dua garis, kita dapat menyelidiki segala kemungkinan kedudukan
dua garis itu, yaitu: dua garis sejajar, berpotongan tegak lurus, dua garis berimpit, dan
sudut antara dua garis . Kita akan belajar menemukan kerangka berpikir analitis untuk
mendapatkan syarat-syaratnya.
Pemahaman kerangka berpikir ini, akan membantu kita menyelesaikan berbagai
soal geometri analitika datar dengan bermacam-macam pendekatan.
Sebagai pemicu pentingnya anda membaca buku ajar ini, coba jawab
pertanyaan- pertanyaan berikut :
1. Apa pengertian titik itu ?
2. Apa yang anda maksud tentang jarak, coba jelaskan?
3. Apa pengertian garis itu ?
4. Sebutkan semua bentuk persamaan garis yang anda ketahui ?
Tujuan Pembelajaran
Setelah mahasiswa mengikuti perkuliahan, akan dapat :
1. Menggunakan mistar untuk menentukan letak titik

pada

koordinat kartesius, menganalisa kedudukan titik dalam ruas


garis.
2. Menemukan rumus jarak antara dua titik, dengan berbagai
pendekatan

3.

Menemukan semua bentuk persamaan garis secara analitis


dan menggunakannya dalam pemecahan masalah
SISTEM KOORDINAT

A. Koordinat Cartesius
Sistem koordinat kartesius adalah: sistem koordinat yang ditentukan oleh dua buah
garis yang saling berpotongan tegak lurus.
y

Garis horizontal

: sb x

Garis vertikal

: sb y

Sebuah titik dalam koordinat kartesius ditentukan oleh pasangan berurutan (orderet
pairs) P(x, y) dimana :

x = absis
y = ordinat
(x, y) = koordinat

Contoh :
1. ( 2,3) ; ( -3,5) ; (4,-2) ; ( -1,-3) , merupakan titik.
2. x = 2 , bukan titik, mengapa ?
3. y = 3 , bukan titik, mengapa ?
B. Jarak Dua Titik.
Sebelum membahas jarak dua titik, coba kita perhatikan masalah berikut: Kita
ingin mengetahui jarak antara dua kota ( misalkan : jarak kota Semarang ke kota
Demak), dengan bertanya pada beberapa orang ( misal pengendara motor, pengendara
mobil, dan nelayan). Ternyata jawab mereka berbeda-beda, mengapa demikian ?. Kita

dapat menduga mereka menentukan jarak menurut lintasan yang dilewatinya. Jika
demikian bagaimana pengertian jarak menurut matematika ?. Secara matematis,
dibangun pengertian jarak antara dua titik adalah panjang lintasan terpendek.
Sekarang kita akan menemukan rumus jarak antara dua titik. ( silahkan anda
mencoba dengan mengubah letak titik, atau mengubah arah garis, akan ditemukan
rumus yang lain ).
Jika A(x1, y1), B(x2, y2)

y1

Maka :

y2

ABC situ-siku di C

x1

AB2 = AC2 + BC2

x2

AC

= x2 x1

BC

= y2 y1

Dengan teorema pythagoras berlaku : AB2 = (x2 x1)2 + (y2 y1)2


Rumus jarak dua titik :
AB

x 2 x1 2 y 2 y1 2

Diskusikan dengan teman anda :


Jika titik A(x1,y1) dan titik B(x2,y2), maka jarak dua titik AB, dapat dirumuskan sbb:
1. AB

x 2 x1 2 y 2 y1 2

2. AB

x1 x2 2 y2 y1 2

3. AB

x2 x1 2 y1 y2 2

4. AB

x1 x2 2 y1 y2 2

Jarak dua titik juga dapat ditemukan dengan menggunakan konsep vektor, vektor
posisi dan besar suatu vektor, silahkan perhatikan pendekatan berikut .

Konsep Vektor
Vektor posisi adalah vektor yang berpangkal di O dan ujungnya menunjuk sebuah
titik tertentu.
x

a OA

A (x, y)

a xi xj
besar a a

a x 2 y 2 skalar

Rumus segitiga

a
b


b a

Jika


from nose to tail

A (x1, y1)

B (x2, y2)

x1

y1

x2

y
2

AB b a
x 2 x1

y 2 y1
x x1

2
y 2 y1

AB

AB (x 2 x 1 )i (y 2 y1 )j
Besar AB AB
AB

(x 2 x 1 ) 2 (y 2 y1 ) 2

Merupakan jarak 2 titik


C. Kedudukan titik dalam Ruas Garis
Secara Vektor

y
B

m
R

C
m
A

n
r

xA

xC

xB

n a mb
r
mn

Jika A(x1, y1) dan B(x2, y2)


Titik C pada AB sehingga AC : CB = m : n
Pandang ACQ dan ABP
< A = < A (berimpit)
< Q = < P (90o)
< C = < B (sehadap)
Jadi ACQ ABP

AQ AC CQ

AP AB BP
Padahal AC : CB = m : n
AC : AB = m : (m + n)
AQ = xC xA
AP = xB xA

AQ AC
m

AP AB m n

xC xA
m

xB xA m n
(m + n) (xC xA) = m (xB xA)
(m + n) xC

= m xB m xA + m xA + n xA

(m + n) xC

= m xB + n xA

n xA m xB
mn
n yA m yB
yC
mn
Analog
xC

Jika T titik tengah AB sehingga


AT : TB = 1 : 1

xA xB
2
y yB
yT A
2
Maka
xT

Contoh : Buktikan pada jajar genjang ABCD berlaku


xA + xC = xB + xD
yA + yC = yB + yD
Bukti :
D

P pada titik tengah AC sehingga :


xP

xA xC
2
. (1)

yP

yA yC
2
. (2)

P juga pada titik tengah BD sehingga :


xP

xB xD
2
. (3)

10

yB yD
2
. (4)

yP

1 = 3 xA + xC = xB + xD

Dari

2 = 4 yA + yC = yB + yD
(tertentu)

PERSAMAAN GARIS

Kita sepakat membedakan antara curva dan garis. Curva adalah garis yang tidak
lurus, dan selanjutnya yang dimaksud garis adalah garis lurus. Sekarang kita akan
mencari persamaan garis dimulai dari aksioma berikut :
P
Q

Aksioma : Melalui dua titik yang tertentu hanya dapat dibuat satu garis .
y
B

y2
y
y1

Perhatikan gambar:
Jika titik A (x1 , y1), dan
titik B (x2 , y2), maka kita
dapat menemukan
persamaan garis sbb :

R
A

x1

x2

Ambil sembarang titik R (x, y) pada garis AB


ARQ ABP

AQ RQ AR

AP BP AB

11

AQ = x x1

AQ RQ

AP BP

AP = x2 x1

RQ = y y1

BP = y2 y1

x x1
y y1

x2 x1 y 2 y1

y y1
x x1

Jadi persamaan garis melalui dua titik adalah y 2 y1 x2 x1


Contoh : Dalam segitiga seperti pada gambar berikut
Tentukan persamaaan garis berat dari C
C (3, 5)

A (2, 3)

B (6, 7)

Jawab :
D titik tengah AB

26
4
XD = 2
37
5
YD = 2
D (4, 5)
Jadi garis berat CD melalui C (3, 5) dan D (4, 5)

12

y y1
x x1

y 2 y1 x 2 x1
y

y 5 x3

55 43
y2

y5=0
y1

y=5

Garis Melalui titik A (x1 , y1) dan Gradien m


0

x1

x2

tg

BC
AC
y y1
2
x 2 x1

tg m
slope
kemiringan
koefisien arah
gradien

m
Jadi gradien =

y 2 y1
x 2 x1

Pandang garis melalui dua titik A dan B


y y1
x x1

y 2 y1 x 2 x1

y 2 y1 x x1
x2 x1
y y1
2
x x1
x 2 x1

y y1
y y1

y y1 = m (x x1)

merupakan rumus garis melalui satu titik.


13

Garis memotong sumbu x di (o, c)


y

Garis melalui titik (o, c)


y y1 = m (x x1)
(0, c)

y c = m (x o)
x

y = mx + c

Garis memotong sumbu x dan y


y

garis memotong sumbu x di (a, o)

x y
1
a b

garis memotong sumbu y di (o, b)

Jadi garis itu melalui dua titik


y y1
x x1

y 2 y1 x 2 x1
yo
bo
y
b

xa
oa
x
1
a

x y
1
a b

Catatan :
1. Garis melalui titik pangkal O (0, 0)
y = mx garis melalui O (0, 0)
y
y = mx

14

2. x = a garis // sb y
y
x=a

3. y = b garis // sb x
y

y=b

4. Bentuk umum garis


ax + by + c = 0

Kedudukan Dua Garis


Misal dua garis g1 = a1 x + b1 y + c1 = 0

15

g2 = a2 x + b2 y + c2 = 0
jira g1 dan g2 dipotongkan maka
a1 x b1 y c1 0 b2 a1b2 x b1b2 y c1b2 0
a 2 x b2 y c2 0 b1 a2 b1 x b1b2 y c2 b1 0

a1b2 a2b1 x c1b2 c2b1 0

a1b2 a2b1 x c2 b1 c1b2


x

c2 b1 c1b2
a1b2 a2 b1

a2 c1 a1c2
a1b2 a2 b1

Analog

Ternyata x dan y adalah pecahan, berarti ada 3 kemungkinan :


1. Jika penyebut 0 maka ada 1 harga x dan 1 harga y. Berarti kedua garis itu
berpotongan.
Jadi syarat berpotongan adalah :
a1b2 a2b1 0
a1b2 a2b1
a1 b1

a 2 b2

2. Jika penyebut = 0 maka tidak ada harga x dan harga y. Berarti kedua garis //.
Jadi syarat // adalah :
a1b2 a2b1 = 0

16

syarat l1 // l2
a1 b1

a2 b2

3. Jika pembilang = 0 dan penyebut = 0 maka ada banyak harga x dan harga y.
Berarti kedua garis berimpit.
Jadi syarat berimpit adalah :
c2b1 c1b2 = 0
b1 c1

b2 c2

a1b2 a2b1 = 0
a1 b1

a2 b2
a1 b1 c1

a2 b2 c2

Contoh :
Tentukan persamaan garis melalui A (3, 5) dan sejajar dengan garis yang melalui P (2,
1) dan Q (5, 7)
Jawab :
Cara 1

mx y 3m + 5 = 0

Garis melalui A (3, 5)


g1 y y1 = m (x x1)

Garis melalui P (2, 1) dan Q (5, 7)


y y1
x x1

g2 y2 y1 x2 x1

y 5 = m (x 3)

y 1 x 2

7 1 5 2

y 5 = mx 3m

3y 3 = 6x 12
6x 3y 9 = 0
17

a1 b1
m 1

l1 // l2 a2 b2 6 3

jadi persamaan garis yang


melalui A (3, 5) adalah :

Cara 2

y 7 1 6

2
mPQ = x 5 2 3
syarat sejajar adalah: m1 = m2 = 2

y 5 = 2 (x 3)

y = mx + c

2x 6 + 5 y = 0

y = 2x + c

2x y 1 = 0

melalui A (3, 5) 5 = 2 . 3 + c
c = 1

Y = 2x + 1

Jadi aris nya adalah y = 2x 1


Cara 3

6
2
mPQ = 3
m1 = m2 = 2
y y1 = m (x x1)
melalui A (3, 5) y 5 = 2 (x - 3)
y 5 = 2x 6
y = 2x 1

18

Cara 4
Bentuk umum garis adalah :

a
b
2

m
m PQ

ax + by + c = 0

a
2
b

a 2b
a 2b

......(1)

Melalui (3, 5) 3a+ 5b + c = 0


-6b + 5b + c = 0
c=b
Jadi garis yang diminta adalah : ax + by + c = 0
-2bx + by + b = 0
-2x + y + 1 = 0
y = 2x 1
Sudut Antarta Dua Garis
Andaikan garis
g1 y = m1x + c1

11
y

g2 y = m2 + c2

12

gradient g1 m1 = tg
gradient g2 m2= tg
=+
=-
x

tg = tg ( - ) tg =

tg =

m1m2
1 m1m2

tg tg
1 tg tg

merupakan rumus sudut antara dua garis

Contoh :
Garis melalui A (3, 5) dan membentuk sudut 45 o terhadap sumbu

1.

x. tentukan persamaan garis yang melalui titik tersebut.


Jawab :
Garis melalui A (3, 5) y 5 = m1 ( x 3 )
Sumbu x persamaanya:

y=0

y = 0x + 0
m2 = 0
l1 dan l2 membentuk = 45o
tg

m1 m2
1 m1 m2

, tg 45o = 1 maka

m0
1
1 0

m = 1 garis melalui A (3, 5) adalah y 5 = 1 (x 3)


y5=x3
y=x+2

m = -1 garis melalui A (3, 5) adalah y 5 = -1 (x 3)


y 5 = -x + 3
y = -x + 8

2.

Tentukan persamaan garis yang melalui A (2, 1) dan membentuk


sudut 45o terhadap garis 3x + 4y = 6
Jawab :

garis melalui A (2, 1) l1


l1 y 1 = m (x 2)
m1 = m

garis melalui A (2, 1) terhadap 3x + 4y = 6 l2


4y = -3x + 6

l2 y =

6
3
4x+ 4

3
m2 = 4
l1 dan l2 emembentuk = 45o
m m2
tg 1
1 m1m2

3
m
4
tg 45
3
1 m
4
3
4 1
3
1 m
4
4m 3
4m 3
1

1
4 3m
4 3m
m

4m 3

4 3m = 1 4m + 3 = 4 3m

7m = 1

1
m= 7
garis melalui A (2, 1)

1
y 1 = 7 (x - 2)
7y 7 = x 2
x 7y + 5 = 0

4m 3

4 3m = -1 4m + 3 = -4 + 3m

m = -7
garis melalui A (2, 1) adalah

y 1 = -7 (x 2)
y 1 = -7x + 14
7 x + y 15 = 0
Berkas Garis
Semua garis yang melalui titik potong kedua garis g1 dan g2 akan membentuk
berkas garis dengan persamaan
g g1 + g 2 = 0
Contoh :
Bentuklah persamaan garis yang melalui titik potong garis 3x + 4y = 7 dan 2x y
= 1 serta membentuk sudut 45o dengan garis 4x 3y = 5
Jawab :
g1 3x + 4y 7 = 0
g2 2x y 1 = 0
berkas garis g g1 + g2 = 0
g (3x + 4y 7) + (2x y 1) = 0
(3x + 2x ) + (4y -y) (7 + ) = 0
(3 + 2) x + (4 -) y (7 + ) = 0

Gradien m1 =

3 2
4

Garis l 4x 3y = 5

4 4

Gradient m2 = 3 3

tg

m1 m 2
tg 45
1 m1 m 2

3 2 4
4 3
4 3 2
1
3 4

9 6 4( 4 )
3 4
1
3 4 4 3 2
3 4

25 2

1
11

-25 2 = -11
-25 2 + 11 = 0
9 = 25

25
= 9
Garis g g1 + g2 = 0

25
(3x + 4y 7) + 9 (2x y 1) = 0
27x + 36y 63 + 50x 25y 25 = 0
77x + 11y 8 = 0
7x + y 8 = 0

25 2

1
11

-25 = 13
=

25
13

Garis g g1 + g2 = 0

(3x + 4y 7) +

25

13 (2x y 1) = 0

39x + 52y 91 50x + 25y + 25 = 0


- 11 x + 77y 66 = 0
-x + 7y 6 = 0
x 7y + 6 = 0

P (x1, y1)

Jarak Titik ke Garis

a
B

Jika garis Ax + By + C = 0 dan titik P (x1 , y1) diluar garis g, maka jarak titik P
ke garis g adalah
d

Ax1 By1 C
A 2 B2

rumus jarak

Contoh :
Ditentukan ABC dengan A (1, 3), B (5, 2), C (3, 7). Tentukan luas
ABC
Jawab :
C (3, 7)
t
A (1, 3)

B (5, 2)

1
AB . T
L= 2
AB

x 2 x1 2 y1 y2 2
5 1 2 2 3 2

16 1
17
Tinggi = t = jarak C ke AB

Ax 1 By1 C
A 2 B2

y 3 x 1

Garis AB = 2 3 5 1
4y 12 = -x + 1
x + 4y 13 = 0
t

1(3) 4(7) 13
1 16

3 28 13
17

18
t = 17
1
18
17
17
jadi luas ABCD = 2
=9

Catatan
1. sudut antara dua garis

tg

m1 m2
1 m1 m2

2. jika = 90o, maka 11 12

m1 m2
sin 90o 1
tg 90o

1 m1 m2
cos 90o 0
Jadi 1 + m1 . m2 = 0
m1 . m2 = -1
syarat 11 + 12
3. jika = 0o maka 11 // 12

m1 m2
sin 0o 0
tg 0o

1 m1 m2
cos 0o 1
Jadi m1 m2 = 0
m1 = m2
syarat 11 // 12

Latihan soal dan jawabanya.


1. Persamaan garis melalui (4, 5) dan sejajar dengan garis y + 2x = 4 adalah
Jawab :
1. Cara I
garis g1 2x + y 4 = 0
garis g2 melalui (4, 5)
y y1 = m (x x1)
y 5 = m ( x 4)
y 5 = mx 4m
g2 mx y + (5 4m) = 0
a1 b1
2 1
m 2
g1 // g2 b1 b2 m 1

jadi garis g2 melalui (4, 5) dan m = -2 adalah


y 5 = -2 (x 4)
y 5 = -2x + 8
2x + y 13 = 0
Cara II
Garis g1 2x + y 4 = 0
y = -2x + 4
m1 = -2
garis g1 // g2 m1 = m2 = -2
jadi garis melalui (4, 5) dan m = -2
y 5 = -2 ( x 4)

2x + y 13 = 0
2. Garis yang melalui titik (2, 3) dan tegak lurus pada garis yang mempunyai

gradien

1
2 adalah

Jawab :
Garis melalui titik (2, 3)
g1 y y1 = m (x x1)
y 3 = m (x 2)
y 3 = mx 2m
g2 garis yang mempunyai gradien

1
2

g1 g2 m1 m2 = -1, ............m2 = 2
y 3 = m(x 2)
y 3 = 2x 4
3.

Garis lurus melalaui titik potong garis y + 2x 100 = 0 dan x + 5y


80 = 0 serta membentuk sudut 45o dengan sumbu x positif adalah

Jawab :
Cara I
g1 2x + y - 100 = 0
g2 x + 5y - 80 = 0

5 10x + 5y - 500 = 0
1 x + 5y - 80 = 0
9x = 420
420 140
x=

9
3

2x + y 100 = 0

280
3 + y 100 = 0
280
y = 100 - 3
20
y= 3

140 20
,

titik potong 3 3

garis g3 garis sumbu x y = 0, m = 0

tg

m1 m2
1 m1 m2

tg 45o

0m
0m

1
1 0
1 0
m= 1
m = 1, dipilih m = 1

140 20
,

3
3 dan m = 1 adalah

Jadi garis melalui


y

20
140
1 x

3
3

3y 20 = 3x 140
3x 3y 120 = 0 x y 40 = 0
Cara II
g1 2x + y 100 = 0
g2 x + 5y 80 = 0
berkas g g1 + g2 = 0
g (2x + y 100) + (x + 5y 80) = 0
(2 + ) x + (1 + 5) y (100 + 80) = 0
m1

(2 )
(1 5 )

Garis g3 garis sb x y = 0
m2 = 2

tg

m1 m2
1 m1 m2

(2 )
0
(1 5 )

1
(1 0)

(2 )
(2 )
1
1
(1 5 )
(1 5 )

-2 - = 1 + 5 6 = 3 =
Jadi garis g (2x + y 100)

1
2

1
2 (x + 5y 80) = 0

4x + 2y 200 x 5y + 8 = 0
3x 3y -120 = 0
x y 40 = 0
SOAL LATIHAN :

TUGAS DISKUSI KELOMPOK


Petunjuk :
Kelas dibagi menjadi 5 kelompok
Masing-masing kelompok mengerjakan 5 soal
Kelompok I : soal nomor 1 + k 5
Kelompok II : soal nomor 2 + k5
Kelompok III: soal nomor 3 + k 5
Kelompok IV : soal nomor 4 + k 5
Kelompok V : soal nomor 5 + k 5
Tugas dikerjakan pada kertas dan dicopy dalam CD untuk dipresentasikan

1. Persamaan garis yang melalui titik ( 2,3 )dan sejajar dengan garis

x y
1
4 2
memotong garis y = 4 di titik ..( UMPTN 2001 )
2. Persamaan garis singgung di titik dengan x = 2 pada kurva
adalah ..( UMPTN 2001 )

27
5x 1

3. Jika gradien garis singgung pada y + 3x2 3x 1 = 0, merupakan kuadrat

dari gradien garis singgung pada

3 2
x 2x 0
2
maka gradien garis

singgung yang di sebutkan pertama adalah ( soal latihan )


4. Garis melalui titik ( 3,1 ) & menyinggung kurva y = x2 + 2x +3, jika titik
singgung garis & kurva adalah ( x1 , y1 ) dan ( x2 , y2 ) maka x1 + x2 adalah
( soal latihan )
5. Persamaan garis singgung yang melalui titik yang ber absis 1 pada kurva

1
x
x2
adalah ..( UAN 2001 )

6. Garis l tegak lurus garis x + 3y + 12 = 0, menyinggung kurva y = x2 x


6, ordinat titik singgung garis l pada kurva tersebut ..( UAN 2004 )
7. Ditentukan kurva dengan persamaan y = x3 + px2 + q. garis y = -8x + 12
menyinggung kurva di titik dengan absis 2, nilai p = .( UAN 98 )
8. Gradien garis singgung pada setiap titik ( x,y ) dan suatu kurva dinyatakan

dy
6 x 2 10 x 7
oleh dx
, kurva melalui titik ( -1,-12 ) maka persamaan
kurva adalah ( UAN 98 )

dy
4
6x 2 2
x , jika
9. Gradien garis singgung kurva di titik ( x, y ) adalah dx
kurva melalui titik (1,5 ) maka persamaan kurva tersebut adalah
(UAN 2004 )
10. Persamaan garis yang melalui titik potong garis 4x + 7y 15 = 0 dan 14y
= 9x 4 serta tegak lurus pada garis 21x + 5y = 3 adalah ..( PP 81 )
11. Garis yang melalui titik potong garis x + 2y + 1 = 0 dan 2x y + 5 = 0
serta tegak lurus garis x +y + 1 =0 adalah ( PP 80 )
12. Jika garis 4x + 2y = 5 tegak lurus pada garis mx + ( 2m 1 ) y = 9 maka
nilai m adalah ..( Sipenmaru 88 )

1
)
13. Bila garis yang menghubungkan titik ( -1, 1 ) dan ( 1 , 2 tegak lurus pada
1
)
garis yang menghubungkan ( 1 , 2 dan ( 7, t ), maka t adalah
(Sipenmaru 87 )
14. Jika sudut antara garis garis dengan persamaan x = 2 dan y = 5 x adalah
, maka tg adalah ( skalu 78 )
15. Garis g dan h saling berpotongan dan mrmbentuk sudut jika persamaan
garis g adalah y = ax + b, sedangkan persamaan garis h adalah y = px + q
maka tg , adalah (PP 79 )
16. Sudut yang di bentuk oleh garis g1 : 3x + y 6 = 0 dan g2 : 2x y = 0 adalah
.. ( PP 81 )

3
x3
17. Jika jarak dari ( 0, 0 ) ke garis y = - a
sama dengan setengah panjang
potongan garis yang menghubungkan titik ( 0, 0 ) dan ( 0 ,3 ) maka harga a
sama dengan .( PP 79 )
18. Titik yang berjarak 5 satuan dari titik ( 3, 2 ) dan berjarak satu satuan dari
garis y = 7 adalah ..( PP 80 )
19. Koordinat titik pada garis y = 2x 15 yang terdekat dengan titik ( 0 , 0 )
adalah ..( PP 83 )
20. Jika A ( 1, 2 ) dan B ( 3 , 6 ) maka sumbu simetri AB adalah ..( PP 81 )
21. A ( 3 ,2 ) B ( 6 ,5 ) dan D terletak pada garis AD : BD = 2 : 1 . persamaan
garis yang melalui D dan tegak lurus garis 3x 2y + 4 = 0 adalah ..
(PP 82 )
22. Supaya ketiga garis 2x y 1 = 0 , 4x y 5 = 0 dan ax y 7 = 0 melalui
satu titik , maka a harus diberi nilai .( PP 81 )
23. Segitiga PQR adalah suatu segitiga sama kaki dengan PQ = PR = 10 PR
terletak pada sumbu x dengan absis P = -8 dan Q terletak pada sumbu y .
persamaan garis QR adalah ..( PP 83 )

24. Garis g : ax + by + c = 0 memotong sumbu x di titik P. garis h melalui P


tegak lurus pada garis 3x y + 8 = 0 . Jika persamaan h adalah ( c + 8 ) x
+ 6y 12 = 0 maka a adalah ..( Sipenmaru 86 )
25. Titik A terletak pada sumbu x dengan absis 6, titik p pada sumbu Y dengan
ordinat 8, dan titic C pada sumbu x dengan_absis negatif. Jik` AB = AC ,
maka koordinat titak potong garis garis tinggi segitiga ABC adalah ..
( Sipenmaru 85 )

RANGKUMAN :
1. Dalam koordinat kartesius, suatu titik dinyatakan sebagai pasangan berurutan
( pasangan terurut ) P(x,y)
2. Jarak adalah panjang lintasan terpendek dari dua titik yang ditentukan
3. Persaman garis dapat disajikan dalam berbagai bentuk, yaitu :
y = mx + c

Garis dengan gradien m, memotong sb y di (0,c)

y y1 = m ( x x1) Garis melalui titik (x1,y1) dan gradien m


y y1
x x1

y 2 y1 x 2 x1

Garis melalui dua titik

Bentuk umum garis adalah : ax + by + c = 0

4.

Kedudukan dua garis adalah : sejajar, tegak lurus


dan berimpit
a1 b1

a
b2
2
a. Syarat dua garis sejajar adalah : m1 = m2 atau

b. Syarat dua garis tegak lurus adalah : m1 x m2 = -1


a1 b1 c1

a
b
c2
2
2
c. Syarat dua garis berimpit adalah:

5.

Cara mudah mengingat dua garis sejajar dan dua


garis tegak lurus sbb
Jika garis g : ax + by = c, maka h sejajar g pasti berbentuk : ax + by = .....
Jika garis g : ax + by = c, maka h tegak lurus g , berbentuk : bx ay = .....
( kata kunci memperhatikan gradiennya )

CONTOH SOAL LATIHAN UJIAN


Petunjuk :
1) Kerjakan soal berikut dengan prosedure yang benar, sampai diperoleh
jawaban.
2) Waktu yang disediakan 120 menit ( 2 jam )
3) Setelah selesai, cocokan jawaban saudara dengan kunci jawaban , dan
berikan penilaian menurut petunjuk penilaian.
4) Jumlahkan skore semua nomor, sebagai gambaran ketuntasan belajar
individual .
5) Apabila anda belum mencapai skore 75 atau lebih, diharapkan anda
mengerjakan ulang sampai mencapai ketuntuasan individual 75%.
SOAL
1. Hitunglah : jika A (-4,6) dan B (5,0)
a. Gradien garis PQ jika PQ sejajar AB (PQ // AB)
b. Gradien garis KL jika KL tegak lurus AB (KL AB)
2. Jika garis yang menghubungkan titik P(4a, 3a) dan Q(2a, 6) sejajar dengan
sumbu x. Tentukan nilai a ?
3. Tentukan persamaan garis g dan k berikut :
a.

y
(3,4)
(0,2)
x

b.

y
-7

-4

4. Tentukan persamaan garis yang melalui titik (3,4) dan sejajar dengan garis
yang melalui titik A(-2,-6) dan B(8,14)?
5. Tentukan persamaan garis yang sejajar dengan garis 2x 5y 1 = 0 dan
melalui titik (-15,-3)?
6. Tentukan persamaan garis yang melalui pasangan titik A (0,3) dan B (4,9)?
7. Tentukan hubungan pasangan-pasangan garis dengan persamaan:
a. y = 4x 8 dan 2y = 8x 10

2
b. y = 3 x + 4 dan 3x + 4y = 12
c. 3y = -15x + 18 dan 10x + 2y 12 = 0
d. y = x 5 dan 8x + 6y 24 = 0
8. Garis 2x + y 6 = 0 memotong garis x + 2y 3 = 0 di titik A. Jika B (0,1) dan
C(2,3) maka persamaan garis yang melalui A dan B tegak lurus BC adalah
9. Pada gambar berikut garis a b. Tentukan persamaan garis a dan b!
y
b

a
0
-3

5
(5,-4)

10. Pada gambar berikut garis k sejajar dengan garis g. Tentukan persamaan garis
k dan g pada gambar berikut?
y

-6

x
(3,-1)

-4

--------------------oo0oo--------------------

CONTOH PENILAIAN
No
soal
1

Kunci jawaban

Gradien AB = m1 =

y 2 y
65 1
=
=
x 2x 1 40 4
1

skore

Tk

ksk
mdh

a. Garis PQ sejajar AB, berarti : m1 = m2 = -

Jadi Gradien PQ = m2 = -
b. Garis KL tegak lurus AB, berarti : m 1 x m2 =
-1
-1/4 x m2 = - 1
m2 = 4

2
2
2

Jadi Gradien KL = m2 = 4
2

Sumbu x , mempunyai gradien : m = 0

10
2

Jadi , jika garis PQ sejajar sb x , maka :


m=

63 a
=0,
2 a4 a

6 3a = 0
3a

=6

2
2
2
2

a=2
10
3

Idem

Mdh

BAHAN KULIAH

GEOMETRI ANALITIKA
BAGIAN KEDUA

LINGKARAN
Dosen Pengampu :
Drs. Djoko Purnomo, M. M.

PENDIDIKAN MATEMATIKA
FPMIPA IKIP PGRI
SEMARANG
2011

LINGKARAN
Definisi
Lingkaran adalah tempat kedudukan titik-titik yang mempunyai jarak sama
terhadap sebuah titik tertentu.
Jarak yang sama disebut radius (jari-jari).
Titik tertentu disebut pusat.
P (x, y)

L (, )

Persamaan Lingkaran dengan Pusat L (, )


y

PL = R

x 2 y 2

=R

(x - )2 + (y - )2 = R2
Jadi, persamaan lingkaran dengan pusat (, ) adalah :
(x - )2 + (y - )2 = R2
Jika pusat lingkaran O (0, 0) maka = 0; = 0 maka persamaan lingkaran
dengan pusat (0, 0) adalah :
x2 + y2 = R2
AKU TANYA ?
PERS UMUM lingkaran YaNG PUSATNYA SELALU DI SB X ? syarat =
0
PERS UMUM lingkaran YNG PUSATNYA SELALU DI SB Y ? syarat = 0
PERS UMUM lingkaran YNG PUSATNYA SELALU pada grs y = x ?

syarat =
PERS UMUM lingkaran YNG PUSATNYA SELALU pada grs y = - x ?
syarat = -
PERS UMUM lingkaran YNG PUSATNYA SELALU menyinggung sb x
? syarat R = harga mutlak ..
Terusno dewa yo ?
Jika lingkaran (x - )2 + (y - )2 = R2 diuraikan, maka :
x2 - 2x + 2 + y2 - 2y + 2 R2 = 0
x2 + y2 - 2x - 2y + (2 + + 2 R2) = 0
dimisalkan :

-2 = A
-2 = B

Rumus Umum Lingkaran

didapat :

x2 + y2 + Ax + By + C = 0

2 + 2 R2 = C
Pusat Lingkaran
dari pemisalan diatas :
Pusat Lingkaran

1
1
1
( A, B )

didapat :
2
2
-2 = A = 2 A
-2 = B =

1
2B

Radius
2 + 2 R2 = C
R2 = 2 + 2 C

R=

1
A
2

1
B
2

Catatan
1. Persamaan parameter (perantara) lingkaran dengan pusat (0, 0)

x = R cos
y = R sin
Bukti :
x = R cos

x2 = R2 cos2

y = R sin

y2 = R2 sin2
x2 + y2 = R2 (cos2 + sin2 )
x2 + y2 = R2 . 1
x2 + y2 = R2

(terbukti)

2. Persamaan parameter lingkaran dengan pusat L (, )


x = + R cos
y = + R sin
Bukti :
x = + R cos x2 = 2 + 2 R cos + R2 cos2
y = + R sin y2 = 2 + 2 R sin + R2 sin2

x2 + y2 = 2 + 2 + 2 R cos + 2 R sin + R2 cos2 + R2 sin2


x2 + y2 = 2 + 2 + 2 (x - ) + 2 (y - ) + R2 (cos2 + sin2 )
x2 + y2 = 2 + 2 + 2 x - 22 + 2 y - 22 + R2 . 1
x2 + y2 + 2 + 2 - 2 x - 2 y = R2
x2 - 2 x + 2 + y2 - 2 y + 2 = R2
(x - )2 + (y - )2 = R2

(terbukti)

Contoh :
Tentukan pusat dan radius lingkaran x2 + y2 6x + 8y 15 = 0
Jawab :
x2 + y2 6x + 8y 15 = 0
A = -6
B=8
C = -15

Pusat
R =

1
1
A, B
2
2 Pusat (3, -4)

32 (4) 2 (15)

9 16 15

40

= 2 10
Cara lain dari rumus pq

x2 + px q

1
1
2
(x + 2 p) = q + ( 2 p)2
x2 + y2 6x + 8y 15 = 0
(x2 6x) + (y2 + 8y) = 15
(x - 3)2 + (y + 4)2

= 15 + 32 + 42

(x - 3)2 + (y + 4)2

= 40

Pusat (3, -4)


R =

40

= 2 10
Tentukan persamaan lingkaran yang melalui titik A (3, 4)
B (3, -2) dan C (6, 1)
Jawab :
Misal Lingkaran
Melalui A (3, 4)

L = x2 + y2 + Ax + Bx + C = 0
9 + 16 + 3A + 4B + C = 0
3A + 4B + C = -25 ..(1)

Melalui B (3, -2)

9 + 4 + 3A 2B + C = 0
3A 2B + C = -13 (2)

Melalui C (6, 1)

36 + 1 + 6A + B + C = 0
6A + B + C = -37 ....(3)

(1) 3A + 4B + C = -25

(2) 3A 2B + C = -13 _
6B

= -12

B = -2

(1) 3A + 4B + C = -25
(2) 6A + B + C = -37 _
-3A + 3B

= 12

B = -2

-3A 6 =12
-3A = 18 A = -6

dari hasil diatas, disubtitusikan ke persamaan (1)


A = -6 ; B = -2
3A + 4B + C = -25 ..(1)
3(-6) + 4(-2) + C = -25
-18

-8

+ C = -25
C = -25 + 26 C = 1

Jadi, Lingkaran L = x2 + y2 6x 2y + 1 = 0

Tentukan persamaan lingkaran yang melalui 3 titik, A (1,3); B (6, -2) dan
C (5, 1)

kunci :

(x - 1)2 + (y + 2)2 = 25
x2 + y2 2x + 4y 20 = 0

Tentukan persamaan lingkaran yang melalui 3 titik, A (-2, -9); B (7, 1) dan
C (2, 4).
Garis SInggung Lingkaran
Pandang garis g y = m x + c
Lingkaran L x2 + y2 = R2
Jika g dipotong lingkaran L :
x2 + (mx + c)2 = R2
x2 + m2x2 + 2mcx + c2 + - R2 = 0
(1 + m2) x2 + 2mcx + (c2 R2) = 0
Persamaan kuadrat dalam X :
1. Jika D > 0 maka ada 2 harga x yang berbeda, berarti garis memotong
lingkaran pada dua titik.

2. Jika D = 0 maka ada 2 harga x yang kembar (x1 = x2) berarti garis g
menyinggung lingkaran.
3. Jika D < 0 maka harga x imajiner, berarti garis g di luar lingkaran.
Jadi, syarat garis menyinggung lingkaran aadalah D = 0
D=0

b2 4ac = 0
(2mc)2 4 (1 + m2) (c2 R2) = 0
4m2c2 4c2 4m2c2 + 4R2 + 4m2R2 = 0
c2 = R2 + R2m2
c2 = R2 + (1 + m2)
2
c = R 1 m

Jadi persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 = R2


2
y = mx R 1 m

Garis Singgung Lingkaran (x - )2 + (y - )2 = R2 dengan gradient m


adalah :
2
(y - ) = m (x - ) R 1 m

Bukti :
Garis

g y = mx + c
L (x - )2 + (y - )2 = R2

Garis g dipotongkan lingkaran L :


(x - )2 + (mx + c - )2 = R2
x2 - 2x + 2 + m2x2 + c2 + 2 + 2mcx 2mx - 2c R2 = 0
(1 + m2) x2 (2 - 2mc + 2m) x + (2 + c2 + 2 - 2x - 2c R2) = 0
Syarat menyinggung D = 0
(2 - 2mc + 2m)2 4 (1 + m2) (2 + c2 + 2 - 2 - R) = 0
42 + 4m2c2 + 4m22 8mc + 8m - 8m2c - 42 - 4m2 4c2 4m2c2
- 42 4m22 + 8c + 8m2c + 4R2 + 4m2R2 = 0
8mc 8m + 4m22 + 4c2 + 42 -8c = 4R2 + 4m2R2

m22 + c2 + 2 + 2mc 2m - 2c = R2 (1 + m2)


(m + c - )2 = R2 (1 + m2)
(m + c - )

2
= R 1 m
2
c = -m + + R 1 m

Jadi garis singgung g y = mx + c


2
y = mx - m + + R 1 m
2
(y - ) = m (x - ) R 1 m

(terbukti)

2
(y - ) = m (x - ) R 1 m

Latihan
1. Tentukan persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 = 25 yang sejajar
dengan garis 3x + 4y = 12
2. Tentukan persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 = 36 yang
membentuk sudut 450 terhadap garis 4x 3y = 15.
Jawab :
1. Garis g 3x + 4y = 12
4y = -3x + 12

3
y= 4 x+3
3
mg = - 4
Lingkaran L x2 + y2 = 25

3
g // l sehingga mg = ml = - 4
Persamaan garis singgungnya :

2
y = mx R 1 m

3
3
1

4
y=-4x5

9
3
1
16
y=-4x5
16 9
3
y = - 4 x 5 16
3
1
25
y=-4x5. 4
3
5
y=-4x5. 4
3
25
y=-4x 4
Jadi persamaan garis singgungnya :

3
25
3
25
y = 4 x + 4 atau y = 4 x - 4
2. Garis g 4x 3y = 15
-3y = -4x + 15

4
y= 3x-5
4
mg = 3
Lingkaran x2 + y2 = 36
Garis g dan lingkaran l membentuk = 450

tg

mg ml
= 1 mg.ml

4
ml
3
4
1 ml
3
tg 450 =

(i)

4
ml
3
4
1 ml
3
1=

4 3ml
3 4ml
3- 3 = 3 + 3

4ml 3ml
4 3
3 + 3 = 3 - 3
7ml
1
3 = 3

3
1
ml = 21 = 7

1
Persamaan garis singgung lingkaran melalui gradient ml = 7
adalah :
2
y = mx R 1 m

1
1
1
49
y= 7x 6
1
6
y= 7x 7

50

1
30 2
y= 7x 7

(ii)

4
mL
3
4
1 mL
3
= -1

..silahkan itungen dewek?

Contoh Soal :
1) Tentukan persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 = 25 yang tegak
lurus garis 3x + 4y = 6.
2) Tentukan persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 = 16 yang sejajar
dengan garis yang menghubungkan titik A(1, 2) dan B(4, 6).
3) Tentukan persamaan garis singgung lingkaran (x - 1)2 + (y - 3)2 = 25 yang
sejajar garis 3x 4y = 6.
4) Tentukan persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 6x 2y 15 = 0
yang tegak lurus garis 4x 3y = 2.

P (x1, y1)

Garis Singgung Lingkaran dengan Titik Singgung P (x1, y1)


Pandang L x2 + y2 = R2

x2 + y2 = R2

y1
x1

Titik P (x1, y1) pada L


x12 + y12 = R2 ..(1)
Gradien OP = m1
y1 0
m1 = x1 0

Garis g OP

1
m2 = m1

x1
m2 = y1

x1
Jadi garis singgung g melalui P (x1, y1) dan gradient m = y1 adalah :

y y1 = m (x x1)
x1
y y1 = y1 (x x1)

y1y = y12 = -x1x + x12


x1x + y1y = x12 + y12

..(2)

dari persamaan (1) dan (2) didapatkan :


Rumus garis singgung lingkaran dengan titik singgung P (x1, y1)
x1x + y1y = R2

Catatan :
Garis singgung lingkaran x2 + y2 + Ax + Bx + C = 0 yang melalui titik
singgung P (x1, y1) adalah :

1
1
x1x + y1y + 2 A(x + x1) + 2 B(y + y1) + C = 0
Bukti :
L x2 + y2 + Ax + By + C = 0
Titik singgung P(x1, y1) pada L, maka :
P (x1, y1)

L(-1/2A, 1/2B)

x12 + y12 + Ax1 + By1 = -C (1)

Gradien garis LP = m1 =

Gradien g LP m2 =

1
y1 B
2
1
x1 A
2
1
x1 A
2
1
y1 B
2

Jadi garis g melalui P (x1, y1) adalah :


y y1 = m (x x1)
1

x1 A
2

y1 B
2 . (x x )
y y1 =
1

1
1
1
1
(y1 + 2 B) y (y1 + 2 B) y1 = - (x1 + 2 A) x + (x1 + 2 A) x1
1
1
1
1
y1 . y + 2 By y12 - 2 By1 = -x1x - 2 Ax + x12 + 2 Ax1
1
1
1
1
x1 x + y1 y + 2 Ax + 2 By = x2 + y22 + 2 Ax1 + 2 By1
1
1
2 Ax1 + 2 By1 =

1
1
2 Ax1 + 2 By1

1
1
x1x + y1y + 2 A (x + x1) + 2 B (y + y1) = x12 + y12 + Ax1 + By1 .(2)
1
1
(1) (2) x1x + y1y + 2 A (x + x1) + 2 B (y + y1) = - C

1
1
x1x + y1y + 2 A (x + x1) + 2 B (y + y1) + C = 0

(terbukti)

Contoh :
1. Tentukan persamaan garis singgung lingkaran di titik (3, 4)
lingkaran x2 + y2 = 25
Jawab :
x2 + y2 = 25
9 + 16 = 25
Jadi P(3, 4) adalah titik singgung
Garis singgung melalui P(3, 4) adalah :
g

x1 . x + y1 . y = R2
3x + 4y = 25

2. Tentukan persamaan garis singgung lingkaran (x - 2)2 + (y - 1)2 = 25


yang melalui titik (5, 5)
Jawab :
L

(x - 2)2 + (y - 1)2 = 25
x2 + y2 4x 2y 20 = 0

P (5, 5) 25 + 25 20 10 20 = 0
Jadi titik P (5, 5) adalah titik singgung.

1
1
Garis singgung x1x + y1y + 2 A (x + x1) + 2 B (y + y1) + C = 0
5x + 5y 2 (x + 5) (y + 5) 20 = 0
5x + 5y 2x 10 y 5 20 = 0
3x + 4y 35 = 0
Garis Kutup / Garis Polar
Jika titik P (x1, y1) di dalam atau di luar lingkaran, maka titik P disebut titik
kutub (polar).
Jika P (x1, y1) di luar lingkaran x2 + y2 = R2 maka :
Titik singgung Q (x2, y2) pada lingkaran x2 + y2 = R2 .

Garis singgung g1 x2 x + y2 y + R2

.(1)

Titik singgung R (x3, y3) pada lingkaran x2 + y2 = R2 .


Garis singgung g2 x3 x + y3 y + R2

.(2)

Titik P (x1, y1) pada g1 x2 x1 + y2 y1 = R2 .(3)


Titik P (x1, y1) pada g2 x3 x1 + y3 y1 = R2 .(4)
Dari pers. (3)
x1 x2 + y1 y2 = R2 berarti pada titik Q (x2, y2)
terletak pada garis l x1x + y1y = R2 .
Dari pers. (4)
x1 x3 + y1 y3 = R2 berarti pada titik Q (x3, y3)
terletak pada garis l x1x + y1y = R2 .
Jadi garis yang melalui Q dan R adalah :
l x1x + y1y = R2

Disebut garis kutub (polar)

Catatan
1. Jika P (x1, y1) di luar lingkaran x2 + y2 + Ax + Bx + C= 0 maka garis kutub
adalah :

1
1
l x1x + y1y + 2 A(x1 + x) + 2 B(y1 + y) + C = 0
2. Jika P (x1, y1) di luar lingkaan maka garis singgung yang melalui P (x 1, y1)
diperoleh dengan cara memotongkan garis kutub dengan lingkaran
sehingga diperoleh dua titik potong yang berfungsi sebagai titik singgung.
Contoh :
1. Tentukan persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 = 25 yang melalui
P(7, 1)

Jawab :

x2 + y2 = 25
49 + 1 = 25 50 > 25. Titik di luar lingkaran, maka P(7, 1) di luar
lingkaran.
Garis kutub l x1 x + y1 y = R2
7x + y
y

= 25
= 25 7x
x2 + (25 7x)2 = 25

Dipotongkan lingkaran

x2 + 625 350x + 49x2 25 = 0


50x2 350x + 600 = 0
x2 7x + 12 = 0
(x - 3) (x - 4) = 0
x=3
Untuk x = 3

x=4

y=4

y = -3

y = 25 7x

Titik singgung (3, 4)


Garis singgung 3x + 4y = 25
Untuk x = 4

y = 25 28

Titik singgung (4, -3)


Garis singgung 4x 3y = 25
2. Tentukan persamaan garis singgung lingkaran (x - 3)2 + (y - 4)2 = 25 yang
melalui titik (10, 5)
Jawab :
L

(x - 3)2 + (y - 4)2 = 25
x2 + y2 6x 8y = 0

P (10, 5) 100 + 25 60 40 > 0


Jadi P (10, 5) diluar lingkaran.
Garis kutub l 10x + 5y 3(x + 10) 4(y + 5) = 0
7x + y 50 = 0
y = 50 7x

Dipotongkan ke lingkaran x2 + y2 6x 8y = 0
x2 + (50 7x)2 6x 8(50 7x) = 0
x2 + 2500 700x + 49x2 6x 400 + 56x = 0
50x2 650x + 2100 = 0
x2 13x + 42 = 0
(x - 6) (x - 7) = 0
x=6 V x=7
Untuk x = 6

y = 50 7x

y=8

Titik singgung (6, 8)


Garis singgung

6x + 8y 3(x + 6) 4(y + 8) = 0
6x + 8y 3x 18 4y 32 = 0
3x + 4y 50 = 0

Untuk x = 7

y = 50 7x

y=1

Titik singgung (7, 1)


Garis singgung

7x + y 3(x + 7) 4(y + 1) = 0
7x + y 3x 21 4y 4 = 0
4x 3y 25 = 0

3. Tentukan persamaan lingkaran yang berpusat di (-3, 2) dan menyinggung


garis 3x 4y = 8
Jawab :
Garis singgung 3x 4y = 8
4y = 3x 8

3
y= 4x2
Dipotongkan ke lingkaran :
(x + 3)2 + (y - 2)2 = R2
3

x 4

(x + 3)2 + 4

= R2

9
x2 + 6x + 9 + 16 x2 6x + 16 R2 = 0

25
16 x2 + 15 R2 = 0
25x2 + 400 16R2 = 0
Syarat menyinggung adalah D = 0
b2 4ac = 0
02 4 (25) (400 16R2) = 0
-100 (400 16R2) = 0
400 16R2 = 0

400
R2 = 16
R = 25
Jadi persamaan lingkarannya (x + 3)2 + (y - 2)2 = 25
4. Tentukan persamaan lingkaran yang melalui titik pangkal berjari-jari
dan pusatnya pada garis x y = 1
Jawab :
Missal : Lingkaran (x - )2 + (y - )2 = R2
Melalui O (0, 0) 2 + 2 = R2
Melalui pusat (, ) garis

..(1)
xy=1
-=1

..(2)
=+1

Pers. (1) dan (2)

+ =5
2

( + 1)1 + 2 = 5
2 + 2 + 1 + 2 = 5
22 + 2 - 4 = 0
2 + - 2 = 0
( + 2) ( - 1) = 0
1 = -2 V 2 = 1
1 = -2

= -1

2 = 1

=2

Jadi persamaan lingkaran dengan P1 (-2, -1) dan jari-jari

5 adalah

(x - )2 + (y - )2 = R2
(x + 1)2 + (y + 2)2 = 5
Dan persamaan lingkaran dengan P2 (2, 1) dan jari-jari

5 adalah

(x - )2 + (y - )2 = R2
(x - 2)2 + (y - 1)2 = 5
5. Tentukan persamaan lingkaran yang melalui titik (0, 0) menyinggung garis
4x 3y = 6 dan pusat pada garis x 2y + 6 = 0
Jawab :
Persamaan lingkaran melalui (0, 0) 2+ 2 = R2

..(1)

Pusat (, ) pada garis x 2y = -6


- 2 = -6

..(2)

Jarak P (, ) ke garis 4x 3y = 6

4 3 6
16 9
R=
4 3 6
5
R=

Pers. (2) dan (3)

4 - 3 = 5R + 6

4 - 3 = 5R + 6

- 2 = -6

..(3)

x1

4 - 3 = 5R + 6

x4

4 - 8 =

- 24 _

5 = 5R + 30
= R+6
= 2 - 6
= 2 (R + 6) 6
= 2R + 6
(1)

2 + 2 = R2
(2R + 6)2 + (R + 6)2 = R2
4R2 + 24R + 36 + R2 + 12R + 36 = R2
4R2 + 36R2 + 72 = 0

R2 + 9R + 18 = 0
(R + 3) (R + 6) = 0
R = -3 V R = -6
1 = 2(-3) + 6

1 = 5 + 6

1 = 0

1 = 0

2 = -12 + 6

2 = 0

2 = -6
Jadi pusatnya P1 (0, 3); P2 (-6, 0)
P1 (0, 3) persamaan lingkaran I x2 + (y - 3)2 = 9
P2 (-6, 0) persamaan lingkaran II (x + 6)2 + y2 = 36
Kuasa Titik Terhadap Lingkaran
P (x1, y1)

Q
a
b
c

A1
B1
C1

Jika P(x1, y1) diluar lingkaran L = 0 maka melalui P dapat dibuat garis banyak
sekali, sehingga memotong L = 0 di A dan A ; B dan B ; C dan C dan
seterusnya serta menyinggung L = 0 di Q
Pandang PAQ dan PQA
P = P (berimpit)
Q1 = A ( AQ)
A= Q (1800 (P + Q1))
Jadi, PQA PAQ

PA
PQ
PA' = PQ PQ2 = PA . PA
Analog

PQ2 = PB PB
PQ2 = PC . PC

Rumus
Jika P(x1, y1) diluar lingkaran L = 0 dan garis melalui P memotong L di A dan
A; B dan B; C dan C dan seterusnya serta menyinggung L = 0 di Q, maka
berlaku PQ2 = PA . PA = PB . PB = PC . PC = tetap harganya.
Bilangan yang tetap ini disebt kuasa P terhadap L = 0.
Jika P diluar lingkaran maka kuasa P terhadap L = 0 positif.
Jika P pada lingkaran maka kuasa P terhadap L = 0 sama dengan 0.
Jika P didalam lingkaran maka kuasa P terhadap L = 0 negatif.
Dalil
Jika kuasa P(x1, y1) terhdap L x2 + y2 + Ax + Bx + C = 0 adalah k 2 maka
berlaku :
2
k2 = PQ = x12 + y12 + Ax1 + By1 + C

Jika kuasa P (x1, y1) terhadap L (x - )2 + (y - )2 = R2


2
k2 = PQ = (x1 - )2 + (y1 - )2 R2

Bukti
Q

P(x1, y1)

B
L(, )

L (x - )2 + (y - )2 = R2
Pusat L (, )
QL = R
PL =

( x1 ) 2 ( y1 ) 2

PQ2 = PL2 QL2


k2 = PQ2 = (x1 - )2 + (y1 - )2 R2
Garis Kuasa
Jika L1 x2 + y2 + ax + by + c = 0

(terbukti)

Q1
L1

Q2

L2

L2 x2 + y2 + px + qy + r = 0
Maka tempat kedudukan titik-titik yang mempunyai kuasa sama terhadap dua
lingkaran k = 0 dan L2 = 0 berbentuk garis dengan persamaan :
L 1 = L2 = 0

Garis kuasa
Garis yang mempunyai kuasa sama terhadap 2 lingkaran

g L1 L2 = 0
L garis kuasa

L1

L2

g L1 = L2 = 0

Melukis Garis Kuasa


1. Buat sembarang L3 = 0 yang memotong L1 = 0 dan L2 = 0
2. Buat garis kuasa g1 yaitu L2 L3 = 0
3. Buat garis kuasa g2 yaitu L1 L3 = 0
4. g1 dan g2 berpotongan di T (titik kuasa)
5. Melalui T buat garis g yag L sentral
Titik kuasa adalah titik yang mempunyai kuasa yang sama dengan 3 lingkaran
yaitu L1 = 0, L2 = 0, L3 = 0
Contoh :
1. Tentukan sebuah titik pada garis x y + 2 = 0 yang mempunyai kuasa
sama terhadaplingkaran x2 + y2 4y + 2 = 0 dan x2 + y2 6x + 4 = 0

Jawab :
L1 x2 + y2 4y + 2 = 0
L2 x2 + y2 6x + 4 = 0

L1

L2

Garis kuasa = L1 L2
L1 x2 + y2 4y + 2 = 0
L2 x2 + y2 6x + 4 = 0 _
6x 4y 2 = 0
Garis kuasa 3x 2y 1 = 0
xy+2=0

Jadi titik pada I yang mempunyai kuasa sama terhadap L 1 = 0 ; L2 = 0


adalah titik potong dan I

x=

1 2
2 1
3 2
1 1
3

1 4
= 3 2 = 5

1 2
1

y=

6 1
= 1 = 7

jadi titik itu (5, 7)


2. Tentukan panjang garis singgung dari titik P(7, 1) terhadap lingkaran
x2 + y2 = 25
Jawab :
Q

Kuasa P terhadap L
2
k2 = PQ

P(7, 1)

jadi panjang garis singgung


x2 + y2 = 25

PQ =

kuasa

2
k2 = PQ = x12 + y12 = R2
2
k2 = PQ = 49 + 1 25 = 25

jadi panjang garis singgung PQ =

25 = 5

Cara Lain :

P(7, 1)

x2 + y2 = 25
49 + 1 > 25

Jadi, (7, 1) diluar lingkaran.


Garis kutub x1 .x + y1 . y = R2
7x +

= 25

y = 25 7x
Dipotongkan Lingkaran :
x2 + (25 7x)2 = 25
x2 + 625 350x + 49x2 = 25
50x2 350x + 600 = 0
x2 7x + 12 = 0
(x - 3) (x - 4) = 0
x=3 V x=4
x=3

y = 25 21 = 4

Titik singgung Q = (3, 4)


Panjang garis singgung

PQ =
=

x=4

y = 25 28 = -3

Titik singgung Q (4, -3)


PQ =

7 4 2 (1 3) 2

7 3 2 (1 4) 2
25 = 5

Kedudukan Dua Lingkaran

R1 R2
L1

25 = 5

1. Jika L1 = 0 dan L2 = 0 berpotongan

L2

Syarat L1 L2

L1 L22 = R12 + R22

R1
L1

2.R2Lingkaran L1 = 0 membagi L2 = 0 menjadi dua sama


L2

Syarat

L1 L22 = L1L22 = R12 R22

3. Lingkaran L1 = 0 dan L2 = 0 bersinggungan di luar


Syarat :

R1
L1

L1 L2 = R 1 + R 2

R2
L2

4. Lingkaran L1 = 0 dan L2 = 0 bersinggungan di dalam


R1
L1
R2 L2

Syarat :

Contoh :

L1 L2 = R1 - R2

1) Tentukan persamaan lingkaran yang berjari-jari 2 menyinggung lingkaran


x2 + y2 = 25 di titik (-4, 3)
Jawab :
Jika bersinggungan diluar

5 a 2 .0
7
= -4
5
0

(-1, 3)

2
(a, b)

28
5a = -28 a = 5
5b 2.0
7
=3
21
5b = 21 b = 5

28 21
Jadi lingkaran mempunyai pusat ( 5 , 5 ) dan R = 2

adalah

28

21

y
5 =4

Jika lingkaran bersinggungan di dalam

3(4) 2.0
5
=a
2

3
(0, 0)

(a, b)

12
a= 5
3.3 2.0
5
=b
9
b= 5

12
9
2
Jadi Lingkaan (x + 5 ) + (y - 5 )2 = 4
Cara lain :
Jika menyinggung di luar
Missal : L1 (x - )2 + (y - )2 = 4

Pusat L1 (, )
R1 = 2
L2 x2 + y2 = 25
Pusat L2 (0, 0)
R2 = 5
Syarat menyinggung di luar
L1 . L2 = R1 + R2

0 2 0 2
2 + 2 = 49

= (2 + 5)2

.(1)

Melalui (-4, 3)
(-4 - )2 + (3 - )2 = 4
2 + 2 + 8 - 6 + 21= 0

(2)

(1) & (2) 2 + 2

= 49

2 + 2 + 8 - 6

= -21 _

-8 + 6

= 70

-4 + 3

= 35

(3) subst (1)

35 4
3
=
(3)

2 + 2 = 49
2

35 4

3 = 49
2 +

1225 280 16 2
9
2 +
= 49
92 + 1225 + 280 + 162 = 441
252 + 280 + 784 = 0
(5 + 28)2 = 0

28
= 5

28
35 4

5
3
=

175 112
63
21
15
=
15 = 5
2

28
21

x
y
5 +
5
Jadi, lingkaran

=4

Jika menyinggung di dalam


L1 L2 = R1 R2
Melalui (-4, 3)
(-4 - )2 + (3 - )2 = 4
2 + 2 + 8 - 6 + 21 = 0
2 + 2 = 9

.(1)

.(2)

Pers (1) dan (2)


2 + 2

=9

2 + 2 + 8 - 6

= -21 _

-8 + 6

= 30

-4 + 3

= 15

15 4
3
=

(3) subst (2)


2

15 4

3 =9
2 +

225 120 16 2
9
2 +
=9
92 +225 + 120 + 162 = 81
252 +120 + 144 = 0
(5 + 12)2 = 0

.(3)

12
=- 5
15 4(
=

12
)
5

75 48
27
9
= 15
= 15 = 5
2

Persamaan lingkaran

12

5 +

9
y
5

=4

2) Tentukan persamaan lingkaran yang memotong lingkaran x2 + y2 2x + 5y


5=0
melalui titik (6, 1) dan yang pusatnya terletak pada garis 9x + 4y = 47
Jawab :
Misal :

L2 = (x - )2 + (y - )2 = R2
Pusat L2 (, )

R2 = R

L1 x2 + y2 -2x + 5y 5 = 0

5
25
(x - 1)2 (y + 2 )2 5 + 1 = 4
5
49
2
(x - 1) (y + 2 ) = 4
2

5
Pusat L1 = (1, - 2 )

7
R1 = 2

Syarat L1 L2
L1L22 = R12 + R22

5
49
( - 1)2 + ( + 2 )2 = R2 + 4
25 49
2 + 2 - 2 + 5 + 1 + 4 - 4 - R2 = 0
2 + 2 - 2 + 5 - 5 R2 = 0
2 + 2 - 2 + 5 = R2 + 5

..(1)

Melalui (6, 1) (6 - )2 + (1 - )2 = R2
2 + 2 - 12 - 2 = R2 37

.(2)

Pusat L1 (, ) pada 9x + 4y = 47
9 + 4 = 47 .(3)

47 9
4
=
(1) dan (2)

2 + 2 - 12 - 2 = R2 37
2 + 2 - 2 + 5 = R2 + 5 _
-10 - 7 = -42

(4)

(3) subst (4)


-10 - 7 = -42
47 9

4 = -42
-10 - 7
47 9

-10 = -42 + 7

329 63
-10 = -42 + 4 - 4
-40 = -168 + 329 - 63
23 = 16
=7
(3)

47 9
4
=
47 63
4
=
16
= 4 = -4

(1)

2 + 2 - 2 + 5 = R2 + 5
49 + 16 14 20 = R2 + 5
R2 = 26

Jadi persamaan lingkaran

(x - )2 + (y - )2 = R2
(x - 7)2 + (y + 4)2 = 26

3) Tentukan persamaan tali busur lingkaran x2 + y2 = 25 sehingga titik (2, 3)


merupakan titik tengah tali busur itu.
Jawab :

x1 x2
2
=2

A(x1, y1)

x1 + x2 = 4

(2, 3)
B(x2, y2)

..(1)

y1 y2
2 =3
y1 + y2 = 6

Persamaan tali busur yang melalui (2, 3)


y 3 = m (x - 2)
y

= mx 2m + 3

dipotongkan lingkaran x2 + y2 = 25
x2 + (mx -2m + 3)2 = 25
x2 + m2x2 + 4m2 + 9 4m2x + 6mx 12m 25 = 0
(1 + m2)x2 (4m2 6m)x + (4m2 12m - 16) = 0

b
x1 + x2 = - a
(1) dan (2)

4 m 2 6m
1 m2

4m 2 6m
1 m2 = 4

..(2)

4m2 6m = 4 + 4m2

2
m=-3
jadi persamaan tali busurnya :
y = mx 2m + 3

2
4
y=-3x+ 3 +3
2x + 3y 13 = 0
4) Tentukan persamaan tali busur lingkaran (x - 2)2 + (y -1)2 = 25 sehingga
titik (4, 4) merupakan titik tengah tali busur.

Jawab :

x1 x2
2
=4

A(x1, y1)
(4, -4)

x1 + x2 = 8
(2, 1)

B(x2, y2)

..(1)

y1 y2
2
=4
y1 + y2 = 8

L = (x - 2)2 + (y - 1)2 = 25
Persamaan tali busur yang melalui (4, 4)
y 4 = m (x - 4)
y = mx 4m + 4
Dipotongkan lingkaran
(x - 2)2 + ((mx 4m + 4) - 1)2 = 25
x2 4x + 4 + (mx 4m)2 = 25
x2 4x + 4 + (m2x2 4m2x 4m2x + 16m2) 25 = 0
(1 + m2) x2 (8m2 + 4) x + (16m2 - 21) = 0

b
x1 + x2 = a
8m 2 4
2
= 1 m ..(2)

(1) dan (2)

8m 2 4
1 m2 = 8
8m2 + 4 = 8 + 8m2

5) Tentukan persamaan lingkaran yang memotong tegak lurus lingkaran x 2 +


y2 + 2x + 3y 9 = 0 melalui (4, 2) dan pusatnya pada garis 9x + 4y = 33.

BAHAN KULIAH

GEOMETRI ANALITIKA

BAGIAN KETIGA
PARABOLA

PENDIDIKAN MATEMATIKA

FPMIPA IKIP PGRI


SEMARANG
2011
PARABOLA
g
g

Definisi
Parabola adalah tempat kedudukan titik-titik yang berjarak sama
terhadap sebuah titik dan sebuah garis tertentu.
Titik yang tertentu disebut focus.
Garis yang tertentu disebut direktrik.

P(x, y)

Cara Melukis Parabola

P
2

1. Buat garis melalui F h yaitu sumbu x


2. Buat garis g // g berjarak h dan buat lingkaran (F,h) sehingga memotong
y

g pada 2 titik. Kedua titik itu teletak pada parabola.

3. Buat garis g // g berjarak h dan lingkaran (F,h 1) yang memotong g pada


2 titik yang memnuhi.
4. ulangi proses 3 dengan garis g,g dan seterusnya.

Persamaan Parabola
OPFS

Andaikan

Fs = P

1
OS = OF = 2 p
1
Jadi F( 2 p, 0)
1
PQ = SA = OA + OS = x + 2 p

1
x p
2

PF =

y2

Menurut definisi PF = PQ
2

1
x p
2

1
2

y2 x P
2

y2 x p
2

1
1
x 2 Px P 2 y 2 x 2 Px P 2
4
4 y
OP
A
2
y 2 px

y2=2Px

Catatan :

No

Persamaan

y2 = 2px,
dengan p>0

Rumus Parabola
g

Puncak

Fokus

Direktrik

O (0,0)

1
F( 2 p,0)

1
x=-2p

gambar

y
OP

y2 = 2px,
dengan p<0

O (0,0)

1
F( 2 p,0)

1
x=-2p

g
y

F
x

g
F

C B

DO

x2 = 2py,
Dengan p>0

O (0,0)

1
F(0, 2 p)

1
y= 2p
P(x, y)

x2 = 2py,
Dengan P0

O (0,0)

1
F(0, 2 P)

1
y=-2P

SOAL
Buktikan parabola dengan puncak M (,) dan sumbu simetri sejajar dengan
sumbu x adalah (y-)2 = 2p (x-).
M(,)F
S

Bukti :

Andaikan

FS = p

1
MS = 2 P
OC = OB+BC

1
= + 2 P
MB =

1
Jadi fokus F (+ 2 P, )
PQ = OD OA

1
OA = OB AB = - 2 P
1
Jadi PQ = x ( - 2 P)

PF =

1
x
2

Menurut definisi PF = PQ

1
x
2

Y
2

1
P
2
((x-)+
)

1
1
P
P
(x-) - ( 2 )2 + (y-)2 = ((x-)+ 2 )2
1 2
1 2
P
P
(x-)2 P (x-)+ 4 +(y-)2 =(x-)2 + P (x-)+ 4

(y-)2 =2P(x-) .....................(Terbukti) Merupakan Rumus Parabola


Puncak M (,)

1
Fokus puncak (+ 2 P, )
1
Direktrik x = - 2

Garis Singgung
Pandang parabola y2 = 2Px dan garis g y = mx + c, jika garis g dipotongkan
pada parabola
y2 = 2Px
(mx+c)2 = 2Px
m2x2 + 2mcx + c2-2Px = 0
m2x2 + (2mcx-2p)x +c2 = 0
Syarat menyinggung :

D = 0 atau x1=x2
b2-4ac = 0

(2mc-2p) 4m2c2 = 0
4m2c2 8mcp + 4p2- 4m2 + c2 = 0

P (x,y)

y2 = 2px

-8mcp = -4p2
42
c = 8mp

1
c = 2m

Jadi garis singgung parabola y2 = 2px dengan gradien m adalah

p
y = mx x+ 2m

Garis Singgung Parabola y2 = 2px Dengan Titik Singgung P (x1,y1)

Titik singgung p(x1,y1) pada parabola y2 = 2px


y12 = 2px1 . . . . . . . .(1)
Garis yang melalui P (x1,y1)
y - y1 = m (x - x1)
y = mx - mx1+ y1
Dipotongkan Parabola
(mx-mx1+ y1)2 = 2px
m2x2 + m2x12 + y12 2m2x1x + 2my1x- 2mx1y1 - 2px = 0
m2x2 - (2m2x1-2my1 +2p)x + (m2x12 + y12- 2mx1y1) = 0
Syarat menyinggung : D = 0 atau x1 = x2

b
x1 +x2 = - a
2m 2 x1 2my1 2 p
m2
x1 +x2 =
2m2x1 = 2m2x1 2my1 + 2p
2my1 = 2p

p
m = y1

Jadi garis singgungnya


p
y - y1 = y1 (x - x1)

yy1-y12 = px - px1 . . . . . . .(2)


Pers (1) dan Pers (2)

y1y 2px1 = px px1


y1y = px + px1
Jadi

y1y = p (x + x1)

SOAL
Tentukan persamaan garis singgung parabola ( - )2 = 2P (x - ) yang ditarik dari
titik singgung P ( x1, y1).
Jawab :
parabola ( - )2 = 2P (x - )
Garis melalui P ( x1, y1)
y = mx mx1 + y1
Dipotongkan parabola

[mx mx1 + (1 - )]2 = 2P (x - )

m2 x2 + m2 x12 + (y1 - )2 2m2 x1x + 2m (y1 - )x 2mx1 (1 - ) 2px + 2p =


0

m2 x2 (2m2x1 2m (y1 - ) + 2p)x + (m2 x12 + (y1 - )2 2mx1 (y1 - ) + 2p)


=0

syarat menyinggung D = 0 atau x1 = x2


2m 2 x1 2m y1 2 p
m2
x1 + x2 =

2m2x1 = 2m2x1 - 2m(y1-) + 2p

2m(y1-) = 2p
p
m = y1

Jadai garis singgungnya


p
y y1 = y1 (x x1)

(y1-) y - (y1-) y1 = px px1


(y1-) y - (y1-) - y1(y1-) + (y1-) = px px1
(y1-) (y-) - (y1-) (y1-) = px px1
(y1-) (y-) - (y1-)2 = px px1 . . . . . . . .(1)
Titik singgung p(x1, y1) pada parabola
(y1-)2 = 2p(x1 - ) . . . . . . . .(2)
(2) (1)

(y1-) (y-) - 2p(x1 - ) = px px1


(y1-) (y-) = px px1+ 2p(x1 - )
(y1-) (y-) = px + px1 - 2p
(y1-) (y-) = p (x + x1 - 2)

.................Terbukti

Garis Kutub / Garis Polar


Seperti halnya pada lingkaran jika P(x1, y1) tidak pada parabola
maka tidak P(x1, y1) disebut titik polar / titik kutub.

1. Jika P(x1, y1) titik kutub maka persamaan garis kutub parabola y2 = 2px
adalah
l y1y = P(x + x1)
2. Jika P(x1, y1) titik kutub maka persamaan garis kutub parabola (y - )2 =
2p(x - )
(y1 - )(y - ) = P(x + x1 - 2)
3. Jika P(x1, y1) titik kutub (di luar parabola) maka persamaan garis singgung
parabola yang melalui P(x1, y1) dapat diperoleh dengan cara memotongkan
garis kutub dengan parabola sehingga diperoleh dua titik potong yang
berfungsi sebagai titik singgung.
Latihan
1. Tentukan puncak, fokus dan direktrik dari
a. y2 2y + 5 = 2x

b. x2 2x + 5 = 2y

2. parameter suatu parabola adalah 2. kalau titik P terletak pada parabola dan
berordinant -2. tentukan absisnya P, kemudian tentukan persamaan garis
singgung di titik P itu.
3. Tentukan persamaan normal di titik (1, -2) pada parabola y 2 = 4x.
Berapakah subnormalnya?
4. tentukan persamaan garis singgung yang berkoefisien arah 2 pada parabola
y2 = 8x. tentukan pula titik singgungnya dan persamaan normal di titik itu?
5. Carilah persamaaan parabola yang berpuncak di O menyinggung sb y dan
menyinggung pula garis x y + 1 = 0. Manaklah titik singgungnya.
6. Tentukan tempat kedudukan tengah semua tali busur yang melalui puncak
parabola y2 = 2px.

7. Tentukan persamaan normal yang // dengan garis x y = 0 terhadap


parabola y2 = 2x
Jawab :
1. y2 2y + 5 = 2x
(y - 1)2 + 5 = 2x + 1
(y - 1)2

= 2x 4

(y - 1)2

= 2 (x 2)

=2

Puncak (2, 1)
1
1
Fokus ( + 2 p, ) F (2 2, 1)
1
1
Diorektrik x = ( - 2 p) x = 2 - 2
1
x=12

=1
2p = 2
p=1

x2 2x + 5 = 2y
(x - 1)2 + 5 = 2y + 1
(x - 1)2

= 2y 4

(x - 1)2

= 2 (y 2)

=1
=2
2p = 2

Puncak (1, 2)
1
1
Fokus ( + 2 p, ) F (1, 2 2)
1
1
Direktrik y = ( - 2 p) y = 2 - 2
1
y=12

p=1

2. Parabola puncak O(0, 0) dan menyinggung sb. y


y2 = 2Px
(1,-2)

y2 = 4x

Parameter P = 2

Partabola y2 = 4x

P (x, y) pada parabola y2 = 4x


Ordinat y = -2

4 = 4x
x=1

Jadi P (1, -2)

Garis singgung y1 y = P (x + x1)


B

-2y = 2 (x+1)
-2y = 2x + 2
S

2x + 2x + 2 = 0
x+x+1=0

AS Sub normal
BS sub tg

3.

Garis singgung y1 y = P (x + x1)


-2y = 2 (x + 1)
-2y = 2x + 2

2x +2y + 2 = 0
x+y+1=0
Gradien m = -1
1
Garis normal garis singgung m2 = m1 = 1

Jadi garis normal melalui P (1, -2) dan m= 1


y + 2 = 1 (x - 1)
y=x3
Titik potong garis normal dengan sb x
y=0x+1=0
x = -1
= (-1, 0)
S = (1, 0)
Sub tg = BS = 2
4. Parabola y2 = 8x
2P = 8 P = 4
Gradien garis singguing m = 2

Garis singgungnya

P
y = mx + 2m
4
y = 2x + 4

m1 = 2

y = 2x + 1

Titik singgung garis singgung dipotongkan parabola.


(2x + 1)2 = 8x
4x2 + 4x + 1 8x = 0
4x2 - 4x + 1 = 0
(2x 1)2 = 0

1
2

y = 2x + 1

y=2

1
titik singgung ( 2 , 2)

Gradien garis normal

m2 =

1
m1

1
m2 = - 2
1
1
Garis normal melalui ( 2 ,2) dan m = - 2

y2=

y2=

1
1

2 (x 2 )

1
1
2x+4

4y -8 = -2x + 1
2x + 4y 9 = 0

5. Parabola y2 = 2Px
Garis x y + 1 = 0 dipotongkan parsabola

y=x+1
(x + 1)2 = 2Px
x2 + 2x + 1 = 2Px
x2 + (2 2P) x + 1` = 0
Syarat menyinggung D = 0
(2 2P)2 -4 = 0
4 8P +4P2 4 = 0
-4 P (2 P) = 0
P=0

P=2

P 2 parabola y2 = 2Px y2 = 4x
Titik singgung (1, 2)

6. y2 = 2Px

y2 = 2px

T (x0,y0)

Misal :
Titik tengah T (xo, yo)
xp 0
x o xp 2 x o
2
yp 0
y o yp 2 y o
2
Padahal P (xp, yp)pada parabola y2 = 2px
yp2 = 2p xp

(2yo) = 2p (2xo)
4yo2 = 4p xo
Dengan menjalanjkan T (xo, yo)maka tempat kedudukan titik T adalah y2 =
2px berupa parabola
7. Garis l x y = 0, m1 = 1
garis normal // l m2 = m1 = 1
1
gradient garis singgung m = m1 = -`1

Jadi peresamaaan garis singgung parabola y2 = 2x adalah

p
g y = mx + 2m
1
y = -x + 2

y x

1
2

Titik singgung

y x

1
x
2

1
2 `

y2 = 2x

2x

1
x2 + x + 4 = 2x
1
x2 - x + 4 = 0
4x2 - 4x + 1 = 0

(2x - 1)2 = 0

1
x= 2,

1
y= -x - 2

y = -1

1
Titik singgung ( 2 , -1)
1
Persamaan normal melalui titik ( 2 , -1) dan gradient m = 1
1
y + 1 = 1 (x - 2 )
3
y=x- 2

BAHAN KULIAH

GEOMETRI ANALITIKA
BAGIAN KEEMPAT

ELLIPS

PENDIDIKAN MATEMATIKA
FPMIPA IKIP PGRI
SEMARANG
2011
ELLIPS

Definisi
Ellips adalah tempat kedudukan yang jumlah jaraknya terhadap
dua titik tertentu tetap harganya (yaitu 2a).
Kedua titik itu disebut fokus.

2a P
2a

Langkah
1. Buat garis sumbu x dan titik F dan G pada sumbu x.
2. Buat ruas garis 2a > FG
3. Buat lingkaran (F, p) dan (G, 2a-p) yang berpotongan sehingga titik
merupakan titik pada ellips.
4. Ulangi langkah ketiga dengan mengubah panjang P sehingga diperoleh
grafik ellips.

Persamaan Ellips
Y

P (x,y)

Andaikan FG
OF

= 2C
= OG = c

F (-c, 0) dan G (c, 0)


P(x, y) pada ellips berarti
PF + PG = 2a dengan syarat 2a > 2c

x c 2 y 2

x c 2 y 2

x c 2 y 2

= 2a -

= 2a

x c 2 y 2

(x + c)2 + y2

= 4a2 - 4a

x c 2 y 2

+ (x - c)2 + y2

(x + c)2

= 4a2 - 4a

x c 2 y 2

+ (x - c)2

-4a

x c 2 y 2

= 4a2 + x2 2cx + c2 x2 2cx c2

-4a

x c 2 y 2

= 4a2 4cx

a2 [(x-c)2 + y2]

= a4 2a2cx + c2x2

a2 [(x2 2cx + c2) + y2]

= a4 2a2cx + c2x2

a2 x2 2 a2cx + a2 c2 + a2y2 = a4 2a2cx + c2x2


a2 x2 c2x2 + a2y2 = a4 a2c2
(a2 c2) x2 + a2y2 = a2 (a4 c2), a2 c2 = b2

maka

b2 x2 + a2 y2 = b2 a2

x2 y2
a 2 + b 2 = 1 Persamaan ellips dengan pusat (0,0)

Catatan

x2 y2
2
2
1. a + b = 1 dengan a > c dan a > b
Pusat O(0,0)

Fokus F(-c, 0), G(c, 0)


a2 c2 = b2
x

Puncak

(-a, 0), (a, 0)


(0, -b), (0, b)

a = sumbu panjang
b = sumbu pendek

x2 y2
2
2
2. a + b = 1 dengan b > c , b > a
Pusat O (0, 0)
Fokus F (0, -c), G (0, c)
b2 c2 = a2
Puncak

(-a, 0), (a, 0)


(0, -b), (0, b)

a = sumbu panjang
b = sumbu pendek
3. Ellips dengan pusat (, ) mempunyai persamaan

x 2 x 2
a2

b2

=1

Grafik ellips mendatar (horizontal), jika a > b


Grafik ellips tegak (vertikal), jika a < b
Contoh :
Lukis grafik ellips :
a. 16x2 + 25y2 = 400
b. 9x2 + 25y2 36x + 50y 164 = 0
Jawab :
a.

y2
x2
25 + 16 = 1
a>b

a2 = 25 = 5
b2 = 16 = 4

a2 c2 = b2
Fokus

c2 = a2 b2, c =

F1 (-3, 0)
F2 ( 3, 0)

Puncak

A1 (-5, 0)

A2 (5, 0)

B1 (0, -4)

B2 (0, 4)

25 16 =

9=3

b. 9x2 + 25y2 36x + 50y 164 = 0


9x2 36x + 25y2 + 50y 164 = 0
9(x2 4x) + 25(y2 + 2y) = 164
9 (x - 2)2 + 25 (y + 1)2 = 225

x 2 2
25

( y 1) 2
9
+
=1

Ellips, Pusat (2, -1), a = 5, b = 3

P (2, -1)

Direktrik dan Eksentrisitet


Definisi :

Ellips adalah tempat kedudukan titik-titik yang perbandingan


c

jaraknya kesatu titik dan satu garis tetap harganya yaitu a

Garis yang tertentu disebut direktrik, titik yang tertentu disebut fokus.
Perbandingan yang tetap disebut eksentrisitet.
y

P (x,y)
p

q
O

a2
fx=- c

a2
gx= c

Andaikan FG = 2C
OF = OG = C
F(-c, 0), G(c, 0)
Menurut definisi PF + PG = 2a
p + q = 2a ..(1)
p = PF =

x c 2 y 2

p2 = (x + c)2 + y2

q = PG =

x c 2 y 2

q2 = (x c)2 + y2
p2 q2 = (x + c)2 (x c)2

p2 q2

= 4cx

(p + q) (p q)

= 4cx

2a (p q)

= 4cx

pq

4cx
= 2a

pq

2cx
= a

.(2)

(1) p + q = 2a

2cx
(2) p q = a

2p

=2

cx

p=a+

c
p= a

cx
a

a2

x
c

(I)

(1) p + q = 2a
2cx
(2) p q = a
2q

= 2a -

2q

cx
a

=2

cx

q=a-

c
q= a
dari (I) dan (II)
p
2

q
2

c
a
a
c
x
a = c
= c
p
q
c
a = PA = PB

cx
a
a2

x
c

(II)

c
Jadi p = jarak p ke f = q = jarak p ke q = a
Kesimpulan

y2
x2
2
2
Ellips a + b = 1
a2
Maka direktrik f x = c
a2
gx= c
c
Eksentrisitet = a
Contoh :

12
1. Tentukan ellips, jika jarak kedua fokus = 36 dan eksetrisiter = 13
Jawab :

y2
x2
2
2
Andaikan ellips a + b = 1 dengan a > b
Jarak fokus 2c = 36 c = 18

c 12
Eksentrisitet a = 13 ;
13
39
(1) ke (2) a = 12 .18 = 12
a2 b2 = c2
39

b2

- b2 = 182
39

b2

1
19
2
=

- 182
2

- (18)2

(1)

13
a = 12 c

(2)

b2

1
3
37
2
= 2

3 75
= 4

b2

225
= 4

15
b= 2

Jadi, ellips :
x2

1
19
2

y2
2

1
17
2
+

=1

4
2. Tentukan persamaan ellips dengan pusat (1,2) dan eksentrisitet 5 serta
direktriknya 4x = 29
Jawab :

x 2 y 2
a2

Misal ellips =

b2

= 1 dengan a > b

x 1 2 y 2 2
a2

Pusat (1,2) Ellips =

c
4
Eksentrisitet a = 5
Direktrik

b2

=1

.(1)

4x

= 29

29
= 4

29
a2
=+ c = 4

a 2 29
1 + c = 4 .(2)
(1) dan (2)

a2
4a
4a
25
25
a2
c= 5 c = 4 5 = 4

100a
5a2 = 4 ;

20 a = 100;

45
a = 5c = 5 = 4

Karena a > b b2 = a2 c2 b = 25 16 ; b = 3
Persamaan ellipsnya :

x 1 2 y 2 2
25

=1

Garis Singgung

y2
x2
2
2
Jika garis y = mx+ c dipotongkan pada ellips a + b = 1 maka :
b2x2 + a2y2 = a2b2
b2x2 + a2 (mx + c)2 = a2b2
b2x2 + a2m2x2 + a2mcx + a2c2 a2b2 = 0
(a2m2 + b2) x2 + 2a2mcx + (a2c2 a2b2) = 0
Syarat menyinggung D = 0
(2a2mc)2 4(a2m2 + b2) (a2c2 a2b2) = 0
4a4m2c2 4a4m2c2 + 4a4m2b2 4a2b2c2 4a2b4 = 0
4a4m2b2 4a2b2c2 4a2b4 = 0
4a2b2 (a2m2 c2 b2) = 0

x2
y2
2
2
Jadi, garis singgung ellips a + b = 1
Yang mempunyai gradien m adalah :
Catatan :

y = mx

a2m2 b2

(x ) 2
(y )2
a2
b2
Garis singgung ellips
+
=1
Yang mempunyai gradien m adalah :

(y - ) = m (x - )

a2m2 b2

Contoh :

x2
y2
1. Tentukan persamaan garis singgung ellips 25 + 9 = 1 yang garis
3y + 4x = 5
Jawab :
3y = -4x + 5

4
5
y=-3x+ 3
4
m1 = - 3
Syarat :

m1 m2 = -1

3
m2 = 4

Persamaan garis singgungnya adalah :


y = mx

a2m2 b2

3
y= 4x

9
25
9
16

3
y= 4x

225 144
16

3
1
y= 4x 4

369

Jadi, persamaannya adalah : 4y = 3x

369

x2
y2
2. Tentukan persamaan garis singgung ellips 25 + 9 = 1 yang membentuk
sudut 450 terhadap garis 3y + 4x = 5
Jawab :

4
5
y=-3x+ 3

4
m1 = - 3

Menentukan sudut 450 maka :

Tg 450 =

m1 m 2
1 m1 m 2

4
m2
3
4
1 m2
3
=

(1)

4
4
1 - 3 m2 = - 3 - m2

4
3
4 3
- 3 m2 + 3 m2 = - 3 - 3
1
7
- 3 m2 = - 3
m2 = 7
(2)

4
4
-1 + 3 m2 = - 3 - m2
7
1
3 m2 = - 3

m2 = -7

Jadi, persamaan garis singgungnya adalah :


y = mx
y = 7x

a2m2 b2

25 49 9

y = 7x 1234

25 49 9

y = -7x

y = -7x 1234

Garis Singgung Ellips Dengan Titik Singgung P(x1, y1)

x1 x
y1 y

a2
b2

P(x,y)

x2 y2

1
a2 b2

Titik singgung P(x1, y1) pada ellips b2x2 + a2y2 = a2b2


Jadi, b2x12 + a2y12 = a2b2

..(1)

Garis singgung melalui P(x1, y1)


a y y1 = m(x x1)
y = mx mx1 + y1
Dipotongkan ke b2x2 + a2y2 = a2b2
b2x2 + a2(mx mx1 + y1)2 = a2b2
b2x2 + a2(m2x2 + m2x12 + y12 2m2x1x + 2mxy1 2mx1y1) a2b2 = 0
b2x2 + a2m2x2 + a2m2x12 + a2y12 2 a2m2x1x + 2 a2mxy1 2a2mx1y1 a2b2 = 0
(b2 + a2m2) x2 + (2a2my1 2a2m2x1) x + (a2m2x12 + a2y12 - 2a2mx1y1 a2b2) = 0
Syarat menyinggung D = 0 atau x1 = x2

b
x1 + x2 = - a
2a 2 m 2 x1 2a 2 my1
b2 a 2m2
2x1 =
b22x1 + 2a2m2x1

= 2a2m2x1 2a2my1
2b 2 x1
2
= 2a y1

b 2 x1
2
= a y1

Jadi, garis singgung g y y1 = m(x x1)


b 2 x1
2
g y y1 = a y1 (x x1)
a2y1y a2y12

= -b2x1x + b2x12

b2x1x + a2y1y = b2x12 + a2y12


(1) (2)

..(2)

b2x1x + a2y1y = a2b2


x1 x
y1 y
2
a + b2 = 1

Catatan :

x 2
Garis singgung ellips

y 2

a2

b2

=1

x x1
g

Dengan titik P(x1, y1) adalah :

y ( y1 )
+

b2

=1

Garis Kutub / Polar


y
g2
Q(x2, y2)

g1
P(x1, y1)
R(x3, y3)
x

x2 y2

1
a2 b2
maka P(x1, y1) disebut titik kutub.

Jika P(x1, y1) diluar ellips

Titik singgung Q(x2, y2)


x2 x
y2 y
2
2
Garis singgung g1 a + b = 1

b2x2x + a2y2y = a2b2

(1)

Titik singgung R(x3, y3)


Garis singgung g2 b2x3x + a2y3y = a2b2 (2)
Titik P(x1, y1) terletak pada g1
Jadi, b2x1x2 + a2y1y2 = a2b2

(3)

Titik P(x1, y1) terletak pada g2


Jadi, b2x1x3 + a2y1y3 = a2b2

(4)

Dari (3)
b2x1x2 + a2y1y2 = a2b2 ;

berarti, ada titik Q(x2, y2) terletak pada garis

l b2x1x + a2y1y = a2b2


Dari (4)
b2x1x3 + a2y1y3 = a2b2 ;

berarti ada titik R(x3, y3) terletak pada garis

l b2x1x + a2y1y = a2b2


Jadi, garis yang melalui Q(x2, y2) dan R(x3,y3) adalah garis kutub.
l b2x1x + a2y1y = a2b2

x1 x y1 y
2 1
2
b
l a

Catatan :

x2
2
1. Jika P(x1, y1) diluar ellips a

y2
2
+ b

= 1 maka garis kutub l

x1 x y1 y
2 1
a2
b

Sedangkan garis singgung yang melalui titik kutub P(x 1, y1) diperoleh
dengan cara memotongkan garis kutub dengan ellips sehingga diperoleh
dua titik potong yang berfungsi sebagai titik singgung.
2. Jika titik P(x1, y1) di dalam ellips maka garis kutub diluar garis ellips
sehingga tidak ada garis singgung melalui P(x1, y1).
Contoh :

x2
y2
1. Tentukan persamaan garis singgung ellips 25 + 16 = 1 yang ditarik dari
titik (5, -4)
Jawab :
Titik (5, -4)

x2
y2
25 + 16 = 1
25 16
25 + 16 = 1
2>1

Jadi, titik (5, -4) diluar ellips


x1 x y1 y
2 1
2
b
Garis kutub l a

(4 y )
5x
25 + 16 = 1
4x 5y = 20

4
y= 5x4
Dipotongkan ke ellips

y2
x2
25 + 16 = 1
4

x 4
2
x
5

25 +
16
4

x 4

25 5

=1

+ 16x2 = 25 16

atau
16x2 + 25y2 = 400
4

x 4

16x2 + 25 5

= 400

16 2

x 32 x 16

= 400
16x2 + 25 25

16x2 + 16x2 160x + 400 = 400


32x2 160x = 0
32x (x 5) = 0
x=0 V x=5

4
x=0 y= 5x4
y = -4
Titik singgungnya (0, -4)
x1 x y1 y

1
Garis singgungnya g 25 16

4y
0
25 - 16 = 1
-4y = 16
y = -4
x=5

4
y = 5 5 4

y=0

Titik singgung (5, 0)


Garis singgung =

5x 0
25 + 16 = 1
5x = 25

T(xo, yo)

g
S

x=5

x2
y2
2
2
2. Sembarang titik T terletak pada ellips a + b = 1
Melalui T dibuat garis singgung dan garis normal jika garis normal
memotong
R sb. X di S dan OR jarak O ke garis singgung maka buktikan
TS OR = b2
Jawab :

Andaikan T(xo, yo)


x0 x y0 y
2 1
2
b
Garis singgung g a

b2x0x + a2y0y = a2b2


b 2 x0
2
Gradien m1 = a y 0

..(1)

m1 m2 = -1

Gradien normal

a 2 y0
2
m2 = b y 0
a 2 y0
2
Gradien normal melalui T(x0, y0) dan m = b y 0
a 2 y0
2
N y y0 = b y 0 (x x0)
Titik potong dengan sumbu x, y = 0

0 y0

a 2 y0
2
= b y 0 (x x0)

-b2x0y0 = a2y0x a2x0y0


a2y0x = (a2 b2) x0y0

a
x

b2
x0
a2

a 2 b 2 x0
,0

2
a

Jadi, S
T (x0, y0)

a
TS

b 2 x0 x0
a2

a 2 x0 b 2 x0 a 2 x0

a2

b 4 x0
2
y0
4
a

y0

y0

1
2
= a
OR

b 4 x0 a 4 y0

..(1)

= Jarak O(0, 0) ke garis b2 xox + a2 yoy a2b2 = 0


0 0 a 2b 2
2

OR

b 4 x0 a 4 yo

a 2b 2
2

OR

b 4 x0 a 4 y o

1
2
TSOR = a

..(2)
a 2b 2

b 4 x0 a 4 y0

b 4 x0 a 4 y o

TSOR = b2
3. Titik T sembarang terletak pada ellips b2x2 + a2y2 = a2b2
S adalah proyeksi T pada sumbu x dan sumbu panjang ellips itu adalah
AE.

TS 2
b2
2
Buktikan : SA SB = a
Jawab :
T(xo, yo)

(-a, 0) A

b (a, 0)

TS = Yo

Karena T pada ellips maka berlaku

SA = a + xo

b2xo2 + a2yo2 = a2b2

SB = a - xo

a 2 b 2 b 2 x0
a2
yo2 =

Maka :

TS 2
SA SB

b2
2
= a
2

y0
(a x 0 )( a x 0 )

b2
2
= a

a 2 b 2 b 2 x0

b2
2
= a

a 2 (a 2 x0 )
2

b 2 (a 2 x 0 )
a 2 (a 2 x 0 )

b2
2
= a

b2
a2

(tbt)

b2
a2

x2 y2
4. Tentukan persamaan tali busur suatu ellips 32 + 24 = 1 sehingga titik
(2,3) merupakan titik tengah tali busur itu
y
(x1, y1)
(2, 3)
x
(x2, y2)

x1 x 2
2
=2

x1 + x2 = 4

y1 y 2
2
=3

y1 + y2 = 6

Persamaan tali busur yang melalui (2,3)


g

y y1 = m (x x1)
y3

= m (x 2)

= mx 2m + 3

Dipotongkan ellips 24x2 + 32y2 = 768


24x2 + 32(mx 2m + 3)2 = 768
24x2 + 32 (m2x2 + 4m2 + 9 4m2x + 6mx 12m) 768 = 0
24x2 + 32m2x2 + 128m2 + 288 128m2x + 192mx 384m 768 = 0
(24 + 32m2) x2 (128m2 192m) x + (128m2 384m - 480) = 0

b 128m 2 192m
2
x1 + x2 = a = 24 32m

(2)

(1) = (2)

128m 2 192m
24 32m 2 = 4
128m2 192m = 96 + 128m2
- 192m = 96
m=

96
1

192 = 2

Jadi, persamaan tali busurnya adalah :


y3

1
2 (x 2)

2y 6 = -x + 2
x + 2y 8 = 0
5. Tentukan tempat kedudukan titik tengah tali busur suatu ellips 9x 2 + 16y2
= 144 yang melalui titik (3, 0).

y
(x1, y1)
T(xo, yo)

(3, 0)

x
(x2, y2)

Tali busur melalui (3, 0)


y 0 = m (x 3)

y = mx 3m

Titik T(xo, yo) merupakan titik tengah tali busur.


x1 x 2
2
= xo

Dipotongkan ellips :
9x2 + 16y2 = 144

x1 + x2 = 2xo

..(1)

9x2 + 16(mx 3m)2 144 = 0


9x2 + 16(m2x2 6m2x + 9m2) 144 = 0
9x2 + 16m2x2 96m2x + 144m2 144 = 0
(9 + 16m2) x2 96m2x + (144m2 144) = 0

b
96m 2
2
x1 + x2 = a = 9 16 m

.(2)

(1) = (2)

96m 2
9 16m 2 = 2 xo
96m2 = 18xo + 32xo m2
96m2 32xo m2 = 18xo
(96 32xo) m2 = 18xo

m2

18 x 0
= 32(3 x 0 )

m2

9x0
= 16(3 x 0 )

.(3)

Titik (xo, yo) pada tali busur y = m(x 3)

yo = m(xo 3)

y0

m2 = x 0 3

(3)

y0
m = x0 3

(4)

9 x0
m2 = 16(3 x 0 )
9x0
m2 = 16( x 0 3)
9x0
m2 (xo 3) = 16

(5)

y0

m 2 = x 0 3

(4)

2
2

y0
m2 (xo 3) = x 0 3

(6)

(5) = (6)
2

y0
9 x0
x 0 3 = 16

16yo2 = -9xo2 + 27xo


9xo2 27xo + 16yo2 = 0
9(xo2 3xo) + 16yo2 = 0

3
x0
2
9

+ 16yo2 =

Dengan menjalankan T(xo, yo) maka tempat kedudukannya berupa ellips

3
x
2

9
4

y2
81
+ 64 = 1

6. Dari sembarang titik T pada ellips b2x2 + a2y2 = a2b2 ditarik ordinatnya TS.
Pada TS ditentukan sebuah titik
sehingga TS = OP. Tentukan tempat
T(x1,Py1)
kedudukan titik-titik P bila titik T bergerak sepanjang ellips.
P(x0, y0)

x2 y2

1
a2 b2

Persamaan TS adalah x = x1
Titik P(xo, yo) pada TS
Jadi, xo = x1

..(1)
2

x0 y 0

OP

TS

= y1

y1

y12

= xo2 + yo2

x0 y 0

..(2)

T(x1, y1) pada ellips b2x2 + a2y2 = a2b2


b2x12 + a2y12 = a2b2

(3)

(1) dan (2) disubstitusikan ke (3).


x2xo2 + a2(xo2 + yo2) = a2b2
x2xo2 + a2xo2 + a2 yo2 = a2b2
(a2b2) + xo2 + a2yo2 = a2b2

b 2 x0
a 2b 2

y0
2
+ b =1

x0
2
a 2b 2
y0
2
2
2
Jadi, a b + b = 1

: a2b2

Dengan menjalankan titik (xo, yo) diperoleh tempat kedudukan P adalah


ellips.
2

x0
2
a 2b 2
y0
a2 b2 + b2 = 1

******0000******

Anda mungkin juga menyukai