Anda di halaman 1dari 3

Pemeriksaan reflex primitif:

Terdapat beberapa pemeriksaan reflex primitive yang sering dilakukan, yaitu snout reflex,
palmomental reflex, glabella reflex, grasp reflex, dan rooting reflex. Pemeriksaan reflex primitif
ini biasanya normal ditemukan pada bayi (usia dibawah 6-9 bulan). Namun, bila reflex ini
menetap atau ditemukan pada dewasa maka menunjukkan suatu abnormalitas.
Munculnya refleks primitif pada dewasa berkaitan dengan kelainan neurologis seperti demensia
(terutama pada degenerasi frontotemporal), lesi traumatik, dan stroke. Refleks primitif pada
kasus trauma dapat ditemukan untuk menilai fungsi lobus frontal.
Pada dewasa, adanya refleks primitive menunjukkan adanya lesi pada lobus frontal atau adanya
penyakit upper motor neuron. Secara umum dikarenakan adanya disinhibisi kortikal. Refleks
primitig dapat berguna dalam penilaian klinis dan diagnosis kelainan neurologis seperti
demensia, Alzeimer, schizophrenia, multiple sklerosis, penyakit Parkinson, lesi lobus frontal, dan
hidrosefalus). (Demitrios, 2004)
Berdasarkan penelitian Marti-Vilata menunjukkan bahwa refleks primitif 72% ditemukan pada
orang dewasa dengan kelainan neurologis seperti demensia, penyakit Parkinson, dan lesi lainya
pada traktus pyramidal.
1. Snout reflex
Pasien diminta untuk menutup mata. Ketuk atau sentuh bibir atas penderita
Interpretasi: bila tidak ada reaksi maka berarti normal, bila tampak mengkerutnya bibir
maka berarti snout reflex positif

2. Palmomental reflex
Gores telapak tangan pasien dengan cepat pada tengah telapak tangan dan perhatikan
dagu.

Interpretasi: bila tidak ada reaksi maka berarti normal; bila ada kontraksi otot pada sisi
dagu yang sama maka berarti refleks palmo-mental positif

3. Glabella sign (Myerson sign)


Pemeriksa menggunakan jari atau refleks hammer untuk mengetuk glabella (area diatas
hidung dan diantara alis mata).
Interpretasi: positif bila pasien selalu mengedipkan mata saat terjadi ketukan

4. Grasp reflex
Tempatkan jari tangan anda pada telapak tangan pasien penderita.
Interpretasi: Bila penderita secara involunter menggenggam tangan pemeriksa maka
berarti refleks menggenggam positif

5. Rooting reflex (reflex menghisap)


Sentuh bibir penderita atau menyentuhkan sesuatu benda pada bibir
Interpretasi: Refleks positif (+), bila stimulasi tersebut menimbulkan gerakan bibir,
rahang bawah seolah-olah menghisap/ menyusu.