Anda di halaman 1dari 5

PEMASANGAN CENTRAL VENOUS CATHETER

( CVC )

RSU. SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

01.15.10

1/2

Tanggal Terbit
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

Ditetapkan oleh :
Direktur,

12 Agustus
2016
dr. Musa Togi Marpaung

Pengertian

Merupakan prosedur pemasangan central vena cateter (


CVC) kedalam pembuluh darah besar ke dalam vena
cava superior
Memperoleh jalur ke vena central degan tujuan :
1. Jalur untuk mengalirkan obat, cairan infuse dan

Tujuan

nutrisi parenteral
2. Jalur untuk memasukkan tranfusi komponen
darah
3. Jalur untuk mengukur tekanan vena central
4. Jalur untuk mengambil sample darah
Setiap tindakan medis yang akan dilakukan harus ada
informed consent dan semua pelayanan dan tindakan
terhadap pasien harus di dokumentasikan dalam rekam

Kebijakan

medis pasien. (Sesuai Dengan SK Direktur RSU. Sari


Mutiara No.452/08/V111/SK-DIR-Keb/2016 Tentang
Kebijakan Pelayanan Instalasi Rawat Intensif RSU. Sari

Prosedur

Mutiara).
1. Persiapan alat
a. Alat alat steril
- 2 buah set infus dan cairan NS
- CVC set sesuai dengan permintaan dokter
- Heating set
- Kasa steril
- Pincet steril
- Spuit 3 dan 5 cc
- Heparin 5000 unit ( bila diperlukan)

PEMASANGAN CENTRAL VENOUS CATHETER ( CVC


)

RSU. SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

01.15.10

1/2

Tanggal Terbit

Ditetapkan oleh :
Direktur,

12 Agustus
2016
dr. Musa Togi Marpaung

Prosedur

- Lidocain 2%
- Sedativ ( midazolam, morphin injeksi )
- Three way stop cock
- Duk lubang
- Betadin
- Sarung tangan steril sesuai ukuran
- Masker wajah
- Jas dokter
b. Alat non steril
- Bantal kecil / handuk gulung/cairan iv
- Kaca mata pelindung
- Plester / hypavix
- Gunting
- Bengkok
- Tiang infuse
- Water pass , cvp manometer (mid line )
- Monitor EKG dan saturasi oksigen
- Chest lead precordial
- Tempat sampah
2. Prosedur
a. Persiapan pasien
1. Penderita dan keluarga dijelaskan mengenai
pprosedur yang akan dilakukan serta
kompliksi yang mungkin akan terjadi
2. Pastikan faal homeostasis dan nilai trombosit
dalam

PEMASANGAN CENTRAL VENOUS CATHETER


( CVC )
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

RSU. SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM
STANDAR

Tanggal Terbit

Ditetapkan oleh :

Direktur,
OPERASIONAL
PROSEDUR
dr. Musa Togi Marpaung
batas normal
3. Siapkan inform consent
4. Pasang chest lead dan saturasi oksigen
hubungkan dengan monitor
5. Berikan sedatif ( midazolan /morphin ) bila pasien
gelisah / tidak kooperatif
6. Atur posisi pasien
- Pemasangan vena di subclavia dan vena
jugularis interna posisi penderita terlentang
dengan memasang bantal/ caiaran iv
diantara tulang skapula untuk
-

Prosedur

mempertahankan distensi pembuluh darah


Pemasangan di vena femoralis, posisi penderita
kaki terlentang dengan kaki melakukan extensi

rotasi
Pemasangan pada vena jugularis externa :

posisi trendelenberg
7. Dekatkan semua alat pada penderita
8. Lakukan sterilisasi pada daerah yang akan
dilakukan insersi dengan diameter 10cm
b. Tindakan yang dilakukan oleh dokter
1. Dokter memakai jas steril, kaca mata pelindung,
topi, dan sarung tangan steril
2. Daerah yang sudah didesinfeksi ditutup dengan
duk lubang steril
3. Masukkan anesthesi lokal degan lidocain 2% pada
sekitar
daerah yang akan di insersi.
PEMASANGAN CENTRAL VENOUS CATHETER ( CVC )

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

RSU. SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM
Tanggal Terbit
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

Ditetapkan oleh :
Direktur,
dr. Musa Togi Marpaung

Prosedur

c. Tindakan yang dilakukan oleh dokter


1. Dokter memakai jas steril, kaca mata pelindung,
topi, dan sarung tangan steril
2. Daerah yang sudah didesinfeksi ditutup dengan
duk lubang steril
3. Masukkan anesthesi lokal degan lidocain 2% pada
sekitar daerah yang akan di insersi.
4. Mengisi spuit 5cc dengan cairan Nacl, pasang
jarum dan insersi pada vena subclavia lewat
bawah mid clavicula ke arah sternoclavicula joint
dengan memasukkan jarum sambil diaspirasi jika
darah berwarna gelap berarti jarum sudah masuk
kedalam vena subclavia, jika darah berwarna
merah muda berarti jarum masuk kedalam arteri,
jika hal tersebut terjadi maka cabut jarum dan
tekan beberapa saat
5. Setelah jarum masuk vena, lepaskan jarum dan
masukkan K-wire melalui jarum. sampai kira-kira
mencapai vena cava kemudian cabut jarum
tumpul sehingga tinggal J-wire dengan
lengkungan ke arah jantung.
6. Dengan mess perlebar tempat insersi.
7. Memperlebar tempat insersi dengan dilator
8. Menarik kembali dilator
9. Masukkan CVC lewat J-wire, setelah yakin CVC
masuk ke
10.dalam vena, pastikan dengan mengaspirasi darah
vena melalui lumen bagian proximal dan medial
11.Tindakan perawat pada saat dokter memasukkan
cvc adalah perawat memantau irama EKG,
toleransi pasien terhadap prosedur. Bila cateter
masuk terlalu jauh masuk ke dalam otot jantung
maka otot jantung akan terstimulasi bisa timbul
atrial atau ventrikular disritmia
12.Secara pelan-pelan J-wire ditarik keluar dan diikuti
oleh darah yang mengalir dari lumen bagian
distal

PEMASANGAN CENTRAL VENOUS CATHETER


( CVC )

No. Dokumen
RSU. SARI
MUTIARA
LUBUK PAKAM
STANDAR

Tanggal Terbit

No. Revisi

Halaman

Ditetapkan oleh :

Direktur,
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Musa Togi Marpaung

Prosedur

Unit Terkait

13.Membilas cateter dengan cairan heparin pastikan


aliran
cairan ancar kemudian sambungakn semua
lumen degan infusion set
14.Memasang clip
15.Memfiksasi CVC dengan benang side ( heating)
16.Tutup daerah insersi dengan kasa steril kemudan
plester dengan hypavix
17.Merapikan alat alat
18.Mengatur pasien ke posisi semula, pastikan posisi
nyaman untuk pasien. Jangan lupa mengambil
handuk gulung/ bantal/ cairan iv di bahu pasien
19.Kaji suara nafas beberapa kali untuk memantau
kemungkinan terjadinya hematothorax atau
pneumothorax
20.Melakukan foto thorax untuk mengetahui
kedalaman insersi atau komplikasi yang terjadi
d. Dokumentasi
1. Tanggal, waktu, dan nama pelaksananya
2. Jenis CVC yang dipakai
3. Lokasi pemasangan
4. Jenis cairan tiap lumen
5. Adanya aliran darah saat aspirasi
6. Toleransi pasien pada saat pemasangan
7. Komplikasi : disritmia saat pemasangan, bleeding,
pneumothorax, hematothorax, ruptur pembuluh
darah besar, infeksi, trombus, kerusakan saraf,
emboli udara, tamponade jantung, penusukan
salah sehingga mengenai arteri
Instalasi Rawat Intensif