Anda di halaman 1dari 3

Nama

: Anita Fahrun Nisa

Nomor/Kelas

: 04/5-AG

Prodi/NPM : DIII Akuntansi/143060020480


Mata Kuliah : KSPK

Motivasi?
Hidup di dunia ini seperti halnya roda yang berputar. Agar bisa berjalan,
satu sisi roda tidak boleh terus menerus berada diatas. Oleh karena itu
semua sisi roda harus saling bergantian. Diatas dan dibawah. Begitupun juga
dengan kehidupan manusia di dunia ini. Tidak selamanya manusia hidup
senang terus ataupun hidup sedih terus. Bahkan orang terkaya pun pasti
pernah berada pada titik termiskin dalam hidupnya. Orang tersukses pun
pasti pernah berada pada titik tergagal dalam perjalanan

hidupnya. Hal

itulah yang selalu memotivasi saya dalam menjalani kehidupan. Saya harus
senang ketika saya

berada dalam kesulitan karena kemudahanlah yang

menanti saya di depan.

Sebaliknya saya tidak

boleh terlena dalam

kesenangan karena kesedihan selalu siap menghampiri saya setiap saat.


Semua yang terjadi di dalam hidup saya tidak pernah sia-sia, baik itu ketika
sisi roda sedang diatas ataupun sisi roda sedang dibawah. Semuanya
merupakan pembelajaran yang sangat berharga dalam kehidupan saya.
Gambaran roda berputar selalu mengingatkan saya bahwa sedih itu
wajar. Kecewa dan menangis boleh saja. Gembira juga perlu. Apalagi
tersenyum dan tertawa. Sangat dibutuhkan. Syaratnya hanya satu, yaitu
tidak boleh berlebihan. Semua dijalani sewajarnya saja karena semuanya
akan berubah.
Motivasi ini mendorong saya berpikiran positif pada semua peristiwa
yang terjadi di dalam hidup saya. Mendorong saya untuk tidak terpuruk
dalam kondisi terburuk saya. Menuntut saya untuk belajar memahami yang
dilakukan orang lain pada kondisi mereka, bagaimana jika saya di posisi
mereka, apakah mereka sedang berada diatas ataukah dibawah. Sehingga

menghargai keputusan yang mereka buat adalah hal yang sedang berusaha
saya lakukan.
Dari motivasi ini juga saya belajar bahwa apa yang saya korbankan
untuk orang lain adalah hakikinya untuk diri saya sendiri. Apabila hari ini
saya mengalah untuk kepentingan orang lain, maka suatu hari nanti akan
ada seseorang yang mengalah untuk kepentingan saya. Ya, karena roda
selalu berputar. Tidak ada alasan bagi saya untuk tidak bersyukur dan putus
asa.
Motivator?
Apabila disuruh menyebutkan satu-persatu apa dan siapayang menjadi
motivator saya tentulah banyak sekali. Seusia hidup saya ini, selama ini saya
tidak hanya termotivasi oleh satu objek saja, melainkan banyak macamnya
yang dapat memotivasi saya. Bisa orang, tokoh fiksi, quote, dan apapun juga
siapapun yang menurut saya dapat memberi motivasi pada diri saya. Apalagi
dengan kondisi saya saat ini yang berstatus sebagai anak rantau. Jauh dari
manja-an ayah dan ibu, juga jauh dari pengawasan ketat mereka yang selalu
mengingatkan makan dan menjaga kesehatan. Kebutuhan jasmani dan
rohani harus saya sendirilah yang memperhatikan. Efeknya adalah tingkat
stres saya yang semakin tinggi. Oleh karena itu, saya memerlukan motivasi
dari dalam dan luar diri saya yang bisa membuat saya bertahan dan stay
strong disetiap tahap dan proses kehidupan saya.
Jika diminta harus menyebutkan salah satu, maka satu dari sekian
banyak motivator saya adalah Bapak Andre Saputra. Beliau adalah salah
satu guru di majelis talim tempat saya belajar.
Beliau adalah bapak dari dua orang putri yang sangat lucu-lucu dan cantikcantik. Beliau adalah sosok yang saya kenal tertib dalam beribadah dan
banyak ilmunya. Dalam pandangan saya beliau mempunyai akhlak yang
baik, ramah, dan peduli.

Selama membimbing saya dan teman-teman,

hampir tidak pernah saya mendengar beliau mengeluh. Hobinya adalah


mengajari kami semua ilmu bermanfaat yang beliau miliki.

Alasan?
Beliau adalah sosok guru yang cerdas dan banyak ilmunya. Beliau
dengan sabar membimbing saya dan teman-teman ketika orang tua berada
jauh di kampung halaman. Nasihat yang beliau berikan pada saya,
kebanyakan beliau ambilkan dari ayat-ayat suci Al-quran dan cerita-cerita
dalam Al-Hadist. Disetiap nasihat yang beliau berikan seperti memiliki
trigger dalam diri saya yang bisa membangkitkan semangat saya untuk
selalu membenahi diri.
Ketika saya atau teman-teman saya berbuat kesalahan, beliau tidak
akan marah. Beliau akan berusaha memposisikan diri pada sudut pandang
kami, lalu menjelaskan pada kami apa yang seharusnya kami lakukan. Beliau
selalu berusaha menjadi teman kami agar kami tidak canggung ketika kami
meminta bantuan untuk menyelesaikan masalah kami. Beliau adalah sosok
yang positif di mata kami, saya khususnya yang menjadikan beliau seorang
motivator saya.