Anda di halaman 1dari 4

Tugas Mandiri PKN 1.1, 1.2, 1.

3 Kelas 11 Semester 1
Tugas Mandiri 1.1
N
Pasal
Jenis HAM yang Diatur
o
1
28 A
Tentang hak hidup dan mempertahankan hidupnya
2
28 B 1) Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui
perkawinan yang sah.
2) Hak anak untuk kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta hak
perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
3
28 C 1) Hak untuk mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, Hak
untuk mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dan IPTEK, seni, dan
budaya.
2) Hak untuk mengajukan diridalam memperjuangkan haknya secara kolektif.
4
28 D 1) Hak atas pengakuan, jaminan perlindungan dan kepastian hukum yang adil dan
perlakuan yang sama di depan hukum.
2) Hak untuk bekerja dan mendapat imbalan serta perlakuan yang adil dan layak
dalam hubungan kerja.
3) Hak untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan.
4) Hak atas status kewarganegaraan.
5
28 E 1) Hak kebebasan untuk memeluk agama dan beribadah menurut agamanya,
memilih pekerjaannya, kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah
Negara dan meninggalkannya serta berhak kembali.
2) Hak kebebasan untuk meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran, dan sikap
untuk meyakini hati nuraninya.
3) Hak kebebasan untuk berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.
6
28 F
Hak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi.
7
28 G 1) Hak atas perlindungan diri sendiri, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta
benda, Hak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman, ketakutan untuk
berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi manusia.
2) Hak untuk bebas dari penyiksaan (tortue) dari perlakuan yang merendahkan
derajat martabat manusia.
8
28 H 1) Hak untuk hidup sejahtera lahir dn batin, bertempat tinggal, dan mendapat
lingkungan hidup yang baik dan sehat, Hak untuk memperoleh layanan
kesehatan.
2) Hak untuk mendapatkan kemudahan dan perlakuan khusus guna mencapai
persamaan dan keadilan.
3) Hak atas jaminan sosial.
4) Hak atas milik pribadi yang tidak boleh diambil alih sewenang-wenang oleh
siapapun.
9
28 I 1) Hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut.
2) Hak untuk bebas dari perlakuan diskriminasi atas dasar apapun dan berhak
mendapat perlindungan dari perlakuan diskriminatif tersebut.
3) Hak atas identitas budaya dan hak masyarakat tradisional.
10 28 J 1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
2) Dalam menjalankan dan melindungi hak asasi dan kebebasannya, setiap orang
wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang
dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan
atas hak dan kebebasan orang lain, dan untuk memenuhi tuntutan yang adil
sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban
umum.
Tugas Mandiri 1.2

A. Faktor Internal
No Faktor Penyebab Pelanggaran HAM
1 Keadaan psikologis para pelaku
2

Sifat egois

Tidak toleransi pada orang lain

Tingkat kesadaran para pelaku


pelanggar HAM
5 Tidak memiliki rasa empati dan rasa
kemanusiaan
B. Faktor Eksternal
No Faktor Penyebab pelanggaran HAM
1 Kuang berfungsinya lembaga penegak
hukum
2

Kesenjangan ekonomi

3
4

Belum meratanya pemahaman tentang


HAM
Teknologi yang digunakan secara salah

Struktur sosial dan politik

Tugas Mandiri 1.3


No
Nama Lembaga
1
Komnas Perlindungan Anak
Indonesia

1)

1)
2)
3)
4)
2

Komnas Anti Kekerasan


terhadap Perempuan

Penjelasan
Pelaku dalam keadaan kurang waras, tertekan
saat melakukan pelanggaran HAM
Pelaku hanya memikirkan perasaannya sendiri
tanpa memikirkan perasaan orang lain
terutama orang yang terlanggar hak asasinya
Pelaku tidak memberikan toleransi/keringanan
terhadap suatu masalah sehingga menimbulkan
diskriminasi pada orang lain
Pelaku tidak tahu dan tidak mengerti tentang
adanya HAM
Pelaku seenaknya melakukan pelanggaran
HAM, tanpa memikirkan rasa kemanusiaan
Penjelasan
Ketidaktegasan penegak hukum seperti polisi,
jaksa, hakim dalam menangani pelanggaran
HAM
Berakibat pada ketidakseimbangan pada
masyarakat. Pemicunya adalah perbedaan
tingkat ekonomi
Tidak adanya penjelasan atas pelanggaran
HAM kepada setiap lapisan masyarakat
Adanya penyalahgunaan teknologi, umumnya
teknologi informasi
Kesenjangan sosial akan memberikan
dorongan untuk melakukan pelanggaran HAM

Tugas dan Fungsi


Tugas Pokok
Melakukan sosialisasi seluruh ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berkaitan dengan
perlindungan anak, mengumpulkan data dan
informasi, menerima pengaduan masyarakat,
melakukan penelaahan, pemantauan, evaluasi, dan
pengawasan terhadap pelanggaran perlindungan anak.
Fungsi
Lembaga pengamat dan tempat pengaduan keluhan
masalah anak
Lembaga advokasi dan lobi
Lembaga rujukan untuk pemulihan dan penyatuan
kembali anak
Lembaga kajian kebijakan dan perundang-undangan
tentang anak

Tugas
1) Mengembangkan kondisi yang kondusif bagi
penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap
perempuan dan penegakan hak asasi manusia
perempuan di Indonesia
2) Meningkatkan upaya pencegahan dan
penanggulangan segala bentuk kekerasan terhadap
perempuan dan perlindungan hak asasi manusia
Fungsi

1) Meningkatkan pencegahan kekerasan terhadap


perempuan
2) Meningkatkan kesadaran public untuk pemenuhan
tanggung jawab Negara dalam bentuk penghapusan
segala bentuk kekerasan terhadap perempuan
3 Komnas Perlindungan
Tugas
Konsumen dan Pelaku Usaha 1) Menyebarluaskan informasi pada konsumen
2) Bekerja dengan Instansi di bidang konsumsi
3) Mengawasi barang dan jasa bersama pemerintah
4) Melaksanakan hak gugat dan gugatan kelompok
Fungsi
Menurut UU No.8 Tahun 1999 Fungsi Komnas PKPU
ialah melindungi empat kepentingan stakholdeers
dalam kegiatan ekonomi, yaitu: Kepentingan
Konsumen, pelaku usaha, pemerintah/birokrasi, dan
kepentingan nasional/kepentingan public
4
Komisi Kebenaran dan
Tugas
Rekonsiliasi Nasional (KKRN)1) Membentuk KKR provinsi
2) Menerbitkan buku putih ( visi, misi, proker ) dan
segera mensosialisasikannya
3) Menerima laporan dan melakukan inventarisasi
semua kejadian pelanggaran HAM
4) Menyusun skala prioritas penanganan kasus
pelanggaran HAM berat
5) Merumuskan kompensasi dan rehabilitasi terhadap
korban
Fungsi
1) Membantu pemerintah mengungkap hal terjadinya
konflik dan kemungkinan terjadinya pelanggaran
HAM
2) Membantu pemerintah membangun rekonsiliasi di
masyarakat, baik secara sosial-horizontal, maupun
structural-vertikal
Tugas Mandiri 3.3
1. Akuntabilitas
- Periode 1945 - 1949 : Ir. Soekarno dengan penuh keyakinan memasukkan
asa mufakat / demokrasi tentang dasar negara
indonesia
- Periode 1949 - 1959 : Akuntabilitas Pemegang Jabatan dan Politis Umum
yang tinggi
- Periode 1959 - 1965 : Presiden Ir. Sorekarno adalah kepala negara yang
bertanggung jawab
- Periode 1965 - 1998 : Presiden soeharto sebagai tikoh utama orde baru,
dipandang rakyat sebagai sosok pemimpin yang mampu mengeluarkan ke
terpurukan. boleh dikatakan hampir tidak pernah terjadi
- Periode 1998 - Sekarang : Pada Periode ini, banyak pemimpin yang
bertanggung jawab. dilaksanakan mulai dari pemerintah pusat sampai pada
tingkat desa
2. Rotasi kekuasaan
- Periode 1945 - 1949 : Presiden yang secara konstitusional ada
kemungkinan untuk menjadi diktator
- Periode 1949 - 1959 : Setiap partai bebas memilih ketua dan segenap
anggota pengurusnya

- Periode 1959 - 1965 : - Periode 1965 - 1998 : Pada Periode ini bersifat tertutup
- Periode 1998 - Sekarang : Pada Periode ini dilakukan secara terbuka
3. Pola rekruitmen politik
- Periode 1945 - 1949 : Terbuka, karena dimungkinkan terbentuknya
sejumlah parpol untuk masa masa selanjutnya
- Periode 1949 - 1959 : Dengan tingkat ekonomi dalam proses
rekruitmennya sangat tinggi baik pengurus ataupun pimpinan portalnya
- Periode 1959 - 1965 : Untuk periode ini ditentukan oleh presiden
- Periode 1965 - 1998 : - Periode 1998 - Sekarang : 4. Pelaksanaan Pemilu
- Periode 1945 - 1949 : Pada periode ini, pemilu belum dapat dilaksanakan
sekalipun hal itu telah menjadi agenda politik utama
- Periode 1949 - 1959 : Pemilu dalam periode ini hanya dilakukan 1x dengan
prinsip demokrasi
- Periode 1959 - 1965 : Pemilu tidak perlu dan tidak pernah dijalankan
- Periode 1965 - 1998 : Pemilu disini tidak melahirkan persaingan yang
sehat, yang terjadi adalah kekurangan
- Periode 1998 - Sekarang : Pemilu yang dilaksanakan lebih demokratis dari
yang sebelumnya
5. Pemenuhan hak hak dasar warga negara
- Periode 1945 - 1949 : Semua warga negara yang sudah dianggap dewasa
memiliki hal politik yang sama
- Periode 1949 - 1959 : Dalam periode ini hak hak mereka tidak dikurangi
sama sekali
- Periode 1959 - 1965 : Dalam periode ini pemenuhan hak hak dasasr warga
negara sangat lemah
- Periode 1965 - 1998 : Sangat lemah, karena dunia internasional seringkali
menyoroti jaringan HAM
- Periode 1998 - Sekarang : Sebagian besar hak dasar rakyat bisa terjamin