Anda di halaman 1dari 6

TUGAS MATA KULIAH FISIKA MEDIS

Bio Impedance Analysis (BIA)


Dosen Pengampu : Sastra Kusuma Wijaya, Ph.D.

Osmalina Nur Rahma


NPM 1306501892

TEKNOLOGI BIOMEDIS
FAKULTAS PASCASARJANA UNIVERSITAS INDONESIA
2014

I. Pendahuluan
Impedansi adalah ukuran seberapa

Sedangkan pada otot arus yang dilewatkan


cukup

banyak

media

memperlambat

besar

sehingga

otot

memiliki

atau
impedansi rendah.
Berdasarkan adanaya perbedaan efek

menghentikan arus diterapkan. [1]

pada berbagai jenis jaringan tubuh saat


dialiri arus listrik maka Bio Impedance
Analysis (BIA) dapat digunakan untuk
menhitung pesen lemak tubuh, persen
Mula-mula adanya impedansi pada
diketahui dengan cara mengukur arus
dengan elektrode yang diletakkan di
tangan dan di kaki. Setelah dialiri listrik,
terdapat

perbedaan

arus

listrik

yang

terukur. Tidak semua arus yang mengalir


pada tangan tersampaikan ke kaki. Hal ini
disebabkan

adanya

hambatan

atau

impedansi yang berasal dari jaringan tubuh


yang dinamakan Bio Impedance. Besarnya
impedansi tersebut tergantung pada jenis
dan jumlah jaringan.
Misalnya, pada jaringan adiposa

masa tubuh tanpa lemak, serta persen


cairan tubuh. BIA merupakan metode noninvasif

dalam

menganalisa

tubuh

secara

tak

mencatat

perubahan

segmen tubuh. [2]


II. Prinsip Kerja
Analysis (BIA)
Prinsip BIA

komposisi

langsung

dengan

impedansi
Bio

listrik

Impedance

adalah

mengukur

perubahan arus listrik jaringan tubuh yang


didasarkan pada asumsi bahwa jaringan
tubuh
silinder

adalah
ionik

merupakan
dimana

konduktor

lemak

bebas

ekstraselular dan intraseluler berfungsi

hanya sedikit arus

sebagai resistor dan kapasitor. Arus listrik

listrik

yang

dalam tubuh adalah jenis ionic dan

terlewatkan sehingga

berhubungan dengan jumlah ion bebas dari

adiposa mempunyai

garam, basa dan asam, juga berhubungan

impedansi

tinggi.

dengan

konsentrasi,

mobilitas,

dan

temperatur medium. [2]


Impedansi memiliki dua komponen

frekuensi

tinggi

gelombang

dapat

menembus membran sel yang menjadi


kapasitor sempurna, sehingga gelombang

yaitu Resistansi (R) dan Reaktan (X c).


dapat melewati cairan intraseluler dan
Resistansi adalah ukuran dari
jumlah

arus

listrik

substansi

akan

Resistansi

bersumber

suatu

berhenti.

ekstraseluler. [2]
Hubungan
kapasitan

antara

dengan

reaktan
resisten

atau
dapat

dari

merefleksikan perbedaan elektrik dari

cairan intra dan ekstraseluler.

jaringan yang dipengaruhi oleh berbagai

Sedangkan reaktan atau kapasitan adalah

penyakit sehingga dapat digunakan untuk

adalah ukuran kemampuan bahan untuk

mendiagnosa

memperlambat arus yang dihasilkan oleh

jantung.
III.Metode Pengukuran Bio Impedance

penyakit,

seperti

gagal

permukaan jaringan dan membran sel [1].


Impedansi total adalah kombinasi dari
resistansi dan reaktan sepanjang jaringan.
Resisten dan reaktan dapat diukur

Analysis (BIA)
Impedansi dapat digunakan untuk
mengukur kuantitas komposisi tubuh dapat
diibaratkan dengan percobaan sederhana

dengan berbagai tingkat frekuensi. Pada


berikut : [1]
frekuensi nol dan frekuensi di bawah 50
kHz gelombang tidak dapat menembus
membran sel yang berfungsi sebagai
insulator, oleh karena itu gelombang hanya
melewati

cairan

ekstraseluler.

Pada

frekuensi 50 kHz, gelombang melewati

Gambar di atas merupakan tabung gelas

baik

yang berisi larutan garam dan elektroda

cairan

meskipun

intra

dan

proporsinya

ekstraseluler,
berbeda

dari

jaringan ke jaringan lain. Sedangkan

yang

ditempelkan

di

dua

ujungnya.

Dengan mengetahui panjang (L) dan besar

impedansi larutan (Z) maka volume dari

elektrisitas

larutan yang ada di tabung dapat diketahui

impedansi).
Tubuh manusia diibaratkan dengan 5

dengan rumus :
2
V = L /Z

sehingga

memperkecil

buah tabung. Dua tabung untuk tangan,

merupakan resistivitas bahan yaitu

konstanta yang mewakili kemampuan

dua tabung untuk kaki dan satu tabung


untuk batang tubuh.

bahan untuk menghambat arus listrik pada


temperatur

tertentu.

Bila

dimisalkan

resistivitas tabung adalah 75 maka


volume larutan sebesar 60 cc.
Selanjutnya, sebagian larutan garam
diganti dengan minyak dan impedansinya
berubah menjadi 1000. Bila dihitung
kembali, volume larutan garam menjadi 30

Namun,
pada

impedansi
tubuh

tabung

manusia

tidak

hanya

dipengaruhi oleh panjang, diameter, dan


temperatur

seperti

tabung

sederhana

cc (volume mula 60 cc).


Hal tersebut menjadi dasar konsep

melainkan dipengaruhi oleh dua faktor

perhitungan

yang kompleks diantaranya: [1]

konversi

impedansi

ke

komposisi tubuh melalui tinggi atau


panjang obyek. Namun, dalam kenyataan,
impedansi tidak hanya dipengaruhi oleh
panjang saja (semakin panjang obyek

1. Hidrasi
Jika seseorang minum air berlebih
dan menyebabkan overhydrated akan
meningkatkan

konduktifitas

dan

mengurangi impedansi sehingga dapat

semakin besar pula impedansi), melainkan


juga dipengaruhi diameter (semakin besar

mengurangi akurasi pengukuran persen

diameter semakin kecil impedansi yang

tubuh oleh BIA.


Sebaliknya, jika seseorang sedang

ditimbulkan), selain itu impedansi juga


dipengaruhi oleh temperatur (temperatur
larutan

tinggi

akan

meningkatkan

sakit atau setelah beraktifitas akan


menyebabkan dehydrated juga dapat
mengurangi akurasi pengukuran persen

tubuh oleh BIA karena dehydrated

arus listrik 500A pada single frekuensi

meningkatkan impedansi tubuh.


Oleh
karena
itu
pengukuran

50kHz atau frekuensi di atas 50kHz. [2]


Elektroda
BIA
umumnya

dilakukan

ditempelkan pada permukaan tangan dan

dengan

membaringkan

pasien dan menunggu sekitar 5-10

kaki,

menit agar distribusi cairan kembali

temperatur ruangan normal dimana pasien

stabil.
2. Orientasi Jaringan

pengukuran

dilakukan

pada

tidak merasa kedinginan atau kepanasan.


Pengukuran tidak boleh dilakukan segera

Orientasi berbagai jenis jaringan


juga dapat mempengaruhi pengukuran

setelah makan, minum dan olah raga.


Parameter BIA yang digunakan

impedansi. Contohnya ketika arah

untuk menilai status volume cairan tubuh

jaringan tegak lurus dengan arah arus

adalah Total Body Water (TBW), TBW

listrik maka arus akan diperlambat oleh

(%), Extracellular fluid (ECF), Plasma

meningkatnya jumlah membran yang

Fluid,

harus ditembus sehingga impendansi

Water (ECW), Intracellular Water (ICW),

meningkat. Namun ketika arah arus

ECW/TBW

listrik dan jaringan paralel satu sama

ECW/ICW (%), Dry Weight dan Phase

lain, impedansi tubuh akan menurun.

Angle. Kelebihan volume cairan tubuh

Pengukuran impedansi oleh BIA


snagat dipengaruhi oleh banyak faktor
sehingga pengukurannya harus dikontrol
oleh kondisi-kondisi tertentu agar hasilnya
akurat. [1]
Alat BIA sebagian besar adalah
tetrapolar (memiliki 4 elektroda) dengan

Interstitial

(%),

dikarakteristikkan

Fluid,

Extracellular

[1]ICW/TBW

dengan

(%),

peningkatan

TBW, ECW dan penurunan ICW, dan


kelebihan volume intravaskular pada gagal
jantung

ditandai

dengan

peningkatan

volume ECW. [2]


III. Referensi
[1] P. Buzzell dan S. Pintauro, Bioelectric
Impedance

Analysis,

Departement

Nutrition and food sciences University

of

Vermont,

[Online].

Available:

http://nutrition.uvm.edu/bodycomp/bia/
bia-toc.html.
[2] L. S. Hidayatsyah, Hubungan Antara
Parameter Volume Cairan Tubuh yang
diukur dengan Bio Impedance Analysis
(BIA) dengan Kualitas Hidup yang
Diukur dengan Short Form-36 (SF-36)
pada Pasien Gagal Jantung NYHA I
dan II, Departemen Ilmu Penyakit
Dalam

Fakultas

Kedokteran

Universitas Sumatra Utara, Medan,

2008.
[3] V. S. Altes, AD5933-Based System
for

Transthoracic

Impedance

Measurements, University of Boras,


School of Engineering, 2012.
[4] S. Ha, A Malaria Diagnostic System
Based

on

Spectroscopy,

Electric

Impedance

Departement

of

Electrical Engineering and Computer


Science Massatchusetts Institute of
Technology, June 2011.