Anda di halaman 1dari 4

Resensi Buku Non Fiksi

Menikmati Hidup Melalui Kata-Kata


Tugas ini diselesaikan untuk memenuhi
nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia
dengan pembimbing Ibu Alsinatun,S.pd

Disusun Oleh:
Nama

: Hana Aprilia Kamia

Kelas

: XI IPSD

Jalan Raya Ciracas No. 02 Jakarta Timur


Tahun 2016/2017

Judul Buku

: Success in Life Through Positive Words

Pengarang

: Alexander Paulus

Penerbit

: PT Gramedia Pustaka Utama

Kota Terbit

: Jakarta

Tahun Terbit

: 2007

Tebal Buku

: 224 halaman

Harga Buku

Jenis Buku

: Pengembangan Diri

Alexander Paulus,seorang praktisi dan trainer professional. Ia turut membidai


berdirinya Supreme Learning International, suatu lembaga pengembangan sumber
daya manusia yang menangani pelatihan-pelatihan dan konsultasi untuk berbagai
perusahaan di Indonesia. Berpengalaman dua puluh tahun dalam bidang pelatihan
untuk berbagai topik, seperti kepemimpinan, supervisory, management, mindset
management, pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah, pengembangan diri,
komunikasi dan hubungan antarmanusia.
Sebagai seorang trainer dan speaker yang telah banyak melakukan pelatihan di
berbagai tempat dan di bermacam-macam perusahaan bisnis maupun nonbisnis, juga
sebagai seorang pengamat hidup, Alexander Paulus sangat percaya , disadari ataupun
tidak disadari, banyak masalah yang terjadi yang terjadi didalam hidup inidatang dari
kata-kata yang kita ucapkan atau diujarkan kepada orang lain. Karena setiap hari dan
setiap saat kita harus berkata-kata, tanpa disadari kita bisa saja terjebak sindrom
kebiasaan berkata kata dengan hanya sedikit berpikir atau hampir tidak pernah
berpikir lagi. Hampir sama dengan tindakan-tindakan spontanitas lainnya yang kita
lakukan tanpa berpikir: mengapa kita melakukan hal tersebut, dan apa konsekuensi
dari tindakan yang kita lakukan tersebut. (Halaman xix)
Buku ini berbicara tentang pemberdayaan manusia khususnya melalui kata-kata.
Kita diingatkan kembali bahwa kata-kata memiliki kekuatan untuk membangun,
menguatkan, dan memotivasi, namun sekaligus juga memiliki kekuatan untuk
melemahkan bahkan menghancurkan. Ketika kita berkomunikasi dan berinterkasi
dengan orang lain apakah dalam keluarag, di tempat kerja, di sekolah atau
dimanapun, kita akan menggunakan kata-kata yang memperbudayakan atau yang
melemahkan. (Halaman xiv)
Buku ini terdiri dari enam bab. Bab pertama berbicara mengenai pikiran dan kata.
Pengarang memaparkan bahwa terdapat sebuah rantai yang saling terkait, yaitu rantai
P4(Paradigma-Pikiran-Perasaan-Emosi/Perilaku).Selanjutnya, pengarang mengajak
pembaca mengenali sumber pikiran negatif, mengenali apa yang disebut self-limiting
belief- pikiran-pikiran yang sudah menjadi keyakinan , namun sebenarnya sangat
membatasi dan menghambat kita. (Halaman xx)
Bab kedua pada buku ini membahas tentang kata-kata yang membangun dan
memberi harapan.( Halaman xx)
Bab ketiga, membahas dan mengulas tentang kata-kata yang membangun di tempat
kerja secara spesifik. Bab ini adlah apa yang ingin didengar para karyawan dari
manager mereka, serta apa yang tidak ingin didengar para karyawan dari manajer
mereka. (Halaman xx)
Bab keempat, menjelaskan tentang kata-kata yang membangun dalam keluarga.
Bagaimana kata-kata yang membangun antara suami-istri, bagaimana orang tua
membangun dan mengembangkan anak melalui kata-kata.(Halaman xxi)

Bab kelima, secara khusus menyinggung kata-kata yang membangun disekolah.


Dalam bab ini pengarang mecoba menjelaskan betapa besar peran guru bagi
peletakkan dasar karakter yang kokoh, yang membawa mereka meraih keberhasilan
hidup. (Halaman xxi)
Bab keenam, merupakan bab terakhir pada buku ini yang membicarakan tentang
dua hal. Pertama, mengenai sepuluh sifat atau ciri orang yang memiliki pola pikir
positif, yang mempunyai dampak langsung pada bagaimana seseorang bertutur kata
dan berperilaku. Kedua, pengarang menyediakan sebuah alat ukur bagi pembaca yang
disebut Positive Thinking Inventory, yang melalui alat ini Anda dapat mengukur
dan menilai diri sendiri seberapa besar kadar sifat-sifat tersebut sudah Anda miliki.
(Halaman xxi)
Buku ini menggunakan bahasa yang baik dan benar. Penggunaan EYD sudah
cermat.
Setelah dibaca, buku ini mempunyai keunggulan yaitu terdapat banyak kata-kata
renungan untuk pembaca. Salah satunya adalah Kita melampiakan 99 persen
kemarahanjustru kepada orang yang paling kita cintai. Buku ini juga berisi banyak
motivasi pembangun untuk pembaca yang diharapkan membawa perubahan.
(Halaman 185)
Kekurangan pada buku ini terletak pada sampul yang kurang menarik dan mudah
lecek. Selanjutnya, pada halaman 86 terdapat kesalahan penulisan kata. Dimana,
tertulis kata Pretasi yang seharusnya adalah Prestasi.

Buku ini mengulas tentang karakter manusia melalui cara mereka bertutur kata.
Buku ini juga memberikan renungan-renungan tentang apa saja kata-kata yang sudah
kita ucapkan dan bagaimana pengaruhnya terhadap orang lain. Berisisi tentang
harapan,pikiran, dan dorongan untuk berpikir positif yang dapat dituturkan melalui
kata-kata baik itu di tempat kerja, keluarga, ataupun disekolah.
Buku ini sangat dianjurkan untuk pembaca yang merasa tidak percaya diri, ingin
mengetahui cara mengembangkan diri, atau merenungkan diri melalui kata-kata yang
dibaca. Berisikan dorongan atau motivasi kepada pembaca dalam menikmati hidup
dan berusaha. Buku ini sangat cocok untuk siswa, guru, dan orang tua, serta semua
kalangan.