Anda di halaman 1dari 3

Sifat Kepolaran Suatu Senyawa

November 20, 2012 oleh TEweWe


I. DASAR TEORI
Atom atom unsur mempunyai kecenderungan ingin stabil seperti gas mulia terdekat yang
memiliki 2 elektron ataupun 8 elektron pada kulit terluar. Untuk mencapai kestabilan itulah
maka unsur unsur di alam saling mengadakan ikatan yang disebut ikatan kimia. Atom satu
berikatan dengan atom lain membentuk molekul unsur maupun molekul senyawa. Suatu
ikatan dapat terbentuk apabila setelah berikatan, atom atom menjadi lebih stabil dari
sebelumnya, yakni kestabilan dalam susunan elektronnya.
IKATAN KOVALEN POLAR DAN NONPOLAR
ikatan kovalen, yaitu ikatan yang terbentuk karena menggunakan pasangan elektron bersama.
Namun demikian, kedudukan pasangan elektron milik bersama itu tidak selalu simetris
terhadap kedua atom yang berikatan. Pasangan elektron akan lebih dekat ke arah atom yang
mempunyai keelektronegatifan lebih besar. Hal ini mengakibatkan polarisasi atau pengutuban
ikatan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepolaran Suatu


Senyawa

1. Perbedaan keelektronegatifan Senyawa yang ion-ionnya


membentuk 2 kutub dengan muatan yang berlawanan (+
dan-) menyebabkan terbentuknya suatu dipol. Semakin besar
perbedaan keelektronegatifan atom-atom dalam suatu molekul,
menyebabkan molekul tersebut bersifat semakin polar. Contoh :
HCl keelektronegatifan H=2,1 dan Cl=2,8 maka H cenderung
bermuatan positif (H+) dan Cl cenderung bermuatan negatif
(Cl-), sehingga terjadi 2 kutub (dipol). Catatan : Jika
dicampurkan dengan pelarut akan larut. Jika senyawa yang ionionnya bermuatan sama atau tidak ada perbedaan
keelektronegatifan (perbedaan keelektronegatian = 0),
sehingga tidak terbentuk muatan / dipol. Jika dilarutkan terjadi
pengendapan
2. Pengaruh bentuk molekul Senyawa yang memiliki bentuk
molekul simetris bersifat non-polar. Contoh : CH4 , CCl4, dsb.
Senyawa yang memiliki bentuk molekul tidak simetris karena
ada pasangan electron bebas (PEB) bersifat polar. Contoh :
NH3, H2O, PCl3, dsb.

Molekul Polar dan Non-polar


Kepolaran molekul ditentukan oleh jenis ikatan kovalen dan bentuk molekulnya . Suatu

molekul akan bersifat polar jika memenuhi syarat sebagai berikut :


a. molekul dwiatom yang berbeda jenis sehingga membentuk kutub (dipol) karena adanya
perbedaan keelektronegatifan antar kedua atom.
b. molekul poliatom yang mempunyai bentuk atom yang tidak simetris ,sehingga pusat
muatan positif tidak berimpit dengan pusat muatan yang negatif.
V. ANALISIS DATA
Dari percobaan yang dilakukan yaitu menentukan sifat kepolaran suatu senyawa diketahui
bahwa suatu senyawa ada yang bersifat polar dan ada yang bersifat nonpolar. Pada percobaan
ini dilihat dari pembelokan larutan saat kita mendekatkan penggaris ke larutan yang keluar
dari buret. Dimana penggaris telah digosokkan dengan buku tebal, dengan tujuan agar
penggaris tersebut menjadi bermuatan listrik sehingga dapat menunjukkan kepolaran
senyawa. Saat larutan membelok berarti merupakan senyawa polar.
Perbedaan senyawa polar dan nonpolar ini disebabkan perbedaan harga keelektronegatifan
masing-masing senyawa dan bentuk molekul, serta pengaruh elektron yang tidak tersebar
secara merata.
Air bersifat polar karena ada perbedaan elektronegatif antara H-O, aseton bersifat polar
karena mengandung gugus karboksil, dimana gugus karboksil bersifat polar dengan elektronelektron dalam ikatan sigma, dan terutama elektron-elektron dalam ikatan pi tertarik ke
oksigen yang lebih elektronegatif. Oksigen gugus karbonil mempunyai dua pasang elektron
menyendiri.
VI. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :
1. Dapat dilihat dari data senyawa yang alirannya berbelok saat didekatkan dengan penggaris
merupakan senyawa polar. Dan senyawa yang alirannya tidak berbelok merupakan senyawa
nonpolar.
2. Dari data didapat bahwa yang tergolong senyawa polar yaitu air, aseton, dan alkohol. Dan
senyawa yang bersifat nonpolar adalah minyak tanah dan bensin.
3. Kepolaran suatu senyawa dipengaruhi keelektronegatifan, kemiripan struktur, dapat
tidaknya membentuk ikatan hydrogen, momen dipole, dan sebagainya.
VII. DAFTAR PUSTAKA
Pranowo, Deni, dkk.2005. KIMIA untuk Kelas X. Klaten : Intan Pariwara.
Purba, Michael. 2006. Kimia I Untuk SMA Kelas X. Jakarta : Erlangga.
Rahayu, Nurhayati, dkk. 2009. Rangkuman Kimia SMA. Jakarta : Gagas Media.
Setiawan, Eko, dkk. 2010. Panduan Praktikum Kimia SMA. Banjarmasin : FKIP UNLAM.
Sudarmo, Unggul. 2004. Kimia untuk SMA kelas X Seri Made Simple. Jakarta: Erlangga.

I.

KESIMPULAN
Suatu larutan dikatakan bersifat polar apabila larutan
tersebut tertarik saat didekatkan dengan medan listrik
sedangkan suatu larutan dikatakan bersifat non polar apabila
larutan tersebut tidak tertarik saat didekatkan dengan medan
listrik. Perbedaan keelektronegatifan Senyawa yang ion-ionnya
membentuk 2 kutub dengan muatan yang berlawanan (+
dan-) menyebabkan terbentuknya suatu dipol. Semakin besar

perbedaan keelektronegatifan atom-atom dalam suatu molekul,


menyebabkan molekul tersebut bersifat semakin polar

http://yohayoo.heck.in/faktor-faktor-yangmempengaruhi-kepolara.xhtml.
http://kimiaasyik.blogspot.com/2009_09_01_archive.html.
http://anggawibisono-onsharetask.blogspot.com/2013/02/laporan-ujikepolaran-suatu-senyawa.html
tewewe.wordpress.com/.../sifat-kepolaran-suatu-senya...