Anda di halaman 1dari 24

1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Koperasi syariah merupakan salah satu bentuk badan Hukum yang sudah
lama dikenal di Indonesia. Pelopor pengembangan koperasi di Indonesia
adalah Bung Hatta, dan sampais saat ini beliau sangat dikenal sebagai bapaak
koperasi Indonesia.
Dengan perjalannya koperasi yang sebenarnya sangat sesuai dengan jiwa
bangsa Indonesia justru perkembangannya yang tidak mengembirakan.
Koperasi yang dianggap sebagai anak kandung dan tulang punggung ekonomi
kerakyatan justru hidupnya timbul tenggelam, sekalipun pemeritah telah
berjuang keras untuk menghidupkan dan memberdayakan koperasi ditengahtengah masyarakat.
Untuk mendapatkan risky dikarunia allah SWT, banyak cara yang
dilakuka noleh orang. Sebab selagi masih hidup banyaknya tuntutan hidup
yang harus dipenuhi. Ada orang yang berusaha secara individual ada pula
yang berusaha secara bersama-sama ( kolektif ). Diantara usaha yang
berkembang dalaam masyarakat di indonesia adalah koperasi, bagi hassil, dan
bekerja sama dalam pertanian.
Islam sebagai suatu agama yang telah ditempatkan sebagai satuan pilihan
dan sekaligus dijadikan pedoman dalam kehidupan umat manusia yang
memerlukan. Sehingga keberadaanya telah memberikan arahan dalam
pengembangan peradaban uamt manusia, utamanya dalam bidang ilmu

pengetahuan dan teknologi. Islam adalah agama yang bersifat terbuka, yang
selalu memnerikan keleluasan kepada umatnya untuk berfikir kedepan, dalam
rangka mencapai tingkat peradaban dan kemajuan yang lebih baik.
Hadirnya koperasi syariah sebagai organisasi yang relatif baru
menimbulkan tantangan besar. Para pakar syarih islam dan akutansi harus
mencari dasar bagi penerapan dan pengembangan standar akutansi dan
koperasi syariah yang berbeda dengan koperasi konvensional.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan Koperasi Syariah ?
2. Apakah tujuan utama dibentuknya koperasi syariah ?

BAB II
PEMBAHASAN
A.

Pengertian
Dari segi etimologi kata koperasi berasal dari bahasa inggris, yaitu
cooperation Yang artinya kerja sama. Sedangkan dari terminology koperasi
adalah suatu perkumpulan atau organisasi yang beranggotakan orang-orang
atau badan Hukum yang bekerja sama dengan penuh kesadaran untuk
meningkatkan kesejahteraan anggota atas dasar sukarela dan berdasarkan
kekeluargaan.
Koperasi syariah adalah suatu organisasi yang beranggotakan orang
perorangan atau badan Hukum yang bekerja sama dengan kesadaran dan
berdasarkn syariat islam yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
anggota atas dasar suka rela dan berasaskan kekeluargaan.
Dari pengertian koperasi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa
yang mendasari gagsan koperasi sesungguhnya adalah kerja sama, gotongroyong. Koperasi dari badan usahanya ada yang hanya menjalankan satu
bidang usaha saja, misalnya bidang konsumsi,bidang kredit atau bidang
konsumsi dan produksi. Koperasi didasari pada kerja sama, gotong royong
dan demokratisasi ekonomi menuju kesejahteraan umum. Gotong royong ini
sekurang-kurangnya dilihat dari dua segi yaitu:
1. Modal awal koperasi dikumpulkan dari semua anggota-anggotanya.
Mengenai keanggotaan ini koperasi dalam koperasi berelaku asas satu
anggota, satu suara. Karena itu daasarnya modal yang dimiliki anggota,

tidak menyebabkan anggota itu tinggi kedudukkannya dari anggota


yang lebih kecil modalnya.
2. Permodalan itu sendiri tidak merupakan satu-satunya ukuran dalam
pembaagian hasil usaha . modal koperasi diberikan bunga terbatas yang
sesuai dengan rapat anggota .

Koperasi dari segi bidang usahanya ada yang menjalankan satu


bidang usaha saja, misalnya dibidang konsumsi, bidang kredit atau
bidang produksi. Ini disebut koperasi bidang usaha tunggal ( single
purpose). Ada pula koperasi yang meluaskan usahanya dalam berbagai
bidang, disebut koperasi serba usaha ( multy purpose ) misalnya
pembelian dan penjualan.
Sisa hasil usaha koperasi sebagian besar dibagikan kepada anggota
berdasarkan besar kecilnya peranan anggota dalam pemanfaatan anggota
koperasi. Misalnya, dalam koperasi konsumsi semakin banyak pembeli
maka makin banyaknya keuntungan yang diperoleh koperasi. Hal ini
dimaksutkan untuk merangsang peran anggota dalam perkoperasian itu.
Karenaa itu dikatakan bahwa koperasi itu adalah perkumpulan orang
bukanlah perkumpulan modal.
Sebagian usaha badan koperasi tidak semata-mata mencari
keuntungan akan tetapi lebih dari itu, koperasi bercita-cita untuk
memupuk kerja sama dan mempererat pekerjasamaan, persaudaraan
diantara sesame anggota koperasi itu.

B.

Pengertiaan Koperasi Syariah Menurut Para Ulama


Sebagian ulama mengaanggap koperasi sebagai akad mudharobah,
yakni suatu perjanjian kerja sama anatara dua orang atau lebih dari suatu
pihak yang menyediakan modal usaha, sedangkan pihak lain melakukan
usaha atas dasar profit sharing ( membagi keuntungan ) menurut perjanjian,
dan diantara syarat syah mudharobah menetapkan keuntungan tiap tahun
dengan persentase tetap, misalnya 1 % setahun dari salah satu pihak
mudharobah tersebut. Karena itu apabila koperasi termasuk mudharobah atau
qiradh, dengan ketentuan tersebut diatas ( menetapkan persentase keuntungan
tertentu kepada salah satu pihak dari mudharobah ), maka akad mudharobah
itu tidak sah ( batal ), dan seluruh keuntungan usaha upah yang sepadan atau
pantas.
Menurut Muhammad syaltut tidak setuju dengan pendapat tersebut,
sebab syirkah tauwuniyah tidak mengandung unsure mudharobah yang
dirumuskan oleh fuqahah. Sebab syirkah tauwuniyah, modal usahanya
adalah dari sejumlah anggota pemegang saham, daan aanggota koperasi itu
dikelola oleh pengurus dan karyawan yang dibayar oleh koperasi menurut
kedudukkan dan fungsinya masing-masing. Kalau pemegang saham turut
mengelola usaha koperasi itu, maka ia berhak mendapaatkan gaji sesuai
denngan system penggajian yang berlaku.
Dan Menurut Muhammad syaltut, koperasi merupakan syirkah baru
yang

diciptakan

para

ekonomi

banyak

sekali

manfaatnya,

yaitu

memberikankeuntungaan bagi pemilik saham, memberikan lapangan kerja


kepada karyawannya, memberikan bantuan

keuangan dari sebagian

koperasiuntuk memberikan tempat ibadah, sekolah, dan lain sebagainya.


Dengan demikian jelas, bahwa dalam koperasi ini tidak ada unsure kezaliman
dan pemerasan. Pengelolaan koperasi demokratis dan terbuka, serta membagi
keuntungan daan kerugian kepada para anggota menurut kesatun ketentuan
yang berlaku yang telah diketahui oleh seuruh anggota pemegang saham.
Oleh karena itukoperasi dapt dibenarkan dalam islam. Menurur said sabiq,
syirkah itu ada empat macam, yaitu;
1. Syirkah inan yaitu kerjasama antaara dua orang atau lebih dalam
permodalan untuk melakukan suatu usaha bersama dengan cara membagi
untung rugi sesuai dengan kontribusi modal.
2. Syirkah mufawaddah yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih untuk
melakukan berbagai usaha dan persyaratan sebagai berikut.
a. modalnya harus sama banyak. Bila ada dianggota perserikatan
modalnya lebih besar, maka syirkah itu tidak sah.
b. Mempunyai wewenag untuk bertindak, yang ada kaittannya dengan
Hukum. Dengan demikian, anak-anak yang belum dewasa belum
bisa menjadi anggota persyarikatan.
c. Satu agama, sesame muslim, tidak adanya berserikat dengan nonmuslim.
d. Masing-masing anggota mempunyai hak untuk bertindak atas nama
syirkah ( kerja sama ).

3. Syirkah wujuh yaitu kkerja samaa antara dua orang ataau lebih untuk
membeli sesuatu tampa modal, tetapi hanya modal kepercayaan dan
keuntungan dibagi antara sesama mereka.
4. Syirkah abdan yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih untuk
melakukan suatu usaha atau pekerjaan. Hasilnya dibagi berdasarkan
perjanjian seperti pemborong bangunan, dan instasi listrik lainnya.
Kalau kita perhatikan, maka hanafiyah menyetujui (membolehkan) keempat
macaam syirkah tersebut.
Syafiiyah melarang syirkah abdan, mufawaddah, wujuh dan
membolehkan syirkah inan. Malikiyah membolehkan syirkah abdan, syirkah
inan, dan syirkah mufawadhah dan melarang syirkah wujuh. Hanbaliyah
membolehkan syirkah inan, wujuh, dan abdan dan melarang syirkah
mufawaddah.
Malikiyah membolehkan syirkah abdan, syirkah inan, dan syirkah
mufawaddah, dan melarang syirkah wujuh.
Mengenai status Hukum berkoperasi bagi umat islam juga didasari
pada kenyataan, bahwa koperasi merupakan lembaga ekonomi yang
dibangun oleh pemikiran barat, terlepas dari ajaran dan kultur islam. Artinya,
bahwa al-quran dan hadis tidak menyebutkan, dan tidak pula dilakukan pada
zaman nabi.kehadirannya dibeberapa Negara islam mengundang para ahli
untuk menyoroti kedudukkan hukumnya dalam islam.

Asnawi hasan, penulis Indonesia dalaam usahanya menemukan


status hukum berkoperasi bagi umat islam, setelah melihat kesesuaian
diantaranya pada bidang etis, membrikan Hukum wajib. Namun salah satu
pendahuluan asnawi hasan yaitu khalid Abdurrahman ahmad, penulis buku altefkir al-iqtishadi fi al-islam (pemikiran-pemikiran ekonomi islam) berbeda
seratus delapan puluh derajad dengan kesimpulan penulis Indonesia tersebut.
Penulis timur tengah berpendapat, haram bagi umat islam
berkoperasi. Sebagai konsekuensinya, penulis juga mengaharamkan harta
yang dipergunakan dalam koperasi. Argumentasinya dalam mengharamkan
koperasi ini adalah:
1. Pertama disebabkan karena prinsif-prinsif keorganisasian yang tidak
memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan syariah.

Diantaraa yang

dipersoalkan menjadi persyaratan anggota-anggota yang terdiri dari satu


jenis anggota saja yang dianggap akan membentuk kelompok-kelompok
yang eksklusif.
2. Kedua adalah mengenai ketentuan-ketentuan pembagian keuntungan.
Mengenai pembagian keuntungan yang dilihat dari segi pembelian atau
penjualan anggota koperasinya. Cara ini dianggap menyimpang dari
ajaran agama islam, karena dalam bentuk kerja sama dalam islam hanya
mengenal pembagian keuntungan berdasarkan modal dan atas dasar jerih
payah atau atas dasar keduanya.

Argument selanjutnya adalah didasarkan pada penilaian mengenai


tujuan utama pembentukkan koperasi dengan persyaratan anggota dari
golongan

ekonomi lemah yang dianggap hanya bermaksut untuk

menentramkan

mereka

dan

membatasi

keinginannya

serta

untuk

mempermainkan mereka dengan ucapan-ucapan atau teori-teori yang utupis


(angan-angan atau khayalan).
Keputusan penulis timur tengah ini bukan tidak dapat dapat
dibantah. Dari segi formal Hukum islam, pendapat ini merupakaan hasil
ijetihat yang berarti dzan, yaitu pendapat pribadi. Disamping itu, doidalam
kasus Indonesia kerangka pengamatannya tidak seluruh rakyat tepat.
Misalnya keanggotaan kopersi yang tidak hanya diperuntukkan bagi ekonomi
lemah .
Di Indonesia, semua rakyat dianjurkan untuk ikut berkoperasi. Juga
mengenai keangotaan dari satu golongan, dalam kondisi Indonesia secara
teoritis maupun praktis tidak akan menjurus kearah terbentuknya kelompokkelompok bisnis yang monopolis dan eksklusif.
Dalam kerja sama islam, tidak mengenal pembagian keuntungan
atas dasar pembelian dan penjualan (anggota koperasinya), yang kemudian
menjadi dasar penolakkannya terhadap koperasi itu. Kelemahan ini dapat
disimpulkan diantaranya ditandai dengan tidak adanya ijma ulama
terhadapnya.
Sebaliknya pendapat Hukum wajib berkoperasi bagi umat islam
Indonesia juga belum diterima. Adapun argumentasinya adalah:

10

1. konstitusi mengakui ada tiga bangun usaha, jadi koperasi merupakan


salah satu bangun usaha selain swasta dan BUMN sekalipun terdapat
arah koperasi dijadikan soko guru perekonomian nasional.
2. sumber-sumber ekonomi bagi umat islamterbentang luas. Umat islam
dapat mencari nafkah diluar keterkaittannya dengan badan-badan usaha ,
misalnya melalui berfrofesi atau menjual jasa.
3. sejak semula berkoperasi memerlukan kesukarelaan.
4. secara kelembagaan koperasi masih terbatas jangkauannya sehingga belum
selalu mudah bagi rakyat umumnya untuk berkoperasi.
Sebagian besar bahasan yang bermaksud membuka spectrum
Hukum berkoperasi, maka melihat segi-segi Hukum perkoperasi dapat
dipertimbangkan dari kaidah penetapan Hukum, ushul al-Fiqih yang lain.
Telah diketahui bahwa hukum islam mengizinkn kepentingan masyarakat
atau kesejahteraan bersama melalui prinsip ishtishlah

atau al-maslahah. Ini

berarti bahwa Hukum islam harus memberi prioritas pada kesejahteraan


rakyat bersama yang merupakan kepentingan masyarakat. Adapun fungsi
koperasi adalah sebagai berikut:
1) Sebagai alat perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kesejahteraan
rakyat.
2) Alat pendemokrasian ekonomi nasional.
Dengan demikian jelas bahwa ishtishlah dipenuhi koperasi.
Demikian juga halnya, jika dilihat dari istihsan (metode preferensi).

11

Menyoroti koperasi menurut metode ini paling tidak banyak didapat pada
tingkat makro dan mikro. Tingkat makro berarti mempertimbangkan koperasi
sebagai system ekonomi yang paling dekat dengan islam dibandingkan dengn
kafitalisme dan soiolisme. Hasil istimbath ini secara metodologi setelah
digunakan pendekatan ijetihat, mengingat beberap hal, adapun pendekatan itu
adalah sebagai berikut:
a. tidak daapat diterapkan Hukum koperasi dalaam nash karena ayat-ayat
alquran dan hadist tidak memberikan ketentuan secara definitive
terhadap apa yang disebut koperasi.
b. Tidak pernah ditetapkan koperasi atas dasar qiyas, mengingat nash tidak
juga memberi petunjuk cara-cara umat islam berusaha melalui bentukbentuk usaha semisal atau sejenis koperasi, yang dapat dijadikan
sandaran deduktif dalam istimbah terhadap koperasi.
Oleh karena itu hukum koperasi harus dicari atas dasar ijtihat
dengan pendekatan induktif. Hal ini dapat dipahmi dalam ayat-ayat al-quran
dan hadits yang bersifat persial, baik yang bersifat filosofis, etis, dan
petunjuk-petunjukpraktis dalam bertingkah laku sehari-hari y7ang dapat
mendasari segi-segi yang luas dari koperasi.
Secara keseluruhan memberikan pengertian

bahwa koperasi

merupakan bentuk usaha yang islamis. Induksi ini juga dikomondir oleh
pertimbangan-pertimbangan atas dasar metode penetapan Hukum
maslahah atau ishtishlah dan istihsan.

al-

12

Pada zaman sahabat yang memberikan gambaran ada kesesuaian


dengan prinsif-prinsif koperasi. Secara keseluruhan memberikan pengertian
bahwa koperasi merupakan bentuk usaha yang islami. Induksi ini juga
direkomondir oleh pertimbangan-pertimbangan atas dasar metode atas
dasarhukum muslahah atau ishtislah dan istihsan.
Penetapan hukum koperasi sebagi hal yang mubah, pada khususnya
melihat koperasi sebagai praktek muamalah. Sebagaimana diketahui bahwa
Hukum muamalah, yang mengatur hubungan kemasyarakatan, adalah mubah
atau dibolehkan selain hal-haalyang secara tegas dilarang oleh agama. Disini
terlihat bahwa cara bekerja koperasi selaras dan dapat dibenarkan dalam
agama.

C.

Syarat-syarat pendirian koperasi


Koperasi dibentuk untuk memenuhi kebutuhan anggotanya.
Indonesia adalah Negara yang berdasarkaan Hukum, makaa koperasi
merupakan salah satu bentuk kerja sama dalam usaha dapat didirikan dengan
syarat-syarat sebagai berikut:
1.

dilakukan dengan akta notaries.

2.

Disahkan oleh pemerintah.

3.

Didaftarkan dipengadilan negeri.

4.

Diumumkan dalm berita Negara.


Selama belum dilakukan pengumuman dan pendaftarn itu, pengurus

koperasi bertanggung jawab atas tindakan-tindakkan yang dilakukan atas

13

nama koperasi itu. Pimpinan koperasi adalah wakil koperasi di dalam dan di
luar pengadilan.

D.

Macam-macam koperasi.
Macam-macam koperasi dapat dilihat dari dua segi, pertama dari
segi bidang usahanya dan kedua dari segi tujuannya.
Dari segi usahanya, koperasi dapat dibagi menjadi dua macam,
yaitu:
a. koperasi yang berusaha tunggal (single purpose), yaitu koperasi yang
hanya menjalankan satu bidang usaha, seperti koperasi yang hanya
berusaha dalam bidang konsumsi, bidang kredit, atau bidang produksi.
b. Koperasi serba usaha (multi purpose) yaitu koperasi yang bebrusaha
dalam berbagai banyak bidang, seperti koperasi yang melakukan
pembelian dan penjualan.
Dari segi tujuannya koperasi dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
a. koperasi produksi, yaitu koperasi yang mengurus pembuatan
baarabg-barang yang bahan-bahannya disediakan oleh anggota
koperasi.
b. Koperasi konsumsi, yaitu koperasi yang mengurus pembelian
barang-barang guna memenuhi kebutuhan anggotanya.

14

c. Koperasi kredit, yaitu koperasi yang memberikan pertolongan


kepada anggota-anggotanya yang membutuhkan modal.

E.

Koperasi Sebagai Jalan Tengah


Menurut Dawam Rahardjo, koperasi dilahirkan dinegara kapitaalis.
Kperasi dianggap sebagai alternative terhadap system kapitalis. Koperasi
inginmenggantikan hubungaan produksi dan pertukangan yang berdasarkan
pada persaingan bebas dengan kerja sama. Akan tetapi, koperasi tidak
menggantikan system kapitalis, bahkan koperasi baik adalah koperasi yang
dapaat bekerja dan mampu bersaing dalam kerangka system kapitalis
dimana dia hidup.
Koperasi yang sering dijadikan contoh geraknya adalah koperasi
yang dikembangkaan dinegara-negara kapitalis, seperti di inggris, AS,
jerman, Australia,

denmark,

dan

swediaa.

Denmark

dan

swedia

menggunakan system kapitalis yang sudah mengalami perubaahanperubahan sehingga negaraa ini berubah menjadi Negara welfare state.
Disisi lain koperasi juga dikembaangkan dinegara sosialis atau
dapat dikatakan bahwa koperasi perbah dijadikan model yang dipakai oleh
pemerintah sosialis sebagai wahana dalam proses sosialisasi alat-alat
produksi. Di republic rakyat cina ( RRC ) koperasi penhan dijadikan sebagai
modal transisi dalam proses transformasi dari system feudal ke system
sosislis.

15

Seperti dalam Negara-negara sosialis, koperasi hanya dijadikan


model pada masa transisi. Hal ini dilaakukan karena koperasi dipandang
belum sepenuhnyaa bersifat sosialis. Di Negara kaapitaalis, kopersi
dianggap sebagai varian yang mendukung dan memperkuat system
perekonomian kapitalis kapitalis itu sendiri..

Disisi lain koperasi merupakan subsistem yang lemah, kurang


maampu bekerja diatas prinsif efisiensi sehingga koperasi pada umumnya
selalu mengharapkan uluran tangan para wiraswastawan dan pemerintah.
Setiap gerakkan koperasi yang sejati sebenarnya selalu ingin
mendasarkan diri pada kesadaran pendukungnya, yakni kesadaran
konsumen, produksen, distributor barang dan jasa, dan kesadaran
pemerintah.
F.

Hukum Pendirian Koperasi


Koperasi disebut pula syirkah taawuniyah (perseroan tolongmenonolng), terlepas apakah koperasi sudah dibahas atau pernah
disinggung-singgung oleh para ulama yang membahass syirkah maupun
tidak.
Dikaji dari segi defenisinya, koperasi merupakan perkumpulan orang
perorang dlam rangkaa pemenuhan kebutuhannya. Jika ada keuntungan atau
kerugian dibagi rata sesuai dengan besarnya modal yang ditanam meskipun
menurur Muhammad Syaltut dalam syirkah taawuniyah, tetapi pada intinya
syaltut mengikuti bahwa dalam koperasi terdapat pembagin keuntungan dan

16

pembagaian kerugian. Salah satu syaltut berpendapaat demikian ialah


karena syaltut melihat koperasi yang aada di mesir. Sementara koperasi di
Indonesia terdapat perbedaan. Dimesir karyawan dan pengurus koperasi
digaji oleh koperasi, sedangkan di Indonesia pengurus dan kaaryawan
koperasi

hanya

mendapatkan

uang

kehormatn

berdasarkan

hasil

musyawarah anggota, kecuali karyawan yang bukan merupakan anggota


koperasi.
Persekutuan adalah salah satu bentuk kerja sama yang dianjurka
syara karena dengan persekutuan berarti ada ( terdapat ) kesatuan. Dengan
kesatuan akan tercipta sebuah kekuatan shingga hendaknya kekuatan ini
digunakan untuk menegakkan sesuatu yang benar menurut syara.
Didalam al-quran surat al-maidah ayat 2 Allah SWT, berfirman:
Yang artinya:
dan tolong-menolonglah kamu dalam

( mengerjakaan )

kebajikkan dan taqwa dan jangan tolong-menolonglah dalam berbuat dosa


dan permusuhaan .
Berdasarkan pada ayat al-quran yang diatas kiranya dapt dipahami
kiranya bahwa tolong-menolong dlam kebajikkan dan dalam ketaqwaan
dianjurkan oleh allah SWT. Koperasi merupakan salah satu bentuk tolongmenolong, kerja sama, dan saling menutupi kebutuhan dan tolong-menolong
kebajikakan adalaah salaah satu wasilah untuk mencapai ketakwaan yang
sempurnah (haqa tuqatih).

17

Didalam suatu hadist yang dirawatkan oleh imam bukhori dan iman
ahmad dari anas bin malik ra bahwa rasulullah saw. Bersabda yang artinya:
Tolonglah saudaramu yang menganiaya dan dianiayanya, sahabat
bertanya ya rosulullah aku dapat menolong orang yang dianiaya, tetapi
baagaaimana menolong orang yang mengaaniaya? Rasul menjawab :
kamu tahan dan mencegahnya dari menganiaya itulah arti menolong dari
padanya.
Hadis tersebut dapat dipahami lebih luas, yaitu umat islam yang
dianjurkan untuk menolong orang-orang yang ekonominya lemah dengan
cara berkoperasi dan menolong orang-orang kaya jangan sampai mengisab
darah orang-orang miskin, seperti dengan cara mempermainkan harga,
menimbun barang, membungakan ung, danm dengan cara yang lainnya.
Menurut Fuad Mohd.Facruddin, perjanjian persoalan koperasi yang
dibentuk atas dasar kerelaan adalah sah. Mendirikan koperasi adalah
dibolehkan menurut agama islam tampa ada keraaguian apap un mengenai
halnya, selama koperasi melakukan riba atau penghasilan haram.
Tolong-menolong merupakan perbuatan yang terpuji menurut agama
islam. Salah satu bentuk tolong-menolong adalah mendirikan koperasi,
maakaa mendirika dan menjai anggota koperasi merupakan salah satu
perbuatan terpuji menurut agama islam.
G.

Koperasi mahasiswa.
Telah diketahui bahwa koperasi ada bermacam-macam: koperasi
serba usaha, koperasi produksi, koperasi simpan pinjaam, koperasi serba

18

usaha. Ditinjau dari aanggotanya, koperasi juga bermacam-macam, seperti


anggota koperasi yang didirikan untuk menutupi kebutuhan suatu
perusahaan disebut koperasi karyawan, koperasi yang didirikan untuk
memenuhi kebutuhan pelajar pada suatu sekolah disebut koperasi sekolah,
maka para anggota koperasi sekolah tersebut adalah pelajar sekolah yang
bersangkutan.
Diperguruan tunggi, baik institute ataupun perguruan tinggi atau
universitas terdapat operasi yang dikelola oleh mahasiswa. Hal ini dilakukan
untuk melayanidan memenuhi kebutuhan maahasiswa pada perguruan tinggi
tersebut. Koperasi pada perguruan tinggi disebut koperasi mahaisswa
(kopma).
Keuntungan bagi anggota koperasi maahasiswa adalah mendapatkan
keuntungan berupa barang dan uang. Keuntungan yang paling penting
adalah keuntungan spiritual (sikap kejiwaan ) antara lain:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Belajar bekerja sama antara sesama mahaiswa.


Belajar memikirkan dan memecahkan kepentingamn bersama.
Belajar hidup disiplin.
Belajar hidup tunduk pada peraturan-peraturan tertentu.
Belajaar membentuk aturan bersama dan berusaha menaatinya.
Belajar hidup jujur.
Belajar berbuat sesuatu dengan iklas untuk kepentingan umum.
Belajar hidup bertanggung jawab.
Akan mengetahui harg dan mutu barang.
Mengetahui bagaimana dan dimana memperoleh barang-barang yang

kualitasnya terjamin daan harganya relative murah.


k. Belajar hidup percaya pada diri sendiri.

19

Untuk menyelenggarakan koperasi diperguruan tinggi, diperlikan


modal, misalnya untuk membeli barang-barang konsumsi yang akan dijual,
perlengkapan warung koperasi, ongkos angkutan baraang (transportasi), dan
lain sebagainya. Menurut aturan koperasi, modal harus diusahkn sendiri
oleh para anggotanya, artinya semua aanggota koperasi pada perguruan
tinggi tersebut dikenakan iuran wajib yang sama, misalnya Rp.1000,- setiap
bulan. Cara memungutnya sebaiknya dirundingkan dahulu dengan pimpinan
tertinggi perguruan itu. Kegiatan koperasi konsumsi mahsiswa adalah:
a.

menyelenggarakan warung koperasi.

b.

Pembelian barang-barang konsumsi.

c.

Penyimpanan.

d.

Pemasarannya (penjualannya).
Dengan demikian, jelaslah bahwa modal koperasi berasal dari

seluruh anggotanya. Warung koperasi mahasiswapun merupakn milik


bersama. Hal ini berarti bahwa perguruan tinggi koperasi, baik keuangannya
maupun barangnya harus diatur sebaik-baiknya, penerimaan dan pngeluaran
uang, peredaran barang harus dapat dikontrol setiap waktu.
H.

Keuntungan koperasi syariah


Keuntungan dari koperasi adalah bunga yang dibebankan kepada
peminjam. Semakin

banyak uang yang disebaarkn semakin banyknya

keuntungan yang akan didapatkn oleh kopersi. Disamping itu, keuntungan


lainnya adalah memperoleh biaya-biaya administrasi yang dibebankan
kepada peminjam. Kemudian keuntungan juga daapat diperoleh dari hasil

20

investasi lain yang dilakukan diluar kegiatan peminjaman, misalnya


penempatan ung dalam bidang-bidang surat berharga.
Pembagian keuntungan dalam koperasi simpan ppinjam diberikan
terutama diberikan kepada peminjam yantidak pernah lalai dalam memenuhi
kewajibannya. Keuntungan akan diberikan sesuai dengan jumlah pinjaman
dalam suatu periode. Semakin besar pinjamaan, maka

pembagian

keuntungannya pun semakin besar pula, demikian pula sebaliknya.


Dapat disimpulkan bahwa keuntungan koperasi adalah sebagai
berikut:

I.

1.

biaya bunga yang dibebankan kepad peminjam.

2.

Biaya administrasi pada setiap kaali transaksi.

3.

Hasil investasi diluar kegiatan koperasi.

Pendirian koperasi Syariah


Pendirian lembaga koperasi cukup sederhana, yaitu cukup dengan
minimal 20 orang yang membuat kesepakatan dengan akte notaries,
kemudian didaftarkan dikanwil departemen. Koperasi setempat untuk
mendapatkan pengesahannya, dalaam penyusunan organisasi koperasi,
rapat pengurus menganggkat pengurus dan pengawas. Sedangkan kegiatan
sehari-hari diserahkan kepada pengelola koperasi.
Dalam kegiatan peminjaman koperasi simpan pinjam mengutamakan
pemberian pinjaman kepada paraa anggotanya dengan bunga yang murah
sekitar 12 persen setahun. Besarnya pinjaman biasanya dibatasi sampai
jumlah tertentu mengingat banyaaknya angota koperasi, sedangkan dana

21

yang tersedia biasanya terbatas. Jika memang para anggota sudah tidak
membutuhkan lagi dana dan dana masih lebih, maka tidak menutup
kemungkinan koperasi memberikan pinjaman kepadaa bukan anggota
koperasi.

22

BAB III
PENUTUP
A.

Kesimpulan
1. Koperasi syariah didasari pada kerja sama dan gotong-royong.
Koperasi syariah adalah suatu perkumpulan atau organisasi yang
beranggotakan orang perorangan atau badan Hukum yang bekerja
sama berdasarkan syariah islam dan dengan penuh kesadaran untuk
meningkatkan keksejahteraan anggota atas dasr sukarela dan
kekeluargaan.
2. Tujuan utama dibentuknya koperasi syariah ini adalah untuk
mensejaahterakan anggotanya. Indonesia adalah Negara yang
berdasarkan Hukum, mak koperasi merupakan salah satu bentuk
kerja sama untuk mendirikan suatu bentuk badan usaha dan
menciptakan lapangan pekerjaan. Tolong-menolong merupakan
perbuatan yang terpuji menurut agama islam. Salah satu bentuk
tolong-menolong adalah mendirikaan koperasi, maka mendirikan
dan menjadikan anggota koperasi merupakan salah satu perbuatan
yang terpuji menurut agama islam.

B.

Saran.
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan.
Untuk itu penulis meminta kritik dan saran kepada para pembaca yang
bersifat membangun demi kesempurnaan penyusunan makalah untuk yang

23

akan datang. Atas kritik dan saran yangb pembaca berikan penulis
mengucapkan terimakasih.

24

DAFTAR FUSTAKA
Dr.H.Suherdi, Hendi. MSI.2007.fiqih muamalah.jakarta:PT.Raja grafindo.
Ali Hasan,2004, berbagai macam transaksi dalam islam ,Jakarta:PT.raja grafindo
persada.
Kasmir,2008, bank dan lembaga keuangan lainya. jakarta: PT.Raja grafindo
persada