Anda di halaman 1dari 8

BABADOTAN

Nama

: Ervina Julia Dewi

Nim

: 151650003

Dosen

: M. Ikhwan L, S.Farm., Lc., M.Ag.Kes., Apt

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes)


KHARISMA PERSADA
D.III FARMASI
Jalan Padjajaran, Pamulang Barat, Tangerang Selatan

Tangerang Selatan
2016

BAB I

A. Deskripsi Singkat Praktikum


Kata praktikum berasal dari kata pratique (Perancis), practicus (Latin), atau
praktikos (Yunani) yang secaa harfiah berarti aktif atau prattein/prassein (Yunani)
yang berarti mengerjakan. Pengertian praktikum adalah proses pembelajaran
dimana peserta didik melakukan dan mengalami sendiri, mengikuti proses,
mengamati obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan suatu obyek,
keadaan dan proses dari materi yang di pelajari tentang gejala alam dan interaksinya.
Sehingga dapat menjawab pertanyaan bagaimana prosesnya? Terdiri unsur apa?
Cara mana yang lebih baik? Bagaimana dapat diketahui kebenerannya? Yang
semuanya didapatkan memalalui pengamatan.
Kegiatan praktikum bisa juga disebut dengan kegiatan laboratorium yang
dimana dapat di artikan pengalaman belajar siswa yang berinteraksi dengan material
sampai kepada observasi material tersebut. Kegiatan praktikum bisa di lakukan oleh
siswa secara individu atau secara kelompok. Kegiatan praktikum juga bertujuan untuk
memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan suatu fakta atau
membuktikan sendiri suatu pertanyaan atau hipotesis yang di perlukan yang ingin
diketahuinya.
Praktikum dapat di lakukan pada suatu laboratorium atau di luar laboratorium.
Praktikum mandiri di bagi menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu Pre-Test, Lab activity, dan
Post-Test, dimana pre-test yaitu dimana mahasiswa di haruskan menyerahkan laporan
pendahuluan, lalu lab activity yaitu mahasiswa mempraktekan teori-teori yang akan di
bimbing oleh pengajar, dan post test yaitu mahasiswa di haruskan menyerahkan
laporan akhir.
B. Tujuan Praktikum
a. Mengetahui cara pembuatan simplisia yang baik dan benar.
b. Mengetahui mutu simplisia daun bandotan yang baik.
c. Mengetahui pembuatan dari awal bahan mentah menjadi bahan jadi.sampai
proses pengemasan
C. Teori Dasar
Farmakognosi berasal dari bahasa Yunani dimana pharmacon (obat alam, bukan
obat sintesis) gnosis (pengetahuan) jadi farmakognosi adalah Ilmu Pengetahuan untuk

mendapatkan obat-obatan dari tumbuh-tumbuhan, hewan, dan mineral, yang


berhubungan dengan biologis, biokimia, dan ilmu perdagangan obat-obatan dan
khasiatnya. Dahulu farmakognosi merupakan salah satu mata pelajaran farmasi bagi
calon dokter. Dengan semakin maju dan berkembangnya ilmu farmasi, farmakognosi
tidak lagi di ajarkan secara khusus kepada calon dokter. Dalam bidang farmasi bagian
ini masih tetap merupakan pengetahuan penting dalam upaya menggali bahan-bahan
alami sebagai sumber obat. Farmakognosi adalah penggunaan secara menyeluruh
berbagai macam cabang ilmu pengetahuan untuk memperoleh segala segi yang perlu
diketahui tentang obat.
1. Pembuatan simplisia
Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum
mengalami perubahan apapun dan kecuali dinyatakan lain berupa bahan
yangdikeringkan.
Pengumpulan bahan baku
Kadar senyawa aktif dalam suatu simplisia tergantung pada bagian tanaman
yang digunakan, umur tanaman atau bagian tanaman saat panen, waktu panen,dan
lingkungan tempat tumbuh. Jika penanganan ataupun pengolahan simplisia tidak
benar maka mutu produk yang dihasilkan kurang berkhasiat atau kemungkinan
dapat menimbulkan toksik apabila dikonsumsi.
Sortasi basah
Sortasi basah dilakukan untuk memisahkan bahan-bahan asing yang
tidakberguna atau berbahaya dalam pembuatan simplisia Penyortiran segera
dilakukan setelah bahan selesai dipanen, bahan yang mati, tumbuh lumut ataupun
tumbuh jamur segera dipisahkan yang dimungkinkan mencemari bahan hasil
panen.

Pencucian

Pencucian bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan mengurangi mikrobamikroba yang menempel pada bahan. Pencucian harus dilakukan dalam waktu
yang sesingkat mungkin untuk menghindari larut dan terbuangnya zat yang
terkandung dalam simplisia. Pencucian harus menggunakan air bersih, seperti
air dari mata air, sumur atau PAM.
Pengubahan bentuk
Pengubahan bentuk dilakukan bertujuan untuk memperluas permukaan
sehingga lebih cepat kering tanpa pemanasan yang berlebih. Pengubahan bentuk
dilakukan dengan menggunakan pisau tajam yang terbuat dari bahan steinles.
Pengeringan
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah suhu pengeringan, kelembaban
udara,aliran udara, waktu pengeringan (cepat), dan luas permukaan bahan.
2. Deskripsi tumbuhan
Bandotan merupakan tanaman terna semusim yang berasal dari Amerika
tropis, khususnya Brazil, akan tetapi telah lama masuk dan meliar di wilayah
Nusantara. Di Indonesia, bandotan dikenal sebagai tanaman liar atau pengganggu
(gulma) yang banyak di temukan di ladang, kebun, perkarangan rumah, tanggul,
tepi jalan, atau di sekitar saluran air pada ketinggian 1-2100 m dpl. Terna ini
berbunga sepanjang tahun dan dapat menghasilkan hingga 40.000 biji per individu
tumbuhan. Karenanya, gulma inidirasakan cukup mengganggu di perkebunan.
3. Klasifikasi ilmiah
a. Nama tumbuhan :
b. Nama latin :
c. Kingdom :
d. Divisi :
e. Subdivisi :
f. Kelas :
g. Famili :
Apiaceae :
Genus :
Spesies :

D. Morfologi dan anatomi

Bandotan tergolong ke dalam terna semusim tegak atau bagian bawahnya


berbaring, tingginya sekitar 30-90 cm, dan beracabang. Batangnya bulat berambut
panjang, jika menyentuh tanah akan mengeluarkan akar. Daunnya bertangkai,
letaknya saling berhadapan dan bersilang (compositae), helaian daun bulat telur
dengan pangkal membulat dan ujung runcing, tepi bergerigi panjang 1-10 cm, lebar
0,5-6 cm, kedua permukaan daun berambut panjang dengan kelenjar yang terletak di
permukaan bawah daun , warnanya hijau.
Akar tumbuhan bandotan ini adalah berakar tunggang dan tumbuhan bandotan
ini merupakan tumbuhan dikotil. Bunganya bermajemuk berkumpul 3 atau lebih,
berbentuk malai rata yang keluar darinujung tangkai, warnanya putih. Panjang
bonggol bunga 6-8 mm, dengan tangkau yang berambut. Buahnya berwarna hitam
dan bentuknya kecil. Jika daunnya telah layu dan membusuk, tumbuhan ini akan
mengeluarkan bau tidak enak.
E.
F.
G.
H.
I.
J.
K.
L.

Asal tumbuhan
Tempat tumbuh
Budidaya
Sejarah
Penggunaan
Manfaat kesehatan
Manfaat di bidang lain
Informasi lainnya

BAB II
A. Alat Dan Bahan
B. Cara Kerja

BAB III
A. Hasil Praktikum

BAB IV
A. Pembahasan