Anda di halaman 1dari 14

1

BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Laboratorium yang sering disingkat lab, adalah tempat dilakukannya riset
(penelitian) ilmiah, eksperimen (percobaan), pengukuran ataupun pelatihan ilmiah. Pada
umumnya, laboratorium dirancang untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan
tersebut secara terkendali.
Dalam laboratorium, Penataan peralatan di bengkel bertujuan untuk mendapatkan
suatu keuntungan yang maksimal dengan cara mengatur peralatan/penempatan semua
fasilitas pada tempat/lokasi yang strategis dan posisi yang terbaik sehingga dapat mencapai
pemanfaatan yang berimbang dari faktor-faktor manusia, bahan, peralatan/mesin dan
pendanaan akan merupakan sesuatu yang sangat dominan dan selalu harus menjadi
perhatian dalam menyelenggarakan suatu kegiatan, tidak terkecuali dalam kegiatan
penataan dengan maksud agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan.Tata letak peralatan
adalah suatu bentuk usaha pengaturan penempatan peralatan di bengkel/laboratorium,
sehingga bengkel/laboratorium tersebut berwujud dan memenuhi persyaratan-persyaratan
untuk beroperasi.
Kata pengaturan

mengandung makna yang sangat luas, yaitu bahwa dalam

mewujudkan suatu bengkel/laboratorium yang layak operasi diperlukan penempatan


peralatan yang tersusun rapih yang berdasar kepada proses dan langkah-langkah
penggunaan / aktifitas dalam bengkel/laboratorium yang diharapkan, begitu pula dengan
daerah kerja (work stations) harus memiliki luas yang memungkinkan pekerja/operator
dapat bergerak bebas, aman dan nyaman, di samping lalu lintas bahan yang akan
digunakan dapat sampai ke tempat kerja dengan mudah/lancar.
2. RUMUSSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan laboratorium?
2. Bagaimana tata letak yang baik untuk laboratorium?

3. Apa saja prinsip tata letak pada laboratorium?


3. TUJUAN
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud laboratorium
2. Untuk mengetahui tata letak yang baik suatu laboratorium
3. Untuk mengetahui apa saja prinsip-prinsip tata letak pada lanoratorium

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian laboratorium
Laboratorium yang sering disingkat lab, adalah tempat dilakukannya riset
(penelitian) ilmiah, eksperimen (percobaan), pengukuran ataupun pelatihan ilmiah.Pada
umumnya, laboratorium dirancang untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan
tersebut secara terkendali.
Laboratorium dan jenis peralatannya merupakan sarana dan prasana penting untuk
penunjang proses pembelajaran di sekolah. Dikemukakan pada PP Nomor 19 Tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 42 ayat (2) serta Pasal 43 ayat (1) dan
ayat (2) bahwa:

Pasal 42 (2):
Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang

kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang
perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin,
instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat
berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran
yang teratur dan berkelanjutan.

Pasal 43
(1) Standar keragaman

jenis peralatan laboratorium, laboratorium bahasa,

laboratorium komputer, dan peralatan pembelajaran lain pada satuan pendidikan


dinyatakan dalam daftar yang berisi jenis minimal peralatan yang harus tersedia.
(2) Standar jumlah peralatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dinyatakan
dalam rasio minimal jumlah peralatan perpeserta didik.

Untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas, laboratorium harus dikelola dan


dimanfaatkan dengan baik. Sebagus dan selengkap apapun suatu laboratorium tidak akan
berarti apa-apa bila tidak ditunjang oleh manajemen yang baik.
Anonim menjelaskan (2003), bahwa fungsi dari laboratorium adalah sebagai berikut :
1.

Laboratorium sebagai sumber belajar


Tujuan pembelajaran dengan banyak variasi dapat digali, diungkapkan, dan
dikembangkan

dari

laboratorium.Laboratorium

sebagai

sumber

untuk

memecahkan masalah atau melakukan percobaan. Berbagai masalah yang


berkaitan dengan tujuan pembelajaran terdiri dari 3 ranah yakni: ranah
2.

pengetahuan, ranah sikap, dan ranah keterampilan/afektif.


Laboratorium sebagai metode pembelajaran
Di dalam laboratorium terdapat dua metode dalam pembelajaran yakni metode

3.

percobaan dan metode pengamatan


Laboratorium sebagai prasarana pendidikan
Laboratorium sebagai prasarana pendidikan atau wadah proses pembelajaran.
Laboratorium terdiri dari ruang yang dilengkapi dengan berbagai perlengkapan
dengan bermacam-macam kondisi yang dapat dikendalikan, khususnya peralatan
untuk melakukan percobaan.
Peranan Laboratorium Sekolah
Guru sangat dituntut dalam kreatifitas membuat alat-alat sederhana yang mampu
menjelaskan teori dan konsep, sesuai dengan peralatan yang ada dan kondisi daerahnya
agar tervisualisasi sehingga mudah dipahami dan dimengerti siswanya. Untuk itu peranan
laboratorium menjadi sangat penting, karena laboratorium merupakan pusat proses belajar
mengajar untuk mengadakan percobaan, penyelidikan atau penelitian (Ar1, 2007).
Adapun peranan laboratorium sekolah antara lain :
1. Laboratorium sekolah sebagai tempat timbulnya berbagai masalah sekaligus sebagai
tempat untuk memecahkan masalah tersebut.
2. Laboratorium sekolah sebagai tempat untuk melatih keterampilan serta kebiasaan
menemukan suatu masalah dan sikap teliti.

3. Laboratorium sekolah sebagai tempat yang dapat mendorong semangat peserta didik
untuk memperdalam pengertian dari suatu fakta yang diselidiki atau diamatinya.
4. Laboratorium sekolah berfungsi pula sebagai tempat untuk melatih peserta didik
bersikap cermat, bersikap sabar dan jujur, serta berpikir kritis dan cekatan.
5. Laboratorium sebagai tempat bagi para peserta didik untuk mengembangkan ilmu
pengetahuannya (Emha, 2002).
A. TATA LETAK/LAYOUT BENGKEL/LABORATORIUM
Tata letak peralatan adalah suatu bentuk usaha pengaturan penempatan peralatan di
bengkel/laboratorium, sehingga bengkel/laboratorium tersebut berwujud dan memenuhi
persyaratan-persyaratan untuk beroperasi.
Kata pengaturan dalam kalimat di atas mengandung makna yang sangat luas, yaitu
bahwa dalam mewujudkan suatu bengkel/laboratorium yang layak operasi diperlukan
penempatan peralatan yang tersusun rapih yang berdasar kepada proses dan langkahlangkah penggunaan / aktifitas dalam bengkel/laboratorium yang diharapkan, begitu pula
dengan daerah kerja (work stations) harus memiliki luas yang memungkinkan
pekerja/operator dapat bergerak bebas, aman dan nyaman, di samping lalu lintas bahan
yang akan digunakan dapat sampai ke tempat kerja dengan mudah/lancar.
Tujuan Tata Letak bengkel/laboratorium
Penataan peralatan di bengkel bertujuan untuk mendapatkan suatu keuntungan yang
maksimal dengan cara mengatur peralatan/penempatan semua fasilitas pada tempat/lokasi
yang strategis dan posisi yang terbaik sehingga dapat mencapai pemanfaatan yang
berimbang dari faktor-faktor manusia, bahan, peralatan/mesin dan pendanaan akan
merupakan sesuatu yang sangat dominan dan selalu harus menjadi perhatian dalam
menyelenggarakan suatu kegiatan, tidak terkecuali dalam kegiatan penataan dengan
maksud agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
Dengan perkataan lain bahwa penataan peralatan dalam bengkel, laboratorium
merupakan suatu usaha untuk meningkatkan kelancaran di dalam berproduksi dalam hal ini
adalah kelancaran kegiatan Belajar Mengajar.
Lebih terinci lagi bahwa penataan memiliki tujuan sebagai berikut :

1. Mengurangi hambatan dalam upaya melaksanakan suatu pekerjaan yang


2.
3.
4.
5.

menjadi tanggung jawabnya


Memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pekerja/operator
Memaksimalkan penggunaan peralatan
Memberikan hasil yang maksimal dengan pendanaan yang minimal
Mempermudah pengawasan

B. Prinsip-prinsip penataan bengkel/laboratorium


Banyak diantaran para pengelola bengkel/laboratorium yang melaksanakan penataan
bengkelnya di sekolah, mengabaikan prinsip prinsip penting penataan bengkel, dan
menganggapnya tidak begitu penting untuk diperhatikan.
Beberapa prinsip penataan yang sering terabaikan diantaranya :
1. Anak anak yang melakukan kegiatan sama sekali jangan diberikan
keleluasaan mencampuri kegiatan anak yang lainnya yang juga sedang
melaksanakan kegiatan, terkecuali diinstruksikan oleh guru prakteknya seperti
kerja berkelompok.
2. Alur lalu lintas di dalam bengkel harus ditentukan sejalan dengan pelaksanaan
perencanaan tata letak peralatan.
3. Peralatan harus disusun dan diatur dengan berpedoman pada aturan- aturan
keselamatan/kesehatan kerja dan dapat memperlancar lalu lintas barang.
4. Daerah bengkel/laboratorium yang gelap dapat digunakan, tapi hanya untuk
tujuan-tujuan tertentu yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar
praktek/materi pelajaran praktek.
Prinsip pertama dengan prinsip yang kedua sangat erat hubungannya, mungkin
dapat direncanakan secara bersamaan.
Adapun untuk prinsip tersebut di bawah ini akan dijelaskan prinsip pengaturan
daerah kerja dan lalulintas atau biasa disebut work station (daerah kerja) dan garis kerja.
Peralatan yang ditata di bengkel, laboratorium

meliputi alat-alat utama, alat-alat

kelengkapan, alat-alat penunjang, bahan praktek dan sebagainya.


Penyusunan tata letak peralatan tidak ada ketentuan yang baku, tapi disarankan agar
hal-hal berikut diperhatikan :
1. Memberikan kemudahan untuk bergerak
2. Menjamin keselamatan kerja

3. Memberikan peluang untuk pemeliharaan


4. Memanfaatkan penerangan alami semaksimal mungkin
5. Peralatan atau mesin terlihat rapi dalam penataan letak peralatan atau mesin
ada beberapa sistem antara lain penataan berdasarkan alur proses kerja atau
pengerjaan suatu jenis pearalatan
6. Penataan berdasarkan jenis, ukuran, maupun keseragaman peralatan
Disamping itu penempatan ruang alat (tool room) agar mudah dan dekat dijangkau
dari segala penjuru bengkel, laboratorium , misalnya tool room agak ditengah-tengah
bengkel, laboratorium, demikian juga gudang bahan perlu ditempatkan dilokasi yang aman
tetapi mudah dijangkau.

Standar Ruangan yang harus dimiliki oleh sebuah laboratorium

1.

Ruang untuk kegiatan belajar mengajar harus memiliki rasio minimal 2,4
m2/peserta didik.

2.

Ruang persiapan adalah tempat guru dan staff laboratorium melakukan persiapan
sebelum melakukan suatu kegiatan. Luas ruangan yang harus disediakan kurang lebih 20
m.

3.

Ruang gudang adalah tempat untuk menyimpan persediaan alat-alat atau bahanbahan yang ada di laboratorium. Minim luas gudang yang harus disediakan adalah
kurang lebih 20 m.

4.

Ruangan harus memiliki pintu, jendela dan lantai. Pintu laboratorium harus lebar
agar mudah memasukkan perabot dan pintu juga harus ada dua yaitu pintu masuk dan
pintu darurat, pintu ini digunakan untuk jalan lain apabila terjadi kecelakaan,misalnya
kebakaran,kecelakaan kerja,dll. Jendela dan ventilasi harus dapat membuka keluar (jika
ruangan tanpa AC) agar tidak mengganggu kegiatan didalam laboratorium. Lantai
laboratorium harus rata dan tidak licin agar tidak mudah tebakar.

Beberapa macam perabot yang harus ada dalam laboratorium

1.

Meja yang digunakan untuk kegiatan siswa dilaboratorium. Ukuran minim


tingginya 70 cm.

2.

Kursi siswa tanpa sandaran dengan tinggi kursi 50 cm agar mudah dipindahkan dan
memungkinkan siswa mudah bergerak.

3.

Meja demonstrasi dengan ukuran tinggi meja 90 cm, dengan panjangnya 190 -200
cm yang dilengkapi dengan listrik dan bak cuci. Fungsi meja demonstrasi untuk
melakukan kegiatan jika guru mengajar dengan metode demonstrasi.

4.

Meja dinding dibuat secara permanen dengan bagian atas terbuat dari keramik dan
bagian bawah dibuat lemari dengan pintu kecil yang berlubang agar tidak lembab.

5.

Meja kerja guru dengan ukuran minimal tinggi 90 cm, lebar 100 cm, panjang 120
cm.

6.

Lemari untuk menyimpan barang-barang dan menjaga agar peralatan lab tidak
lembab

C. Instalasi Listrik
Kebutuhan instalasi listrik dalam laboratorium adalah untuk :
1. Memberikan penerangan di semua ruangan laboratorium yaitu di ruang praktikum,
di ruang guru, di ruang persiapan, dan di ruang penyimpanan atau gudang.
2. Memfasilitasi proses pembelajaran di laboratorium yaitu demonstrasi eksperimen
dan penelitian, atau penggunaan OHP, LCD, dan amplifier.
3. Memfasilitasi pekerjaan administrasi laboratorium yaitu untuk pemasangan mesin
tik elektronik atau computer.
4. Komponen instalasi listrik laboratorium dapat terdiri dari jaringan kabel, sikring,
lampu, saklar dan stop kontak. Lebih baik kalau dilengkapi dengan stabiliser.
5. Jaringan instalasi listrik di laboratorium dapat dipasang pada langit-langit ruangan,
dinding ruangan, lantai, meja praktikum, meja demonstrasi, dan meja persiapan.
Instalasi Air
Kebutuhan instalasi air di laboratorium adalah untuk keperluan proses
pembelajaran yaitu eksperimen dan demonstrasi, merawat dan memelihara alat-alat
laboratorium yang dapat dibersihkan dengan air, memelihara kebersihan laboratorium, dan
untuk mencuci tangan.

Komponen instalasi air terdiri dari saluran air bersih dari sumbernya kedalam
laboratorium, saluran air buangan (limbah), dan bak cuci lengkap dengan kran airnya.
Mebelair
Perlengkapan yang berupa mebelar harus diperhatikan kualitas dan ukurannya.
Misalnya untuk meja perlu diperhatikan ketinggiannya. Umumnya meja siswa / mahasiswa
ukuran tingginya 70-75 cm. Meja guru / dosen atau meja demonstrasi harus lebih tinggi
dari meja siswa, agar sewaktu demonstrasi dapat terlihat sampai ke meja siswa paling
belakang. Kursi laboratorium apabila memungkinkan ketinggiannya dapat diatur, sehingga
siswa / mahasiswa dapat menyesuaikan dengan jenis kegitan praktikum / percobaan. Meja
samping yang biasa dipakai untuk menyimpan alat-alat yang menetap umumnya terbuat
dari cor beton.Namun demikian dapat juga meja samping tersebut dibuat dari bahan kayu
keras.Bagian bawah meja samping dapat sekaligus digunakan sebagai lemari.
Ukuran meja samping panjangnya bervariasi sesuai kebutuhan, sedangkan lebarnya
antara 50 cm sampai 60 cm dengan ukuran tinggi 70cm -75 cm. Demikian halnya meja
untuk timbangan harus rata dan tidak mudah bergetar atau goyang. Meja timbangan ini
sangat cocok dibuat dari cor beton atau dari bahan kayu keras yang tebal.Lemari alat dan
bahan hendaknya memiliki tahapan (shelve) yang dapat diubah-ubah posisinya agar
memudahkan dalam menata alat-alat yang bervariasi ukurannya.Adakalanya dibutuhkan
suatu lemari yang khusus digunakan untuk menyimpan mikroskop dan alat optik
lainnya.Lemari mikroskop dibuat dengan tahapan (shelve) yang kokoh dan datar yang
dapat dibuat dari bahan logam atau kayu keras.Ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan
atau jumlah mikroskop yang dimiliki. Hal yang perlu diperhatikan untuk lemari mikroskop
tersebut adalah diusahakan tidak lembab agar terhindar dari jamur[7].
Selain fasilitas di atas, laboratorium yang baik harus dilengkapi dengan berbagai
fasilitas untuk memudahkan pemakai laboratorium dalam melakukan aktivitasnya.Fasilitas
tersebut ada yang berupa fasilitas umum (utilities) dan fasilitas khusus.Fasilitas umum
merupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh semua pemakai laboratorium contohnya
penerangan, ventilasi, air, bak cuci (sinks), aliran listrik, gas. Fasilitas khusus berupa

10

peralatan dan mebelair, contohnya meja siswa/mahasiswa, meja guru/dosen, kursi, papan
tulis, lemari alat, lemari bahan, dan ruang timbang, lemari asam, perlengkapan P3K,
pemadam kebakaran dll[8].
Penerangan
Ruang laboratorium harus memiliki pengatur penerangan yang dapat diubah-ubah
sesuai kebutuhan. Sumber cahaya dapat berasal dari cahaya matahari atau dari listrik.
Ventilasi
Laboratorium membutuhkan ventilasi yang baik.

11

LAMPIRAN

12

KETERANGAN :
D.
E.
F.
G.

Ukuran ruangan 12x15


Terdapat 1 pintu
1 meja dosen yang berada di depan dan berada dibagian tengah
Terdapat meja yang cukup panjang dan memadai untuk proses pembelajaran
(biasanya meja ini berfungsi untuk memotong kain, kertas dan menggambar,
keserasian meja dengan kursinya juga cukuo baik, sehingga posisi kita tetap
sempurna dan merasa nyaman ketika belajar, demikian dengan meja yang panjang

membuat pengguna bisa leluasa dalam mengerjakan tugasnya)


H. Terdapat proyektor yang terletak di bagian atas depan
I. Terdapat 2 papan tulis yang terletak dibagian depan kanan dan kiri
J. Terdapat 4 ventilasi di bagian kiri ruangan yang tertutup plastic dan bisa dibuka
kapan saja ketika terjadi pemadaman listrik
K. 5 AC (2 AC diletakkan dibagian depan kiri dan kanan, 2 AC terdapat dibagian
belakang sebelah kiri)
L. Terdapat P3K dan tabung pemadaman yang terletak dibagian belakang ruangan
M. Terdapat loker berukuran 4x3 yang terdapat dibagian belakang ruangan dan
disamping pintu
SUASANA LABORATORIUM

Lampu laboratorium harus cukup memberikan penerangan. Sehingga pengguna


bisa belajar dengan baik dan lancer meskipun suasana diluar tidak begitu
terang. Penempatan lampu tidak menggantung dan berada di atas sehingga

memberikan penerangan secara menyeluruh.


Penempatan kursi di laboratorium tertata rapi. Demikian juga dengan suasana

yang tidak membuat gerah karna AC yang memadai


LCD yang membuat siswa mudah untuk belajar dan berinteraksi dengan dosen

13

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Laboratorium yang sering disingkat lab, adalah tempat dilakukannya riset
(penelitian) ilmiah, eksperimen (percobaan), pengukuran ataupun pelatihan
ilmiah.Pada

umumnya,

laboratorium

dirancang

untuk

memungkinkan

dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali.


TATA LETAK/LAYOUT BENGKEL/LABORATORIUM
Tata letak peralatan adalah suatu bentuk usaha pengaturan penempatan
peralatan di bengkel/laboratorium, sehingga bengkel/laboratorium tersebut
berwujud dan memenuhi persyaratan-persyaratan untuk beroperasi.
Kata pengaturan dalam kalimat di atas mengandung makna yang sangat
luas, yaitu bahwa dalam mewujudkan suatu bengkel/laboratorium yang layak
operasi diperlukan penempatan peralatan yang tersusun rapih yang berdasar
kepada

proses

dan

langkah-langkah

penggunaan

aktifitas

dalam

bengkel/laboratorium yang diharapkan, begitu pula dengan daerah kerja (work


stations) harus memiliki luas yang memungkinkan pekerja/operator dapat
bergerak bebas, aman dan nyaman, di samping lalu lintas bahan yang akan
digunakan dapat sampai ke tempat kerja dengan mudah/lancar.

14

DAFTAR PUSTAKA
http://manajemenbengkel.blogspot.co.id/2011/11/tata-letaklayoutbengkellaboratorium.html
https://wanmustafa.wordpress.com/2011/06/12/pengertian-dan-fungsi-laboratorium/
http://www.perkuliahan.com/makalah-manajemen-laboratorium/
http://pj-fisika.blogspot.co.id/2012/11/pengelolaan-laboratorium.html