Anda di halaman 1dari 12

CATATAN :

Laporan Soft Copy dikirim ke atikahridhowati@yahoo.com pukul 8.00


WIB, 6 hari setelah praktikum dilaksanakan.

Laporan dikumpulkan ke Bu Cindy (print hardcopy di loker Bu Cindy dan


softcopy cindydianita@yahoo.com) maksimal 7 hari setelah praktikum
dilakukan. Dengan catatan, softcopy telah diperiksa oleh Asisten terlebih
dahulu, dan diperbolehkan untuk diberikan ke Bu Cindy oleh Asisten (Hal
ini dilakukan untuk menghindari laporan yang sama/mirip).
FORMAT LAPORAN PRAKTIKUM UOP 1 KONDUKSI

COVER
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Tujuan Percobaan
BAB II. LANDASAN TEORI
BAB III. PEMBAHASAN
3.1. Data Pengamatan
3.1.1. Unit 2
3.1.2. Unit 3
3.2. Pengolahan Data
3.2.1. Unit 2
3.2.2. Unit 3
3.3. Analisis
3.3.1. Analisis Percobaan
3.3.1.1. Unit 2
3.3.1.2. Unit 3
3.3.2. Analisis Data
3.3.2.1. Unit 2
3.3.2.2. Unit 3
3.3.3. Analisis Perhitungan dan Hasil

3.3.3.1. Unit 2
3.3.3.2. Unit 3
3.3.4. Analisis Kesalahan
BAB IV. PENUTUP
4.1. Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
CONTOH BAB III PEMBAHASAN
3.1
Data Pengamatan
3.3.1 UNIT 2
Run Volume air (ml)
78
1
79
2
78
3

Waktu (sekon)
10
10
10

Node

Percobaan I
Percobaan II
Temperatur T1 node Temperatur
T2
air keluar
(mV)
air keluar
node
o
o
( C)
( C)
(mV)
30.8
6.127
30.7
7.381
1
31
3.548
30.5
4.392
2
30.6
1.621
30.1
2.002
3
30.8
1.419
30.4
1.726
4
30.9
1.218
30.4
1.449
5
30.5
1.153
30.6
1.221
6
31.1
0.806
30.3
0.834
7
30.9
0.624
30.3
0.638
8
30.4
0.454
29.7
0.461
9
30.7
0.289
30.7
0.289
10
*Ket : waktu penghitungan antar node = 1 menit
3.3.2 UNIT 3
Run

Volume air (ml)

t (sekon)

60.8

10

58.5

10

60.9

10

Node
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Percobaan I
Percobaan II
Temperatur air
T1 node
Temperatur air T2 node
o
keluar ( C)
(mV)
keluar (oC)
(mV)
35.8
3.643
35.4
3.538
35.8
3.182
35.5
3.114
35.4
2.751
35.3
2.692
35.5
2.387
35.6
2.329
35.8
2.065
35.2
2.011
35.8
1.802
35.5
1.716
35.5
1.534
35.3
1.506
35.7
1.303
35.4
1.287
35.7
1.113
35.4
1.105
35.5
0.929
35.5
0.929
*Ket : waktu penghitungan antar node = 1 menit

3.2 Pengolahan Data


3.2.1 UNIT 2
Berikut merupakan pengolahan data berdasarkan data-data yang diperoleh
dari unit 2
1. Mengubah T1 dan T2 yang satuannya mV menjadi satuan C, dengan
menggunakan persamaan:

Node
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

() = [24.82 ()] + 29.74


Selain itu, juga dihitung Tavg node dan Tavg air untuk setiap node, sehingga
diperoleh hasil sebagai berikut:
Temperatur air
Temperatur node
Temperatur node
T avg
keluar (C)
(mV)
(C)
Dx
T air
I
II
I
II
I
II
T node
keluar
30,8
30,7
6,127
7,381
181,812
212,936 0,183
30,75
6,754
31
30,5
3,548
4,392
117,801
138,749 0,025
30,75
3,970
30,6
30,1
1,621
2,002
69,973
79,430 0,057
30,35
1,812
30,8
30,4
1,419
1,726
64,960
72,579 0,045
30,6
1,573
30,9
30,4
1,218
1,449
59,971
65,704 0,045
30,65
1,334
30,5
30,6
1,153
1,221
58,357
60,045 0,045
30,55
1,187
31,1
30,3
0,806
0,834
49,745
50,440 0,035
30,7
0,820
30,9
30,3
0,624
0,638
45,228
45,575 0,027
30,6
0,631
30,4
29,7
0,454
0,461
41,008
41,182 0,045
30,05
0,458
30,7
30,7
0,289
0,289
36,913
36,913 0,045
30,7
0,289
2. Menghitung laju alir massa

Laju alir massa diperoleh dengan menghitung debit selama 10 detik dalam 3
kali percobaan
Run
1
2
3

Volume air (ml)


78
79
78

Waktu (sekon)
10
10
10

Rata-rata volume air dalam waktu 10 detik = 78.3 ml

Lalu menghitung laju alir massa

dengan menggunakan = 1000 kg/m3

3. Menghitung nilai konduktivitas (k)


Nilai k untuk masing-masing bahan penyusun node dengan menggunakan azas
Black yaitu kalor yang diterima sama dengan kalor yang dilepaskan, secara
matematis ditunjukkan oleh persamaan berikut:

Dengan:
= konstanta perpindahan panas (4200 J/(kg.C))
= perbedaan temperatur air di tiap node
= luas permukaan logam (7.9 x 10-4 m2)
= beda suhu logam pada tiap node
= jarak antar node
Berdasarkan data dan perhitungan :

Cp = 4200 J/kg,
Diameter = 3.18 cm
Luas permukaan (A) unit 2 = 0.000794

Node

dx

T air
in (oC)

1-2

0,025

28

T air
out
(oC)
30,75

dT1
(oC)

dT2
(oC)

dTavg
(oC)

64,011 74,187 69,099

k (W/moC)
41,209

3-4
4-5
5-6
7-8
8-9
9-10
Nilai k
berikut:

0,045
28
30,48 5,013 6,851
0.045
28
30,625 4,989 6,875
0,045
28
30,60 1,614 5,659
0,027
28
30,65 4,517 4,865
0,045
28
30,33 4,220 4,393
0,045
28
30,38 4,095 4,269
untuk masing-masing node dapat dihitung

5,932
777,637
5,932
824,767
3,636
1332,579
4,691
1052,891
4,307
603,744
4,182
1058,480
dengan menggunakan cara

a.
kavg baja
= k node 1-2
b.
kavg alumunium
= (k node 3-4 + k node 4-5 + k
node 5-6)/3
c.
kavg magnesium
= (k node 7-8 + k node 8-9 + k
node 9-10)/3 Maka nilai k rata-rata untuk tiap bahan adalah:
k avg
Node
Bahan
k (W/moC)
(W/moC)
1-2
Baja
41,209
41,209
3-4
777,637
978,328
Aluminium
4-5
824,767
5-6
1332,579
7-8
1052,891
8-9
Magnesium
603,744
905,038
9-10
1058,480
4. Menghitung persentase kesalahan relatif (% KR)
Dengan nilai k yang didapatkan diatas, kita dapat mencari nilai rata-rata k untuk
tiap jenis bahan pada node untuk dibandingkan dengan nilai k literaturnya
Nilai kesalahan literatur dapat dicari dengan menggunakan persamaan:

Nilai kesalahan literatur untuk setiap node pun didapatkan sebagai berikut:
Node
Bahan
k (W/moC)
k avg
k literature
% KR
1-2
Baja
41,209
41,209
72
42,765
3-4
777,637
4-5

Aluminium

5-6
7-8
8-9
9-10

824,767

978,328

202

384,321

905,038

158.24

471,940

1332,579
1052,891
Magnesium

603,744
1058,480

5. Membuat profil suhu node () dan profil suhu air keluaran ( )


terhadap (jarak node terhadap pemanas unit 2) :

Node

L (m)

T avg (oC)

T avg air (oC)

0,183

197,374

30,75

2
3
4
5
6
7
8

0,208
0,265
0,31
0,355
0,4
0,435
0,462

128,275
74,7015
68,7695
62,8375
59,201
50,0925
45,4015

30,75
30,35
30,6
30,65
30,55
30,7
30,6

9
10

0,507
0,552

41,095
36,913

30,05
30,7

Grafik 1. Suhu node dan suhu air keluaran terhadap jarak node

6. Menghitung nilai koefisien kontak (hc) pada Unit 2


Dengan asumsi bahwa fluida yang terperangkap di dalam ruang kosong adalah
udara, sehingga harga kf sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai kA dan kB.
Maka nilai hc dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

dengan satuan m2 oC/watt, dimana


Lg
: Tebal ruang kosong antara A dan B (Lg = 5m)

kf

: Konduktivitas fluida dalam ruang kosong (udara = 1)

: Luas penampang total batang

Ac

: Luas penampang batang yang kontak (Ac = 0,5A)

Av

: Luas penampang batang yang tidak kontak

hc stainless steel dan alumunium (perhitungan)

hc = 8008671.99
hc stainless steel dan alumunium (literatur)

hc = 10724363.64
hc alumunium dan magnesium (perhitungan)

hc = 94125698.29
hc alumunium dan magnesium (literatur)

hc = 17746213.64 Dengan kesalahan literatur :

Sehingga diperoleh kesalahan literatur masing-masing logam yang kontak


adalah: KR hc stainless steel dan alumunium (hc literatur =
10724363.64)

KR hc alumunium dan magnesium (hc literatur = 17746213.64)

7. Menghitung nilai dari


, dan
Berdasarkan persaamaan di bawah ini :

Informasi-informasi yang harus kita ketahui antara lain :


- = 7.83 103
- = 4200 (. )
- = 28
- Node 1-2
= 30,75
- Node 3-6
= 30,568
- Node 7-10
= 30.453
- diameter () logam sebesar 3,18
- Luas permukaan

Node

Q air (J)

12
3- 6
7 10

90,44
84,45
80,67

Q bahan
(J)
158.05
18,42
14,16

Q loss (J)
67,61
-66.03
-66,51

8. Menghitung nilai dan


Membuat grafik k vs T node avg (menggunakan metode least square) dengan
menggunakan data k dan T nodeavg dari aluminium dan magnesium berdasarkan
rumus :
= 0(1 + )
= 0 + 0. .

= +
Sehingga diperoleh grafik sebagai berikut:

Grafik suhu node rerata terhadap k


1400
1200
y = 267.16x - 268.69
R = 0.0738

1000
800
600

y = -231.44x + 2174.1
R = 0.9941

400
200
0
0

1
Alumnium

terhadap k Dari

4
T(oC)
Magnesium
Linear (Alumnium)
Grafik 2. Suhu node rata-rata

6
Linear (Magnesium)

grafik diperoleh persamaan sebagai

berikut:
Alumunium = 231,44 + 2174,1
Magnesium = 267,16 268,69
Sehingga nilai 0 dan untuk Alumunium dan Magnesium adalah sebagai
berikut:
Alumunium (Al)
= 0 = 2174,1
= 0. = 231,44

Magnesium (Mg)
= 0 = 268,69
= 0. = 267,16

3.2.2 UNIT 3
Berikut adalah algoritma perhitungan pada unit 3
Pada tabel data, hanya diketahui temperature inlet dan outlet dari cooling
water. Oleh karena itu, diperlukan sebuah konversi untuk mengubah tekanan
menjadi satuan suhu Celcius.
1. Mengubah temperature node yang masih dalam sinyal tegangan
menjadi satuan oC dengan menggunakan rumus:

Node

() = [24.82 ()] + 29.74


2. Kemudian menggabungkan semua informasi mengenai suhu menjadi
satu tabel
T1 node T2 node T1 node T2 node
T node T1 out T2 out
T out air
o
o
o
o
o
(mV)
(mV)
( C)
( C)
Avg( C) air( C) air( C)
Avg(oC)

3.643

3.538

115.1393

112.533

113.836

35.8

35.4

35.6

2
3
4
5
6
7
8
9
10

3.182
2.751
2.387
2.065
1.802
1.534
1.303
1.113
0.929

3.114
2.692
2.329
2.011
1.716
1.506
1.287
1.105
0.929

103.6972
92.99982
83.96534
75.9733
69.44564
62.79388
57.06046
52.34466
47.77778

102.009
91.5354
82.5258
74.633
67.3111
62.0989
56.6633
52.1461
47.7778

102.853
92.2676
83.2456
75.3032
68.3784
62.4464
56.8619
52.2454
47.7778

35.8
35.4
35.5
35.8
35.8
35.5
35.7
35.7
35.5

35.5
35.3
35.6
35.2
35.5
35.3
35.4
35.4
35.5

35.65
35.35
35.55
35.5
35.65
35.4
35.55
35.55
35.5

3. Menghitung laju alir massa dengan menghitung laju alir volume dan
mengalikannya dengan densitas air yaitu 1000 kg/m3
Q
Massa
Volume
t
Volume
Q
ratarata
Air
Percobaan
air (ml) (sekon) Air (m3)
(kg/s)
(kg/s)
(kg)
1

60.8

10

0.0000608

0.0608

0.00608

58.5

10

0.0000585

0.0585

0.00585 0.006007

60.9

10

0.0000609

0.0609

0.00609

4. Menghitung selisih jarak dan luas tiap node


Terjadi pengurangan besar jari jari node, dengan efek luas per node yang
akan memiliki perbedaan. Melalui informasi pada modul yang menyatakan
diameter akhir node adalah 5.04 cm dengan diameter awal mencapai 2.55
cm. Sehingga dapat diketahui penurunan besar jari jari adalah sebagai
berikut:

Besar jari-jari dan luas dari setiap node kemudian dapat dituliskan sebagai
berikut :

Node
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1

dx
0.025
0.025
0.025
0.025
0.025
0.025
0.025
0.025
0.025
0.025

dr (m)
0.00113
0.00113
0.00113
0.00113
0.00113
0.00113
0.00113
0.00113
0.00113
0.00113

r (m)
0.025
0.023868
0.022736
0.021605
0.020473
0.019341
0.018209
0.017077
0.015945
0.014814

A (m2)
0.001963
0.001789
0.001623
0.001466
0.001316
0.001175
0.001041
0.000916
0.000798
0.000689

5. Menghitung nilai k
Nilai k dapat dihitung menggunakan asas black yaitu:

Diketahui data data pendukung rumus adalah sebagai berikut


0.006007 kg/s
m
cp

4200 J/kg

dx

0.025 m

Melalui tabel berikut perhitungan pun dilakukan:


Node

dT1 (oC) dT2 (oC)

dT node
avg (oC)

dT air

T node
avg (oC)

A avg

k avg

1-2

11.44202 10.52368 10.98285

7.6

113.8362 0.000744 586.6086

2-3

10.69742 10.47404 10.58573

7.65

102.8534 0.000857

3-4

9.03448

9.00966

9.02207

7.35

92.26763 0.000978 525.3698

4-5

7.99204

7.89276

7.9424

7.55

83.24556 0.001108 541.1009

5-6

6.52766

7.3219

6.92478

7.5

6-7

6.65176

5.2122

5.93198

7.65

75.30316 0.001245 548.6669 559.1514


68.37838 0.001391 584.7328

7-8

5.73342

5.43558

5.5845

7.4

62.4464

0.001544 541.2812

8-9

4.7158

4.51724

4.61652

7.55

56.8619

0.001706

9-10

4.56688

4.36832

4.4676

7.55

52.24538 0.001876 568.1495

531.842

604.611

6. Menghitung kesalahan relative dari k perhitungan


Diketahui melalui modul bahwa logam tembaga mempunyai nilai
konduktivitas 385
W/m oC. Sementara nilai percobaan yang didapat mencapai 559.1514 W/m
o
C.
Berikut adalah nilai kesalahan relative dari percobaan unit 3:

KR kavg tembaga (k literatur = 385)

7. Menghitung nilai k0 dan dengan membuat grafik k vs. T node avg


(metode least square) dengan menggunakan data k dan T nodeavg dari
aluminium dan magnesium berdasarkan rumus
= 0(1 + )
= 0 + 0. .
Dengan k menjadi y, T menjadi x dan menjadi gradient.
610
600
590
580
570

Series1

560

Linear (Series1)

550
540

y = -0.392x + 589.97
R = 0.0888

530
520
0

20

= 0 = .

= 0. = .

40

60

80

100

120