Anda di halaman 1dari 3

Pengambilan sampel acak sistematik ( systematic random sampling)

Sampel acak sistematis adalah teknik penarikan sampel yang lebih sederhana
dibandingkan dengan acak sederhana. Disebut lebih sederhana karena teknik ini tidak
membutuhkan table angka acak seperti pada acak sederhana(simple random sampling).
Seperti namanya, teknik acak sistematis pada dasarnya memilih sampel dalam populasi
secara sistematis dengan interval tertentu. Kita hanya perlu melakukan random(acak)unsure
pertama saja dari populasi. Unsure selanjutnya tinggal mengikuti deret atau sistematika
tertentu.
Teknik pemilihan ini menggunakan prinsip proporsional. Carannya ialah dengan
menetukkan pilihan sampel pada setiap 1/k, dimana k adalah suatu angka pembagi yang
sudah ditentukan misalnya 5,6 atau 10. Syarat yang perlu diperhatikan oleh para peneliti
adalah adanya daftar atau list semua anggota populasi.
Untuk populasi yang didaftar atas dasar urutan abjad pemakaian metode menggunakan
teknik sistematis juga dapat diterapkan. Walaupun mungkin saja terjadi bahwa suatu nama
seperti nama yang berawalan su, sri dalam bahasa Indonesia akan terjadi pengumpulan nama
dalam awalan tersebut. Sistematis proporsional k dapat memilih dengan baik.
Besarnya interval sampel dapat ditentukan dengan membagi populasi (N) dengan jumlah
sampel yang diinginkan(n).
k=

N
n

dimana N adalah ukuran populasi, dan n adalah ukuran sampel.

Peneliti harus memastikan bahwa interval sampling yang dipilih tidak akan
menyembunyikan pola. Setiap pola akan mengancam keacakan. Sebuah titik awal acak juga
harus dipilih.
Sampling sistematis yang akan diterapkan hanya jika populasi tertentu secara logis
homogen. Karena unit sampel sistematis yang merata atas penduduk.
Seperti halnya metode pemilihan teknik sampel yang lain, pada teknik sistematis juga
memiliki urutan seperti berikut:
a. identifikasi total populasi yang akan digunakan dalam proses penelitian
b. daftar semua anggota populasi

c. berikan nomor kode untuk setiap anggota populasi misalnya, jumlah populasi 1000
orang maka nomor kode adalah 000-999
d. tentukan besarnya jumlah sampel yang ada
e. tentukan proporsional sistematis k yang besarnya sama dengan jumlah populasi
dibagi dengan jumlah sampel.
f. Mulai dengan mengacak anggota populasi
g. Ambil setiap k terpilih untuk menjadi anggota cuplikan
h. Lakukan pemilihan tersebut sampai jumlah total terpenuhi.
Contoh
1. Misalnya kita akan meneliti pola atau distribusi penyakit selama satu tahun yang
terjadi disuatu rumah sakit maka kartu penderita merupakan populasi studi. Misalkan
terdapat sebanyak 1000 kartu dan akan diambil sampel sebanyak 100 buah kartu

dengan interval

1000
100 = 10.

Pengambilan sampel pertama yang terletak antara nomor urut 1-10 dapat
dilakukan dengan acak sederhana atau diambil kartu yang terletak ditengah antara
kartu pertama dengan kartu kesepuluh.
Selanjutnya, diambil dengan interval 10 sampai dengan jumlah yang kita
inginkan. Misalnya sampel yang pertama adalah nomor urut 2 maka sampel kedua
adalah nomor urut 12 dan sampel ketiga adalah nomor urut 22 dan seterusnya.
2. Bila persentase sampel tidak dapat dibagi habis maka pengambilan unit pertama
dilakukan seperti contoh:
Misalnya kita akan mengambil sampel 30 % dari populasi yang berjumlah

2000 maka banyaknya sampel adalah

2000
600

atau

30
100 2000 = 600 unit dengan interval

10
3 maka cara pengambilan sampel yang pertama adalah diambil 3

dari 10 unit, misalnya sampel pertama diproleh unit ke 3,6, dan 9 maka sampel
berikutnya ialah unit ke 13,16, dan 19, dan seterusnya sampai diproleh sebanyak 600
unit sampel.

Bila kita gunakan kartu penderita sebagai populasi studi dan kita ketahui
bahwa tidak semua kartu penderita di isi dengan data yang kita inginkan. Misalkan
jumlah populasi studi sebanyak2000 kartu penderita dan akan diambil sebanyak 200
kartu sebagai sampel maka setiap 10 unit diambil satu sebagai sampel dan kita

perkirakan bahwa hanya

2
menjadi 10 3

20
3

2
3 Kartu yang berisi data yang kita inginkan maka interval

atau pada setiap 20 unit diambil sebanyak 3 unit sebagai

sampel. Agar kita tetap mendapatkan jumlah sampel sebanyak 200 unit maka

sampel kini menjadi

3
2

200 = 300 unit.

Keuntungan
1) Cara ini relatif murah dan dapat dilakukan oleh petugas lapangan
2) Cara ini sangat praktis bila populasi dalam bentuk kartu
3) Variasi akan lebih kecil dibandingkan dengan cara lain
4) Membutuhkan waktu dan biaya yang relative lebih rendah dibandingkan dengan
simple random sampling