Anda di halaman 1dari 2

FILSAFAT ILMU KEDOKTERAN DALAM PENGEMBANGAN

ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI


Nama : Herlia Elvita
NIM

04112681620025

Kedokteran (bahasa Inggris: medicine) adalah suatu ilmu dan seni yang mempelajari
tentang penyakit dan cara-cara penyembuhannya. Ilmu kedokteran adalah cabang ilmu kesehatan
yang mempelajari tentang cara mempertahankan kesehatan manusia dan mengembalikan
manusia pada keadaan sehat dengan memberikan pengobatan pada penyakit dan cedera. Dokter
(dari bahasa Latin yang berarti "guru") adalah seseorang yang karena keilmuannya berusaha
menyembuhkan orang-orang yang sakit. Tidak semua orang yang menyembuhkan penyakit bisa
disebut dokter. Untuk menjadi dokter biasanya diperlukan pendidikan dan pelatihan khusus dan
mempunyai gelar dalam bidang kedokteran. Dengan begitu kata kedokteran berhubungan dengan
penyembuhan.
Hakikat dari profesi kedokteran adalah bisikan nurani dan panggilan jiwa untuk
mengabdikan diri pada manusia berlandaskan moralitas yng kental, prinsip kejujuran, keadilan,
empati keikhlasan, dan kepedulian sesama manusia. Ilmu kedokteran secara bertahap
berkembang di berbagai tempat terpisah. Pada umumnya masyarakat mempunyai keyakinan
bahwa seorang yang terkena musibah dan sakit tidak mampu menolong dirinya sendiri. Ia
memerlukan pertolongan dari orang lain setidaknya dari keluarganya atau dari orang yang
dianggap mampu memberikan perawatan serta penyembuhan. Dokter di masa dulu, apapun
sebutannya, merupakan profesi yang mempunyai kedudukan tinggi di masyarakat. Dengan
filosofi semacam itu pula masyarakat modern masih melihat keberadaan dokter sebagai profesi
yang mulia dan terhormat di jajaran sosialnya.
Ketika ilmu kedokteran semakin berkembang, dokter melakukan porfesinya tidak lagi
sendiri, dan semakin dilengkapi dengan berbagai peralatan termasuk sarana rumah sakit. Tugas
dokter sesuai filosofinya adalah menjaga kesehatan serta mencegah penyakit lebih penting
daripada sekedar menyembuhkan penyakit dengan cara berpikir yang sistematis : menjaga

kualitas hidup pasien, menyembuhkan pasien, mengurangi dan menghilangkan penderitaan


pasien, mengantarkan pasein ke dalam fase terakhir hidupnya (menghadap Tuhan).
Filosofi ilmu dan profesi kedokteran adalah ilmu yang mempelajari tentang tubuh
manusia secarautuh dalam keadaan sehat dan sakit serta upaya penyembuhannya. Sifat yang
penting dari seorang dokter adalah adanya belas kasihan dan cinta sesama manusia. Hanya orang
yang baik dapat menjadi dokter yang baik. Dasar medicina adalah simpati dan keinginan untuk
menolong orang lain dan apapun yang dilakukan dengan tujuan ini harus disebut medicine. Pada
seorang dokter tidak hanya harus ada perasaan simpati yang ditujukan kepada seseorang, tetapi
juga perasaan sosial yang ditujukan kepada masyarakat.
Seorang dokter harus dapat dengan tenang melakukan pekerjaannya dan harus
mempunyai kepercayaan kepada diri sendiri. Ia harus tangkas, harus mempunyai kepribadian
yang kuat, sehingga dapat melakukan pekerjaan di dalam keadaan yang serba sulit. seorang
pemikir dan mampu berpikir sendiri dan tidak hanya memakai hasil pikiran orang lain. Untuk
berpikir secara ilmiah perlu sikap kritis. Ia juga menasehatkan penderita, bagaimana caranya
untuk mencegah timbulnya penyakit, mempertahankan dan meningkatkan kesehatan. Ia
meyakinkan orang, bahwa mempertahankan kesehatan hanya mungkin dengan usaha sendiri, dan
adanya kesediaan dan kemampuan melakukan usaha-usaha yang diperlukan. Untuk itu tidak
hanya perlu pengetahuan tetapi juga kemauan. Juga orang harus mengetahui gunanya
mempertahankan kesehatan dan yakin tentang kegunaan itu.
Staff of aesculapius (juga disebut rod of aesculapius) mengacu pada tongkat dewa
penyembuhan dan pengobatan Yunani bernama Asclepius. Sedangkan caduceusadalah tongkat
yang digenggam Hermes, dewa Yunani pelindung para pedagang. Jadi simbol yang benar dari
dunia kedokteran sebetulnya adalah staff of aesculapius. Namun karena sudah terjadi salah
kaprah, maka simbol caduceus justru dipakai secara luas di kawasan Amerika Utara sebagai
perlambang dunia kedokteran.
Konon di zaman Hippocrates (bapak kedokteran) hidup, mereka yang sakit akan
ditempatkan pada kuil penyembuhan (healing temple) yang diberi nama asclepieion. Di
pendapa kuil ini berkeliaran ular tak berbisa yang dipelihara sebagai bagian dari ritual
penyembuhan para pasien. Bisa (racun) ular memang dari dahulu kala menyimbolkan kehidupan
dan kematian. Racun (venom) ini bila memasuki pembuluh darah akan mematikan (fatal), tetapi
bila diminum dapat merupakan obat untuk menyembuhkan sejumlah penyakit.