Anda di halaman 1dari 6

A.

Fungsi komunikasi non verbal :


1. Fungsi Repetisi ( Untuk mengulangi)
Perilaku non verbal dapat mengulangi perilaku verbal. Misalnya,
Anda menganngukkan kepala ketika mengatakan Ya, atau
menggelengkan kepala ketika mengatakan Tidak atau
menunjukkan arah (dengan telunjuk) ke mana seseorang harus
pergi untuk menemukan Toilet.
2. Fungsi Substitusi (Untuk Mengganti)
Perilaku non verbal dapat menggantikan perilaku verbal, jadi tanpa
berbicara Anda bisa berinteraksi dengan orang lain. Misalnya,
seorang pengamen mendatangi Anda kemudian tanpa
mengucapkan sepatah katapun Anda menggoyangkan tangan
Anda dengan telapak tangan mengarah ke depan (sebagai kata
pengganti Tidak).
Isyarat non verbal yang menggantikan kata atau frasa inilah yang
di sebut emblem.
3. Fungsi Kontradiksi (Untuk Menentang)
Perilaku non verbal dapat membantah atau bertentangan dengan
perilaku verbal dan bisa memberikan makna lain terhadap pesan
verbal. Sebagai contoh, menyilangkan jari mengedipkan mata
untuk menunjukkan bahwa yang dikatakan adalah tidak benar.
4. Fungsi Aksentuasi(Untuk Penekanan)
Memperteguh menekankan atau melengkapi perilaku verbal.
Misalnya, menggunakan gerakan tangan, nada suara yang
melambat ketika berpidato, isyarat non verbal tersebut disebut
afect display.
5. Fungsi Komplemen(Untuk Melengkapi).

Perilaku non verbal dapat melengkapi perilaku verbal. Misalnya,


saat kuliah akan berakhir. Anda melihat jam tangan dua sampai
tiga kali sehingga dosen segera menutup kuliahnya.
6. Gerak-gerik non verbal dapat mengendalikan atau mengisyaratkan
keinginan untuk mengatur pesan verbal. Misalnya, mengerutkan
bibir, mencondongkan badan ke depan, atau membuat gerakan
tangan untuk menunjukkan keinginan mengatakan sesuatu. Bisa
juga mengangkat tangan atau menyuarakan jenak/pause
(misalnya dengan menggumam Umm) untuk memperhatikan
bahwa anda belum selesai bicara
B. Contoh Komunikasi Non Verbal
1. Penampilan personal
Penampilan personal tiap individu meliputi bentuk fisik, cara
berpakaian, berhias, kepribadian, status sosial, pekrjaan, agama,
budaya, dan konsep diri mempengaruhi cara pandang seseorang
terhadap individu tersebut.
2. Intonasi (Nada Suara)
Nada suara memiliki pengaruh yang sangat besar dalam
penyampaian informasi kepada orang lain. Meliputi intonasi ketika
sedang emosi, gembira, bersedih, dan lain sebagainya.
3. Ekspresi Wajah
Ekspresi wajah merupakan hal penting dalam komunikasi non
verbal. Karena ekspresi wajah merupakan dasar penting dalam
menentukan pendapat interpersonal seseorang karena dapat
terlihat dengan jelas oleh individu lain dan juga dapat mengetahui
suasana hati sesorang, seperti terkejut, takut, marah, jijik, bahagia,
gelisah, dan sedih, dan lain sebagainya.
4. Sikap Tubuh dan Langkah

Sikap tubuh dan langkah menggambarkan sikap, emosi, konsep


diri, dan keadaan fisik dari individu tersebut, seperti seseorang
dapat mengambil informasi dengan cara mengamati sikap tubuh
orang lain yang berada di dekatnya, seperti menganggukkan atau
menggeleng kepala. Dan langkah dipengaruhi oleh kondisi fisik,
seperti membutuhkan bantuan, rasa sakit, dan lain sebagainya.
5. Sentuhan
Sentuhan merupakan hal dasar dalam komunikasi non verbal,
namun harus memperhatikan norma sosial yang telah berlaku.
Seperti, ketika seorang teman terjatuh, segera kita menolongnya
dengan membantunya dia berdiri, memijat bagian yang terasa
sakit, atau melakukan pemeriksaan fisik. Contoh lainnya, yaitu
bersalaman, memukul, menggenggam tangan, sentuhan di
punggung. Dari hal tesebut, sentuhan dapat direspon dan
dimengerti oleh teman yang terjatuh tersebut.
6. Kontak Mata
Kontak mata adalah alat komunikasi non verbal paling penting.
Kontak mata adalah penentu untuk penghubung dengan audiens
dalam menggambarkan kesungguhan, keterbukaan, perhatian,
dan

rasa

saling

menghormati.

Kontak

mata

juga

dapat

menyampaikan informasi penting kepada seseorang yang diajak


berbicara. Seperti, kontak mata agresif, kontak mata linak, kontak
mata mengundang, kontak mata mengasihi, dan lain sebagainya.
7. Paralanguange
Paralanguange merupakan suara atau vokal yang merupakan
bagian dari percakapan. Paralanguange dapat muncul medadak
ketika sedang berbicara, karena terdapat suatu hal yang terjadi di
luar perkiraan sebelumnya. Seperti, pekikan, rintihan, kecepatan
berbicara, kata ah, kata uhh, dan lain sebagainya.

8. Diam
Diam bukan berarti tidak berkomunikasi tau berbicara, dalam hai
ini diam memiliki arti yang bermacam-macam tergantung individu
masing-masing. Seperti, mengkomunikasikan perasaan, memberi
kesempatan berfikir, mencegah komunikasi, mengisolasi diri
sendiri, tidak menyampaikan sesuatu apapun, dan lain
sebagainya.
C. Perilaku Non Verbal dalam Komunikasi Lintas Budaya
1. Ring atau OK isyarat memiliki arti yang berbeda di negara
yang berbeda. Di Amerika Serikat dan di negara-negara
berbahasa Inggris, cincin atau gerakan OK berarti Semuanya
OK. Di Prancis itu juga bisa berarti nol atau tidak ada. Di
Jepang bisa berarti uang, di beberapa negara Mediterania,
digunakan untuk menyimpulkan bahwa seorang pria
homoseksual. Di Indonesia, gerakan cincin berarti OK atau nol.
2. Gerakan jempol-ke atas memiliki makna berbeda di tiap negara.
Di Italia, ketika orang menghitung dari satu sampai lima,
mereka menggunakan jempol yang menunjukkan satu dan
jari telunjuk menjadi dua. Di Australia, Amerika, Inggris dan
Indonesia, orang menghitung satu di jari telunjuk dan dua di
jari tengah, maka, ibu jari akan menjadi nomor lima. Di
Indonesia, gerakan jempol berarti pekerjaan yang baik atau
respon terhadap seseorang yang telah menyelesaikan
pekerjaan yang sangat baik. Ini juga berarti lezat ketika kita
mencicipi makanan lezat. Di Amerika jempol digunakan untuk
menyetop kendaraan. Di Indonesia, jika kita ingin menghentikan
transportasi umum kita menggunakan jari telunjuk untuk
menghentikannya.

3. Di Indonesia menganggukkan kepala ketika diajak bericara


orang lain berarti mengerti, tetapi di Jepang menganggukkan
kepala ketika diajak bericara orang lain berarti menghormati.
4. Di Negara Bulgaria dan Arab Saudi menganggukan kepala
berarti tidak sedangkan di Indonesia dan Inggris
menganggukkan kepala berarti iya.
5. Di Negara Bulgaria dan Arab Saudi menggelengkan kepala
berarti iya sedangkan di Indonesia dan Inggris menggelengkan
kepala berarti tidak.

LAPORAN HASIL DISKUSI


KOMUNIKASI NON VERBAL

Nama Anggota Kelompok :

Alfina Martiana Pratiwi (G41141235)


Devi Tresmiati (G41140946)
Elita Puspa Nahdiyah (G41141188)
Gebrina Puspa Negara (G41140978)
Yuana Septin Anjar Kusuma (G41141106)