Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Kerjasama bukan suatu hal yang baru di masyarakat, baik kerjasama
di bidang ekonomi, pendidikan, teknologi, politik, maupun dalam kehidupan
sederhana sehari-hari. Ada banyak keuntungan dapat diperoleh melalui
kerjasama antara dua pihak daripada melalui usaha sendiri-sendiri.
Kelemahan masing-masing dapat ditutupi oleh kekuatan dari pihak yang
lainnya.
Konsep

kerjasama

juga

semakin

didengungkan

di

dunia

perpustakaan, tak terkecuali di antara perpustakaan di Indonesia. Istilah


pinjam antar perpustakaan, silang layan. "resource sharing" (pemakaian
sumber informasi bersama) serta jaringan informasi yang banyak dipakai
orang setelah teknologi komputer masuk ke dunia perpustakaan, sudah
banyak dikenal bahkan diterapkan oleh perpustakaan, baik di tingkat lokal,
regional, nasional maupun internasional.
Informasi yang semakin melimpah dalam jumlah, jenis maupun
media penyampaiannya, serta kebutuhan akan informasi yang semakin
meningkat di satu pihak, kemudian dana yang semakin terbatas di pihak
lain, membuat perpustakaan tak akan pernah dapat mencukupi kebutuhan
pengguna dengan hanya menyuguhkan koleksi pustaka yang dihimpun
masing-masing perpustakaan.

1.2. Rumusan Masalah


1. Bagaimana bentuk

kerjasama

perpustakaan

dengan

lembaga

pemerintah?
2. Bagaimana bentuk kerjasama perpustakaan dengan badan Internasional?

1.3. Tujuan Penulisan


1. Mendeskripsikan bentuk kerjasama perpustakaan dengan lembaga
pemerintah
2. Mendeskripsikan bentuk kerjasama perpustakaan dengan badan badan
internasional

BAB II
KAJIAN TEORI

2.1 Pengertian Kerjasama Perpustakaan

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Kerjasama adalah suatu


kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang (lembaga, pemerintah,
dan sebagainya) untuk mencapai tujuan bersama. Secara etimologi, kerjasama
berasal dari bahasa Inggris yaitu cooperation yang berarti kerjasama juga.
Sehingga,

kerjasama dapat kita artikan sebagai kegiatan bersama antara dua

orang atau lebih untuk mencapai tujuan yang sama. Kerjasama terus berkembang
dengan munculnya pengertian-pengertian baru yang lebih kontemporer sesuai
dengan pergerakan zaman. Kerjasama pada masa lalu identik dalam usaha
perdagangan, pada masa sekarang kerjasama menyentuh semua bidang. Baik
ekonomi, sosial, maupun politik.

Peta konsep 1 Komponen Kerjasama Perpustakaan

Kerjasama antarperpustakaan merupakan syarat mutlak untuk memenuhi


kebutuhan informasi pemakainya. Kerjasama perpustakaan dilakukan berdasarkan
konsep bahwa kekuatan dan efektivitas kelompok perpustakaan akan lebih lebih
besar di bandingkan dengan kekuatan dan efektivitas perpustakaan masingmasing.

Prinsip kerjasama antar perpustakaan dilakukan karena diasumsikan bahwa


tidak ada satu perpustakaan pun yang memilki koleksi lengkap, sehingga
diperlukan kerjasama dengan perpustakaan lain. Maka, yang dimaksud dengan
kerjasama perpustakaan adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa
perpustakaan untuk mencapai tujuan perpustakaan dalam menyediakan dan
mendayagunakan koleksinya untuk kepentingan pemakai, pembaca dalam
berbagai kepentingan.
2.2 Bentuk-bentuk Kerjasama Perpustakaan
Menurut Sulistyo-Basuki (1996:48-63), bentuk-bentuk kerjasama
perpustakaan adalah sebagai berikut:

Peta konsep 3. Bentuk-bentuk Kerjasama Perpustakaan


Kerjasama dalam perpustakaan memang terbilang cukup banyak mulai
dari kerjasama pengkatalogan hingga penyediaan fasilitas masing-masing
perpustakaan. Dalam proses kerjasama antar perpustakaan tentunya membutuhkan
SDM yang kompeten dan perpustakaan yang memenuhi syarat-syarat sebagai
peserta kerjasama antar perpustakaan di Indonesia.
Ada beberapa bentuk kerja sama perpustakaan yang dapat dijadikan
alternatif

pilihan

untuk

dibangun

khususnya

dalam

rangka

keperluan

pengembangan pelayanan perpustakaan, yaitu antara lain adalah:


a. Kerja sama Pengadaan
4

Kerjasama ini dilakukan oleh beberapa perpustakaan saling bekerjasama


dalam

pengadaan

bahan

pustaka

(buku).

Masing-masing

perpustakaan

bertanggung jawab atas kebutuhan informasi pemakainya dengan memilih buku


atas dasar permintaan pemakainya atau berdasarkan dugaan pengetahuan
pustakawan atas keperluan pemakainya. Buku-buku kebutuhan pemakai tadi
pengadaannya dilakukan bersama oleh perpustakaan yang ditunjuk sebagai
koordinator kerjasama. Penempatan koleksi dilakukan di masing-masing
perpustakaan yang memesan buku tersebut, namun buku-buku tersebut dapat
digunakan secara bersama oleh pemakai masing-masing perpustakaan.
b. Kerja sama Pertukaran dan Redistribusi
Kerjasama pertukaran dilakukan dengan cara penukaran publikasi badan
induk perpustakaaan tersebut dengan perpustakaan lain tanpa harus membeli. Cara
ini biasa juga dilakukan untuk mendapatkan publikasi yang tidak dijual atau
publikasi yang sulit dilacak di toko-toko buku. Pertukaran ini biasanya dilakukan
dengan prinsip satu lawan satu artinya satu publikasi ditukar dengan satu
publikasi dengan tidak memandang jumlah halaman, tebal tipis publikasi ataupun
harga publikasi tersebut.
Kerjasama redistribusi adalah kerjasama yang dilakukan oleh dua
perpustakaan atau lebih dalam hal penempatan kembali buku-buku yang tidak lagi
diperlukan di suatu perpustakaan atau berlebih di suatu perpustakaan. Buku-buku
tersebut dapat ditawarkan kepada perpustakaan lain yang mungkin lebih
membutuhkan buku tersebut.
c. Kerja sama Pengolahan
Dalam bentuk kerjasama ini, perpustakaan bekerjasama untuk mengolah
bahan pustaka. Biasanya pada perpustakaan universitas dengan berbagai cabang
atau perpustakaan umum dengan cabang-cabangnya, pengolahan bahan pustaka
(pengkatalogan, pengklasifikasian, pemberian label buku, kartu buku dan lainlain) dikerjakan oleh satu perpustakaan yang menjadi koordinator kerjasama.
d. Kerja sama penyediaan fasilitas
Bentuk kerjasama ini mungkin terasa janggal bagi perpustakaan di negara
maju karena perpustakaan mereka umumnya selalu terbuka untuk dipakai oleh
pemakai umum. Dalam bentuk ini, perpustakaan bersepakat bahwa koleksi
mereka terbuka bagi pengguna perpustakaan lainnya. Perpustakaan biasanya
menyediakan fasilitas berupa kesempatan menggunakan koleksi, menggunakan
jasa perpustakaan seperti penelusuran, informasi kilat, penggunaan mesin
5

fotokopi, namun tidak membuka kesempatan untuk meminjam. Biasanya


peminjaman

buku

untuk

peminjam

bukan

anggota

dilakukan

dengan

menggunakan fasilitas pinjam antar perpustakaan.


e. Kerja sama penyusunan katalog induk
Dua perpustakaan atau lebih menyusun katalog perpustakaan secara
bersama-sama. Katalog tersebut berisi keterangan tentang buku yang dimiliki oleh
perpustakaan peserta kerjasama disertai dengan keterangan mengenai lokasi buku
tersebut. Kerjasama seperti ini bukan hal baru di Indonesia. Bahkan beberapa
katalog induk sudah banyak yang diterbitkan secara nasional, antara lain beberapa
diterbitkan oleh Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah LIPI.
f. Kerja sama Pemberian Jasa dan Informasi
Bentuk kerjasama ini adalah dilakukan oleh dua atau lebih perpustakaan
yang sepakat untuk bekerjasama saling memberikan jasa informasi. Salah satu
bentuk kerjasama ini adalah pinjam antar perpustakaan, jasa penelusuran, dan jasa
fotokopi. Kerjasama seperti ini melibatkan semua sumberdaya yang ada di
perpustakaan. Jadi tidak terbatas pada pinjam antar perpustakaan saja.
2.3 Syarat-syarat Kerjasama
Dalam mengadakan kerjasama ada beberapa syarat yang perlu di
perhatikan oleh masing-masing anggota kerjasama agar kerjasama dapat berjalan
dengan langgeng dan membawa manfaat yang maksimal bagi semua pihak yang
terlibat, seperti berikut ini.(Purwono,
a. Kesadaran, kesediaan, dan tanggung jawab untuk memberi maupun
menerima permintaan serta mentaati setiap peraturan, mekanisme maupun
harga yang dibuat bersama, yang dituangkan baik dalam bentuk tertulis
maupun lisan.
b. Memiliki koleksi pustaka yang terorganisasi dengan baik dan siap pakai.
c. Memiliki katalog perpustakaan
d. Memiliki penanggung jawab dan tenaga yang dapat membimbing
pengguna dalam mendayagunakan pustaka secara bersama.
e. Memiliki peraturan/ tata tertib perpustakaan
Faktor penting yang perlu diperhatikan dalam menuangkan kesepakatan
tertulis maupun lisan, antara lain:
a. Alasan dan tujuan kerjasama
b. Ruang lingkup kerjasama
c. Siapa saja yang ikut terjaring
d. Kapan kerjasama dimulai dan diakhiri
e. Bagaimana hubungan antar anggota yang ikut dalam kerjasama

f. Bagaimana pembagian kerjanya supaya tidak terjadi duplikasi, bagaimana


pembiayaannya
g. Kemungkinan penggunaan teknologi canggih
2.4 Alasan-alasan dan Manfaat Kerjasama Perpustakaan
a. Alasan kerjasama perpustakaan

Peta konsep 2. Alasan kerjasama


Dalam buku yang berjudul Kerjasama dan Jaringan Perpustakaan
karya Prof. Dr. Sulistyo Basuki, bahwa ada 6 alasan yang sudah terangkum
pada Peta Konsep 2 diatas. Alasan bagaimana perpustakaan perlunya
bekerjasama itu bermacam-macam. Hal tersebut tentunya dilatarbelakangi
oleh berbagai sudut pandang dan dari segi pemenuhan kebutuhan
pemustaka yang bermacam-macam.
Terjalinnya kerjasama yang dilakukan setiap perpustakaan baik dengan
pemerintah maupun badan internasional memiliki manfaat sebagai berikut:
a. Adanya perbaikan dalam aspek pelayanan teknis dan pengguna serta
memaksimalkan sumber daya perpustakaan;
b. Dapat memecahkan sejumlah masalah dengan berbagi resiko, manfaat,
tanggung jawab, dan pengalaman;

c. Meningkatkan hubungan yang pada awalnya sangat sederhana menjadi


sistem jaringan yang lebih kompleks yang melibatkan berbagai jenis
organisasi baik dalam maupun luar negeri

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Bentuk Kerjasama Perpustakaan dengan Lembaga Pemerintah
Ada banyak jenis buku terbitan yang dapat menjadi koleksi dan tersaji di
perpustakaan. Salah satunya yaitu Terbitan Pemerintah. Menurut Mustafa
(2008;27) terbitan pemerintah adalah setiap penerbitan yang dicetak atas biaya
pemerintah, atau diterbitkan oleh badan-badan pemerintah, yang pada umumnya
berisi hal-hal yang berkaitan dengan masalah-masalah pemerintahan atau
masalah-masalah kepentingan umum. Terbitan pemerintah tergolong pada koleksi
referensi yang diterbitkan lembaga pemerintah. Untuk melayankan koleksi
terbitan pemerintah, maka kerjasama menjadi hal utama dalam menyebarkan
informasi yang terkait dengan lembaga pemerintahan ke semua masyarakat luas.
Bentuk kerjasama perpustakaan dengan pemerintah tentunya tercakup
dalam berbagai bidang, mulai dari bidang pengembangan layanan, SDM, koleksi
bahan pustaka dan lain-lain. Kerjasama perpustakaan dengan lembaga pemerintah
tak hanya berkaitan dengan koleksi saja. Kerjasama ini tentunya dilakukan dengan
berbagai Perpustakaan di Indonesia seperti Perpustakaan Perguruan Tinggi,
Perpustakaan Umum. Perpustakaan Daerah, hingga Perpustakaan Nasional.
Salah satu bentuk dari kerjasama perpustakaan dengan terbitan pemerintah
adalah Perpustakaan Nasional RI yang merupakan lembaga induk perpustakaan di
Indonesia. Perpustakaan Nasional RI tentunya menjalin kerjasama dengan
8

berbagai pihak lembaga pemerintah, perpustakaan-perpustakaan yang ada di


Indonesia, organisasi internasional.

3.1 Perpustakaan Nasional RI Jalin Kerjasama dengan 16 Instansi

Berdasarkan gambar 3.1, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia


melaksanakan tugas pemerintahan dibidang perpustakaan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugas,
Perpustakaan Nasional RI menyelenggarakan fungsi mengkaji dan menyusun
kebijakan

nasional

dibidang

perpustakaan,

mengkoordinasikan

kegiatan

fungsional dalam pelaksanaan tugas Perpustakaan Nasional R, melancarkan dan


membina terhadap kegiatan instansi Pemerintah dibidang perpustakaan. Dalam
melakukan tugas tersebut di atas Perpustakaan Nasional telah melakukan
kerjasama dengan institusi perpustakaan dalam dan luar negeri.

Bentuk kerjasama yang dilakukan perpustakaan Nasional RI dengan


lembaga pemerintah dan adalah sebagai berikut;
No
1

Nama MOU

Lembaga

Program Pengembangan, Penyelenggaraan, dan Pemda DKI Jakarta

Tahun
2010

Pengelolaan Pepustakaan
2

Pengembangan dan Pengelolaan Sistem

Badan Pemeriksa

Informasi untuk Akses Data pada Perpustakaan

Keuangan

2011

Nasinonal RI dalam rangka pemeriksaan


pengelolaan dan tanggung jawab keuangan
negara
3

Pengembangan dan Pemberdayaan Perpustakaan Kementerian Hukum dan 2011


di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM

HAM RI

Inventarisasi dan Pendayagunaan Naskah Kuno / Masyarakat Pernaskahan 2012


Arsip Nusantara

Nusantara (MANASA)

Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan

TNI Angkatan Laut

2012

Pengembangan Perpustakaan di Lingkungan

Dewan Kelautan

2013

Dewan Kelautan Indonesia

Indonesia

Kordinasi Pembinaan, Penyelamatan, dan

Arsip Nasional RI

2014

Kesultanan Kasepuhan

2014

Pelestarian di Bidang Kearsipan dan


Perpustakaan
8

Pelestarian Naskah Kuno / Manuskrip

Cirebon
9

Kerjasama Perpustakaan

Badan Pengusahaan

2014

Kawasan Bebas dan

10

No

Nama MOU

Lembaga

Tahun

Pelabuhan Bebas Batam


10 Pengembangan Perpustakaan Digital

PT Telekomunikasi

2014

Indonesia TBK
11 Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada

Universitas Indonesia

2014

Universitas Halu Oleo

2014

Universitas Padjajaran

2014

Masyarakat
12 Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada
Masyarakat
13 Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada
Masyarakat, Pengembangan di bidang
Kepustakawanan
Tabel 3.1 Bentuk Kerjasama Perpustakaan Nasional RI dengan Lembaga
Pemerintah

Perpustakaan Nasional RI menjalin kerja sama melalui penandatanganan


nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Kepala Perpustakaan
Nasional RI Sri Sularsih menyatakan kerja sama dilakukan untuk menciptakan
ekosistem jejaring perpustakaan. Menurut Sri (2016), setiap perpustakaan
memiliki potensi dan keunggulan sehingga kerja sama antar instansi berguna
untuk menghimpun kekuatan agar peran dan fungsi perpustakan semakin terasa di
masyarakat. Untuk itulah kerja sama merupakan solusi yang cerdas agar semua
dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada, sekaligus untuk menghimpun
kekuatan bersama agar bisa mengatasi keterbatasannya.

Kerjasama yang

dilakukan oleh Perpustakaan Nasional.


Selain, Perpustakaan Nasional RI, ada berbagai jenis perpustakaan yang
melakukan kerjasama dengan lembaga pemerintah, salah satunya adalah
Perpustakaan Perguruan Tinggi. Contoh dari bentuk kerjasama yang dilakukan
Perpustakaan

Perguruan

Tinggi

dengan

Lembaga

Pemerintah

adalah
11

Perpustakaan Universitas Esa Unggul. Jalinan kerjasama yang dilakukan


Perpustakaan Esa Unggul dengan lembaga pemerintah beserta asosiasi, meliputi;
(1) DEPKOMINFO, (2) Kantor Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal
(PDT), (3) Departemen Pekerjaan Umum (P2KP, (4) PNPM Mandiri), (5)
Deperindag, (6) LIPI, (7) Jasa Marga, (8) Dikmenti (Pemda DKI, (9) Departemen
Tenaga Kerja dan Transmigrasi, (10) Sistem Informasi Keuangan Daerah, (11)
BNN DKI Jakarta, (12) Polda Metro Jaya, (13) PMI, (14) BASARNAS, (15)
WANADRI, (16) Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat, (17) dan lain
sebagainya.

3.2 Bentuk Kerjasama Perpustakaan dengan Badan Internasional


Sesudah
beeranggotakan

Perang

Dunia

negara-negara

terbentuklah
sedunia.

sebuah

Badan

badan

tersebut

internasional

dikenal

dengan

nama United Nations Organisation (UNO). Badan tersebut di Indonesia dikenal


dengan dengan nama Perserikatan Bagsa-Bangsa (PBB). PBB bertujuan
mengembangkan kerjasama antar negara.,untuj mencapai tujuan tersebut maka
PBB membentuk sebuah badan yang khusus bergerak dalam bidang pendidikan ,
ilmu pengetahuandan kebudayaan. Badan tersebut diberi nama United Nations
Education, Scientific and Cultural Organitations (UNESCO) yang berkudukan di
Paris. UNESCO juga bergerak di bidang perpustakaan, dokumentasi, dan
informasi ilmiah. UNESCO mendorong perlunya kerjasama antarnegara. Upaya
UNESCO tersebut sejalan dengan tuntutan banyak negara yang menghendaki
kerjasama berbagai perpustakaan, pusat dokumentasi,dan pemakai informasi.
Timbulnya tuntutan perlu diadakan kerjasama internasional dibidang perpustakaan
dan dokumentasi di sebabkan karena:
a. meningkatnya jumlah terbitan didunia.
b.

meningkatnya kebutuhan pemakai akan informasi.

c. berkembangnya teknologi telekomunikasi.


Dalam bidang informasi, tujuan kerjasama internasional adalah:

12

a. memberikan tanggapan yang lebih memuaskan akan kebutuhan informasi


bagi pemakai di seluruh dunia.
b. memanfaatkan semakismal mungkin akumulasi pengetahuan untuk
kemajuan manusia.
c. memperbaiki produktifitas system informasi yang telah ada dengan
menarik pemakai.
d. untuk meningkatkan kemampuan sistem informasi serta menekan biaya
pengolahan informasi.
e. menggalang keharmonisan dan integrasi berbagai sistem informasi untuk
mencapai tujuan bersama.
Organisasi Internasional merupakan cakupan lebih luas dari organisasi
regional. Berikut ini berbagai pusat dokumentasi yang dikelola oleh PBB maupun
badan bawahannya dalam menjalin kerjasama dengan badan internasional.
a. The United Nations Library
b. The Economic Comission for Asia and Pacifik (ESCAP)
c. The Economic Comission for Latin America (ECLA)
d. The Economic Comissions for Africa (ECA)
e. The United Nations Disaster Relief Co-ordination Office (UNSRO)
f. The United Nations Industrial Development Organisation
(UNIDO)
g. The United Nations Environment Progamme (UNEP)
h. The United Nations Development Progamme (UNDP)
i. The United Nations Institute for Training and Research (UNITAR)
j. The Iternational Labour Organisation (ILO)
k. The Uniteed Food Agriculture Organization (FAO)
l. The United Education Scientific and Cultural Organization
(Unesco)
m. The World Health Organization (WHO)
n. The International Civil Aviation Organization (ICAO)
o. The International Atomic Energy Agency (IAEA)
p. The Intenational Telekommunication Union (ITU)
13

q. The General Agreement on Traffis and Trade (GATT)


r. The World Intellectual Property Organization (WIPPO)
s. The World Metrological Organization (WMO)
Selain data di atas, berikut adalah Badan Internasional yang tidak sering
dikenal dalam menjalin kerjasama perpustakaan:
1. International Council of Scientific Unions (ICSU)
Organisasi ini bertujuan memajukan kegiatan ilmu pengetahuan.ICSU
membentuk dua organiasasi yang berkaitan erat dengan informasi. Badan pertama
disebut Abstracting Board (ICSU-AB) bertugas melancarkan arus informasi
dengan cara menyeragamkan, menyelaraskan kegiatan anggotanya.Badan
kedua adalah ICSU International Commite on Data for Science and
Technology(CODATA) melakukan pembakuan pada data numeric.
2. The InternatIonal Federation of Library Associaton and Institutions
(IFLA)
Sekertariat berada di Den Hag Nederland. IFLA membentuk International
Office for Universal Bibliographic Control di London yang bertugas melanjutkan
berbagai kegiatan yang disponsori IFLA, mengembangkan International Standard
for Bibliographic Description (ISBD, serta menempatkan kantor peminjaman
international dalam linmgkungan British Library Document Suplly Centre di
Boston Spa (Inggris).
3. The International Federation for Documentation and Information(FID)
Sekertariat berada di Den Haag.Kegiatan utamanya menyangkut
dokumentasi seperti penelitian dokumentasi, praktek dan latihan dokumentasi.FID
juga membentuk komisi pusat khusus untuk menangani Universal Decimal
Clasification (UDC.

4.

The International Council on Archives (ICA)

14

ICA diciptkan untuk memupukl pengembangan arsip dan kerjasama


internasional dibidang kearsipan.Disamping kegiatan regional ICA jjuga bekerja
melalui seksi dan komisi khusus, menerbitkan majalah Archivum.
Berdasarkan paparan diatas, perpustakaan di Indonesia juga turut serta
dalam menjalin kerjasama dengan badan internasionl. Contohnya di bidang
pertanian adalah menjalin kerjasama dengan The Uniteed Food Agriculture
Organization (FAO) yang berpusat di Roma dan mermiliki pusat dokumentasi
mengenai pedesaan, pupuk,genetika,statistika pertanian, keracunan makanan,
populasi pedesaan, sumber daya kehutanan, perairan, perikanan,kontaminasi
organisme air tawar. FAO juga mengoordinasi tiga system jaringan informasi
internasional, yaitu AGRIS (bibliografi mutakhir menggenai ilmu pertanian
berdasarkan sumbangan 8 negara penyumbang data), CARIS (program data
pertanian dan tenaga pertanian di negara berkembang) dan AGLINET (merupakan
jaringan keja perpustakaan yang dibantu oleh 17 perpustakaan peserta. Untuk
Indonesia perpustakaan yang mewakili kegiatan pertanian adalah Perpustakaan
Pusat Pertanian dan Komunikasi Penelitian (PUSTAKA) yang berpusat di Bogor.
Selain itu, seperti Perpustakaan Nasional RI juga pastinya menjalin
kerjasama

dengan

badan-badan

tersebut.

Hal

tersebut

sesuai

dengan

dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 32 Tahun 2012 tentang Pengukuhan


Penetapan Keanggotaan Indonesia pada Organisasi Internasional memberi
kekuatan bagi Perpustakaan Nasional untuk lebih intensif melakukan kerjasama
dengan organisasi-organisasi di luar negeri guna memperkuat eksistensi
Perpustakaan Nasional pada khususnya dan perpustakaan-perpustakaan di seluruh
Indonesia di dunia internasional. Bentuk dari kerjasama Perpustakaan Nasional RI
adalah sebagai berikut;
No

Nama MOU

Lembaga

Tahun

Pengelolaan perpustakaan; penelitian akademik dan National Library Board 2012


karya referensi; dan berbagi sumber daya
of Singapore (NLB)
informasi

Library Management and Reference and

The National and

2013
15

No

Nama MOU

Lembaga

Tahun

Information Services

University Library in
Zagreb

Library Management and Reference and


Information Services

The National Library of 2013


Serbia

Building Strong Library

Internation Federation 2014


of Library Association
and Institutions

Tabel 3.2 Bentuk Kerjasama Perpustakaan Nasional RI dengan Lembaga


Internasional

16

Gambar 3.2 MoU Perpustakaan Nasional dengan IFLA (International Federation


Library Association)

BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Kerjasama perpustakaan adalah kerjasama yang melibatkan 2
perpustakaan atau lebih. Kerjasma ini diperlukan karena tidak satu pun
perpustakaan dapat berdiri sendiri dalam arti koleksinya maupun memenuhi
kebutuhan informasi pemakainya. Kerjasama perpustakaan mempunyai
beberapa bentuk yaitu Kerjasama pengadaan, Kerjasama pertukaran dan
redistribusi, Kerjasama pengolahan, Kerjasama penyediaan fasilitas,
Kerjasama penyusunan katalog induk, Kerjasama pemberian jasa dan
informasi.
Terbitan pemerintah adalah setiap penerbitan yang dicetak atas biaya
pemerintah, atau diterbitkan oleh badan-badan pemerintah, yang pada
umumnya

berisi

hal-hal

yang

berkaitan

dengan

masalah-masalah

pemerintahan atau masalah-masalah kepentingan umum. Sedangkan terbitan


badan Internasional mencakup organisasi internasional seperti ILO, WHO,
UNESCO, dan lain-lain.
4.2. Saran

17

Dari makalah yang berjudul Kerjasama terbitan pemerintah dan


badan internasional, penulis menyarankan bahwa perpustakaan hendaknya
melakukan banyak jaringan kerjasama dengan perpustakaan lain dan atau
dengan badan pemerintah. Perpustakaan tidak dapat memenuhi kebutuhan
pengguna hanya dengan koleksi yang dimiliki, tetapi perpustakaan dapat
memiliki beragam koleksi dan informasi dengan melakukan jaringan
kerjasama yang banyak.

Pertanyaan:
1.

Kerjasama substansi pemerintah? Untuk menyusun terbitan pemerintah,


apakah ada kerjasama? Untuk percetakan, dicetak sendiri atau kerjasama
dengan penerbit?

NB: Lembaga pemerintah melakukan kerjasama dalam hal penerbitan peraturan


perundang-undangan seperti UU no 43 tahun 2007 mengenai perpustakaan,
kerjasama dalam pengesahan(presiden)
2 Kebijakan:
Terbitan
Pemerintah

-Dicetak dan
tidak
diterbitkan
-Dicetak dan
diterbitkan

Koleksi Terbitan
pemerintah yang ada di
Perpustakaan Perguruan
Tinggi
Perpustakaan sekolah=

Saat melakukan kerjasama terbitan pemerinah juga harus memahami sistem


pemerintahan di indonesia yaitu presidensil
Terbitan pemerintah yang relevan yaitu:
Perpustakaan PT = KUHP

Relevan

Perpustakaan Sekolah = UUD45


1. Berorientasi kepada pengguna
18

Kebutuhan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Misal PT


jurusan hukum, informasinya berkaitan dengan hukum
2. Kelengkapan koleksi
Di perpus sekolah: tidak hanya koleksi paket mata pelajaran tapi koleksi
lain
3. Kemutakhiran
Tidak hanya mengoleksi buku-buku lama, tapi harus up to date
4. Kerjasama pemerintah kota, daerah, provinsi.
-Mengapa terbitan pemerintah tidak terlalu penting bagi mahasiswa seperti kita?
-Bentuk kerjasama terbitan pemerintah ada 3:
*Kerjasama penyimpanan
*Kerjasama Pengadaan
*kerjasama pemanfaatan koleksi
Koleksi yang ada ISBN harus menyerahkan ke perpusnas

19